Blog Tausiah - Suasana Aksi Bela Islam II yang semula berlangsung damai berubah menjadi rusuh. Polisi terpaksa menembakkan gas air mata untuk menghalau massa aksi yang terus merangsek maju ke depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka, Jakarta (Jumat malam, 4/11).
Gas air mata terus-terusan di tembakkan Polisi ke udara. Ribuan massa aksi tetap bertahan dan semakin merangsek maju, hingga pukul 20.28 WIB tadi.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo pun naik ke mobil pengamanan untuk menyerukan meminta agar aparat menghentikan tembakan gas air mata.
"Saya panglima TNI dan Kapolri, meminta untuk berhenti menembakkan gas air mata ke saudara-saudara kita," kata Panglima diikuti kalimat serupa oleh Kapolri.
Namun seruan dua komandan tertinggi ini tidak dihiraukan oleh aparat. Selagi mereka berdua berbicara, aparat terus menembakan gas air mata.
Seusai menembakkan gas air mata di konsentrasi massa depan Pintu Barat Lingkar Silang Monas, polisi kemudian menembak ke arah konsentrasi massa di depan gedung Mahkamah Agung. Hal ini membuat situasi makin tak terkendali. [rmol]
