Loading...

Polda Metro: Seorang Pendemo Meninggal karena Asma


Media Indo - Kepolisian Daerah Metro Jaya menginformasikan seorang pendemo M Syachrie Oy Bcan (55 tahun) meninggal dunia diduga akibat mengidap penyakit asma.

"Korban meninggal dunia dikarenakan sakit asma," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono melalui keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu dini hari (5/11).

Awi menuturkan korban meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta usai berunjuk rasa pada Jumat (4/11). Awi menegaskan tidak ditemukan tanda kekerasan atau luka pada tubuh korban.

Pihak keluarga korban M Fajri (20) telah membawa pulang jasad korban ke Tangerang Banten pada Jumat sekitar pukul 22.00 WIB. Diketahui korban merupakan guru mengaji beralamat di Perumahan Binong Permai F-14/24 RT07/07 Kelurahan Binong Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang Banten. [rol]

Polda Metro: Seorang Pendemo Meninggal karena Asma


Blog Tausiah - Kepolisian Daerah Metro Jaya menginformasikan seorang pendemo M Syachrie Oy Bcan (55 tahun) meninggal dunia diduga akibat mengidap penyakit asma.

"Korban meninggal dunia dikarenakan sakit asma," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono melalui keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu dini hari (5/11).

Awi menuturkan korban meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta usai berunjuk rasa pada Jumat (4/11). Awi menegaskan tidak ditemukan tanda kekerasan atau luka pada tubuh korban.

Pihak keluarga korban M Fajri (20) telah membawa pulang jasad korban ke Tangerang Banten pada Jumat sekitar pukul 22.00 WIB. Diketahui korban merupakan guru mengaji beralamat di Perumahan Binong Permai F-14/24 RT07/07 Kelurahan Binong Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang Banten. [rol]

Netizen Sedih, Polisi dan Demonstran Muslim 'Dibenturkan' oleh Penista Agama


Media Indo -  Lantunan Asmaul Husna dari anggota Polisi dari Brigade Mobil yang berdiri depan Istana Negara mampu membuat peserta aksi menghentikan sejenak orasi mereka.

Ketika orasi dilanjutkan kembali, pihak kepolisian lagi-lagi melantunkan kembali takbir dan disertai lantunan Asmau Husna oleh pihak kepolisian yang hanya dibatasi oleh jaringan blokade dari kawat berduri.

Zara Zettira yang dikenal sebagai seorang pengarang buku Novel remaja, rupanya tidak mampu menahan perasaan kesedihannya ketika dihadapkan kenyataan tersebut.
'
“Sedih ngeliatnya😢 tega banget yg memberikan tugas pd aparat untuk berhadapan dgn saudaranya sendiri kaya gini 😢😢😢,” tulis Zara melalui akunnya @ZaraZettiraZR.

” @Mariyatiqueen bisa jadi berhadapan dgn bapak sendiri, kakak sendiri, dstnya tuh mrk cm jalankan perintah atasan kasihan😢,” lanjut Zara menjawab akun @Mariyatiqueen.

Sementara itu salah satu akun milik @sesoodas, menulis jika ibunya termasuk juga salah satu dari yang ikut menjaga jalannya aksi demo damai.

“@ZaraZettiraZR ibu saya jaga disana, itu juga bukan maunya dia. Tapi kalo tidak dijaga apa yang akan terjadi.” Tulis @sesoodas. [pbc]

Netizen Sedih, Polisi dan Demonstran Muslim 'Dibenturkan' oleh Penista Agama


Blog Tausiah -  Lantunan Asmaul Husna dari anggota Polisi dari Brigade Mobil yang berdiri depan Istana Negara mampu membuat peserta aksi menghentikan sejenak orasi mereka.

Ketika orasi dilanjutkan kembali, pihak kepolisian lagi-lagi melantunkan kembali takbir dan disertai lantunan Asmau Husna oleh pihak kepolisian yang hanya dibatasi oleh jaringan blokade dari kawat berduri.

Zara Zettira yang dikenal sebagai seorang pengarang buku Novel remaja, rupanya tidak mampu menahan perasaan kesedihannya ketika dihadapkan kenyataan tersebut.
'
“Sedih ngeliatnya😢 tega banget yg memberikan tugas pd aparat untuk berhadapan dgn saudaranya sendiri kaya gini 😢😢😢,” tulis Zara melalui akunnya @ZaraZettiraZR.

” @Mariyatiqueen bisa jadi berhadapan dgn bapak sendiri, kakak sendiri, dstnya tuh mrk cm jalankan perintah atasan kasihan😢,” lanjut Zara menjawab akun @Mariyatiqueen.

Sementara itu salah satu akun milik @sesoodas, menulis jika ibunya termasuk juga salah satu dari yang ikut menjaga jalannya aksi demo damai.

“@ZaraZettiraZR ibu saya jaga disana, itu juga bukan maunya dia. Tapi kalo tidak dijaga apa yang akan terjadi.” Tulis @sesoodas. [pbc]

Pemerintah Ngutang ke Bank Dunia Rp 52 Triliun


Media Indo - Pemerintah dapat suntikan dukungan dari World Bank (bank dunia) untuk menyukses­kan kebijakan reformasi sektor logistik. Lembaga keuangan internasional tersebut meny­etujui pinjaman sebesar 400 juta dolar AS atau setara Rp 5,2 triliun untuk mendukung program tersebut.

Kepala Perwakilan Bank Dun­ia di Indonesia Rodrigo Chaves mengungkapkan, utang tersebut bakal dikucurkan untuk memper­baiki logistik dan memperlancar konektivitas. Kedua hal tersebut, menurutnya, sangat penting un­tuk meningkatkan pertumbuhan dan mengurangi kemiskinan di negara kepulauan. 

"Pendanaan sebesar 400 juta dolar AS akan mendukung pemerintah Indonesia menga­tasi hambatan rantai pasokan, seperti dwelling time (waktu bongkar muat kapal) di pelabu­han dan banyaknya prosedur izin perdagangan," ujarnya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta kemarin. 

Dia menjelaskan, saat ini biaya logistik di Indonesia menghabiskan biaya 25 persen dari penjualan. Jumlah itu lebih tinggi bila dibandingkan negara tetangga, Thailand sebesar 15 persen, dan Malay­sia sebesar 13 persen. 

Bahkan, lanjut Chaves, lebih efisien melakukan pengiriman dari luar negeri ke Jakarta, daripada daerah lain di Indone­sia sendiri. "Biaya pengiriman peti kemas dari kota Shanghai ke Jakarta lebih murah diband­ingkan biaya pengiriman ba­rang dari Jakarta ke Padang di Sumatera Barat. Padahal jarak antara kedua kota itu hanya seperenam jarak antara Jakarta dengan Shanghai," ungkapnya. 

Dia yakin bila biaya logistik bisa ditekan akan memberikan dampak signifikan bagi daya saing. Selain itu, mengurangi kemiskinan karena mengu­rangi biaya barang dan jasa, khususnya di wilayah terpencil dan tertinggal Indonesia. 

Manfaat lain dari pinjaman disebutkan Chaves, akan men­dukung Indonesia melakukan transisi. Yakni, beralih dari ekonomi yang bergantung kepada komoditas menuju ekonomi berbasis manufaktur yang berdaya saing tinggi. 

Ekonom Senior Bank Dunia, Massimiliano Cali menambah­kan, biaya logistik yang mahal dan tidak handal selama ini menjadi salah satu penyebab utama terhambatnya pening­katan daya saing. "Kalau ham­batan tersebut teratasi akan menambah produksi dan ekspor sehingga mengangkat pertum­buhan ekonomi," katanya. 

Ketua Umum Asosiasi Lo­gistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai potensi kenaikan impor bila program pembenahan logistik berhasil. 

"Itu (pembenahan) akan semakin mempermudah ba­rang impor masuk ke berbagai wilayah Indonesia. Kita harap­kan pinjaman itu tidak ada maksud ke sana," harapnya. 

Selain itu, dia khawatir pin­jaman dalam rangka pembe­nahan logistik menganggu perbaikan yang kini sedang dilakukan. "Pembenahan su­dah berjalan pada jalurnya seperti pemberantasan pungli, juga sudah mulai memper­baiki sistem online. Kita nggak mau arah kebijakan pinjaman malah memperkeruh suasana," pungkasnya. [rmol]

Pemerintah Ngutang ke Bank Dunia Rp 52 Triliun


Blog Tausiah - Pemerintah dapat suntikan dukungan dari World Bank (bank dunia) untuk menyukses­kan kebijakan reformasi sektor logistik. Lembaga keuangan internasional tersebut meny­etujui pinjaman sebesar 400 juta dolar AS atau setara Rp 5,2 triliun untuk mendukung program tersebut.

Kepala Perwakilan Bank Dun­ia di Indonesia Rodrigo Chaves mengungkapkan, utang tersebut bakal dikucurkan untuk memper­baiki logistik dan memperlancar konektivitas. Kedua hal tersebut, menurutnya, sangat penting un­tuk meningkatkan pertumbuhan dan mengurangi kemiskinan di negara kepulauan. 

"Pendanaan sebesar 400 juta dolar AS akan mendukung pemerintah Indonesia menga­tasi hambatan rantai pasokan, seperti dwelling time (waktu bongkar muat kapal) di pelabu­han dan banyaknya prosedur izin perdagangan," ujarnya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta kemarin. 

Dia menjelaskan, saat ini biaya logistik di Indonesia menghabiskan biaya 25 persen dari penjualan. Jumlah itu lebih tinggi bila dibandingkan negara tetangga, Thailand sebesar 15 persen, dan Malay­sia sebesar 13 persen. 

Bahkan, lanjut Chaves, lebih efisien melakukan pengiriman dari luar negeri ke Jakarta, daripada daerah lain di Indone­sia sendiri. "Biaya pengiriman peti kemas dari kota Shanghai ke Jakarta lebih murah diband­ingkan biaya pengiriman ba­rang dari Jakarta ke Padang di Sumatera Barat. Padahal jarak antara kedua kota itu hanya seperenam jarak antara Jakarta dengan Shanghai," ungkapnya. 

Dia yakin bila biaya logistik bisa ditekan akan memberikan dampak signifikan bagi daya saing. Selain itu, mengurangi kemiskinan karena mengu­rangi biaya barang dan jasa, khususnya di wilayah terpencil dan tertinggal Indonesia. 

Manfaat lain dari pinjaman disebutkan Chaves, akan men­dukung Indonesia melakukan transisi. Yakni, beralih dari ekonomi yang bergantung kepada komoditas menuju ekonomi berbasis manufaktur yang berdaya saing tinggi. 

Ekonom Senior Bank Dunia, Massimiliano Cali menambah­kan, biaya logistik yang mahal dan tidak handal selama ini menjadi salah satu penyebab utama terhambatnya pening­katan daya saing. "Kalau ham­batan tersebut teratasi akan menambah produksi dan ekspor sehingga mengangkat pertum­buhan ekonomi," katanya. 

Ketua Umum Asosiasi Lo­gistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai potensi kenaikan impor bila program pembenahan logistik berhasil. 

"Itu (pembenahan) akan semakin mempermudah ba­rang impor masuk ke berbagai wilayah Indonesia. Kita harap­kan pinjaman itu tidak ada maksud ke sana," harapnya. 

Selain itu, dia khawatir pin­jaman dalam rangka pembe­nahan logistik menganggu perbaikan yang kini sedang dilakukan. "Pembenahan su­dah berjalan pada jalurnya seperti pemberantasan pungli, juga sudah mulai memper­baiki sistem online. Kita nggak mau arah kebijakan pinjaman malah memperkeruh suasana," pungkasnya. [rmol]

Aksi Bela Islam, Tukang Somay: Alhamdulillah Dagangan Saya Laris


Media Indo - Kekhawatiran sejumlah pihak kalau Aksi Bela Islam, Jumat (4/11) bakal berlangsung ricuh sepertinya tidak benar. Justru dengan ramainya umat Islam yang berkumpul di kawasan Gambir-Monas menjadi rezeki sendiri bagi Nirman (45 tahun), seorang tukang somay yang sengaja datang saat aksi demo.

Tukang Somay asli Jakarta yang tinggal di Blok S, Mampang ini mengungkapkan sejak turun setelah Shalat Jumat tadi, siomay dagangan hampir ludes dibeli pengunjuk rasa. "Alhamdulillah ini baru satu jam sudah mau habis," kata Nirman kepada Republika.co.id, Jumat.

Ia mengaku tidak khawatir dengan informasi demo akan berujung rusuh. "Ya namanya kita dagang, cari duit. Di mana ada warga ya kita jualan," katanya.

Sangking larisnya, kata dia, 10 menit ia bisa menjual 10 piring kepada pengunjuk rasa yang belum makan siang. "Alhamdulillah ini ya 10 menit 10 piring lah," ujarnya. 

Tapi dari hati yang paling dalam, Nirman berharap agar aksi ini bisa berjalan lancar dan aman tidak merugikan masyarakat kecil, dan pedagang kaki lima. "Semoga aman dan kita masih bisa jualan, ajalah," katanya. [rol]