Loading...

Aksi Bela Islam, Tukang Somay: Alhamdulillah Dagangan Saya Laris


Media Indo - Kekhawatiran sejumlah pihak kalau Aksi Bela Islam, Jumat (4/11) bakal berlangsung ricuh sepertinya tidak benar. Justru dengan ramainya umat Islam yang berkumpul di kawasan Gambir-Monas menjadi rezeki sendiri bagi Nirman (45 tahun), seorang tukang somay yang sengaja datang saat aksi demo.

Tukang Somay asli Jakarta yang tinggal di Blok S, Mampang ini mengungkapkan sejak turun setelah Shalat Jumat tadi, siomay dagangan hampir ludes dibeli pengunjuk rasa. "Alhamdulillah ini baru satu jam sudah mau habis," kata Nirman kepada Republika.co.id, Jumat.

Ia mengaku tidak khawatir dengan informasi demo akan berujung rusuh. "Ya namanya kita dagang, cari duit. Di mana ada warga ya kita jualan," katanya.

Sangking larisnya, kata dia, 10 menit ia bisa menjual 10 piring kepada pengunjuk rasa yang belum makan siang. "Alhamdulillah ini ya 10 menit 10 piring lah," ujarnya. 

Tapi dari hati yang paling dalam, Nirman berharap agar aksi ini bisa berjalan lancar dan aman tidak merugikan masyarakat kecil, dan pedagang kaki lima. "Semoga aman dan kita masih bisa jualan, ajalah," katanya. [rol]

Aksi Bela Islam, Tukang Somay: Alhamdulillah Dagangan Saya Laris


Blog Tausiah - Kekhawatiran sejumlah pihak kalau Aksi Bela Islam, Jumat (4/11) bakal berlangsung ricuh sepertinya tidak benar. Justru dengan ramainya umat Islam yang berkumpul di kawasan Gambir-Monas menjadi rezeki sendiri bagi Nirman (45 tahun), seorang tukang somay yang sengaja datang saat aksi demo.

Tukang Somay asli Jakarta yang tinggal di Blok S, Mampang ini mengungkapkan sejak turun setelah Shalat Jumat tadi, siomay dagangan hampir ludes dibeli pengunjuk rasa. "Alhamdulillah ini baru satu jam sudah mau habis," kata Nirman kepada Republika.co.id, Jumat.

Ia mengaku tidak khawatir dengan informasi demo akan berujung rusuh. "Ya namanya kita dagang, cari duit. Di mana ada warga ya kita jualan," katanya.

Sangking larisnya, kata dia, 10 menit ia bisa menjual 10 piring kepada pengunjuk rasa yang belum makan siang. "Alhamdulillah ini ya 10 menit 10 piring lah," ujarnya. 

Tapi dari hati yang paling dalam, Nirman berharap agar aksi ini bisa berjalan lancar dan aman tidak merugikan masyarakat kecil, dan pedagang kaki lima. "Semoga aman dan kita masih bisa jualan, ajalah," katanya. [rol]

Lakukan Negosiasi dengan DPR/MPR, GNPF-MUI: Target Tidak Bergeser, Tangkap Ahok!


Media Indo -  Pimpinan MPR dan anggota DPR RI menemui demonstran yang masih melakukan aksi di depan gedung DPR/MPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (5/11). Ketua MPR Zulkifli Hasan bersedia melakukan negosiasi dengan perwakilan ormas Islam di ruangannya.

Setidaknya, ada ribuan massa yang menginap didepan “Rumah Rakyat itu usai melakukan aksi di Istana Negara.

“Kita sudah melakukan upaya-upaya yang terbaik dan anda sudah datang dari seluruh Indonesia. Allah pasti membalas dan Allah punya cara untuk memenangkan kita semua,” ujar Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), KH. Bachtiar Nasir, didepan demonstran usai ditemui Ketua MPR.

Ia menegaskan, kedatangannya ke gedung DPR/MPR untuk melakukan aksi damai. “Kami akan berupaya yang terbaik dan kami tidak ingin ada korban. Ini semua seperti ditunggangi,” katanya.

Bachtiar membenarkan, bahwa ada 8 orang perwakilan yang akan diterima sebagai delegasi untuk melakukan negosiasi-negoisasi. Diantaranya, terkait tuntutan proses hukum penista agama serta permohonan untuk bermalam di parlemen.

“Yang jelas target enggak bergeser, tangkap AHOK !,” tegas dia.

“Delapan delegasi itu, temasuk saya dan ketua pembina akan ambil keputusan yang terbaik buat umat,” tambahnya.

Ia menghimbau kepada para demonstran untuk bersabar menunggu hasil musyawarah.

“Untuk itu doakan kami dan Allah putuskan yang terbaik untuk kita semua,” pungkasnya.

Video:



Adapun delegasi dari perwakilan massa aksi tersebut, yakni :

1. Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.
2. Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), KH. Bachtiar Nasir
3. Dua wakil KH. Bachtiar Nasir, Misbahul Anam dan Muhammad Zaitun
5. Ketua FPI Jakarta Habib Muhsin bin Ahmad
6. Imam FPI Jakarta Muhsin bin Zed
7. Panglima FPI Munarman [akt]

Lakukan Negosiasi dengan DPR/MPR, GNPF-MUI: Target Tidak Bergeser, Tangkap Ahok!


Blog Tausiah -  Pimpinan MPR dan anggota DPR RI menemui demonstran yang masih melakukan aksi di depan gedung DPR/MPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (5/11). Ketua MPR Zulkifli Hasan bersedia melakukan negosiasi dengan perwakilan ormas Islam di ruangannya.

Setidaknya, ada ribuan massa yang menginap didepan “Rumah Rakyat itu usai melakukan aksi di Istana Negara.

“Kita sudah melakukan upaya-upaya yang terbaik dan anda sudah datang dari seluruh Indonesia. Allah pasti membalas dan Allah punya cara untuk memenangkan kita semua,” ujar Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), KH. Bachtiar Nasir, didepan demonstran usai ditemui Ketua MPR.

Ia menegaskan, kedatangannya ke gedung DPR/MPR untuk melakukan aksi damai. “Kami akan berupaya yang terbaik dan kami tidak ingin ada korban. Ini semua seperti ditunggangi,” katanya.

Bachtiar membenarkan, bahwa ada 8 orang perwakilan yang akan diterima sebagai delegasi untuk melakukan negosiasi-negoisasi. Diantaranya, terkait tuntutan proses hukum penista agama serta permohonan untuk bermalam di parlemen.

“Yang jelas target enggak bergeser, tangkap AHOK !,” tegas dia.

“Delapan delegasi itu, temasuk saya dan ketua pembina akan ambil keputusan yang terbaik buat umat,” tambahnya.

Ia menghimbau kepada para demonstran untuk bersabar menunggu hasil musyawarah.

“Untuk itu doakan kami dan Allah putuskan yang terbaik untuk kita semua,” pungkasnya.

Video:



Adapun delegasi dari perwakilan massa aksi tersebut, yakni :

1. Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.
2. Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), KH. Bachtiar Nasir
3. Dua wakil KH. Bachtiar Nasir, Misbahul Anam dan Muhammad Zaitun
5. Ketua FPI Jakarta Habib Muhsin bin Ahmad
6. Imam FPI Jakarta Muhsin bin Zed
7. Panglima FPI Munarman [akt]

Innalillahi... Guru Ngaji Ini Meninggal dalam Aksi Bela Islam, Diduga Terkena Gas Air Mata


Media Indo - Aksi bela Islam di Istana Negara mengakibatkan satu orang meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, atas nama M Syachrie Oy Bcan 55 tahun.

Berdasarkan keterangan Kepolisian yang meninggal itu merupakan warga Curug Banten dan merupakan guru ngaji. Diduga korban terkena gas air mata sehingga asma yang dideritanya kambuh.

“Korban meninggal dunia dikarenakan sakit asma. Tidak ada luka atau tanda kekerasan di tubuh korban,” klaim Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono melalu keteranganya, Sabtu (5/11) dinihari.

Jenazah Oy Bcan, kata dia, sudah dibawa oleh pihak keluarga. “Sudah dibawa oleh keponakan ke rumah duka di Binong Permai F14/24 RT07/07, Kelurahan Binong, Curug, Banten.”

Perlu diketahui, pada pembubaran massa aksi bela Islam di Istana, pihak Kepolisian secara membabi buta menembakan gas air mata. Berdasarakan pantuan, segala arah, tembakan gas air mata itu dilepaskan oleh pihak Kepolisian.

Video:


Innalillahi... Guru Ngaji Ini Meninggal dalam Aksi Bela Islam, Diduga Terkena Gas Air Mata


Blog Tausiah - Aksi bela Islam di Istana Negara mengakibatkan satu orang meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, atas nama M Syachrie Oy Bcan 55 tahun.

Berdasarkan keterangan Kepolisian yang meninggal itu merupakan warga Curug Banten dan merupakan guru ngaji. Diduga korban terkena gas air mata sehingga asma yang dideritanya kambuh.

“Korban meninggal dunia dikarenakan sakit asma. Tidak ada luka atau tanda kekerasan di tubuh korban,” klaim Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono melalu keteranganya, Sabtu (5/11) dinihari.

Jenazah Oy Bcan, kata dia, sudah dibawa oleh pihak keluarga. “Sudah dibawa oleh keponakan ke rumah duka di Binong Permai F14/24 RT07/07, Kelurahan Binong, Curug, Banten.”

Perlu diketahui, pada pembubaran massa aksi bela Islam di Istana, pihak Kepolisian secara membabi buta menembakan gas air mata. Berdasarakan pantuan, segala arah, tembakan gas air mata itu dilepaskan oleh pihak Kepolisian.

Video:


PAN Sesalkan Sikap Jokowi yang Tak Temui Massa Aksi Bela Islam di Istana


Media Indo - Ketua Fraksi PAN di DPR Mulfachri Harahap menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo yang tidak menerima peserta aksi bela Islam II, yang menuntut kasus dugaan penistaan Al-Quran dilakukan Basuki Tjahaja Purnama.

“Sangat disayangkan tidak ada satupun kalimat yang keluar dari Presiden Joko Widodo. Itu yang kita sayangkan,” kata Mulfachri di Gedung MPR/DPR/DPD, Jumat (5/11) malam.

Menurut dia apabila Presiden Jokowi menemui peserta aksi atau paling tidak memberikan ketenangan para peserta aksi maka massa lebih tenang. Wakil Ketua Komisi III DPR ini mengatakan siapa tahu kalau Presiden yang menyampaikan sesuatu, massa lebih dingin hatinya dan prosesi aksi hari ini bisa berjalan dengan lancar.

“Artinya pada jam aksi damai waktu yang diberikan bisa diakhir dengan baik,” ujarnya.

Di sisi lain, Mulfachri memberikan apresiasi terhadap Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menemui perwakilan peserta aksi. Hal itu menurut dia memberikan kepastian bahwa kasus penistanaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta akan ditindaklanjuti dalam waktu sesegera mungkin.

“Saya mengapresiasi kesediaan Wapres menemui perwakilan dari pendemo. Tapi ekspektasi demonstran, sekalipun ingin menjumpai (presiden) agar ada sebuah himbauan yang keluar dari presiden,” ujarnya. [akt]