Loading...

Hari Ini Ahok Hadiri Acara Jasmev


Media Indo - Calon gubernur petahana Basuki T Purnama (Ahok) menghadiri undangan workshop Jasmev. Ia datang untuk membuka acara.

"Ini saya datang, diundang sama Jasmev," kata Ahok ketika tiba di lokasi acara, Jalan Ki Mangunsarkoro No. 69, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/11/2016).

Ahok tiba sekitar pukul 14.30 WIB. Ia datang menumpangi mobil Kijang Innova. Ahok mengenakan baju kotak-kotak dipadu dengan celana jeans.

Kemudian Ahok membuka acara dengan memberikan sambutan. Ahok membicarakan tentang visi-misinya dalam menjadi pejabat.

"Saya sampaikan, tujuan saya jadi pejabat, saya konsisten, visi saya adalah membangun manusia yang unggul. Unggul gimana? Visi saya bisa diukur," ujar Ahok.

Ia menambahkan, dalam mengukur kerja seorang pejabat, dapat dilakukan dengan pengukuran indeks kehidupan masyarakatnya. Ahok menyebut, berdasarkan survei tahun 2015, DKI Jakarta menjadi provinsi tertinggi indeks pembangunannya di Indonesia.

"Survei indeks pembangunan DKI Jakarta tahun 2015, telah mencapai tertinggi di Indonesia. Tingginya mencapai 78,99. Kalau di dunia, mencapai 80 sudah dianggap tinggi. Kita cuma kurang 0,01," ujarnya.

Beberapa poin yang diukur dalam indeks kehidupan masyarakat beberapa di antaranya ialah pendidikan dan kesehatan. Ahok mengatakan, Jakarta sudah melampaui kota pendidikan, DI Yogyakarta.

Menurutnya, lama sekolah anak di Jakarta sudah mencapai 10 tahun. Sementara Yogyakarta yang sempat menjadi kota dengan lama sekolah paling tinggi, terhitung selama 9 tahun. Ke depan, Ahok juga ingin pemerintah dapat membantu agar anak dapat sekolah lebih tinggi.

"Anak yang bisa sekolah tinggi, kami biayai Rp 18 juta per anak per tahun. Tapi ternyata jika masuk di UI, tidak cukup. Karena di sana biaya hidupnya bisa mencapai Rp 25 juta. Ini yang ingin kita perhatikan," ucapnya.

"Orang yang mau jadi santri atau ustaz juga kita biayai. Ini model untuk lama orang menempuh pendidikan. Karena menurut saya, pendidikan sangat penting. Bapak saya bilang, kalau tidak sekolah tidak bisa ubah nasib," tambahnya.

Peningkatan indeks kehidupan masyarakat lain yang perlu diperhatikan ialah kesehatan. Ahok menargetkan, harapan usia hidup masyarakat Jakarta dapat mencapai 78 tahun. Menurutnya, hal itu tidak mustahil dilakukan apabila pola hidup sehat diterapkan dalam keseharian.

"Orang Jakarta bisa hidup sampai 78 tahun. Tapi kalau datang ke dokter, gak minum alkohol, untuk bisa hidup lebih lama. Kita yakin terus naik. Ini indeks yang ingin kita capai," ucapnya.

Selain kedua poin tersebut, menurut Ahok hal yang harus diperhatikan ialah tempat tinggal, subsidi dan harga sembako. Perhatian pada hal tersebut harus diperhatikan oleh pejabat. Karena menurutnya pejabat yang baik adalah yang paling banyak melayano masyarakat.

"Cara wujudkannya, ada 1 misinya saja, semua pejabat harus jadi pelayan. Siapa yang ingin dihormati dan dihargai sebagai pejabat maka harus melayani, bekerja lebih banyak. Mana calon terbagus, lihat dong kerjanya. Jadi kita tidak usah banyak berdebat," tutur mantan Bupati Belitung Timur ini. (dtk)

Hari Ini Ahok Hadiri Acara Jasmev


Blog Tausiah - Calon gubernur petahana Basuki T Purnama (Ahok) menghadiri undangan workshop Jasmev. Ia datang untuk membuka acara.

"Ini saya datang, diundang sama Jasmev," kata Ahok ketika tiba di lokasi acara, Jalan Ki Mangunsarkoro No. 69, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/11/2016).

Ahok tiba sekitar pukul 14.30 WIB. Ia datang menumpangi mobil Kijang Innova. Ahok mengenakan baju kotak-kotak dipadu dengan celana jeans.

Kemudian Ahok membuka acara dengan memberikan sambutan. Ahok membicarakan tentang visi-misinya dalam menjadi pejabat.

"Saya sampaikan, tujuan saya jadi pejabat, saya konsisten, visi saya adalah membangun manusia yang unggul. Unggul gimana? Visi saya bisa diukur," ujar Ahok.

Ia menambahkan, dalam mengukur kerja seorang pejabat, dapat dilakukan dengan pengukuran indeks kehidupan masyarakatnya. Ahok menyebut, berdasarkan survei tahun 2015, DKI Jakarta menjadi provinsi tertinggi indeks pembangunannya di Indonesia.

"Survei indeks pembangunan DKI Jakarta tahun 2015, telah mencapai tertinggi di Indonesia. Tingginya mencapai 78,99. Kalau di dunia, mencapai 80 sudah dianggap tinggi. Kita cuma kurang 0,01," ujarnya.

Beberapa poin yang diukur dalam indeks kehidupan masyarakat beberapa di antaranya ialah pendidikan dan kesehatan. Ahok mengatakan, Jakarta sudah melampaui kota pendidikan, DI Yogyakarta.

Menurutnya, lama sekolah anak di Jakarta sudah mencapai 10 tahun. Sementara Yogyakarta yang sempat menjadi kota dengan lama sekolah paling tinggi, terhitung selama 9 tahun. Ke depan, Ahok juga ingin pemerintah dapat membantu agar anak dapat sekolah lebih tinggi.

"Anak yang bisa sekolah tinggi, kami biayai Rp 18 juta per anak per tahun. Tapi ternyata jika masuk di UI, tidak cukup. Karena di sana biaya hidupnya bisa mencapai Rp 25 juta. Ini yang ingin kita perhatikan," ucapnya.

"Orang yang mau jadi santri atau ustaz juga kita biayai. Ini model untuk lama orang menempuh pendidikan. Karena menurut saya, pendidikan sangat penting. Bapak saya bilang, kalau tidak sekolah tidak bisa ubah nasib," tambahnya.

Peningkatan indeks kehidupan masyarakat lain yang perlu diperhatikan ialah kesehatan. Ahok menargetkan, harapan usia hidup masyarakat Jakarta dapat mencapai 78 tahun. Menurutnya, hal itu tidak mustahil dilakukan apabila pola hidup sehat diterapkan dalam keseharian.

"Orang Jakarta bisa hidup sampai 78 tahun. Tapi kalau datang ke dokter, gak minum alkohol, untuk bisa hidup lebih lama. Kita yakin terus naik. Ini indeks yang ingin kita capai," ucapnya.

Selain kedua poin tersebut, menurut Ahok hal yang harus diperhatikan ialah tempat tinggal, subsidi dan harga sembako. Perhatian pada hal tersebut harus diperhatikan oleh pejabat. Karena menurutnya pejabat yang baik adalah yang paling banyak melayano masyarakat.

"Cara wujudkannya, ada 1 misinya saja, semua pejabat harus jadi pelayan. Siapa yang ingin dihormati dan dihargai sebagai pejabat maka harus melayani, bekerja lebih banyak. Mana calon terbagus, lihat dong kerjanya. Jadi kita tidak usah banyak berdebat," tutur mantan Bupati Belitung Timur ini. (dtk)

Fadli Zon: Jokowi Harus Klarifikasi Soal Aktor Politik Tunggangi Demo !


Media Indo - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra meminta Presiden Jokowi menyebutkan siapa aktor politik yang menunggangi aksi demonstrasi pada Jumat (4/11) kemarin. Ia meminta Jokowi mengungkap agar tidak menimbulkan spekulasi.

"Presiden harus klarifikasi maksud pernyataannya itu. Siapa yang disebut sebagai aktor politik itu? Supaya tidak ada yang berspekulasi," kata Fadli dalam sebuah diskusi bertemakan "Politik dan Kebangsaan Kini" di Warung Daun, Jl. Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (5/11/2016).

Ia juga meminta agar Presiden Jokowi menjelaskan tentang maksud apa yang ditunggangi dalam aksi dari Gerakan Nasional Pembela Fatwa MUI (GNPF MUI) tersebut. Fadli sendiri ikut naik ke mobil komando dalam demo 4 November kemarin.

Menurutnya, spekulasi yang timbul di kalangan masyarakat dapat menimbulkan masalah baru. Atas dasar itu, ia meminta klarifikasi dari presiden.

Fadli mengatakan, tujuan demo kemarin ialah menuntut Gubernur Jakarta nonaktif Basuki T Purnama (Ahok) diproses hukum secara cepat. Kasus yang dimaksudnya ialah dugaan penistaan agama ketika Ahok berbicara di Kepulauan Seribu pada 27 September lalu.

"Massa kan jelas, mereka menuntut penegakan hukum tentang penistaan agama. Kasus seperti penistaan agama pun pernah terjadi sebelumnya, banyak contoh kasus yang diproses secara hukum. Tapi kenapa, kok (kasus) Ahok ini tidak (segera) diproses secara hukum, kan seperti itu (tuntutan massa)," terangnya.

Fadli menambahkan, selain dirinya, ada 11 anggota DPR RI lain yang ikut mengiringi demo sebagai bentuk fungsi pengawasan terhadap massa. Demo kemarin pun dianggap bukan sebagai ancaman kebangsaan, justru ancaman kebangsaan itu terjadi jika respon keadilan yang tidak ditegakkan.

"Justru kalau orang menuntut agar dilakukan penegakan hukum itu meperkokoh pondasi kebangsaan," katanya.(dtk)

Fadli Zon: Jokowi Harus Klarifikasi Soal Aktor Politik Tunggangi Demo !


Blog Tausiah - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra meminta Presiden Jokowi menyebutkan siapa aktor politik yang menunggangi aksi demonstrasi pada Jumat (4/11) kemarin. Ia meminta Jokowi mengungkap agar tidak menimbulkan spekulasi.

"Presiden harus klarifikasi maksud pernyataannya itu. Siapa yang disebut sebagai aktor politik itu? Supaya tidak ada yang berspekulasi," kata Fadli dalam sebuah diskusi bertemakan "Politik dan Kebangsaan Kini" di Warung Daun, Jl. Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (5/11/2016).

Ia juga meminta agar Presiden Jokowi menjelaskan tentang maksud apa yang ditunggangi dalam aksi dari Gerakan Nasional Pembela Fatwa MUI (GNPF MUI) tersebut. Fadli sendiri ikut naik ke mobil komando dalam demo 4 November kemarin.

Menurutnya, spekulasi yang timbul di kalangan masyarakat dapat menimbulkan masalah baru. Atas dasar itu, ia meminta klarifikasi dari presiden.

Fadli mengatakan, tujuan demo kemarin ialah menuntut Gubernur Jakarta nonaktif Basuki T Purnama (Ahok) diproses hukum secara cepat. Kasus yang dimaksudnya ialah dugaan penistaan agama ketika Ahok berbicara di Kepulauan Seribu pada 27 September lalu.

"Massa kan jelas, mereka menuntut penegakan hukum tentang penistaan agama. Kasus seperti penistaan agama pun pernah terjadi sebelumnya, banyak contoh kasus yang diproses secara hukum. Tapi kenapa, kok (kasus) Ahok ini tidak (segera) diproses secara hukum, kan seperti itu (tuntutan massa)," terangnya.

Fadli menambahkan, selain dirinya, ada 11 anggota DPR RI lain yang ikut mengiringi demo sebagai bentuk fungsi pengawasan terhadap massa. Demo kemarin pun dianggap bukan sebagai ancaman kebangsaan, justru ancaman kebangsaan itu terjadi jika respon keadilan yang tidak ditegakkan.

"Justru kalau orang menuntut agar dilakukan penegakan hukum itu meperkokoh pondasi kebangsaan," katanya.(dtk)

Polri Pamerkan Foto Provokator Serang Petugas dengan Bambu Runcing


Media Indo - Foto-foto kerusuhan 4 November 2016 dipamerkan polisi ke publik. Salah satunya, foto seorang laki-laki melakukan penyerangan terhadap aparat dengan bambu. Ini contoh upaya provokasi massa.

Pria yang mengenakan kemeja batik warna hijau dan putih dan celana jeans warna biru itu bagai dibakar amarah saat berhadapan dengan aparat yang mengenakan tameng. Dia membawa bambu runcing yang digunakannya untuk menyerang aparat.

"Bentuk-bentuk kekerasan, penyerangan dengan bambu runcing di Merdeka Barat, korbannya petugas. Salah satu bentuk kekerasan. Seorang laki-laki yang melakukan penyerangan dengan bambu runcing kepada petugas di Jalan Medan Merdeka Barat," ungkap Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar sambil memamerkan foto pria itu dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Sabtu (5/11/2016).

Menurut Boy, aparat juga diserang dengan botol dan bambu. "Ini yang kami minta untuk tidak dilakukan. Sudah ada maklumat dan imbauan tidak boleh bawa barang membahayakan. Ini momen provokasi yang dilakukan terus menerus atau elemen-elemen yang lain dengan sengaja untuk menciptakan kerusuhan. Kami sangat menyesalkan ini terjadi," ujar Boy.

Boy menegaskan kepolisian menghormati hak-hak masyarakat untuk berdemonstrasi. Kepolisian juga bersedia mengawal dengan baik.

"Ternyata niatnya bukan unjuk rasa, tapi niatnya menyerang petugas. Barikadenya juga makin dirusak. Mereka ingin masuk, mendekat ke Istana dan sebagainya. Ini tidak dibenarkan," kata Boy. (dtk

Polri Pamerkan Foto Provokator Serang Petugas dengan Bambu Runcing


Blog Tausiah - Foto-foto kerusuhan 4 November 2016 dipamerkan polisi ke publik. Salah satunya, foto seorang laki-laki melakukan penyerangan terhadap aparat dengan bambu. Ini contoh upaya provokasi massa.

Pria yang mengenakan kemeja batik warna hijau dan putih dan celana jeans warna biru itu bagai dibakar amarah saat berhadapan dengan aparat yang mengenakan tameng. Dia membawa bambu runcing yang digunakannya untuk menyerang aparat.

"Bentuk-bentuk kekerasan, penyerangan dengan bambu runcing di Merdeka Barat, korbannya petugas. Salah satu bentuk kekerasan. Seorang laki-laki yang melakukan penyerangan dengan bambu runcing kepada petugas di Jalan Medan Merdeka Barat," ungkap Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar sambil memamerkan foto pria itu dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Sabtu (5/11/2016).

Menurut Boy, aparat juga diserang dengan botol dan bambu. "Ini yang kami minta untuk tidak dilakukan. Sudah ada maklumat dan imbauan tidak boleh bawa barang membahayakan. Ini momen provokasi yang dilakukan terus menerus atau elemen-elemen yang lain dengan sengaja untuk menciptakan kerusuhan. Kami sangat menyesalkan ini terjadi," ujar Boy.

Boy menegaskan kepolisian menghormati hak-hak masyarakat untuk berdemonstrasi. Kepolisian juga bersedia mengawal dengan baik.

"Ternyata niatnya bukan unjuk rasa, tapi niatnya menyerang petugas. Barikadenya juga makin dirusak. Mereka ingin masuk, mendekat ke Istana dan sebagainya. Ini tidak dibenarkan," kata Boy. (dtk

Begini Pengamanan di Rumah Ahok Sehari Pasca Demo 4 November


Media Indo - Aksi demo 4 November yang awalnya berlangsung damai berujung kerusuhan di malam hari. Sehari pasca kerusuhan, penjagaan di kediaman Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama diperketat.

Pantauan detikcom pukul 11.30 WIB, Sabtu (5/11/2016), nampak beberapa petugas TNI dan polisi bersiaga dari gerbang depan kompleks perumahan. Masuk ke gerbang lapis kedua kompleks itu, masih terdapat beberapa polisi dan TNI yang berjaga-jaga.

Situasi di dalam perumahan juga nampak sepi dan tidak banyak warga yang berada di luar rumah.

Berbeda dari kemarin, di sebuah taman yang tidak jauh dari rumah Ahok telah didirikan sebuah posko nonpermanen yang berfungsi untuk pengamanan. Padahal sebelumnya, tidak ada posko khusus yang dibuat di dekat rumah Gubernur DKI non aktif tersebut.

Ada mobil patroli yang mengangkut 4 personel polisi yang berpatroli di kompleks itu. Mereka menenteng senjata. (dtk)