Loading...
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Di Depan Jokowi, Prabowo Tegaskan Siap Bantu Pemerintah

Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Gerindra Prabowo saat bertemu di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (17/11/2016).
Di depan Presiden Joko Widodo, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menegaskan siap membantu pemerintah.

"Nilai-nilai yang kami pegang sama sehingga saya merasa berkewajiban, jika dibutuhkan, saya siap untuk membantu pemerintah, kapan pun dan di manapun," ujar Prabowo di Teras Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/11/2016).
(Baca: Menu Ikan Bakar dan Pesan Persatuan dalam Makan Siang Jokowi dan Prabowo)
Prabowo juga selalu siap memberikan masukan kepada pemerintah. Prabowo mengapresiasi keterbukaan Presiden Jokowiterhadap masukan-masukan dari dirinya.
"Saya kira ini menguntungkan keutuhan dan persatuan bangsa," kata dia.
Prabowo menemui Presiden Jokowi di Istana Merdeka pada Kamis siang.
Dalam pertemuan itu, keduanya melakukan santap siang bersama dengan menu ikan bakar. 
Setelah itu, keduanya berbincang-bincang di teras Istana Merdeka.
Tidak ada camilan yang menemani perbincangan mereka, yang hanya ada dua cangkir berisi teh hangat.
Menurut Jokowi, kunjungan ini merupakan balasan lantaran dirinya pernah melawat ke kediaman Prabowo, 31 Oktober lalu.
Pertemuan kedua politisi yang pernah menjadi rival pada Pemilu Presiden 2014 itu adalah yang kedua dalam waktu kurang dari satu bulan. 
Kompas TVJokowi Gencar Safari Politik, Ini Kata Wapres JK

Prabowo Sambangi Jokowi di Istana Merdeka

Presiden Joko Widodo saat bertemu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Senin (31/10/2016).

Media Nasional - 
Untuk pertama kalinya, Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto bertamu ke Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/11/2016).

Kedatangan Prabowo itu disambut hangat oleh Presiden Joko Widodo.

Pengamatan Kompas.com, Prabowo diterima Presiden Jokowi pada pukul 13.50 WIB.

Ia tampak mengenakan safari putih berkantong empat. Prabowo memasuki ruang Istana Merdeka.

Di ruangan itu, Presiden Jokowi didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno telah menunggu.

Jokowi yang mengenakan kemeja batik dominasi coklat dan hitam langsung menyalami Prabowo.

Keduanya kemudian masuk ke ruang pertemuan dan sempat melambaikan tangan kepada para peliput. Pertemuan berlangsung tertutup.

Belum diketahui apa yang akan dibicarakan Jokowi dan Prabowo dalam pertemuan tersebut.

Sejak Jokowi menjadi Presiden, pertemuan dengan Prabowo sudah berlangsung empat kali. Pertama, saat Jokowi baru terpilih menjadi presiden.

Kedua, pertemuan digelar di Istana Bogor; dan ketiga, di kediaman Prabowo, beberapa waktu lalu.

Pertemuan di Istana Negara ini adalah pertemuan yang keempat kalinya.
Ahok Tersangka, Setya Novanto-Surya Paloh Gelar Pertemuan Tertutup

Ahok Tersangka, Setya Novanto-Surya Paloh Gelar Pertemuan Tertutup

[ad_1]





Kamis, 17 November 2016 | 16:38 WIB







Ahok Tersangka, Setya Novanto-Surya Paloh Gelar Pertemuan Tertutup


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Ketua Generik Partai Nasdem Surya Paloh, dan Ketua Generik Partai Golkar Setya Novanto menghadiri acara Buka Puasa bersama Keluarga Besar Partai Nasdem di Kantor DPP Nasdem, Kamis, 9 Juni 2016. Media/Larissa





Media-indo.info, Jakarta - Ketua Generik Partai Golkar Setya Novanto mengapresiasi keputusan penyidik Badan Reserse Kriminal Mabes Polri yang menetapkan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama sebagai tersangka perkara penodaan agama.

Menurut mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu, apa yang dilakukan kepolisian sudah mewujudkan sistem yang transparan dan dilakukan dengan cara profesional.

"Tentu saya mengapresiasi dan menghargai apa-apa yang sudah dilakukan oleh pihak Polri, dan semua pihak wajib menghargai," Perkataan Setya Novanto saat ditemui di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Raya, Jakarta Barat, Kamis, 17 November 2016.

Setya juga berharap umat Islam dan masyarakat Bisa turut serta mengawal proses hukum terhadap Ahok dengan sebaik-baiknya, di karenakan kepolisian juga mengusut perkara tersebut dengan cara terbuka.

"Tentu kami harapkan Bisa menerima, di karenakan ini merupakan satu proses yang wajib dilakukan dan ini yang wajib kami percayakan kepada pihak-pihak hukum," tutur Setya.

Hari ini, Setya Novanto mengadakan pertemuan dengan Ketua Generik Partai Nasional Demokrat Surya Paloh beserta pemimpin dan jajaran Partai Nasional Demokrat (NasDem) di kantor DPP Golkar. Partai Golkar dan Partai NasDem merupakan dua dari gabungan partai yang mendaftarkan Ahok sebagai calon Gubernur DKI ke Komisi Pemilihan Generik Provinsi DKI Jakarta.

Rencananya, mereka akan membahas kelanjutan dan rencana ke depan sehubungan dukungan kedua partai tersebut terhadap pencalonan Ahok-Djarot untuk maju sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di pilkada 2017. Hingga berita ini diturunkan, kedua belah pihak masih berada di ruangan rapat tertutup.

DESTRIANITA



[ad_2]

Cerita Samuel Menangkap Pelempar Bom Molotov di Samarinda

Sejumlah kendaraan sepeda motor mengalami kerusakan akibat ledakan bom molotov di halaman Gereja Oikumene, Sengkotek, Loa Janan Ilir, Samarinda Seberang, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu 


Media Nasional -  Terduga pelaku peledakan di Gereja Oikumene, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, berhasil ditangkap warga setelah berusaha kabur dan menceburkan diri ke Sungai Mahakam.

"Saat itu saya sedang membawa mobil hendak berjualan di Sumalindo, tiba-tiba orang ramai dan ada kepulan asap dari Gereja Oikumene," ujar Samuel Tulung, warga Samarinda yang menangkap pelaku, Minggu (13/11/2016). 
"Saya kemudian bertanya ada apa, kemudian warga menjawab ada bom dan kebakaran, dan menunjuk seorang pria berambut panjang lari menuju arah Dermaga Sumalindo," tambah dia.
Tanpa berpikir panjang, Samuel mengaku langsung memacu mobilnya, mengejar pelaku.
Namun, saat sampai di tepi Sungai Mahakam, pelempar bom di Gereja Oikumene yang mengenakan kaus berwarna hitam dan celana model kargo berwarna coklat itu tiba-tiba menghilang.
"Saat saya tiba di dekat dermaga, orang itu tidak kelihatan dan ternyata dia nyebur ke Sungai Mahakam. Saya sempat lihat kepalanya timbul tenggelam lalu saya melihat ada sebuah perahu, kemudian saya minta pemiliknya agar mengejar pelaku," katanya.
Awalnya, pemilik perahu tidak mau. "Tetapi, saya katakan akan bertanggung jawab jika terjadi apa-apa," kata Samuel.
Pelaku akhirnya berhasil ditangkap saat berada di tengah Sungai Mahakam, kemudian dinaikkan ke atas perahu pengangkut pasir.
"Orang itu sempat menarik kaki saya, kemudian saya hajar telinganya sehingga ia melepaskan pegangannya. Saya langsung seret ke atas perahu dan ikat, kemudian saya serahkan ke polisi yang ada di Dermaga Sumalindo," kata Samuel.
Sementara itu, pendeta Gereja Oikumene, Samion (53) yang juga sempat mengejar pelaku, mengatakan, saat itu dia tengah berada di depan gereja dan mendengar ledakan keras disusul semburan api yang menyambar hingga atap gereja.
"Kebetulan rumah saya berada di depan gereja yang jaraknya sekitar 15 meter. Saat itu, saya mendengar ada ledakan disertai semburan api hingga ke atap gereja dan tak lama saya melihat orang berambut panjang lari ke arah sungai," katanya.
"Saya kemudian mengejar bersama warga, tetapi orang itu langsung terjun ke sungai," kata Samion.
Terduga pelaku peledakan Gereja Oikumene itu, kata dia, akhirnya berhasil ditangkap warga saat berupaya kabur dengan cara berenang di Sungai Mahakam, kemudian diserahkan ke polisi.
"Korban ledakan yang merupakan anak-anak itu tengah bermain di halaman gereja, menunggu orang tua mereka keluar. Terduga pelaku kabur meninggalkan motornya," kata Samion.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terduga pelaku berinisial J alias MAK berusia 32 tahun tersebut tinggal di Jalan Cipto, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Samarinda Seberang.
Terduga pelaku pernah dihukum 3 tahun 6 bulan terkait kasus terorisme dan dinyatakan bebas bersyarat pada 28 Juli 2014.
Rumah pelaku berjarak kurang dari satu kilometer dari lokasi ledakan. Rumah yang berada persis di pinggir Sungai Mahakam tersebut berjarak sekitar lima hingga tujuh meter dari Jalan Cipto Mangunkusumo.

Kisah Dalang Bom Samarinda, Mantan Napi & Tinggal di Masjid

Juhanda alias Jo (kanan). 


Media Nasional - Pelaku bom Gereja Oikumene, Kelurahan Sengkotek, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, hari ini, 13 November 2016, sekitar pukul 10.00 Wita, bukanlah orang baru dalam peledakan bom. Pelaku merupakan mantan narapidana teror bom Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Tangerang pada 2011.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian mengatakan pelaku bernama Joh alias Juhanda alias Jo bin Muhammad Aceng Kurnia, 32 tahun, pernah menjalani hukuman pidana 3,5 tahun pada 2012 dan bebas bersyarat setelah mendapatkan remisi Idul Fitri pada 28 Juli 2014.

"Pelaku sudah ditangkap. Percayakan kepada penegak hukum untuk menangkap jaringannya," kata Tito kepada Tempo, Ahad, 13 November 2016.

Baca: Kapolri: Pelaku Bom Samarinda Eks Narapidana Bom Puspitek

Juhanda merupakan anggota kelompok pelaku teror bom buku yang dipimpin Pepi Fernando. Kelompok ini melakukan aksi-aksi mereka pada Maret 2011. Pepi Fernando divonis hukuman penjara 18 tahun pada awal Maret 2012.

Tak diketahui apa aktivitas Juhana setelah dibebaskan dari penjara pada 28 Juli 2014. Belakangan Juhana tinggal di sebuah masjid di Kelurahan Sengkotek, di sekitar Gereja Oikumene.

Juhana juga bergabung dengan kelompok Jemaah Ansyarut Tauhid (JAT) yang didirikan Abubakar Baasyir, terpidana kasus terorisme yang sudah berbaiat kepada Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ketika dia mendekam di Nusakambangan. Pada 16 April 2016, pemilik Pesantren Ngruki, Sukoharjo, itu dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. "Kami akan kembangkan penyidikannya," ucap Tito.

Dalam tulisan Tempo berjudul Buku Rumus Kimia Bom di Rumah Komplotan Pepi pada 29 April 2011, disebutkan pada 27 April 2011, Densus meringkus tujuh orang yang diduga terkait dengan kelompok Pepi Fernando. Enam orang ditangkap di Desa Gle Gurah, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, sedangkan seorang lagi belum diketahui di mana ditangkap.

Baca: Densus 88 Periksa Juhanda, Pelaku Bom Gereja Samarinda

Penangkapan ini merupakan ujung dari temuan bahan peledak dan sisa rangkaian bom di halaman belakang rumah kontrakan kediaman tersangka Muhammad Fadil di Jalan Panglaten, Merduati, Banda Aceh, Selasa lalu, sekitar pukul 20.30 WIB.

Salah satu yang ditangkap adalah Juhanda, kelahiran Bogor, dengan alamat KTP di Perumahan Citra Kasih Blok E Nomor 030, Neohon, Kelurahan Masjid Raya, Kabupayen Aceh Besar, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Lima lainnya adalah Mzki, 35 tahun, warga Merduati; M. FSAL MAT (33), warga Aceh Tamiang; M. Nsr. SYR (30), warga Lhokseumawe; MAHdN (24), warga Lhokseumawe; dan T. Zul (35), kelahiran Pekanbaru. Menurut Iskandar, T. Zul masuk daftar pencarian orang Densus 88.

Baca: Menteri Tjahjo Bicara Soal Bom Gereja Samarinda

Menurut sumber Tempo yang ikut dalam penangkapan, sebagian besar mereka diringkus di Desa Gle Gurah. Juanda ditangkap di desa lain di kecamatan yang sama. Juanda diduga salah seorang tersangka yang melarikan diri ketika polisi menciduk Pepi, Fadil, dan Zokaw di rumah Fadil di Desa Merduati, 21 April 2011.

Setelah menangkap Juanda, polisi menemukan sebuah karung berisi amonium nitrat dan belerang di sebuah gubuk milik Fadil di Gle Gurah. Polisi juga menyita barang bukti berupa belerang dan aluminium dalam karung, garam dapur, pupuk urea (total 15 kilogram), sebuah buku dengan tulisan rumus-rumus bahan kimia, setrika, bohlam senter yang dipasangi kabel, dan lain-lain.

Ada pula jam dinding bertulisan Bendera Kerajaan Islam Aceh Darussalam, alat tumbuk tepung, gerinda, serta paku dan baut dalam daftar barang bukti yang dibawa polisi.

Baca: Bom di Gereja Oikumene, Teror Pertama di Samarinda

Dalam serangkaian aksi terorisme yang diduga dilakukan komplotan Pepi Fernando, polisi telah menetapkan 17 tersangka. Pepi Fernando alias M. Romi alias Ahyar dan Hendi Suhartono alias Zokaw diduga menjadi otak dan pelaku utama bom buku, bom Puspiptek, hingga bom dekat pipa gas Serpong.

Deni Carmelita, istri Pepi, dan juru kamera televisi swasta, Imam M. Firdaus, juga menjadi tersangka.

Jokowi: Kita Harapkan Tidak Ada Demo Lagi

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada peresmian pameran bertajuk 'Goresan Juang Kemerdekaan : Koleksi Seni Rupa Istana Kepresidenan Republik Indonesia' di Galeri Nasional, Jakarta, Senin (1/8/2016). Pameran menampilkan 28 karya dari 20 maestro lukis Indonesia seperti Raden Saleh, Affandi, Basoeki Abdullah hingga Presiden Soekarno, berlangsung untuk umum dari 2-30 Agustus.



 Media Nasional - Presiden Joko Widodo berharap agar tidak ada demonstrasi lanjutan untuk menuntut proses hukum terhadap calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dituduh melakukan penistaan agama.

Hal itu disampaikan Jokowi terkait rencana demonstrasi lanjutan yang akan dilakukan pada 25 November 2016.
"Kita mengharapkan agar sudah tidak ada demo-demo lagi," kata Jokowi kepada wartawan usai memberikan pengarahan kepada 3000 personil Brimob, di Markas Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jumat (11/11/2016).
Jokowi menegaskan bahwa tuntutan pendemo agar kepolisian menjalankam proses hukum terhadap Ahok sudah dilakukan.
Saat ini, Badan Reserse Kriminal Polri tengah memanggil para saksi maupun ahli untuk diperiksa dan diminta pendapatnya terkait kasus Ahok.
Ahok juga sudah diperiksa sebagai terlapor sebanyak dua kali.
"Karena proses hukum sudah, proses hukum sudah dilakukan," ucap Jokowi.
Presiden Jokowi sebelumnya berkali-kali menegaskan tidak akan lindungi Ahok.
Demonstrasi untuk menuntut proses hukum terhadap Ahok sebelumnya sudah dilakukan pada Jumat (4/11/2016). Saat itu, perwakilan pendemo diterima oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Kapolri Jenderal (pol) Tito Karnavian saat itu menjanjikan penyelesaian kasus Ahok dalam dua pekan.
Setelah pemeriksaan saksi dan ahli selesai, Polri rencananya akan melakukan gelar perkara secara terbuka untuk memutuskan ada atau tidak tindak pidana yang dilakukan Ahok.
Kompas TVAhok: Kalo Disuruh Mundur, Lebih Baik Saya Dipenjara

4 Nasib Rakyat Amerika Usai Trump Terpilih Jadi Presiden



Media Nasional - Setelah dikejutkan dengan hasil perhitungan suara pemilihan umum Rabu lalu, rakyat Amerika Serikat kini mau tidak mau harus menerima kenyataan Donald Trump menjadi presiden mereka yang ke-45. Padahal sebelumnya, berbagai survei menyatakan kandidat dari Partai Demokrat Hillary Clinton kemungkinan besar akan menjadi pemenang dalam pemilu yang penuh dengan skandal dan kontroversi ini.

Setelah Trump dinyatakan sebagai presiden terpilih usai pemilu, beragam reaksi terjadi di tengah rakyat Negeri Paman Sam. Dari segi ekonomi, para pengamat menyaksikan bagaimana harga saham dan nilai tukar dolar terpuruk usai Trump menang. Berbagai kejadian kemudian memperlihatkan bagaimana rakyat Amerika merespons kemenangan Trump. Sebagian reaksi itu ternyata cukup suram. Apa saja yang dialami rakyat Amerika usai Trump menang? Ikuti ulasannya berikut ini:

[next]

1.Ramai-ramai ingin pindah ke Kanada

Media Nasional - Selasa lalu Donald Trump memenangi pilihan presiden Amerika Serikat. Hal ini sekaligus menjadikan Trump sebagai presiden ke-45 Amerika Serikat.

Akan tetapi ada hal lain yang terjadi dibalik kemenangan Trump atas Hillary CLinton. Banyak warga Amerika yang berniat pindah ke Kanada sebagai protes ketidaksetujuan mereka atas terpilihnya Trump. Mereka yang tidak setuju menyatakan akan pindah alias berimigrasi ke Kanada.

Alhasil, situs imigrasi Kanada langsung 'semaput' alias down karena banyaknya orang yang ingin mengetahui informasi tentang cara pindah ke sana, seperti yang dikutip dari Gizmodo (9/11).

Selain itu, di Amerika Serikat trending topic pada google search adalah 'How to immigrate to Canada' (Bagaimana cara berimigrasi ke Kanada).

Selain ke Kanada, rakyat AS juga melirik Selandia Baru.

Situs imigrasi Selandia Baru, yang mana adalah situs resmi pemerintahan, biasanya mendapatkan sekitar 2.300 pengunjung dari internet Amerika Serikat setiap harinya. Namun, setelah Trump menang, situs ini mendapat setidaknya 56.700 pengunjung dari Amerika Serikat.

Dikutip koran Washington Post, Kamis (10/11), di saat yang sama, situs New Zealand Now, situs berisi informasi mengenai kehidupan, pekerjaan, belajar dan investasi di negara tersebut, juga berhasil mendapat pengunjung setidaknya 70.500 dari Negeri Paman Sam.

"Biasanya hanya 1.500 pengunjung yang membuka situs ini (New Zealand Now), namun saat ini mencapai 70.500 pengunjung dan mereka dari Amerika Serikat," ujar Greg Forsythe, dari Imigrasi Selandia Baru.

Menurut Forsythe, biasanya pada bulan tertentu ada 3.000 orang AS yang mendaftar di New Zealand Now. Tapi kali ini jauh melebihi angka yang biasanya.

"Dalam 24 jam terakhir, 7.287 pendaftar dari Amerika Serikat yang kami terima, lebih banyak dua kali lipat dari bulan-bulan tertentu," sambung dia.
[next]

2.Usai Trump menang, kerusuhan merebak di seantero Amerika

Media Nasional - Kerusuhan merebak begitu Presiden terpilih Donald Trump dinyatakan sebagai pemenang dalam Pemilu Amerika Serikat (AS). Sejumlah warga AS turun ke jalan untuk menolak kepemimpinan taipan properti itu selama empat tahun ke depan.

Para demonstran menyebut Trump tak pantas memimpin AS. Suami Melania ini disebut sebagai sosok yang rasis dan fasis.

Tak hanya sekedar memprotes, segelintir pendemo membakar sampah dan bendera AS, serta memecahkan kaca-kaca.

Di Oakland, lebih dari 100 pengunjuk rasa berjalan ke tengah kota. Berdasarkan laporan dari media lokal, mereka melakukan sejumlah pengerusakan, mulai dari melempari kantor Oakland Tribune, membakar ban dan melemparkan sampah ke tengah api.

LA Times melaporkan, aksi demonstrasi mendapatkan perlawanan dari sekitar 30 pendukung Trump. Di Oregon, lusinan orang memblokade jalan dan perjalanan kereta api di pusat kota Portland.

Selain di AS, aksi serupa juga dilakukan di beberapa negara, mulai dari Meksiko hingga London. Mereka menentang kepemimpinan Trump yang dianggap rasis, baik terhadap warga kulit berwarna maupun umat Muslim.

Seperti diketahui, Trump berhasil meraih suara sebanyak 276, sementara rivalnya Hillary Clinton mendapat 218 suara.

Dia berhasil menguasai hampir seluruh suara di negara kunci Amerika Serikat. Texas menjadi salah satu negara yang menyumbang suara terbanyak untuk taipan properti AS tersebut.
[next]

3.Trump jadi presiden, muslimah AS takut pakai jilbab

Media Nasional - Donald Trump baru tiga hari menjabat sebagai presiden Amerika Serikat, namun dampak negatif dari terpilihnya Trump sudah bisa dirasakan oleh sebagian besar rakyat AS, tak terkecuali wanita muslim yang menetap di Negeri Paman Sam.

Presiden terpilih dari Partai Republik itu memang sudah menunjukkan ketidaksukaannya kepada Islam sejak masa kampanye. Bahkan dia pernah mengeluarkan pernyataan akan melarang muslim ke AS jika terpilih jadi presiden.

Hal tersebut awalnya tidak berpengaruh apa-apa bagi sebagian besar muslim di AS. Muslimah di sana juga memutuskan akan tetap menjalankan kewajiban agama meskipun Trump memenangkan pemilu presiden. Namun, semakin banyaknya spekulasi yang muncul terkait kebijakan Trump, semakin timbul ketakutan muslim di AS akan adanya diskriminasi.

Banyak wanita muslim di AS memperdebatkan apakah akan tetap menggunakan hijab setelah terpilihnya Trump sebagai presiden atau tidak.

Berdasarkan laporan Emirates Woman, Jumat (11/11), beberapa muslim di AS menunjukkan kecemasannya melalui akun media sosial Twitter.

Salah satu pengguna Twitter menulis kicauan, "Ibu saya baru saja mengirim pesan, 'tolong jangan kenakan hijab' padahal dia adalah orang paling religius di keluarga kami."

Pengguna lain mengatakan, "Ibu dan adik saya sedang terlibat pembicaraan serius tentang apakah mereka tetap demi mengenakan hijab atau tidak. Ini demi keselamatan mereka."

"Saya selalu melihat pelajar Muslim yang cantik datang ke sekolah dengan hijab setiap hari. Hari ini, dia tidak lagi mengenakannya, bisakah kalian merasakan ini?" komentar salah satu pengguna.

Sementara itu ada pula yang mengungkapkan keprihatinannya dengan mengatakan, "Sungguh tak bisa dipercaya wanita Muslim harus melepas hijab mereka hanya demi keselamatan. Seharusnya mereka tak melakukannya. Ini benar-benar membuatku sedih."

Terlebih lagi, beberapa jam setelah Trump terpilih jadi presiden AS, muncul kabar seorang mahasiswi muslim di Universitas Louisiana diserang pria bertopi dengan tulisan 'Trump'. Gadis itu mengatakan salah satu pria yang menyerangnya merenggut paksa jilbab dan dompetnya hingga terlepas. Lantas mereka kabur.

Setelah diselidiki polisi menyatakan berita itu tidak benar alias bohong.

[next]

4.Wajah para staf Gedung Putih muram usai Obama bertemu Trump

Media Nasional - Sebelum resmi menyandang sebagai orang nomor satu di Amerika Serikat, presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump melakukan pertemuan dengan Presiden Barack Obama di Gedung Putih kemarin waktu setempat. Pertemuan ini merupakan langkah awal untuk memulai transisi pergantian kepemimpinan di Negeri Adi Daya tersebut.

Dalam kesempatan itu, Trump dan Obama membicarakan beberapa hal terkait kebijakan yang nantinya akan diterapkan oleh presiden terpilih Trump. Trump juga sempat memuji kepemimpinan Obama selama delapan tahun terakhir. Tak lupa, Trump pun meminta Obama untuk memberikan nasihat jika nanti dia sudah menjalani tugasnya sebagai pemimpin negara.

Pertemuan yang awalnya dijadwalkan sepuluh menit, akhirnya berlangsung selama 90 menit. Namun, di balik pertemuan yang tampak santai itu, terselip wajah muram orang yang menyaksikannya. Mereka adalah para staf Gedung Putih yang sebelumnya bekerja di bawah kepemimpinan Obama.

Kekhawatiran tampak terlihat di wajah-wajah mereka. Mungkinkah mereka takut akan didepak dari Gedung Putih apabila Trump sudah resmi duduk di Ruang Oval.

5 Ramalan Kartun The Simpsons Yang Jadi Kenyataan





Media Nasional - The Simpsons merupakan serial kartun komedi yang diciptakan oleh Matt Groening. Serial kartun komedi ini merupakan yang terpanjang dalam sejarah Amerika Serikat. Jumlah episodenya mencapai 512 hingga kini.

Menurut situs Wikipedia, serial kartun ini berfokus pada kehidupan keluarga Simpsons yang terdiri dari Homer, Marge, Bart, Lisa dan Maggie yang tinggal di sebuah kota bernama Springfield.

Meskipun berformat kartun, the Simpsons tidak ditujukan bagi anak-anak. Karena serial ini mengangkat tema beragam dengan topik sensitif yang menyinggung soal kehidupan sosial AS.

Beberapa cerita satir yang diangkat oleh kartun the Simpsons terkadang belum pernah terjadi di AS. Namun uniknya, cerita tersebut kemudian malah terjadi di kehidupan nyata setelah ditayangkan the Simpsons. Seperti ramalan yang jadi kenyataan.

Media-indo.info Telah merangkum lima ramalah kartun the Simpsons yang kemudan benar-benar terjadi di kehidupan nyata. Berikut ulasannya:



[next]


1.Film the Simpsons sudah meramal Donald Trump jadi presiden AS

Media Nasional - Film kartun terkenal the Simpsons sudah memprediksi Donald Trump akan menjadi presiden Amerika Serikat pada edisi yang tayang Maret 2000 atau 16 tahun lalu.

Trump menjadi presiden AS pada episode the Simpsons yang berjudul Bart Menuju Masa Depan 16 tahun lalu. Dalam cuplikan lain episode itu juga dikenal dengan Perjalanan ala Trump.

Pencipta kartun the Simpsons Matt Groening mengatakan, "Trump tentu saja adalah sosok komedi paling absurd yang terlintas dalam pikiran kami waktu itu, dan hingga kini hal itu masih berlaku. Ini lebih dari sekadar satir."

Penulis cerita the Simpsons Dan Greaney mengatakan kepada the Hollywood Reporter, episode itu punya pesan gelap kepada para penonton.

"Episode itu untuk memperingatkan Amerika agar memakai akal sehat sebelum terjerumus," kata dia.

Dalam episode itu tokoh Lisa yang duduk di Gedung Putih sebagai presiden setelah Trump, mempertanyakan kepada para stafnya tentang kondisi keuangan negara.

"Kita mendapat warisan kondisi keuangan negara yang gawat dari Presiden Trump. Seberapa buruk sebetulnya?"

Staf Lisa lalu mengatakan negara sudah dalam keadaan bangkrut akibat kebijakan Trump.
[next]

2.Kartun the Simpson 1997 sudah ramal kedatangan virus Ebola

Media Nasional - Serial kartun terkenal dekade 1990-an dari Hollywood, Amerika Serikat, The Simpsons, dikabarkan telah memprediksi kedatangan virus Ebola yang kini tengah mengganas di Afrika Barat dan menyebar ke sejumlah negara Eropa, seperti Inggris, Spanyol, bahkan ke Amerika.

Para penggemar teori konspirasi di Internet percaya serial kartun The Simpsons pada episode berjudul Saksofon Lisa ditayangkan pertama pada 1997, memperlihatkan kedatangan virus Ebola, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Jumat (10/10).

Dalam episode itu Marge, tokoh ibu di keluarga The Simpsons, menyarankan anaknya, Bart, membaca sebuah buku berjudul 'George si Serba Ingin Tahu dan Virus Ebola'.

Di sampul depan buku itu terdapat gambar seekor monyet sedang terbaring sakit di sebuah tempat tidur. Monyet selama ini diduga menjadi perantara pembawa virus Ebola yang kini sudah menewaskan watu warga Amerika Eric Thomas Duncan.

Klip cuplikan video episode The Simpsons itu muncul di sebuah kanal situs berbagi video YoTube, Controversy7.

"Apakah ini murni kebetulan The Simpsons memprediksi kejadian-kejadian di masa depan?" kata Emmanuel Lokonga, tuan rumah situs itu.

Sejumlah pengguna media sosial mengomentari kemungkinan benarnya teori itu.

Virus Ebola pertama kali ditemukan pada 1976 setelah mewabah di Sudan dan Zaire. Pada 1990-an penyakit itu juga merajalela di gabon pada 1994, lalu Zaire pada 1995.

Bisa dikatakan episode The Simpsons itu menggambarkan mewabahnya virus Ebola yang terjadi tiga tahun setelah episode itu tayang.

Pada 2000 hingga 2004, 500 orang tewas akibat Ebola di Uganda, Gabon, dan Republik Kongo, serta Sudan.

Mengganasnya Ebola belakangan ini yang terjadi sejak Desember tahun lalu, menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO sudah merenggut 3.800 nyawa di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone.

Kartun the Simpson 1997 sudah ramal kedatangan virus Ebola
[next]

3.The Simpsons ramalkan kesalahan mesin voting di pilpres AS 2008

Media Nasional - Business Insider melaporkan, Jumat (11/11), pada tahun 2008, episode kartun the Simpsons menunjukkan adegan di mana Homer mencoba memberikan suara untuk Presiden Amerika Serikat Barack Obama melalui mesin voting. Namun, mesin voting rusak sehingga suara yang Homer berikan malah beralih kepada kandidat lain.

Empat tahun kemudian, sebuah mesin voting di Pennsylvania terpaksa harus diganti karena mesin tersebut terus-terusan mengubah suara untuk Obama menjadi milik rivalnya dari Partai Republik, Mitt Romney.

Dilansir dari laman Telegraph, sebuah kamera pengawas menunjukkan seorang pemilih yang mencoba mengisi ulang kartu pemungutan suara, namun yang dia temukan hanya nama Mitt Romney.

Heran dengan hal tersebut, pemilih yang tidak disebutkan namanya itu segera melaporkan insiden yang dia alami kepada staf TPS di Pennsylvania. Staf pun segera mengganti mesin tersebut agar pemungutan suara bisa kembali dilanjutkan.
[next]


4.Patung karya Michaelangelo

Media Nasional - Episode the Simpsons tahun 1990 berjudul "Itchy and Scratchy and Marge" menunjukkan warga Springfield yang memprotes patung 'Nabi Daud' karya Michelangelo yang sedang dipamerkan di museum lokal. Warga menyebut karya seni itu cabul karena patung tersebut telanjang bulat.

Dilansir dari laman Business Insider, Jumat (11/11), cerita satir itu kemudan menjadi kenyataan pada Juli 2016.

Aktivis Rusia mengadakan pemungutan suara tentang apakah mereka harus memasang pakaian kepada replika patung Nabi Daud yang dipamerkan di pusat St Petersburg.
[next]

5. Ikan bermata tiga sudah muncul di film the Simpsons

Media Nasional - Tahun 1990, the Simpsons menanyangkan episode di mana Bart menangkap ikan bermata tiga bernama Blinky di sebuah sungai pembangkit listrik tenaga nuklir. Penemuan Bart praktis membuatnya masuk ke dalam berita utama media lokal.

Business Insinder melaporkan, Jumat (11/11), 21 tahun kemudian, ikan bermata tiga itu ditemukan di kehidupan nyata.

Adalah Julian Zmutt, nelayan asal Cordoba, Argentina yang menemukan ikan bermata tiga tersebut di sebuah waduk di Argentina. Anehnya, waduk tersebut juga diisi air dari pembangkit listrik tenaga nuklir seperti yang ada di cerita the Simpsons.

"Kami sedang memancing dan dikejutkan oleh penemuan hewan aneh ini," kata Zmutt, seperti dilansir dari laman Huffington Post.

"Saat itu hari masih gelap dan kami belum menyadari keanehan tersebut. Namun setelah menerangi hewan dengan lampu senter, kami melihat ikan itu punya tiga mata," sambungnya.

Ribuan Warga AS Demo Menolak Trump

Ribuan Warga AS Demo Menolak Trump

Media News - RIBUAN pengunjuk rasa yang anti Donald Trump turun ke jalan-jalan di berbagai kota di seantero Amerika Serikat pada Sabtu (12/11) waktu setempat untuk memprotes presiden yang baru terpilih itu. Aksi unjuk rasa terbesar berlangsung di New York, Los Angeles, dan Chicago.
Para demonstran mengatakan mereka ingin memanfaatkan momentum setelah protes-protes selama beberapa malam yang dipicu oleh kemenangan yang mengejutkan taipan real estat itu dalam pemilihan presiden pada Selasa lalu.
Di New York, beberapa ribu orang berunjuk rasa dengan damai di Fifth Avenue dengan toko-toko yang telah dihiasi dekorasi Natal, sebelum melintasi Trump Tower, gedung milik presiden terpilih itu.
Mary Florin-McBride, 62, salah seorang pengunjuk rasa menyatakan rasa ketakutannya bahwa negaranya telah memilih presiden dengan kampanye-kampanyenya yang ia nilai rasis serta kebencian terhadap wanita. Mantan bankir dari New York itu membawa poster berisi tulisan "No Fascism in America."
Unjuk rasa juga terjadi di Los Angeles dan Chicago. Ribuan orang berkumpul di bawah pohon-pohon di MacArthur Park membawa poster-poster berisi antara lain "Dump Trump" dan "Minorities Matter," sebelum mereka bergerak ke pusat kota.
Sejumlah demonstran mengibarkan bendera-bendera Amerika dan Meksiko. Evelyne Werzola, 46, seorang imigran dari Afrika Selatan, mengatakan ia telah menyaksikan apa yang sebuah negara polisi dapat lakukan. 
"Saya melihat orang-orang tertekan. Ini seperti detak jantung dari mimpi Amerika bagi saya," ujar Werzola. "Jadi saya takut dengan apa Amerika dirikan untuk bertahan hidup."
Ketakutan-ketakutan akan terjadi kekerasan meningkat di sekitar aksi-aksi unjuk rasa. Seorang pemerotes di Portland luka-luka ditembak ketika unjuk rasa di Morrison Bridge. Seorang anak muda yang bersenjata melarikan diri setelah
melakukan aksinya.

Hanura Tuding Pimpinan DPR Dalangi Demo Ahok


Media Indo - Ketua DPP Partai Hanura, Dadang Rusdiana, menuding salah seorang pimpinan DPR RI menjadi "dalang" demo besar-besaran yang berujung kerusuhan di Jakarta, Jumat 4 November malam lalu.

Indikasi itu, kata Dadang, terlihat dari pernyataan salah seorang pimpinan DPR RI di media sosial. "Di medsos berkembang pula penghinaan dan tuntutan untuk melengserkan presiden, atau ucapan salah seorang pimpinan DPR yang mendorong impeachment terhadap presiden. Ini membuktikan bahwa ada aktor politik yang ikut bermain juga," kata Dadang.

Menurut anggota Komisi X DPR RI ini, aksi yang sempat dinodai dengan tindakan anarki seusai shalat Isya itu sudah di luar konteks unjuk rasa ummat Islam yang berlangsung tertib dan damai sejak pagi sampai magrib.

"Tetapi kerusuhan sampai pada perlakuan keras terhadap aparat itu sudah mulai tidak murni lagi. Wajar kalau presiden menuding ada aktor-aktor politik yang ikut terlibat," kata Sekretaris Fraksi Hanura itu.

Dia mengapresiasi demo 4 November kemarin karena isunya tidak bergeser, yakni menuntut agar Kepolisian memproses laporan dugaan penistaan agama yang dilakukan calon gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Jadi kita dapat pilah bahwa ummat Islam yg menuntut penegakan hukum atas dugaan penistaan agama yang dipimpin para ulama itu lurus dan sejuk. Kita salut kepada ummat Islam yang berunjuk rasa, tapi kita pun sayangkan aktor politik dan fihak-fihak lain yang mencoreng aksi demo menjadi rusuh," kata dia. (rn)

Hanura Tuding Pimpinan DPR Dalangi Demo Ahok


Blog Tausiah - Ketua DPP Partai Hanura, Dadang Rusdiana, menuding salah seorang pimpinan DPR RI menjadi "dalang" demo besar-besaran yang berujung kerusuhan di Jakarta, Jumat 4 November malam lalu.

Indikasi itu, kata Dadang, terlihat dari pernyataan salah seorang pimpinan DPR RI di media sosial. "Di medsos berkembang pula penghinaan dan tuntutan untuk melengserkan presiden, atau ucapan salah seorang pimpinan DPR yang mendorong impeachment terhadap presiden. Ini membuktikan bahwa ada aktor politik yang ikut bermain juga," kata Dadang.

Menurut anggota Komisi X DPR RI ini, aksi yang sempat dinodai dengan tindakan anarki seusai shalat Isya itu sudah di luar konteks unjuk rasa ummat Islam yang berlangsung tertib dan damai sejak pagi sampai magrib.

"Tetapi kerusuhan sampai pada perlakuan keras terhadap aparat itu sudah mulai tidak murni lagi. Wajar kalau presiden menuding ada aktor-aktor politik yang ikut terlibat," kata Sekretaris Fraksi Hanura itu.

Dia mengapresiasi demo 4 November kemarin karena isunya tidak bergeser, yakni menuntut agar Kepolisian memproses laporan dugaan penistaan agama yang dilakukan calon gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Jadi kita dapat pilah bahwa ummat Islam yg menuntut penegakan hukum atas dugaan penistaan agama yang dipimpin para ulama itu lurus dan sejuk. Kita salut kepada ummat Islam yang berunjuk rasa, tapi kita pun sayangkan aktor politik dan fihak-fihak lain yang mencoreng aksi demo menjadi rusuh," kata dia. (rn)

Tuding 411 Tanpa Bukti, Rezim Jokowi Bergaya Orba


Media Indo - Pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut ada aktor politik yang menunggangi aksi demonstrasi di depan Istana Merdeka pada 4 November 2016 terus menuai kritik. 

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyebut gaya Presiden Joko Widodo mirip Orde Baru.

"Pemerintah Jokowi jangan memakai gaya-gaya Orde Baru yang doyan main tuding tanpa bukti bahwa ada provokator di balik aksi demo 411 (4 November 2016)," kata Neta kepada Sindonews, Minggu (6/11/2016).

Menurut dia, jika Pemerintah Jokowi memiliki ata tentang provokator maka sebaiknya langsung diproses hukum. 

"Tangkap dan proses secara hukum provokator tersebut. Jangan sekadar menyebar isu untuk mengalihkan persoalan sesungguhnya," ujar Neta. 

Sebelumnya diberitakan, terjadi bentrok antara aparat dan sejumlah massa usai aksi damai menuntut proses hukum Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terkait kasus dugaan penistaan agama.  (sn)

Tuding 411 Tanpa Bukti, Rezim Jokowi Bergaya Orba


Blog Tausiah - Pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut ada aktor politik yang menunggangi aksi demonstrasi di depan Istana Merdeka pada 4 November 2016 terus menuai kritik. 

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyebut gaya Presiden Joko Widodo mirip Orde Baru.

"Pemerintah Jokowi jangan memakai gaya-gaya Orde Baru yang doyan main tuding tanpa bukti bahwa ada provokator di balik aksi demo 411 (4 November 2016)," kata Neta kepada Sindonews, Minggu (6/11/2016).

Menurut dia, jika Pemerintah Jokowi memiliki ata tentang provokator maka sebaiknya langsung diproses hukum. 

"Tangkap dan proses secara hukum provokator tersebut. Jangan sekadar menyebar isu untuk mengalihkan persoalan sesungguhnya," ujar Neta. 

Sebelumnya diberitakan, terjadi bentrok antara aparat dan sejumlah massa usai aksi damai menuntut proses hukum Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terkait kasus dugaan penistaan agama.  (sn)

Jokowi : 4 November Di Tunggangi Aktor Politik, Fahri Hamzah : Jokowi Ditunggangi Terduga Pelaku Pidana


Media Indo - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuding ada aktor politik yang menunggangi demo terhadap Basuki T Purnama ( Ahok) dalam kasus penistaan agama pada 4 November lalu. Namun sayang, Jokowi tak menyebutkan, siapa aktor politik tersebut dan apa tujuannya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, pernyataan Presiden Jokowi tentang aktor politik yang menunggangi aksi damai 4 November harus diklarifikasi. Sebab, lembaga kepresidenan harus hati-hati membuat pernyataan yang bisa memicu politik nasional yang semakin tidak kondusif.

"Siapa yang sebetulnya menunggangi siapa? Tuduhan presiden ini bisa berbalik jika tidak punya bukti bahwa sebetulnya presiden yang ditunggangi. Presiden diduga ditunggangi oleh mereka yang sejak awal punya masalah hukum sehingga ini menjadi penyebab sandera kepada aparat penegak hukum di sekitar presiden berlindung para terduga melakukan pidana dan korupsi," kata Fahri Hamzah, Minggu (6/11).

Menurut dia, tuduhan presiden kepada aktor politik menunggangi jutaan massa rakyat adalah tidak berdasar. Sebab, adalah jauh lebih mudah menunggangi seorang presiden daripada sejuta massa aksi.

"Sekarang, Presiden hanya perlu melakukan klarifikasi. Jika tidak, maka sama saja presiden hanya menabur angin. Siapa yang menabur angin pasti akan menuai badai," tegas dia.

Sebelumnya, Sebelumnya diberitakan, Setelah menggelar rapat terbatas dengan Menko Polhukam Wiranto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, Presiden Joko Widodo akhirnya angkat bicara terkait aksi unjuk rasa besar-besaran yang berujung bentrokan di sejumlah tempat di ibu kota. Presiden Jokowi menyesalkan bentrokan antara polisi dan massa pendemo di depan Istana Merdeka.

"Kita menyesalkan kejadian setelah Isya, seharusnya sudah bubar tapi menjadi rusuh," ujar Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Sabtu (5/11) dini hari.

Jokowi mengatakan, ada dalang di balik bentrokan yang terjadi di depan Istana Merdeka. "Dan ini kita lihat ditunggangi aktor politik yang manfaatkan situasi," tegas Jokowi.(ma)

Jokowi : 4 November Di Tunggangi Aktor Politik, Fahri Hamzah : Jokowi Ditunggangi Terduga Pelaku Pidana


Blog Tausiah - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuding ada aktor politik yang menunggangi demo terhadap Basuki T Purnama ( Ahok) dalam kasus penistaan agama pada 4 November lalu. Namun sayang, Jokowi tak menyebutkan, siapa aktor politik tersebut dan apa tujuannya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, pernyataan Presiden Jokowi tentang aktor politik yang menunggangi aksi damai 4 November harus diklarifikasi. Sebab, lembaga kepresidenan harus hati-hati membuat pernyataan yang bisa memicu politik nasional yang semakin tidak kondusif.

"Siapa yang sebetulnya menunggangi siapa? Tuduhan presiden ini bisa berbalik jika tidak punya bukti bahwa sebetulnya presiden yang ditunggangi. Presiden diduga ditunggangi oleh mereka yang sejak awal punya masalah hukum sehingga ini menjadi penyebab sandera kepada aparat penegak hukum di sekitar presiden berlindung para terduga melakukan pidana dan korupsi," kata Fahri Hamzah, Minggu (6/11).

Menurut dia, tuduhan presiden kepada aktor politik menunggangi jutaan massa rakyat adalah tidak berdasar. Sebab, adalah jauh lebih mudah menunggangi seorang presiden daripada sejuta massa aksi.

"Sekarang, Presiden hanya perlu melakukan klarifikasi. Jika tidak, maka sama saja presiden hanya menabur angin. Siapa yang menabur angin pasti akan menuai badai," tegas dia.

Sebelumnya, Sebelumnya diberitakan, Setelah menggelar rapat terbatas dengan Menko Polhukam Wiranto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, Presiden Joko Widodo akhirnya angkat bicara terkait aksi unjuk rasa besar-besaran yang berujung bentrokan di sejumlah tempat di ibu kota. Presiden Jokowi menyesalkan bentrokan antara polisi dan massa pendemo di depan Istana Merdeka.

"Kita menyesalkan kejadian setelah Isya, seharusnya sudah bubar tapi menjadi rusuh," ujar Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Sabtu (5/11) dini hari.

Jokowi mengatakan, ada dalang di balik bentrokan yang terjadi di depan Istana Merdeka. "Dan ini kita lihat ditunggangi aktor politik yang manfaatkan situasi," tegas Jokowi.(ma)

Timses Ahok Minta Publik Legowo Saja Jika Ahok Tidak Terbukti Bersalah


Media Indo - Bareskrim Mabes Polri akan melanjutkan proses hukum kasus dugaan pencemaran agama oleh Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki T Purnama ( Ahok). Rencananya Ahok akan kembali diperiksa Bareskrim pada Senin (7/11) besok.

Anggota tim Pemenangan Ahok- Djarot Bestari Barus mendukung dan mempercayakan proses hukum Ahok kepada polisi. Hanya saja, Bestari meminta kepada semua pihak untuk legowo andai Polri menyatakan Ahok tidak bersalah.

"Biasa saja, kita serahkan semuanya ke kepolisian, kita apresiasi. Cuma kalau nanti Ahok tidak bersalah, jangan sampai menjadi 'wah ini udah gak bener'," kata Bestari saat dihubungi, Minggu (6/11).

Bestari menyarankan agar dalam memproses kasus Ahok, polisi tidak boleh diintervensi atau terpengaruh segala tuntutan yang ada. Polri, katanya, harus netral dalam mengusut kasus Ahok.

"Jangan sampai ada prasangka buruk. Saya juga menyarankan agar polisi tidak boleh ditekan dan merasa tertekan. Harus netral dalam mengambil sikap di kasus ini," imbuhnya.

Pengunggah pertama video dugaan penistaan agama Ahok, Buni Yani mengakui ada kesalahan saat mentranskrip kata-kata Ahok. Kesalahan yang dimaksud adalah tidak adanya kata 'pakai'. Buni Yani saat ini sedang ditangani oleh Polda Metro Jaya.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD DKI ini mengingatkan jika Bu Yani terbukti bersalah maka ia juga harus ditindak.

"Sama saja, polisi harus netral. Kalau ada kesalahan harus ditindak. Nanti di rapat akan dibahas juga soal bareskrim," tegas politisi NasDem ini. (ma)

Timses Ahok Minta Publik Legowo Saja Jika Ahok Tidak Terbukti Bersalah


Blog Tausiah - Bareskrim Mabes Polri akan melanjutkan proses hukum kasus dugaan pencemaran agama oleh Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki T Purnama ( Ahok). Rencananya Ahok akan kembali diperiksa Bareskrim pada Senin (7/11) besok.

Anggota tim Pemenangan Ahok- Djarot Bestari Barus mendukung dan mempercayakan proses hukum Ahok kepada polisi. Hanya saja, Bestari meminta kepada semua pihak untuk legowo andai Polri menyatakan Ahok tidak bersalah.

"Biasa saja, kita serahkan semuanya ke kepolisian, kita apresiasi. Cuma kalau nanti Ahok tidak bersalah, jangan sampai menjadi 'wah ini udah gak bener'," kata Bestari saat dihubungi, Minggu (6/11).

Bestari menyarankan agar dalam memproses kasus Ahok, polisi tidak boleh diintervensi atau terpengaruh segala tuntutan yang ada. Polri, katanya, harus netral dalam mengusut kasus Ahok.

"Jangan sampai ada prasangka buruk. Saya juga menyarankan agar polisi tidak boleh ditekan dan merasa tertekan. Harus netral dalam mengambil sikap di kasus ini," imbuhnya.

Pengunggah pertama video dugaan penistaan agama Ahok, Buni Yani mengakui ada kesalahan saat mentranskrip kata-kata Ahok. Kesalahan yang dimaksud adalah tidak adanya kata 'pakai'. Buni Yani saat ini sedang ditangani oleh Polda Metro Jaya.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD DKI ini mengingatkan jika Bu Yani terbukti bersalah maka ia juga harus ditindak.

"Sama saja, polisi harus netral. Kalau ada kesalahan harus ditindak. Nanti di rapat akan dibahas juga soal bareskrim," tegas politisi NasDem ini. (ma)

Jokowi ke WNI di Sydney: Situasi Tanah Air Aman, Tak Usah Khawatir


Media Indo - Presiden Jokowi melakukan video conference dengan WNI di Sydney sebagai ganti kunjungannya yang ditunda. Jokowi menyampaikan bahwa kondisi tanah air aman.

"Selamat siang. Salam sejahtera Pak Dubes dan bapak ibu saudara sekalian yang saat ini berkumpul di Sydney," ujar Jokowi mengawali video conference.

Video conference digelar di Istana Bogor. Jokowi berbicara kepada sejumlah WNI yang berkumpul atas inisiasi Dubes Nadjib Riphat.

Jokowi lantas menyampaikan sejumlah perkembangan hal di tanah air. Dari sisi ekonomi sampai proses pelaksanaan pembangunan. Tak lupa, Jokowi juga menyampaikan mengenai bidang keamanan.

"Yang berkaitan dengan situasi kondisi di Tanah Air, saya sampaikan aman. Stabilitas politik tidak ada masalah, sehingga tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan," ujar Jokowi.

Meski kondisi aman, kata Jokowi, masih tetap diperlukan konsolidasi politik dan kenegaraan.

"Oleh sebab itu kita dari pagi sampai tengah malam terus mengundang tokoh politik, agama untuk memberikan masukan dalam memberikan rasa sejuk," ujar Jokowi. (dtk)

Jokowi ke WNI di Sydney: Situasi Tanah Air Aman, Tak Usah Khawatir


Blog Tausiah - Presiden Jokowi melakukan video conference dengan WNI di Sydney sebagai ganti kunjungannya yang ditunda. Jokowi menyampaikan bahwa kondisi tanah air aman.

"Selamat siang. Salam sejahtera Pak Dubes dan bapak ibu saudara sekalian yang saat ini berkumpul di Sydney," ujar Jokowi mengawali video conference.

Video conference digelar di Istana Bogor. Jokowi berbicara kepada sejumlah WNI yang berkumpul atas inisiasi Dubes Nadjib Riphat.

Jokowi lantas menyampaikan sejumlah perkembangan hal di tanah air. Dari sisi ekonomi sampai proses pelaksanaan pembangunan. Tak lupa, Jokowi juga menyampaikan mengenai bidang keamanan.

"Yang berkaitan dengan situasi kondisi di Tanah Air, saya sampaikan aman. Stabilitas politik tidak ada masalah, sehingga tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan," ujar Jokowi.

Meski kondisi aman, kata Jokowi, masih tetap diperlukan konsolidasi politik dan kenegaraan.

"Oleh sebab itu kita dari pagi sampai tengah malam terus mengundang tokoh politik, agama untuk memberikan masukan dalam memberikan rasa sejuk," ujar Jokowi. (dtk)

Simak ! Kesaksian Khatib Istana Negara Terkait Aksi Bela Islam yang Diplintir Media Mainstream


Media Indo - Khatib Istana Kepresidenan, H. Ahmad Buchory Muslim sampaikan kesaksian kondisi 4 November di Masjid Istiqlal, Jakarta, bada sholat Shubuh, Sabtu (5/11/2016) yang banyak dipilintir oleh media mainstream.

Menurut Ahmad Buchory, sekitar 25 Ulama bertemu Wakil Presiden, Menkopolhukam, dan Mensesneg di Istana Negara semalaman. Dan beliau menginformasikan kondisi Ulama yang diisukan di medsos semua sehat wal afiat termasuk Habib Mahdi, Ustad Arifin Ilham dan Habib Syeik Ali.

Sampai massa kembali berorrasi di depan DPR RI, para ulama ditemui anggota DPR, dan memanggil Kapolri. Ahmad Buchory menyampaikan bahwa Kapolri merasa malu atas perintah yang tidak diindahkan bawahannya.

“Kita kemudian orasi sampai jam 2 malam di DPR, alhamdulillah anggota DPR datang menemui Ulama kita, Kapolri dipanggil, Kapolri kita lihat malu, kan disaat Kapolri bilang stop, mereka makin kenceng nembaknya. Itu didepan mata kita, jadi gak ada yang bohong” katanya.

Sementara pemberitaan di televisi (media mainstream) berbeda dengan kenyataan di lapangan yang gencar memberitakan bahwa massa sengaja mendobrak masuk Istana. Padahal menurut Ahmad Buchory, jangankan masuk Istana, pagarnya saja tidak pernah mereka sentuh.

Provokator dari semua ini adalah seorang mahasiswa yang menyusup ke barisan HMI yang setelah tertangkap ternyatanya dalam KTPnya beragama Kristen.

“Dan kita tahu itu Metro tipu, kita pasti tahu dalam perjuangan itu ada syetannya. Sekali lagi saya menyaksikan langsung. Demi Allah kemarin kalau bapak-bapak lihat ada pertemuan dibawah, demi Allah saya saksi hidup, Habib Rizieq menangis mendapat amanah besar itu” tandasnya.

Ia pun tak takut jika pernyataannya ini menyebabkan ia dipecat dan tak boleh lagi menjadi khatib di Instana Negara.

“Saya tidak takut sama sekali, di Jakarta masih banyak Masjid yang mau menerima saya menjadi khatib. (ps)