Loading...
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Antasari Azhar Bebas 10 November Jam 10.10 WIB


Media Indo - Mantan Ketua KPK Antasari Azhar dipastikan bebas pada 10 November nanti. Sejumlah acara akan dilakukan dalam rangka menyambut kembalinya Antasari ke masyarakat.

"Bebas pada 10 November 2016 pukul 10.10 WIB," kata pengacara Antasari, Boyamin Saiman saat dihubungi detikcom, Minggu (6/11/2016).

Atas bebasnya Antasari, sejumlah acara akan dilakukan di dalam LP Tangerang. Yaitu malam syukuran dengan menyembelih kambing pada Senin (7/11) malam, pengajian di dalam LP pada Selasa (8/11) dilanjutkan dengan pentas seni dari para narapidana.

"Pada 9 November kami ke Kakanwilkum HAM Banten di Serang untuk melaporkan dan membereskan administrasi keluar Lapas," ucap Boyamin.

Keesokan harinya atau tepat 10 November 2016 pukul 10.10 WIB, Antasari secara resmi keluar penjara dengan status orang bebas. 

"Keluar LP langsung disambut rebana dan anak yatim," ujar Boyamin.

Antasari dihukum 18 tahun penjara terkait kematian Nasrudin Zulkarnaen. Kematian ini menimbulkan tanda tanya, benarkan Antasari sebagai otak pelaku pembunuhan itu. Hakim agung Prof Dr Surya Jaya menjadi satu-satunya hakim yang tak yakin Antasari menjadi otak pelaku perbuatan itu.

"Keterangan Sigit yaitu 'Terdakwa bilang harus ada tindakan konkrit untuk menyelesaikan teror, ancaman', tidak dapat dikatakan suatu bentuk penganjuran. Makna kalimat itu agar supaya dilakukan tindakan nyata untuk memberi rasa aman bagi Antasari terlepas dari teror atau ancaman. Hal ini penting menyangkut niat dan pertanggungjawaban pidana," ujar hakim agung Prof Dr Surya Jaya dalam putusan kasasi. (dtk)

Antasari Azhar Bebas 10 November Jam 10.10 WIB


Blog Tausiah - Mantan Ketua KPK Antasari Azhar dipastikan bebas pada 10 November nanti. Sejumlah acara akan dilakukan dalam rangka menyambut kembalinya Antasari ke masyarakat.

"Bebas pada 10 November 2016 pukul 10.10 WIB," kata pengacara Antasari, Boyamin Saiman saat dihubungi detikcom, Minggu (6/11/2016).

Atas bebasnya Antasari, sejumlah acara akan dilakukan di dalam LP Tangerang. Yaitu malam syukuran dengan menyembelih kambing pada Senin (7/11) malam, pengajian di dalam LP pada Selasa (8/11) dilanjutkan dengan pentas seni dari para narapidana.

"Pada 9 November kami ke Kakanwilkum HAM Banten di Serang untuk melaporkan dan membereskan administrasi keluar Lapas," ucap Boyamin.

Keesokan harinya atau tepat 10 November 2016 pukul 10.10 WIB, Antasari secara resmi keluar penjara dengan status orang bebas. 

"Keluar LP langsung disambut rebana dan anak yatim," ujar Boyamin.

Antasari dihukum 18 tahun penjara terkait kematian Nasrudin Zulkarnaen. Kematian ini menimbulkan tanda tanya, benarkan Antasari sebagai otak pelaku pembunuhan itu. Hakim agung Prof Dr Surya Jaya menjadi satu-satunya hakim yang tak yakin Antasari menjadi otak pelaku perbuatan itu.

"Keterangan Sigit yaitu 'Terdakwa bilang harus ada tindakan konkrit untuk menyelesaikan teror, ancaman', tidak dapat dikatakan suatu bentuk penganjuran. Makna kalimat itu agar supaya dilakukan tindakan nyata untuk memberi rasa aman bagi Antasari terlepas dari teror atau ancaman. Hal ini penting menyangkut niat dan pertanggungjawaban pidana," ujar hakim agung Prof Dr Surya Jaya dalam putusan kasasi. (dtk)

Digantikan JK, Guru Besar Universitas Pertahanan : "Jokowi Sudah Lelah Dibebani Ahok"

Guru Besar Universitas Pertahanan : "Jokowi Sudah Lelah Dibebani Ahok"

Media-Indo INFO - Guru Besar Universitas Pertahanan Salim Said melihat Presiden Joko Widodo sudah lelah dibebani oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), sehingga menyerahkan penerimaan pihak demonstrasi 4 November kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Kesan saya, tekanan kepada Jokowi gara-gara Ahok begitu kuat, sehingga Jokowi sudah cape (lelah) membela Ahok," ujar Salim dalam diskusi di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (5/11/2016).

Pemeriksaan Ahok terkait dugaan penistaan agama akan dilakukan dalam waktu dua minggu, kata Salim, penyataan itu bukan keluar dari Jokowi melainkan Jusuf Kalla didampingi pejabat-pejabat pemerintahan.

"‎Sebagai orang yang mempelajari politik, Jokowi ini melepas tangan atau kata lain cuci tangan. Ini nasi kamu (Ahok), kamu terlalu banyak mintanya, saya (Jokowi) capek," ujar Salim.

Menurut Salim, agenda Jokowi menjalankan roda pemerintahan bukan hanya di Jakarta tetapi seluruh wilayah lainnya di Indonesia, bahkan program yang berjalan di Ibukota saat ini merupakan ide Jokowi.

‎"Apa yang dikerjakan Ahok itu ide Jokowi, Ahok banyak musuh jadi cape Jokowi. Ahok itu baik, cuman mulutnya aja," ucap Salim.[tribun]

Digantikan JK, Guru Besar Universitas Pertahanan : "Jokowi Sudah Lelah Dibebani Ahok"

Guru Besar Universitas Pertahanan : "Jokowi Sudah Lelah Dibebani Ahok"

POSMETRO INFO - Guru Besar Universitas Pertahanan Salim Said melihat Presiden Joko Widodo sudah lelah dibebani oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), sehingga menyerahkan penerimaan pihak demonstrasi 4 November kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Kesan saya, tekanan kepada Jokowi gara-gara Ahok begitu kuat, sehingga Jokowi sudah cape (lelah) membela Ahok," ujar Salim dalam diskusi di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (5/11/2016).

Pemeriksaan Ahok terkait dugaan penistaan agama akan dilakukan dalam waktu dua minggu, kata Salim, penyataan itu bukan keluar dari Jokowi melainkan Jusuf Kalla didampingi pejabat-pejabat pemerintahan.

"‎Sebagai orang yang mempelajari politik, Jokowi ini melepas tangan atau kata lain cuci tangan. Ini nasi kamu (Ahok), kamu terlalu banyak mintanya, saya (Jokowi) capek," ujar Salim.

Menurut Salim, agenda Jokowi menjalankan roda pemerintahan bukan hanya di Jakarta tetapi seluruh wilayah lainnya di Indonesia, bahkan program yang berjalan di Ibukota saat ini merupakan ide Jokowi.

‎"Apa yang dikerjakan Ahok itu ide Jokowi, Ahok banyak musuh jadi cape Jokowi. Ahok itu baik, cuman mulutnya aja," ucap Salim.[tribun]

Provokator Mengaku Kader HMI, Ketua HMI : Kader Kami Tak Ada yang Beragama Kristen.

Provokator Mengaku Kader HMI, Ketua HMI : Kader Kami Tak Ada yang Beragama Kristen.

Media-Indo INFO - Ketua Umum PB HMI Mulyadi P Tamsir menyesalkan adanya tudingan yang menyebutkan provokator aksi 4 November adalah anggotanya. Ia juga memastikan orang yang diamankan polisi sebagai terduga provokator. "Pria bernama Ferdinand yang mengaku dari HMI bukanlah kader kami," kata Mulyadi.

Terkait klaim Ferdinand yang diamankan polisi atas dugaan memprovokasi massa aksi damai menuntut penyelesaian kasus dugaan penistaan Islam oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Mulyadi membeberkan analisisnya. Ia mengungkapkan tidak ada kader Himpunan Mahasiswa Islam yang beragama Kristen, seperti yang tertera di kartu tanda penduduk milik Ferdinand. "Saya tanyakan ke seluruh cabang soal orang ini dan tidak ada yang mengenal," ujar Mulyadi.

Tentang bendera HMI yang diusung terduga provokator, Mulyadi menjelaskan bendera dan tiang bambu miilk kadernya tidaklah sama. Setelah mencermati foto-foto kejadian, ia menemukan sejumlah perbedaan antara properti HMI dengan yang dibawa oknum tersebut. 

Mulyadi mengungkapkan pihaknya hanya membuat 50 bendera berwarna hijau tua. Sebagai tonggaknya, kader HMI menggunakan bambu belah setinggi 1,2 meter. "Nah,kalau di foto ini kan warnanya beda, bendera hijau muda dengan tiang bambu bulat," kata Mulyadi dalam konferensi pers, Sabtu (5/11) di Jakarta.[republika]

Provokator Mengaku Kader HMI, Ketua HMI : Kader Kami Tak Ada yang Beragama Kristen.

Provokator Mengaku Kader HMI, Ketua HMI : Kader Kami Tak Ada yang Beragama Kristen.

POSMETRO INFO - Ketua Umum PB HMI Mulyadi P Tamsir menyesalkan adanya tudingan yang menyebutkan provokator aksi 4 November adalah anggotanya. Ia juga memastikan orang yang diamankan polisi sebagai terduga provokator. "Pria bernama Ferdinand yang mengaku dari HMI bukanlah kader kami," kata Mulyadi.

Terkait klaim Ferdinand yang diamankan polisi atas dugaan memprovokasi massa aksi damai menuntut penyelesaian kasus dugaan penistaan Islam oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Mulyadi membeberkan analisisnya. Ia mengungkapkan tidak ada kader Himpunan Mahasiswa Islam yang beragama Kristen, seperti yang tertera di kartu tanda penduduk milik Ferdinand. "Saya tanyakan ke seluruh cabang soal orang ini dan tidak ada yang mengenal," ujar Mulyadi.

Tentang bendera HMI yang diusung terduga provokator, Mulyadi menjelaskan bendera dan tiang bambu miilk kadernya tidaklah sama. Setelah mencermati foto-foto kejadian, ia menemukan sejumlah perbedaan antara properti HMI dengan yang dibawa oknum tersebut. 

Mulyadi mengungkapkan pihaknya hanya membuat 50 bendera berwarna hijau tua. Sebagai tonggaknya, kader HMI menggunakan bambu belah setinggi 1,2 meter. "Nah,kalau di foto ini kan warnanya beda, bendera hijau muda dengan tiang bambu bulat," kata Mulyadi dalam konferensi pers, Sabtu (5/11) di Jakarta.[republika]

Kronologi Demo 4 November Hingga Berujung Rusuh Versi GNPF MUI


Media Indo - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF) MUI menggelar jumpa pers untuk menjelaskan kronologi peristiwa kerusuhan di penghujung demo 4 November kemarin. GNPF menyatakan kericuhan tersebut awalnya disebabkan oleh tindakan penembakan secara tiba-tiba yang dilakukan polisi.

Koordinator GNPF Bachtiar Nasir menggambarkan bagaimana proses kericuhan terjadi jelang pukul 19.00 WIB, padahal sejak siang hari aksi berjalan damai dan tertib. Ia menjelaskan dalam jumpa pers siang ini di Restoran Pulau Dua, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (5/11/2016). 

Ia menjelaskan, awalnya kericuhan terjadi ketika petugas keamanan secara tiba-tiba menembakkan gas air mata sesaat setelah azan isya berkumandang.

"Tak lama setelah azan isya berkumandang petugas keamanan secara tiba-tiba melakukan tindakan fisik merangsek dan mendorong untuk membubarkan barisan aksi secara paksa dengan menembakkan gas air mata dan menembakkan peluru karet. KH Arifin Ilham yang masih berada di Istana bersaksi bahwa, Wapres RI, Menko Polhukam, dan Kapolri memberikan reaksi marah atas kecerobohan petugas keamanan tersebut," papar Bachtiar.

Ia menyesalkan provokasi dari petugas keamanan tersebut padahal Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Muhammad Iriawan dan Pangdam Jaya Teddy Laksmana sudah memerintahkan agar tidak ada tembakan gas air mata ke massa aksi. Berikut kronologi lengkap dari awal demonstrasi dengan tujuan mendorong kepolisian mengusut kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) hingga akhirnya berujung rusuh karena provokasi:

1. Pukul 10.00 WIB pagi GNPF memberikan pengarahan terbatas kepada pengendali barisan aksi dan para orator dengan pesan yang kuat bahwa ini adalah AKSI DAMAI dan harus menunjukkan akhlaqul karimah. 

2. Pukul 11 pagi pimpinan GNPF bersama ulama menetapkan kesepakatan target aksi damai yang akan diperjuangkan kepada Presiden Jokowi. 

3. Usai shalat Jumat di Mesjid Istiqlal semua peserta barisan aksi melakukan longmarch menuju istana sesuai rute yang telah ditetapkan. Orasi di depan istana baru dimulai ba'da ashar. 

4. Pelaksanaan orasi berjalan lancar dengan orator bergantian dari berbagai elemen dipimpin langsung oleh Habib Rizieq Syihab (sebagai Pembina GNPF MUI). 

5. Perundingan pertama mengutus 2 orang Juru Runding GNPF MUI yaitu; KH. Bachtiar Nasir, dan KH. M. Zaitun Razmin untuk mendatangi istana. Hasilnya Juru Runding menolak melakukan perundingan karena hanya akan ditemui oleh Menko Polhukam dan beberapa menteri sebagai utusan resmi Presiden RI. 

6. Juru Runding mendatangi istana untuk kedua kalinya namun kemudian mereka tetap menolak untuk berunding karena istana tetap menawarkan Menko Polhukkam dan petinggi lainnya, sehingga kemudian Juru Runding kembali kepada barisan aksi. 

7. Selanjutnya Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya berinisiatif mendatangi mobil barisan aksi kemudian naik ke atas dan memberi salam hormat kepada peserta aksi. Kedatangan mereka untuk menemui Habib Rizieq Syihab dan menawarkan agar Juru Runding bisa diterima oleh Wapres RI. Habib Rizieq Syihab bersedia memenuhi penawaran tersebut dengan jaminan agar Wapres RI bersedia memerintahkan Kapolri untuk menangkap BTP hari itu juga. 

8. Kemudian Juru Runding mendatangi istana untuk ketigakalinya. Kali ini Juru Runding diikuti juga oleh KH Misbahul Anam. Juru Runding ditemui Wapres RI dan petinggi lainnya. Perundingan berjalan alot. Hasilnya Wapres RI memberikan jaminan akan memproses hukum BTP secara cepat, tegas dan transparan serta minta waktu selama 2 (dua) minggu untuk merealisasikannya. 

9. Juru Runding kembali ke barisan aksi untuk menyampaikan hasil perundingan. Perundingan terakhir ini baru selesai pukul 18.00 wib. Setelah disampaikan, reaksi para peserta aksi tidak bisa menerima hasil tersebut dan bersepakat untuk bermalam di depan Istana Negara. 

10. KH Arifin Ilham dengan inisiatif sendiri berusaha bernegosiasi langsung menemui Wapres RI. 

11. Kericuhan kecil sebenarnya sudah mulai terjadi sebelum rombongan mobil komando tiba, antara massa yang 'terprovokasi' dengan barikade polisi. Agar tidak terjadi bentrok maka Laskar FPI menjadi pagar pembatas antara massa tersebut dengan barikade polisi, tak lama setelah adzan isya berkumandang petugas keamanan secara tiba-tiba melakukan tindakan fisik merangsek dan mendorong untuk membubarkan barisan aksi secara paksa dengan menembakkan gas air mata dan menembakkan peluru karet. KH Arifin Ilham yang masih berada di istana bersaksi bahwa, Wapres RI, Menko Polhukkam, dan Kapolri memberikan reaksi marah atas kecerobohan petugas keamanan tersebut. 

12. Berkali-kali Kapolri dan Panglima TNI memerintahkan aparat untuk berhenti menembak massa lewat pengeras suara namun tak digubris oleh pasukan polisi, bahkan pasukan motor polisi berputar-putar di kerumunan massa sehingga ada yang tertabrak dan tergilas. 

13. Kejadian tersebut telah memakan 1 korban meninggal dunia atas nama Bapak Syahrie Oemar, 65 thn, warga Curug, Tangerang, Banten. Puluhan korban luka akibat tembakan peluru karet, tertabrak motor polisi dan gas air mata. 

14. Barisan Aksi Bela Islam II akhirnya bergerak menginap di pagar luar Gedung MPR/DPR, pada Pk 03.00 dinihari delegasi GNPF diterima oleh Ketua MPR RI, Ketua dan Anggota Komisi 3 DPR, dan Ketua MKD DPR RI, setelah beberapa kali berunding. Keamanan gedung MPR/DPR diambil alih oleh Panglima TNI dan Kapolri yang akan menggusur massa yang menginap di luar pagar Gedung MPR/DPR. 

15. Komisi 3 DPR kemudian memberikan jaminan akan menekan pemerintah pusat untuk memenuhi janjinya di depan massa Aksi Damai. 

16. Pada pukul 04.05 tanggal 5 Nov 2016 secara resmi GNPF MUI membubarkan Aksi Bela Islam II yang ditutup oleh Ketua GNPF MUI damai yang akan diperjuangkan kepada Presiden Jokowi.  (dtk)

Kronologi Demo 4 November Hingga Berujung Rusuh Versi GNPF MUI


Blog Tausiah - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF) MUI menggelar jumpa pers untuk menjelaskan kronologi peristiwa kerusuhan di penghujung demo 4 November kemarin. GNPF menyatakan kericuhan tersebut awalnya disebabkan oleh tindakan penembakan secara tiba-tiba yang dilakukan polisi.

Koordinator GNPF Bachtiar Nasir menggambarkan bagaimana proses kericuhan terjadi jelang pukul 19.00 WIB, padahal sejak siang hari aksi berjalan damai dan tertib. Ia menjelaskan dalam jumpa pers siang ini di Restoran Pulau Dua, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (5/11/2016). 

Ia menjelaskan, awalnya kericuhan terjadi ketika petugas keamanan secara tiba-tiba menembakkan gas air mata sesaat setelah azan isya berkumandang.

"Tak lama setelah azan isya berkumandang petugas keamanan secara tiba-tiba melakukan tindakan fisik merangsek dan mendorong untuk membubarkan barisan aksi secara paksa dengan menembakkan gas air mata dan menembakkan peluru karet. KH Arifin Ilham yang masih berada di Istana bersaksi bahwa, Wapres RI, Menko Polhukam, dan Kapolri memberikan reaksi marah atas kecerobohan petugas keamanan tersebut," papar Bachtiar.

Ia menyesalkan provokasi dari petugas keamanan tersebut padahal Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Muhammad Iriawan dan Pangdam Jaya Teddy Laksmana sudah memerintahkan agar tidak ada tembakan gas air mata ke massa aksi. Berikut kronologi lengkap dari awal demonstrasi dengan tujuan mendorong kepolisian mengusut kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) hingga akhirnya berujung rusuh karena provokasi:

1. Pukul 10.00 WIB pagi GNPF memberikan pengarahan terbatas kepada pengendali barisan aksi dan para orator dengan pesan yang kuat bahwa ini adalah AKSI DAMAI dan harus menunjukkan akhlaqul karimah. 

2. Pukul 11 pagi pimpinan GNPF bersama ulama menetapkan kesepakatan target aksi damai yang akan diperjuangkan kepada Presiden Jokowi. 

3. Usai shalat Jumat di Mesjid Istiqlal semua peserta barisan aksi melakukan longmarch menuju istana sesuai rute yang telah ditetapkan. Orasi di depan istana baru dimulai ba'da ashar. 

4. Pelaksanaan orasi berjalan lancar dengan orator bergantian dari berbagai elemen dipimpin langsung oleh Habib Rizieq Syihab (sebagai Pembina GNPF MUI). 

5. Perundingan pertama mengutus 2 orang Juru Runding GNPF MUI yaitu; KH. Bachtiar Nasir, dan KH. M. Zaitun Razmin untuk mendatangi istana. Hasilnya Juru Runding menolak melakukan perundingan karena hanya akan ditemui oleh Menko Polhukam dan beberapa menteri sebagai utusan resmi Presiden RI. 

6. Juru Runding mendatangi istana untuk kedua kalinya namun kemudian mereka tetap menolak untuk berunding karena istana tetap menawarkan Menko Polhukkam dan petinggi lainnya, sehingga kemudian Juru Runding kembali kepada barisan aksi. 

7. Selanjutnya Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya berinisiatif mendatangi mobil barisan aksi kemudian naik ke atas dan memberi salam hormat kepada peserta aksi. Kedatangan mereka untuk menemui Habib Rizieq Syihab dan menawarkan agar Juru Runding bisa diterima oleh Wapres RI. Habib Rizieq Syihab bersedia memenuhi penawaran tersebut dengan jaminan agar Wapres RI bersedia memerintahkan Kapolri untuk menangkap BTP hari itu juga. 

8. Kemudian Juru Runding mendatangi istana untuk ketigakalinya. Kali ini Juru Runding diikuti juga oleh KH Misbahul Anam. Juru Runding ditemui Wapres RI dan petinggi lainnya. Perundingan berjalan alot. Hasilnya Wapres RI memberikan jaminan akan memproses hukum BTP secara cepat, tegas dan transparan serta minta waktu selama 2 (dua) minggu untuk merealisasikannya. 

9. Juru Runding kembali ke barisan aksi untuk menyampaikan hasil perundingan. Perundingan terakhir ini baru selesai pukul 18.00 wib. Setelah disampaikan, reaksi para peserta aksi tidak bisa menerima hasil tersebut dan bersepakat untuk bermalam di depan Istana Negara. 

10. KH Arifin Ilham dengan inisiatif sendiri berusaha bernegosiasi langsung menemui Wapres RI. 

11. Kericuhan kecil sebenarnya sudah mulai terjadi sebelum rombongan mobil komando tiba, antara massa yang 'terprovokasi' dengan barikade polisi. Agar tidak terjadi bentrok maka Laskar FPI menjadi pagar pembatas antara massa tersebut dengan barikade polisi, tak lama setelah adzan isya berkumandang petugas keamanan secara tiba-tiba melakukan tindakan fisik merangsek dan mendorong untuk membubarkan barisan aksi secara paksa dengan menembakkan gas air mata dan menembakkan peluru karet. KH Arifin Ilham yang masih berada di istana bersaksi bahwa, Wapres RI, Menko Polhukkam, dan Kapolri memberikan reaksi marah atas kecerobohan petugas keamanan tersebut. 

12. Berkali-kali Kapolri dan Panglima TNI memerintahkan aparat untuk berhenti menembak massa lewat pengeras suara namun tak digubris oleh pasukan polisi, bahkan pasukan motor polisi berputar-putar di kerumunan massa sehingga ada yang tertabrak dan tergilas. 

13. Kejadian tersebut telah memakan 1 korban meninggal dunia atas nama Bapak Syahrie Oemar, 65 thn, warga Curug, Tangerang, Banten. Puluhan korban luka akibat tembakan peluru karet, tertabrak motor polisi dan gas air mata. 

14. Barisan Aksi Bela Islam II akhirnya bergerak menginap di pagar luar Gedung MPR/DPR, pada Pk 03.00 dinihari delegasi GNPF diterima oleh Ketua MPR RI, Ketua dan Anggota Komisi 3 DPR, dan Ketua MKD DPR RI, setelah beberapa kali berunding. Keamanan gedung MPR/DPR diambil alih oleh Panglima TNI dan Kapolri yang akan menggusur massa yang menginap di luar pagar Gedung MPR/DPR. 

15. Komisi 3 DPR kemudian memberikan jaminan akan menekan pemerintah pusat untuk memenuhi janjinya di depan massa Aksi Damai. 

16. Pada pukul 04.05 tanggal 5 Nov 2016 secara resmi GNPF MUI membubarkan Aksi Bela Islam II yang ditutup oleh Ketua GNPF MUI damai yang akan diperjuangkan kepada Presiden Jokowi.  (dtk)

Fadli Zon : Jokowi Lebih Peduli Dunia Maya, Ketimbang Dunia Nyata.

Fadli Zon : Jokowi Lebih Peduli Dunia Maya, Ketimbang Dunia Nyata.

Media-Indo INFO - Wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Fadli Zon menilai sikap presiden Joko Widodo, diskriminatif terhadap para demonstrasi aksi bela Islam II, pada Jumat (4/11) kemarin.

Hal itu ditunjukkan Joko Widodo dengan memilih meninjau proyek di bandara Bandara Soekarno Hatta dibanding menemui puluhan ribu rakyatnya. Maka tidak heran apabila peserta demonstrasi kecewa dengan sikap Joko Widodo.

“Pak Jokowi lebih memperhatikan apa yang ada di dunia maya dibanding dunia nyata. Jokowi mengundang ibu rumah tangga yang kena razia satpol PP, tapi kenapa kemarin tidak mau nemui delegasi peserta demo,” keluh Fadli Zon, di Warung Daun, Cikini, Jakarta, pada Sabtu (5/11).

Menurut Politikus Partai Gerindra, sikap diskriminatif yang dilakukan oleh Joko Widodo dapat memupuk kekecewaan terhadap rakyatnya sendiri. Karena hal itu sangat membahayakan bagi demokrasi yang sudah berjalan 18 tahun ini. Tidak menutup kemungkinan aksi yang lebih besar lagi dari peristiwa 4 November. Dia juga berharap Joko Widodo lebih mendengar dan mempedulikan rakyatnya.

Di samping itu, Fadli Zon juga meminta Joko Widodo membuka siapa yang dianggapnya sebagai aktor kerusuhan pada aksi bela Islam II kemarin. Apalagi saat ini sudah pada era demokrasi, sehingga tidak perlu takut untuk membukanya. “ Kalau memang ada aktor silahkan buka saja,” katanya.[republika]

Fadli Zon : Jokowi Lebih Peduli Dunia Maya, Ketimbang Dunia Nyata.

Fadli Zon : Jokowi Lebih Peduli Dunia Maya, Ketimbang Dunia Nyata.

POSMETRO INFO - Wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Fadli Zon menilai sikap presiden Joko Widodo, diskriminatif terhadap para demonstrasi aksi bela Islam II, pada Jumat (4/11) kemarin.

Hal itu ditunjukkan Joko Widodo dengan memilih meninjau proyek di bandara Bandara Soekarno Hatta dibanding menemui puluhan ribu rakyatnya. Maka tidak heran apabila peserta demonstrasi kecewa dengan sikap Joko Widodo.

“Pak Jokowi lebih memperhatikan apa yang ada di dunia maya dibanding dunia nyata. Jokowi mengundang ibu rumah tangga yang kena razia satpol PP, tapi kenapa kemarin tidak mau nemui delegasi peserta demo,” keluh Fadli Zon, di Warung Daun, Cikini, Jakarta, pada Sabtu (5/11).

Menurut Politikus Partai Gerindra, sikap diskriminatif yang dilakukan oleh Joko Widodo dapat memupuk kekecewaan terhadap rakyatnya sendiri. Karena hal itu sangat membahayakan bagi demokrasi yang sudah berjalan 18 tahun ini. Tidak menutup kemungkinan aksi yang lebih besar lagi dari peristiwa 4 November. Dia juga berharap Joko Widodo lebih mendengar dan mempedulikan rakyatnya.

Di samping itu, Fadli Zon juga meminta Joko Widodo membuka siapa yang dianggapnya sebagai aktor kerusuhan pada aksi bela Islam II kemarin. Apalagi saat ini sudah pada era demokrasi, sehingga tidak perlu takut untuk membukanya. “ Kalau memang ada aktor silahkan buka saja,” katanya.[republika]

Pengamat : Cueki Ratusan Ribu Demonstran, Jokowi Melecehkan Aspirasi Rakyat.

Pengamat : Cueki Demonstran, Jokowi Melecehkan Aspirasi Rakyat.

Media-Indo INFO - Ratusan ribu masa demonstran yang merangsek ke Istana Negara untuk menyampaikan aspirasi umat Islam kepada Presiden telah dilecehkan Presiden Jokowi. Sebab ternyata Jokowi bersama Menteri Perhubungan Budi Karya keluar Istana secara mendadak sekitar jam 11-an meninggalkan demonstran, lebih memilih meninjau proyek kereta bandara di Soekarno-Hatta, Tangerang Banten. Padahal diketahui hari jumat ini  tidak ada agenda Presiden  untuk berkunjung ke proyek kereta bandara. Kunjungan ke proyek kereta bandara itu sebenarnya cukup dilakukan oleh Menteri Perhubungan.

Kontras dengan antusiasme Jokowi saat ngajak rakyat untuk berdendang ria di Istana pada hari sumpah pemuda 28 oktober lalu, bahkan ia umumkan sendiri melalui twetter. Kesan yang muncul dari fakta itu adalah Jokowi lebih suka bersenang-senang di Istana dibanding mendengarkan aspirasi rakyat.

Saya mencermati menjauhnya Jokowi dari demonstrasi  menunjukan gagalnya Jokowi memahami masalah rakyat. Bahwa demonstrasi besar hari ini sesungguhnya ekspresi dari akumulasi berbagai persoalan Jakarta sekaligus warning untuk penguasa yang seharusnya didengar langsung oleh Presiden. Karena rakyat adalah sejatinya pemegang kedaulatan yang harus didengar pemimpin.

Bukankah Abraham Lincoln sejak ratusan tahun lalu (1808-1865) dengan tegas mengemukakan dan mengingtkan bahwa Democracy is a government of the people, by the people, and for the people. Substansinya adalah rakyat berdaulat dan dengarkan rakyat.

Bung Karno dalam buku Dibawah Bendera Revolusi (terbit tahun1965) mengingatkan pentingnya mendengar kaum marhaen (rakyat jelata) dan Bung Hatta dalam buku Demokrasi Kita (2010) bahwa sejak tahun 1930an Hatta mengingatkan pentingnya mendengar kemauan rakyat.

Sebab dengan mendengar rakyat tujuan politik yang ribuan tahun lalu oleh Aristoteles (450 SM)  disebut en dam onia (the good life) akan lebih mudah terwujud. Jika benar Jokowi cuek dengan demonstrasi besar maka secara substantif tidak layak Jokowi menjadi kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang secara ideologis melekat pada partai tersebut pemikiran demokrasi.

Selain melecehkan demonstrasi ratusan ribu rakyat tersebut, dengan meninggalkan Istana memungkinkan ditafsirkan bahwa Jokowi ketakutan berdialog dengan para pemimpin demontrasi. Menariknya mengapa Jokowi ke proyek kereta bandara Soekarno-Hatta? Itu memperkuat munculnya tafsir bahwa dengan berada di proyek kereta bandara, jika terjadi sesuatu di istana Jokowi dengan mudah meninggalkan Jakarta.

Yang lebih berbahaya adalah membuka peluang untuk memaknai bahwa Jokowi mengabaikan keresahan rakyat dan mulai menunjukan kesombonganya. Ini sumber ketegangan baru antara rakyat dengan Presiden. Kanal aspirasi yang seharusnya dibuka dengan mudah (dialog) sehingga tidak menimbulkan kekecewaan rakyat justru ditutup.

Saya kira dengan cara meninggalkan Istana saat ratusan ribu rakyat ingin menemuinya di istana adalah kemunduran dari kualitas kepemimpinan Jokowi.[republika]

Pengamat : Cueki Ratusan Ribu Demonstran, Jokowi Melecehkan Aspirasi Rakyat.

Pengamat : Cueki Demonstran, Jokowi Melecehkan Aspirasi Rakyat.

POSMETRO INFO - Ratusan ribu masa demonstran yang merangsek ke Istana Negara untuk menyampaikan aspirasi umat Islam kepada Presiden telah dilecehkan Presiden Jokowi. Sebab ternyata Jokowi bersama Menteri Perhubungan Budi Karya keluar Istana secara mendadak sekitar jam 11-an meninggalkan demonstran, lebih memilih meninjau proyek kereta bandara di Soekarno-Hatta, Tangerang Banten. Padahal diketahui hari jumat ini  tidak ada agenda Presiden  untuk berkunjung ke proyek kereta bandara. Kunjungan ke proyek kereta bandara itu sebenarnya cukup dilakukan oleh Menteri Perhubungan.

Kontras dengan antusiasme Jokowi saat ngajak rakyat untuk berdendang ria di Istana pada hari sumpah pemuda 28 oktober lalu, bahkan ia umumkan sendiri melalui twetter. Kesan yang muncul dari fakta itu adalah Jokowi lebih suka bersenang-senang di Istana dibanding mendengarkan aspirasi rakyat.

Saya mencermati menjauhnya Jokowi dari demonstrasi  menunjukan gagalnya Jokowi memahami masalah rakyat. Bahwa demonstrasi besar hari ini sesungguhnya ekspresi dari akumulasi berbagai persoalan Jakarta sekaligus warning untuk penguasa yang seharusnya didengar langsung oleh Presiden. Karena rakyat adalah sejatinya pemegang kedaulatan yang harus didengar pemimpin.

Bukankah Abraham Lincoln sejak ratusan tahun lalu (1808-1865) dengan tegas mengemukakan dan mengingtkan bahwa Democracy is a government of the people, by the people, and for the people. Substansinya adalah rakyat berdaulat dan dengarkan rakyat.

Bung Karno dalam buku Dibawah Bendera Revolusi (terbit tahun1965) mengingatkan pentingnya mendengar kaum marhaen (rakyat jelata) dan Bung Hatta dalam buku Demokrasi Kita (2010) bahwa sejak tahun 1930an Hatta mengingatkan pentingnya mendengar kemauan rakyat.

Sebab dengan mendengar rakyat tujuan politik yang ribuan tahun lalu oleh Aristoteles (450 SM)  disebut en dam onia (the good life) akan lebih mudah terwujud. Jika benar Jokowi cuek dengan demonstrasi besar maka secara substantif tidak layak Jokowi menjadi kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang secara ideologis melekat pada partai tersebut pemikiran demokrasi.

Selain melecehkan demonstrasi ratusan ribu rakyat tersebut, dengan meninggalkan Istana memungkinkan ditafsirkan bahwa Jokowi ketakutan berdialog dengan para pemimpin demontrasi. Menariknya mengapa Jokowi ke proyek kereta bandara Soekarno-Hatta? Itu memperkuat munculnya tafsir bahwa dengan berada di proyek kereta bandara, jika terjadi sesuatu di istana Jokowi dengan mudah meninggalkan Jakarta.

Yang lebih berbahaya adalah membuka peluang untuk memaknai bahwa Jokowi mengabaikan keresahan rakyat dan mulai menunjukan kesombonganya. Ini sumber ketegangan baru antara rakyat dengan Presiden. Kanal aspirasi yang seharusnya dibuka dengan mudah (dialog) sehingga tidak menimbulkan kekecewaan rakyat justru ditutup.

Saya kira dengan cara meninggalkan Istana saat ratusan ribu rakyat ingin menemuinya di istana adalah kemunduran dari kualitas kepemimpinan Jokowi.[republika]

Denny JA : "People power terbesar sejak Reformasi; #411 Tamatkah Ahok?"

Denny JA : "People power terbesar sejak Reformasi; #411, Jangan Abaikan suara mereka. Tamatkah Ahok?"

Media-Indo INFO - Peneliti lembaga survei Denny JA menilai, demonstrasi yang dilakukan pada Jumat (4/11) merupakan gerakan people power terbesar. Ia pun berharap pemerintah tak mengabaikan suara mereka. 

"People power terbesar sejak Reformasi; #411, Jangan Abaikan suara mereka. Tamatkah Ahok?" tanyanya lewat kicauan Twitter, kemarin. 

Ratusan ribu orang mengikuti demonstrasi yang menuntut agar Gubenur DKI pejawat Basuki Tjahaja Purnama diproses hukum terkait kasus dugaan penistaan agama. Demonstran memenuhi jalanan jalan Merdeka Selatan, kawasan Istiqlal hingga Bundaran Hotel Indonesia. 

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengungkapkan, belum pernah kawasan Istiqlal dan Medan Merdeka dipenuhi manusia dan mengepung Istana sebesar aksi damai, kemarin. Belum pernah, kata ia, Masjid Istiqlal kebanggaan Indonesia itu menampung jamaah sebesar kemarin.

"Massa dari seluruh penjuru bangsa dan tiada henti berdatangan dengan zikir dan lagu kebangsaan yang sama. #Rafleksi411," ujar Fahri lewat kicauan di Twitter-nya, Sabtu (5/11).

Fahri mengatakan, sebuah kesadaran yang masif telah hadir. Mereka siap berkorban dan sabar. Semua itu pun telah ditunjukkan. Peristiwa aksi damai itu, kata ia, tak akan sia dan telah menjadi penanda.

"Kemarin kita telah dimenangkan, rakyat telah dibangkitkan dan ummat telah menemukan momentum konsolidasinya. #Refleksi411," ungkapnya.  "Kita ini orang jalanan dan mengerti makna setiap peristiwa jalanan. #Refleksi411."[republika]

Denny JA : "People power terbesar sejak Reformasi; #411 Tamatkah Ahok?"

Denny JA : "People power terbesar sejak Reformasi; #411, Jangan Abaikan suara mereka. Tamatkah Ahok?"

POSMETRO INFO - Peneliti lembaga survei Denny JA menilai, demonstrasi yang dilakukan pada Jumat (4/11) merupakan gerakan people power terbesar. Ia pun berharap pemerintah tak mengabaikan suara mereka. 

"People power terbesar sejak Reformasi; #411, Jangan Abaikan suara mereka. Tamatkah Ahok?" tanyanya lewat kicauan Twitter, kemarin. 

Ratusan ribu orang mengikuti demonstrasi yang menuntut agar Gubenur DKI pejawat Basuki Tjahaja Purnama diproses hukum terkait kasus dugaan penistaan agama. Demonstran memenuhi jalanan jalan Merdeka Selatan, kawasan Istiqlal hingga Bundaran Hotel Indonesia. 

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengungkapkan, belum pernah kawasan Istiqlal dan Medan Merdeka dipenuhi manusia dan mengepung Istana sebesar aksi damai, kemarin. Belum pernah, kata ia, Masjid Istiqlal kebanggaan Indonesia itu menampung jamaah sebesar kemarin.

"Massa dari seluruh penjuru bangsa dan tiada henti berdatangan dengan zikir dan lagu kebangsaan yang sama. #Rafleksi411," ujar Fahri lewat kicauan di Twitter-nya, Sabtu (5/11).

Fahri mengatakan, sebuah kesadaran yang masif telah hadir. Mereka siap berkorban dan sabar. Semua itu pun telah ditunjukkan. Peristiwa aksi damai itu, kata ia, tak akan sia dan telah menjadi penanda.

"Kemarin kita telah dimenangkan, rakyat telah dibangkitkan dan ummat telah menemukan momentum konsolidasinya. #Refleksi411," ungkapnya.  "Kita ini orang jalanan dan mengerti makna setiap peristiwa jalanan. #Refleksi411."[republika]

Ustadz Felx Siauw : Jelang Aksi Damai Banyak Akun Buzzer Tak Jelas Memfitnah Ulama.

Ustadz Felx Siauw : Banyak Akun Buzzer Tak Jelas Memfitnah Ulama.

Media-Indo INFO - Pendakwah, Ustaz Felx Siauw meminta netizen bersabar dengan serangan akun-akun tidak jelas di media sosial Twitter. Menurut Felix, akun-akun tersebut dari awal memang tidak suka dengan gerakan aksi damai Bela Islam dan cenderung membela terduga penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok.)

"Lanjutkan #BelaQuran. Saat-saat ini, mereka yang sedari awal sinis dan nyinyir akan aksi #BelaQuran, senang dan memanfaatkan berita," tulis Felix lewat akun @felixsiauw, Sabtu (5/11).

Felix mengatakan, akun tersebut selalu memfitnah ulama, melecehkan gerakan #BelaQuran, dan selalu membela penista Alqur'an. Mereka menutup mata akan keadilan dan kebenaran.

"Jika mendapatkan akun-akun semisal itu jangan risau, walau nama, fotonya dan mengaku Muslim. Yakinlah Muslim tak begitu kelakuannya," katanya.

Saat-saat seperti ini, kata Felix, Muslim sedang diuji. Apakah akan percaya kepada ulama yang jelas-jelas cinta agamanya dan telah dipercayai dan diikuti. "Atau (lebih percaya) sekelompok provokator."

Menurut dia, di media sosial semua berita simpang siur. Karena itu, Muslim harus bersabar dan menunggu penjelasan dari ulama.

"Bagaimana kejadiannya biar ulama menjelaskannya pada kita, dengarkan ulama, yang lain abaikan," kata Felix. "Insya Allah dari ulama dan asatidz di GNPF-MUI akan press conference selepas dzuhur nanti. Dengarkan ulama dan abaikan yang lain."

Sebelumnya, kerusuhan sempat terjadi setelah aksi damai Umat Islam selesai pada Jumat (4/11), malam. Akibatnya, dua unit truk polisi dibakar dan puluhan massa aksi dilarikan kerumah sakit karena terkena gas air mata dan peluru karet.[republika]

Ustadz Felx Siauw : Jelang Aksi Damai Banyak Akun Buzzer Tak Jelas Memfitnah Ulama.

Ustadz Felx Siauw : Banyak Akun Buzzer Tak Jelas Memfitnah Ulama.

POSMETRO INFO - Pendakwah, Ustaz Felx Siauw meminta netizen bersabar dengan serangan akun-akun tidak jelas di media sosial Twitter. Menurut Felix, akun-akun tersebut dari awal memang tidak suka dengan gerakan aksi damai Bela Islam dan cenderung membela terduga penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok.)

"Lanjutkan #BelaQuran. Saat-saat ini, mereka yang sedari awal sinis dan nyinyir akan aksi #BelaQuran, senang dan memanfaatkan berita," tulis Felix lewat akun @felixsiauw, Sabtu (5/11).

Felix mengatakan, akun tersebut selalu memfitnah ulama, melecehkan gerakan #BelaQuran, dan selalu membela penista Alqur'an. Mereka menutup mata akan keadilan dan kebenaran.

"Jika mendapatkan akun-akun semisal itu jangan risau, walau nama, fotonya dan mengaku Muslim. Yakinlah Muslim tak begitu kelakuannya," katanya.

Saat-saat seperti ini, kata Felix, Muslim sedang diuji. Apakah akan percaya kepada ulama yang jelas-jelas cinta agamanya dan telah dipercayai dan diikuti. "Atau (lebih percaya) sekelompok provokator."

Menurut dia, di media sosial semua berita simpang siur. Karena itu, Muslim harus bersabar dan menunggu penjelasan dari ulama.

"Bagaimana kejadiannya biar ulama menjelaskannya pada kita, dengarkan ulama, yang lain abaikan," kata Felix. "Insya Allah dari ulama dan asatidz di GNPF-MUI akan press conference selepas dzuhur nanti. Dengarkan ulama dan abaikan yang lain."

Sebelumnya, kerusuhan sempat terjadi setelah aksi damai Umat Islam selesai pada Jumat (4/11), malam. Akibatnya, dua unit truk polisi dibakar dan puluhan massa aksi dilarikan kerumah sakit karena terkena gas air mata dan peluru karet.[republika]

Dilarikan ke Rumah sakit karena Terluka, Begini kondisi Terkini Ustadz Arifin Ilham.

Dilarikan ke Rumah sakit karena Terluka, Begini kondisi Terkini Ustadz Arifin Ilham.

Media-Indo INFO - cc Bukan hanya sang ayah, Alvin menuliskan ulama besar Syaikh Ali Jabir juga terluka dalam aksi unjuk rasa damai tersebut.

"Kondisi terkini abi arifin ilham terkena serangan dan sedang di RS, guru dan ulama besar kita juga syaikh ali jabir diinfokan terkena serangan gas air mata, doakan semua selamat dan aman, untuk kronologi kerusuhan saya sudah dapatkan infonya sekarang tinggal menunggu kepastian dan mengumpulkan bukti supaya tidak terjadi kesalahpahaman#AksiDamai #AksiBelaAlquran #AksiBelaQuran."

Dalam postingan Alvin, ia tak mengungkapkan kronologi dari terlukanya sang ayah. Postingan terakhir, KH Arifin Ilham sudah tiba di kediaman, meski dalam kondisi yang kurang sehat usai mendapatkan penanganan medis. Terlihat, selang melingkar di hidung KH Arifin Ilham.

"Alhamdulilah Abi arifin ilham sudah tiba di rumah dengan kondisi sedikit kurang sehat, ini keadaan di lapangan tadi saat abi dilarikan ke rumah sakit, ulama2 kita dilaporkan juga banyak yang terkena serangan, salah satunya adalah syeikh ali jabir, semoga Allah sembuhkan dan lindungi semuanya, aamiin #AksiBelaAlquran #AksiBelaQuran #AksiDamai."[tribun]

Dilarikan ke Rumah sakit karena Terluka, Begini kondisi Terkini Ustadz Arifin Ilham.

Dilarikan ke Rumah sakit karena Terluka, Begini kondisi Terkini Ustadz Arifin Ilham.

POSMETRO INFO - cc Bukan hanya sang ayah, Alvin menuliskan ulama besar Syaikh Ali Jabir juga terluka dalam aksi unjuk rasa damai tersebut.

"Kondisi terkini abi arifin ilham terkena serangan dan sedang di RS, guru dan ulama besar kita juga syaikh ali jabir diinfokan terkena serangan gas air mata, doakan semua selamat dan aman, untuk kronologi kerusuhan saya sudah dapatkan infonya sekarang tinggal menunggu kepastian dan mengumpulkan bukti supaya tidak terjadi kesalahpahaman#AksiDamai #AksiBelaAlquran #AksiBelaQuran."

Dalam postingan Alvin, ia tak mengungkapkan kronologi dari terlukanya sang ayah. Postingan terakhir, KH Arifin Ilham sudah tiba di kediaman, meski dalam kondisi yang kurang sehat usai mendapatkan penanganan medis. Terlihat, selang melingkar di hidung KH Arifin Ilham.

"Alhamdulilah Abi arifin ilham sudah tiba di rumah dengan kondisi sedikit kurang sehat, ini keadaan di lapangan tadi saat abi dilarikan ke rumah sakit, ulama2 kita dilaporkan juga banyak yang terkena serangan, salah satunya adalah syeikh ali jabir, semoga Allah sembuhkan dan lindungi semuanya, aamiin #AksiBelaAlquran #AksiBelaQuran #AksiDamai."[tribun]

AA Gym : "Silakan Perhatikan... Inikah Provokator 4 November ?"

AA Gym : "Silakan Perhatikan... Inikah Provokator 4 November ?"

Media-Indo INFO - Pemimpin Pondok Pesantren Darut Tauhid, Abdullah Gymastiar (Aa Gym) mengunggah sebuah foto pada detik-detik sebelum terjadi kerusuhan di depan Istana Negara di media sosial Twitter, Sabtu (5/11). Aa Gym meminta netizen untuk menilai perawakan sosok dalam foto tersebut. 

"Silakan perhatikan, mungkinkah ini provokatornya semalam?" tulis Aa Gym lewat akun @aagym. 

Seperti diketahui, kerusuhan sempat terjadi setelah aksi damai Umat Islam selesai pada Jumat (4/11), malam. Akibatnya, dua unit truk polisi dibakar dan puluhan massa aksi dilarikan kerumah sakit karena terkena gas air mata dan peluru karet. Diduga, kerusuhan itu juga dikarenakan Presiden Joko Widodo yang tidak menemui massa aksi.

Dalam foto yang diunggah Aa Gym, terlihat beberapa orang pemuda yang perawakannya tidak seperti massa aksi biasanya. Sebab, massa aksi 4 November tersebut didominasi berpakaian Muslim. 

Terlihat aksi para pemuda itu menyerang brikade aparat keamanan. Sementara, massa berpeci terlihat terpisah dari mereka dan ada juga yang mencoba menghentikan. [republika]

AA Gym : "Silakan Perhatikan... Inikah Provokator 4 November ?"

AA Gym : "Silakan Perhatikan... Inikah Provokator 4 November ?"

POSMETRO INFO - Pemimpin Pondok Pesantren Darut Tauhid, Abdullah Gymastiar (Aa Gym) mengunggah sebuah foto pada detik-detik sebelum terjadi kerusuhan di depan Istana Negara di media sosial Twitter, Sabtu (5/11). Aa Gym meminta netizen untuk menilai perawakan sosok dalam foto tersebut. 

"Silakan perhatikan, mungkinkah ini provokatornya semalam?" tulis Aa Gym lewat akun @aagym. 

Seperti diketahui, kerusuhan sempat terjadi setelah aksi damai Umat Islam selesai pada Jumat (4/11), malam. Akibatnya, dua unit truk polisi dibakar dan puluhan massa aksi dilarikan kerumah sakit karena terkena gas air mata dan peluru karet. Diduga, kerusuhan itu juga dikarenakan Presiden Joko Widodo yang tidak menemui massa aksi.

Dalam foto yang diunggah Aa Gym, terlihat beberapa orang pemuda yang perawakannya tidak seperti massa aksi biasanya. Sebab, massa aksi 4 November tersebut didominasi berpakaian Muslim. 

Terlihat aksi para pemuda itu menyerang brikade aparat keamanan. Sementara, massa berpeci terlihat terpisah dari mereka dan ada juga yang mencoba menghentikan. [republika]