Loading...

Bentrok di Istana Merdeka, 2 Warga dan 1 Polisi Terluka


Media Indo - Dua pengunjuk rasa dan satu anggota polisi dilaporkan terluka dalam bentrok antara polisi dengan pengunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat. 

Pantauan SINDOnews, bentrok antara aparat kepolisian dengan massa ini terjadi di dua titik yakni, depan pintu gerbang Monas utara Jalan Medan Merdeka Utara dan depan RRI. Ratusan massa membalas tembakan gas air mata yang dilepaskan polisi menggunakan batu, dan kayu. 

Sebanyak dua warga, dan satu orang anggota polisi terluka dalam bentrok yang masih berlangsung tersebut. Para korban luka dibawa langsung ke mobil ambulans guna mendapatkan perawatan. (sn)

Bentrok di Istana Merdeka, 2 Warga dan 1 Polisi Terluka


Blog Tausiah - Dua pengunjuk rasa dan satu anggota polisi dilaporkan terluka dalam bentrok antara polisi dengan pengunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat. 

Pantauan SINDOnews, bentrok antara aparat kepolisian dengan massa ini terjadi di dua titik yakni, depan pintu gerbang Monas utara Jalan Medan Merdeka Utara dan depan RRI. Ratusan massa membalas tembakan gas air mata yang dilepaskan polisi menggunakan batu, dan kayu. 

Sebanyak dua warga, dan satu orang anggota polisi terluka dalam bentrok yang masih berlangsung tersebut. Para korban luka dibawa langsung ke mobil ambulans guna mendapatkan perawatan. (sn)

Massa Beratribut HMI Kian 'Panas', FPI Lantunkan Zikir untuk Menenangkan


Media Indo - Suasana di jalan Medan Merdeka Barat kian 'tegang'. Massa pendemo beratribut Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) terlibat adu dorong dengan polisi. 

Upaya polisi mendesak mundur dengan menembakkan gas air mata tak behasil. Di saat massa HMI kian 'panas' terlibat adu dorong dengan polisi, sejumlah orang beratribut Front Pembela Islam berusaha menenangkan dengan melantunkan zikir, takbir dan tahmid. 

"La illaha illa Allah, La illaha illa Allah, La illaha illa Allah...," teriak massa beratribut FPI. 

Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal M. Iriawan yang datang berusaha untuk menenangkan massa. "Kami (polisi) bersama kalian," kata Iriawan melalui pengeras suara. 

Hingga pukul 20.00 WIB tadi massa beratribut HMI terus melemparkan batu, bambul, botol air mineral dan kayu ke arah polisi. Kini massa sudah berhasil merangsek mendekat Istana Negara. 

Pasukan Brimob bersiaga di area Ring 1 dengan membentuk barikade dibantu oleh prajurit TNI. (dtk)

Tembus Ring Satu Istana, Pendemo Paksa Temui Jokowi


Media Indo - Pengunjuk rasa terus berupaya menembus ring satu pengamanan komplek Istana Negara, Jakarta untuk menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (4/11). Aksi itu membuat bentrokan dengan aparat gabungan Polri-TNI tidak terhindarkan.

Di ruas Jalan Medan Merdeka Barat, massa sudah berhasil duduki pos polisi di seberang komplek Istana atau di pertigaan Jalan Majapahit.

lemparan batu dan benda-benda keras lain terus berlangsung antara massa dengan petugas. Tak ketinggalan, polisi terus menembakkan gas air mata dan menyemprotkan air.

Aksi massa yang merangsek di ring satu membuat dua kendaraan taktis polisi mundur ke arah Gedung Sekretariat Negara. Barikade bertameng pun semakin diperketat untuk melindungi komplek Istana. [rmol]

Tembus Ring Satu Istana, Pendemo Paksa Temui Jokowi


Blog Tausiah - Pengunjuk rasa terus berupaya menembus ring satu pengamanan komplek Istana Negara, Jakarta untuk menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (4/11). Aksi itu membuat bentrokan dengan aparat gabungan Polri-TNI tidak terhindarkan.

Di ruas Jalan Medan Merdeka Barat, massa sudah berhasil duduki pos polisi di seberang komplek Istana atau di pertigaan Jalan Majapahit.

lemparan batu dan benda-benda keras lain terus berlangsung antara massa dengan petugas. Tak ketinggalan, polisi terus menembakkan gas air mata dan menyemprotkan air.

Aksi massa yang merangsek di ring satu membuat dua kendaraan taktis polisi mundur ke arah Gedung Sekretariat Negara. Barikade bertameng pun semakin diperketat untuk melindungi komplek Istana. [rmol]

Massa Beratribut HMI Kian 'Panas', FPI Lantunkan Zikir untuk Menenangkan


Blog Tausiah - Suasana di jalan Medan Merdeka Barat kian 'tegang'. Massa pendemo beratribut Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) terlibat adu dorong dengan polisi. 

Upaya polisi mendesak mundur dengan menembakkan gas air mata tak behasil. Di saat massa HMI kian 'panas' terlibat adu dorong dengan polisi, sejumlah orang beratribut Front Pembela Islam berusaha menenangkan dengan melantunkan zikir, takbir dan tahmid. 

"La illaha illa Allah, La illaha illa Allah, La illaha illa Allah...," teriak massa beratribut FPI. 

Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal M. Iriawan yang datang berusaha untuk menenangkan massa. "Kami (polisi) bersama kalian," kata Iriawan melalui pengeras suara. 

Hingga pukul 20.00 WIB tadi massa beratribut HMI terus melemparkan batu, bambul, botol air mineral dan kayu ke arah polisi. Kini massa sudah berhasil merangsek mendekat Istana Negara. 

Pasukan Brimob bersiaga di area Ring 1 dengan membentuk barikade dibantu oleh prajurit TNI. (dtk)

Minta Massa Berhenti, Seruan Panglima TNI dan Kapolri Dicuekin Demonstran


Media Indo - Suasana Aksi Bela Islam II yang semula berlangsung damai berubah menjadi rusuh. Polisi terpaksa menembakkan gas air mata untuk menghalau massa aksi yang terus merangsek maju ke depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka, Jakarta (Jumat malam, 4/11).

Gas air mata terus-terusan di tembakkan Polisi ke udara. Ribuan massa aksi tetap bertahan dan semakin merangsek maju, hingga pukul 20.28 WIB tadi.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo pun naik ke mobil pengamanan untuk menyerukan meminta agar aparat menghentikan tembakan gas air mata.

"Saya panglima TNI dan Kapolri, meminta untuk berhenti menembakkan gas air mata ke saudara-saudara kita," kata Panglima diikuti kalimat serupa oleh Kapolri.

Namun seruan dua komandan tertinggi ini tidak dihiraukan oleh aparat. Selagi mereka berdua berbicara, aparat terus menembakan gas air mata. 

Seusai menembakkan gas air mata di konsentrasi massa depan Pintu Barat Lingkar Silang Monas, polisi kemudian menembak ke arah konsentrasi massa di depan gedung Mahkamah Agung. Hal ini membuat situasi makin tak terkendali. [rmol]