Loading...

Massa di Penjaringan Kembali Ricuh, Lempar Aparat Keamanan dengan Batu


Media Indo - Massa di Penjaringan kembali membuat kericuhan. Massa melemparkan batu ke arah aparat keamanan gabungan.

Wartawan CNN Indonesia, Fitria Sungkar melaporkan pelemparan batu terjadi sekitar pukul 21.50 WIB, Jumat (4/11/2016). Polisi dan personel TNI bersiaga berhadap-hadapan dengan massa. 

Kericuhan ini terjadi di dekat Halte bus TransJakarta Pakin, Jl Gedong Panjang, Penjaringan, Jakarta Utara. Sebelumnya massa juga merusak 3 minimarket dan toko bunga. 

Saat pengrusakan terjadi, personel polisi menembakkan gas air mata ke arah massa. Namun beberapa saat kemudian, pelemparan batu ke arah personel keamanan kembali terjadi.  [dtk]

Massa di Penjaringan Kembali Ricuh, Lempar Aparat Keamanan dengan Batu


Blog Tausiah - Massa di Penjaringan kembali membuat kericuhan. Massa melemparkan batu ke arah aparat keamanan gabungan.

Wartawan CNN Indonesia, Fitria Sungkar melaporkan pelemparan batu terjadi sekitar pukul 21.50 WIB, Jumat (4/11/2016). Polisi dan personel TNI bersiaga berhadap-hadapan dengan massa. 

Kericuhan ini terjadi di dekat Halte bus TransJakarta Pakin, Jl Gedong Panjang, Penjaringan, Jakarta Utara. Sebelumnya massa juga merusak 3 minimarket dan toko bunga. 

Saat pengrusakan terjadi, personel polisi menembakkan gas air mata ke arah massa. Namun beberapa saat kemudian, pelemparan batu ke arah personel keamanan kembali terjadi.  [dtk]

Ustaz Arifin Ilham Dilarikan ke RS Budi Kemuliaan


Media Indo - Kericuhan yang terjadi selepas aksi damai 'Bela Islam Jilid II' selesai pada Jumat (4/11) waktu Maghrib memakan sejumlah korban cedera. Salah satunya adalah ustaz Arifin Ilham yang langsung dilarikan ke rumah sakit Budi Kemuliaan.

''Korban luka kebanyakan dilarikan ke UGD rumah sakit Budi Kemulian, termasuk ustaz Arifin Ilham dan habib-habib yang dirawat di Budi Kemuliaan,'' kata dr Syarif Darmawan dari Rumah Sakit Dompet Dhuafa kepada Republika.co.id, di Jakarta, Jumat (4/11) malam.

Syarif mengaku belum tahu pasti terkait cedera atau luka yang dialami oleh ustaz Arifin Ilham. Tapi, kata Syarif, infonya yakni ustaz Arifin Ilham terpeleset dari panggung. ''Tapi, hal tersebut belum bisa dipastikan,'' katanya.

Syarif hanya mengonfirmasi bahwa ustaz Arifin Ilham dilarikan ke Rumah Sakit Budi Kemulian. Dia kini sedang mencoba memberi pertolongan bagi korban yang menyelamatkan diri ke mushalah sebuah resto di dekat lokasi insiden kericuhan.

Dr Syarif mengatakan ada 30 korban yang menyelamatkan diri ke resto di sekitar lokasi insiden di jalan Abdul Muis. Mereka ada yang mengalami sesak nafas, mata pedih, dan luka akibat terinjak-injak.

''Dari 30 orang, dua orang dilarikan ke rumah sakit Budi Kemuliaan yang jaraknya memang sekitar setengah kilo dari sini,'' katanya.

Syarif mengatakan dua korban yang dilarikan ke RS Budi Kemulian itu mengalami gangguan sesak nafas. Meski sudah diberi pertolongan, keduanya masih mengalami sesak nafas sehingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

Sementara, selebihnya masih bisa ditangani di tempat darurat di ruang mushalah di salah satu resto di jalan Abdul Muis tersebut. Termasuk korban yang mengalami cedera akibat terinjak-injak badannya. ''Ketika diperiksa paru-parunya, tidak ada pecah paru-paru atau patah tulang paru-paru,'' katanya.

Salah satu saksi mata yang tidak ingin disebutkan namanya, sebelumnya mengatakan kericuhan dipicu dari aksi segerombolan orang yang memakai label komponen HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) memprovokasi aparat kepolisian dengan lemparan botol.

''Massa berlabel komponen HMI memprovokasi polisi dengan melempari botol minuman,'' kata saksi mata kepada Republika.co.id, di Jakarta, Jumat (4/11) malam. ''Polisi jadi represif dan melepaskan tembakan gas air mata.''

Saksi mata yang merupakan demonstran dari komponen masyarakat umum saat itu sedang berada di belakang kelompok HMI. Kelompok berlabel HMI yang jumlahnya tidak lebih dari 20 orang itu berhadap-hadapan langsung dengan aparat kepolisian.

''Awalnya ada lemparan botol, lalu ada lepasan tembakan gas air mata,'' kata saksi mata yang terkena tembakan gas air mata pada bagian kakinya. ''Kejadiannya persis selepas adzan Isya.''

Saksi mata yang datang dari Grogol, Jakarta Barat itu langsung melarikan diri ke arah jalan Abdul Muis. Dia mendapat perawatan di mushalah salah satu resto di sana. [rol]

Ustaz Arifin Ilham Dilarikan ke RS Budi Kemuliaan


Blog Tausiah - Kericuhan yang terjadi selepas aksi damai 'Bela Islam Jilid II' selesai pada Jumat (4/11) waktu Maghrib memakan sejumlah korban cedera. Salah satunya adalah ustaz Arifin Ilham yang langsung dilarikan ke rumah sakit Budi Kemuliaan.

''Korban luka kebanyakan dilarikan ke UGD rumah sakit Budi Kemulian, termasuk ustaz Arifin Ilham dan habib-habib yang dirawat di Budi Kemuliaan,'' kata dr Syarif Darmawan dari Rumah Sakit Dompet Dhuafa kepada Republika.co.id, di Jakarta, Jumat (4/11) malam.

Syarif mengaku belum tahu pasti terkait cedera atau luka yang dialami oleh ustaz Arifin Ilham. Tapi, kata Syarif, infonya yakni ustaz Arifin Ilham terpeleset dari panggung. ''Tapi, hal tersebut belum bisa dipastikan,'' katanya.

Syarif hanya mengonfirmasi bahwa ustaz Arifin Ilham dilarikan ke Rumah Sakit Budi Kemulian. Dia kini sedang mencoba memberi pertolongan bagi korban yang menyelamatkan diri ke mushalah sebuah resto di dekat lokasi insiden kericuhan.

Dr Syarif mengatakan ada 30 korban yang menyelamatkan diri ke resto di sekitar lokasi insiden di jalan Abdul Muis. Mereka ada yang mengalami sesak nafas, mata pedih, dan luka akibat terinjak-injak.

''Dari 30 orang, dua orang dilarikan ke rumah sakit Budi Kemuliaan yang jaraknya memang sekitar setengah kilo dari sini,'' katanya.

Syarif mengatakan dua korban yang dilarikan ke RS Budi Kemulian itu mengalami gangguan sesak nafas. Meski sudah diberi pertolongan, keduanya masih mengalami sesak nafas sehingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

Sementara, selebihnya masih bisa ditangani di tempat darurat di ruang mushalah di salah satu resto di jalan Abdul Muis tersebut. Termasuk korban yang mengalami cedera akibat terinjak-injak badannya. ''Ketika diperiksa paru-parunya, tidak ada pecah paru-paru atau patah tulang paru-paru,'' katanya.

Salah satu saksi mata yang tidak ingin disebutkan namanya, sebelumnya mengatakan kericuhan dipicu dari aksi segerombolan orang yang memakai label komponen HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) memprovokasi aparat kepolisian dengan lemparan botol.

''Massa berlabel komponen HMI memprovokasi polisi dengan melempari botol minuman,'' kata saksi mata kepada Republika.co.id, di Jakarta, Jumat (4/11) malam. ''Polisi jadi represif dan melepaskan tembakan gas air mata.''

Saksi mata yang merupakan demonstran dari komponen masyarakat umum saat itu sedang berada di belakang kelompok HMI. Kelompok berlabel HMI yang jumlahnya tidak lebih dari 20 orang itu berhadap-hadapan langsung dengan aparat kepolisian.

''Awalnya ada lemparan botol, lalu ada lepasan tembakan gas air mata,'' kata saksi mata yang terkena tembakan gas air mata pada bagian kakinya. ''Kejadiannya persis selepas adzan Isya.''

Saksi mata yang datang dari Grogol, Jakarta Barat itu langsung melarikan diri ke arah jalan Abdul Muis. Dia mendapat perawatan di mushalah salah satu resto di sana. [rol]

Polisi Tembaki Rombongan Ulama dengan Petasan, Ustad Arifin Ilham Terluka


Media Indo - Aksi bela Islam jutaan umat Islam di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat diwarnai penembakan petasan terhadap rombongan ulama yang dilakukan oleh aparat Kepolisian.

Padahal saat kejadian para alim ulama tengah menyanjungkan Shalawat untuk memotivasi massa bela Islam, yang menuntut dan mendesak Kepolisian untuk segera menangkap Basuki Tjahja Purnama alias Ahok atas dugaan penistaan Al-Quran surat Al-Maidah 51.

Pantauan Aktual.com di lapangan sekitar pukul 18.45 WIB, Polisi sengaja melepaskan tembakan petasan dengan maksud untuk membubarkan massa aksi belas Islam yang sudah melewati batas waktu pelaksanaan unjuk rasa, yang sesuai aturan UU pukul 18.00 WIB harus sudah bubar.

Sambil terus bershalawat, Alim Ulama yang tengah menumpangi mobil komando aksi itu, ditembaki berkali-kali oleh aparat kepolisian.

Atas insiden penembakan petasan terhadap rombongan ulama tersebut, Ust Arifin Ilham dikabarkan mengalami luka-luka.



Ustad Arifin langsung dievakuasi oleh jamaahnya, yang juga dipukul mundur oleh pihak Kepolisian. Terlebih, Kepolisian secara membabi buta menembakan gas air mata kearah para massa bela Islam. Kini Arifin Ilham dibawa ke Rumah Sakit Budi Kemulyaan. [akt]

Polisi Tembaki Rombongan Ulama dengan Petasan, Ustad Arifin Ilham Terluka


Blog Tausiah - Aksi bela Islam jutaan umat Islam di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat diwarnai penembakan petasan terhadap rombongan ulama yang dilakukan oleh aparat Kepolisian.

Padahal saat kejadian para alim ulama tengah menyanjungkan Shalawat untuk memotivasi massa bela Islam, yang menuntut dan mendesak Kepolisian untuk segera menangkap Basuki Tjahja Purnama alias Ahok atas dugaan penistaan Al-Quran surat Al-Maidah 51.

Pantauan Aktual.com di lapangan sekitar pukul 18.45 WIB, Polisi sengaja melepaskan tembakan petasan dengan maksud untuk membubarkan massa aksi belas Islam yang sudah melewati batas waktu pelaksanaan unjuk rasa, yang sesuai aturan UU pukul 18.00 WIB harus sudah bubar.

Sambil terus bershalawat, Alim Ulama yang tengah menumpangi mobil komando aksi itu, ditembaki berkali-kali oleh aparat kepolisian.

Atas insiden penembakan petasan terhadap rombongan ulama tersebut, Ust Arifin Ilham dikabarkan mengalami luka-luka.



Ustad Arifin langsung dievakuasi oleh jamaahnya, yang juga dipukul mundur oleh pihak Kepolisian. Terlebih, Kepolisian secara membabi buta menembakan gas air mata kearah para massa bela Islam. Kini Arifin Ilham dibawa ke Rumah Sakit Budi Kemulyaan. [akt]

Tiba di Gedung DPR, Massa Teriakkan "Allaahu Akbar! Revolusi, Revolusi...!!!"


Media Indo -  Massa pendemo Aksi Bela Islam II sudah mulai tiba di depan Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (4/11).

Pantauan Kantor Berita Politik RMOL, sekitar dua ratusan pendemo yang menggunakan sepeda motor dan mobil sudah mulai berdatangan.

Mereka meneriakan "Allahuakbar, revolusi-revolusi!"

Kabarnya, ada 5000 pendemo mengarah ke Senayan. 1500 aparat keamanan yang bertugas di Komplek Parlemenpun sudah mulai merapatkan barisan.

Diketahui para pendemo sebenarnya hanya menuntut penegakkan hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan klarifikasi langsung dari Presiden Joko Widodo terkait isu melindungi mantan Bupati Belitung Timur itu dari jerat hukum. Khususnya terkait kasus penistaan agama. [rmol]