Loading...

Astagfirullahl!! Setelah Putuskan untuk Melepas Hijab, Lihat Apa yang Terjadi Pada Para Artis Cantik Ini Sekarang!!

PortalTausiah - Jika dahulu wanita yang berhijab sering dipandang setengah mata, kini hijab justru menjadi mode berbusana yang digemari.

Banyak juga para artis yang dulunya tidak berhijab namun kini memutuskan tampil anggun dengan kain menutupi rambutnya.

Keputusan seorang publik figure untuk menggunakan hijab biasanya disambut dengan baik oleh netizen.

Namun ternyata ada juga artis yang telah menggunakan hijab, namun justru memutuskan untuk melepasnya lagi.



Keputusan tersebut pun sempat menuai kritik di kalangan netizen.

Ada banyak yang menjadi alasan mereka, dari mulai tuntutan profesi hingga bentuk protes kepada orangtua.

Lalu siapa dan bagaimana nasib para artis ini setelah memutuskan melepas hijab?

Berikut ulasannya :

Janda satu anak ini memang sempat menghebohkan publik ketika dirinya membuat keputusan mengejutkan selepas ia bercerai dengan Ben Kasyafani.

Marshanda yang sebelumnya selalu tampil anggun dengan hijab dikepalanya, justru memutuskan untuk kembali melepas hijabnya.

Banyak netizen yang menduga jika tindakan Marshanda tersebut karena dirinya mengalami gangguan kejiawaan setelah perceraian.

Namun melalui pengacaranya, ia menegaskan jika alasan melepas hijab bukan karena hal itu.

Kini Marshanda pun kembali tampil tanpa penutup kepala.

Baru-baru ini ia sering diterpa pemberitaan mengenai hubungannya dengan Egi John yang kandas karena Marshanda ketahuan berselingkuh.

Egi pun sempat mengumbar aib Marshanda akibat merasa sakit hati dengan kelakuan kekasihnya itu.

Bahkan Egi sempat menuduh Marshanda menderita penyakit kelamin.

Kini Marshanda dikabarkan telah memiliki gandengan baru.

Sementara itu, Ben Kasyafani, mantan suaminya telah memiliki kehidupan baru yang bahagia dengan istri dan putri hasil pernikahan Marshanda - Ben Kasyafani.

 


2. Dewi Hughes


Dewi Hughes merupakan presenter kenamaan yang dulu selalu tampil berhijab.

Ia selalu tampil tertutup dengan hijab dan baju muslimnya.

Ya, presenter dari acara 'Celoteh
Anak' ini memang kerap tampil dengan balutan busana yang unik dengan gaya hijab yang cantik pula.

Namun tiba-tiba, secara mengejutkan ia memutuskan untuk melepas hijabnya.

Hughes menyatakan jika keputusan tersebut sudah atas persetejuan keluarga.

Dan hal itu juga merupakan pilihannya sendiri, bukan karena tekanan dari orang lain.

Kini ia sudah jarang tampil di layar kaca dan seperti tak lagi berkecimpung di dunia hiburan.

Namun bukan berati Hughes tak memiliki kegiatan sama sekali.

Hughes ternyata kini menjadi seorang pengajar.

Ia kini menjadi dosen komunisai bisnis di Interstudi.

Wanita asal Bali ini mengaku sangat menikmati hidupnya.




3. Tya Subiakto
Tya Sulestyawati, atau yang biasa dikenal sebagai Tya Subiakto adalah seorang komposer, dirigen, penata lagu film dan sutradara film Indonesia.

Ia sebenarnya telah sudah lama memutuskan untuk melepas hijabnya.

Namun hal tersebut tetap saja membuat banyak netizen kecewa.

Banyak yang mengatakan jika keputusan melepas hijab tersebut karena perceraiannya dengan sang suami.

Namun Tya menyatakan jika keputusan tersebut merupakan bentuk protes kepada sang ayah karena menikah lagi.

Kini Tya tetap menggeluti kesibukannya di dunia musik.

4. Septy Sanustika

Septy Sanustika merupakan istri dari tersangka kasus korupsi Ahmad Fathanah.

Sebelum sang suami dipenjara, Septy merupakan penyanyi dangdut yang menggunakan hijab.

Namun setelah sang suami dipenjara, Septy mendadak memutuskan untuk tak lagi berhijab.

Bahkan sempat ada kabar beredar jika Septy justru berfoto tanpa busana.

Septy mengatakan jika ia melepas hijabnya karena ia harus bekerja demi menghidupi anak-anaknya.



Selepas suaminya mendekam di penjara, Septy memang harus bekerja keras demi mencari nafkah

"Jokowi, Urusan Kodok Anda Siap, Urusan Ahok Kok Anda Diam?!"


Media Indo - Salah satu spanduk yang dibawa peserta demonstrasi siang tadi (Jumat, 4/11) di depan Istana Negara. 

Isi spanduk itu mengkritik keengganan Presiden Joko Widodo bersikap tegas pada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. 

"Urusan kodok Anda siap, urusan Ahok, Anda diam," demikian antara lain isi tulisan di dalam spanduk. Foto ini viral di dunia maya. [rmol]

"Jokowi, Urusan Kodok Anda Siap, Urusan Ahok Kok Anda Diam?!"


Blog Tausiah - Salah satu spanduk yang dibawa peserta demonstrasi siang tadi (Jumat, 4/11) di depan Istana Negara. 

Isi spanduk itu mengkritik keengganan Presiden Joko Widodo bersikap tegas pada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. 

"Urusan kodok Anda siap, urusan Ahok, Anda diam," demikian antara lain isi tulisan di dalam spanduk. Foto ini viral di dunia maya. [rmol]

Tiba di Depan Gedung DPR, Massa Laksanakan Salat Berjamaah


Media Indo - Ribuan Massa aksi Bela Islam II melaksanakan shalat bersama di Depan Pintu Masuk Utama Gedung MPR/DPR/DPD sebelum melakukan aksi demonstrasi di Gedung Parlemen.

"Kita shalat dulu, semua kita shalat dulu. Buat safnya yang rapih. Kiblat arah Slipi," kata Habib Rizieq di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (4/11) malam.

Habib meminta para jamaah yang tidak memiliki air untuk bertayamum dan segera bersiap. Dia mengatakan jamaah akan shalat jamak takhir dan dipimpin Kiai Sobri. "Imam kiai Sobri, kita salat jamak takhir, siapkan shaf," ujarnya.

Habib Rizieq Syihab tiba di depan gedung DPR RI sekitar pukul 23.00 WIB. Habib dan rombongan tiba menggunakan lima mobil komando lengkap dengan perlengkapan pengeras suara. Massa yang awalnya duduk, kemudian semuanya berdiri menyambut dengan takbir dan solawat.

Dari pantauan di lapangan, massa terus memadati jalan Gatot Subroto hingga menutup seluruh bahu jalan yang dipenuhi massa demonstran. [rol]

Tiba di Depan Gedung DPR, Massa Laksanakan Salat Berjamaah


Blog Tausiah - Ribuan Massa aksi Bela Islam II melaksanakan shalat bersama di Depan Pintu Masuk Utama Gedung MPR/DPR/DPD sebelum melakukan aksi demonstrasi di Gedung Parlemen.

"Kita shalat dulu, semua kita shalat dulu. Buat safnya yang rapih. Kiblat arah Slipi," kata Habib Rizieq di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (4/11) malam.

Habib meminta para jamaah yang tidak memiliki air untuk bertayamum dan segera bersiap. Dia mengatakan jamaah akan shalat jamak takhir dan dipimpin Kiai Sobri. "Imam kiai Sobri, kita salat jamak takhir, siapkan shaf," ujarnya.

Habib Rizieq Syihab tiba di depan gedung DPR RI sekitar pukul 23.00 WIB. Habib dan rombongan tiba menggunakan lima mobil komando lengkap dengan perlengkapan pengeras suara. Massa yang awalnya duduk, kemudian semuanya berdiri menyambut dengan takbir dan solawat.

Dari pantauan di lapangan, massa terus memadati jalan Gatot Subroto hingga menutup seluruh bahu jalan yang dipenuhi massa demonstran. [rol]

Ahmad Muzani: Kerusuhan tak Akan Terjadi Jika Jokowi Temui Massa

demo 4 november ricuh

Media Indo - Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Ahmad Muzani menyesalkan kerusuhan antara pengunjuk rasa dengan polisi di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (4/11/2016) malam.

"Ini seharusnya tidak perlu terjadi jika Presiden mau menerima perwakilan massa. Mereka dari tadi pagi sampai sore sudah bagus dan tertib tapi harus berakhir begini," kata Muzani di Markas Pemenangan Anies-Sandi, Jumat (4/1w/2016) malam.

Massa demonstran dan aparat bentrok di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, tepat pukul 20.00 WIB setelah mereka gagal berdialog dengan Presiden Jokowi. Bahkan, massa melampiaska kekesalannya dengan membakar dua unit truk polisi.

Tak terima dengan ulah demonstran yang diduga diawali mahasiswa itu, polisi langsung bereaksi membrondong massa dengan menembakkan gas air mata ke arah demonstran.‎

"Saya angkat dua jempol kepada teman-teman demonstran. Sepanjang pagi-sore aksi mereka berjalan damai. Mereka sudah menyampaikan aspirasinya dengan tertib dan damai," kata Muzani.

Namun, kata dia, situasi seketika berubah lantaran perwakilan demonstran yang terdiri dari berbagai kalangan itu tidak mendapatkan kesempatan bertemu langsung dengan pemimpinnya.

"Padahal menurut saya masalanya sederhana, perwakilan demonstran Ulama dan Habaib ingin bertemu dan berdialog untuk menyampaikan aspirasi kepada pemimpinnya. Tetapi presiden tidak mau. Mereka ini datang jauh-jauh dari daerah lho," sesal Muzani.

Menurutnya, alasan demonstran minta bertemu Presiden sebenarnya cukup rasional dan wajar.

"Harusnya Presiden terima saja perwakilan demo, dengarkan apa aspirasinya. Mereka ini rakyat Indonesia yang tersinggung karena merasa agamanya dinistakan. Kok Presiden terkesan meremehkan gitu, seakan-akan tidak ada masalah. Akhirnya jadi begini kan?, sekarang yang rugi siapa? Kita semua. Baik polisi dan pendemo harus jadi korban," ungkap dia.

"Ingat, ketika suara hati rakyat diabaikan, maka timbul penasaran. Apa susahnya sih Presiden menemui rakyatnya? Berdialog baik-baik. Jangan sampai pemerintah justru terkesan mau melindungi Ahok mati-matian. Apa sih jasanya Ahok kepada bangsa dan Negara ini? Sehingga penguasa terkesan ingin melindungi mati-matian," tegas Muzani.

"Kenapa presiden mau berdialog denga MUI, PBNU dan Muhammadiyah. Tapi giliran ulama yang ikut demo bela Islam tidak mau diterima?" tanya Muzani penasaran. [ts]

Ahmad Muzani: Kerusuhan tak Akan Terjadi Jika Jokowi Temui Massa

demo 4 november ricuh

Blog Tausiah - Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Ahmad Muzani menyesalkan kerusuhan antara pengunjuk rasa dengan polisi di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (4/11/2016) malam.

"Ini seharusnya tidak perlu terjadi jika Presiden mau menerima perwakilan massa. Mereka dari tadi pagi sampai sore sudah bagus dan tertib tapi harus berakhir begini," kata Muzani di Markas Pemenangan Anies-Sandi, Jumat (4/1w/2016) malam.

Massa demonstran dan aparat bentrok di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, tepat pukul 20.00 WIB setelah mereka gagal berdialog dengan Presiden Jokowi. Bahkan, massa melampiaska kekesalannya dengan membakar dua unit truk polisi.

Tak terima dengan ulah demonstran yang diduga diawali mahasiswa itu, polisi langsung bereaksi membrondong massa dengan menembakkan gas air mata ke arah demonstran.‎

"Saya angkat dua jempol kepada teman-teman demonstran. Sepanjang pagi-sore aksi mereka berjalan damai. Mereka sudah menyampaikan aspirasinya dengan tertib dan damai," kata Muzani.

Namun, kata dia, situasi seketika berubah lantaran perwakilan demonstran yang terdiri dari berbagai kalangan itu tidak mendapatkan kesempatan bertemu langsung dengan pemimpinnya.

"Padahal menurut saya masalanya sederhana, perwakilan demonstran Ulama dan Habaib ingin bertemu dan berdialog untuk menyampaikan aspirasi kepada pemimpinnya. Tetapi presiden tidak mau. Mereka ini datang jauh-jauh dari daerah lho," sesal Muzani.

Menurutnya, alasan demonstran minta bertemu Presiden sebenarnya cukup rasional dan wajar.

"Harusnya Presiden terima saja perwakilan demo, dengarkan apa aspirasinya. Mereka ini rakyat Indonesia yang tersinggung karena merasa agamanya dinistakan. Kok Presiden terkesan meremehkan gitu, seakan-akan tidak ada masalah. Akhirnya jadi begini kan?, sekarang yang rugi siapa? Kita semua. Baik polisi dan pendemo harus jadi korban," ungkap dia.

"Ingat, ketika suara hati rakyat diabaikan, maka timbul penasaran. Apa susahnya sih Presiden menemui rakyatnya? Berdialog baik-baik. Jangan sampai pemerintah justru terkesan mau melindungi Ahok mati-matian. Apa sih jasanya Ahok kepada bangsa dan Negara ini? Sehingga penguasa terkesan ingin melindungi mati-matian," tegas Muzani.

"Kenapa presiden mau berdialog denga MUI, PBNU dan Muhammadiyah. Tapi giliran ulama yang ikut demo bela Islam tidak mau diterima?" tanya Muzani penasaran. [ts]