Loading...

Tak Hanya Berjanji, JK Bersumpah demi Allah akan Selesaikan Kasus Ahok secara Tegas & Keras


Media Indo - Terlepas dari bentrokan antara aparat keamanan dengan sebagian kecil demonstran yang masih bertahan di depan Istana Negara, Jumat malam (4/11) sekitar pukul 19.30 WIB, secara umum aksi yang berakhir pukul 18.00 WIB terbilang sukses dan berlangsung dengan aman.

"Ada sejuta hikmah yang Allah berikan," ujar Ustadz Arifin Ilham dalam pesan-suara yang disebarkannya untuk menyampaikan informasi bahwa dirinya tidak menjadi korban dalam bentrokan itu.

Arifin Ilham juga mengatakan, Wapres Jusuf Kalla tidak hanya berjanji, tapi juga bersumpah untuk menyelesaikan kasus Ahok.

"Pak Jusuf Kalla janji sampai dia bersumpah di depan Arifin, demi Allah akan menyelesaikan kasus Ahok secara tegas dan keras. Dan minta waktu dua minggu. Dan Pak Kapolri minta waktu utnuk menyelesaikannya," jelas Arifin Ilham.

Dia mengajak semua masyarakat menunggu dan berdoa.

"Sabar itu akan membawa kemenangan," demikian Arifin Ilham. [rmol]

Tak Hanya Berjanji, JK Bersumpah demi Allah akan Selesaikan Kasus Ahok secara Tegas & Keras


Blog Tausiah - Terlepas dari bentrokan antara aparat keamanan dengan sebagian kecil demonstran yang masih bertahan di depan Istana Negara, Jumat malam (4/11) sekitar pukul 19.30 WIB, secara umum aksi yang berakhir pukul 18.00 WIB terbilang sukses dan berlangsung dengan aman.

"Ada sejuta hikmah yang Allah berikan," ujar Ustadz Arifin Ilham dalam pesan-suara yang disebarkannya untuk menyampaikan informasi bahwa dirinya tidak menjadi korban dalam bentrokan itu.

Arifin Ilham juga mengatakan, Wapres Jusuf Kalla tidak hanya berjanji, tapi juga bersumpah untuk menyelesaikan kasus Ahok.

"Pak Jusuf Kalla janji sampai dia bersumpah di depan Arifin, demi Allah akan menyelesaikan kasus Ahok secara tegas dan keras. Dan minta waktu dua minggu. Dan Pak Kapolri minta waktu utnuk menyelesaikannya," jelas Arifin Ilham.

Dia mengajak semua masyarakat menunggu dan berdoa.

"Sabar itu akan membawa kemenangan," demikian Arifin Ilham. [rmol]

Ini Isi Pidato Presiden Jokowi Soal Demo Bela Islam


Media Indo - Presiden Joko Widodo akhirnya memberikan keterangan kepada media setelah seharian meninggalkan Istana Merdeka pada Sabtu (4/11), dinihari. Jokowi mengaku mengapresiasi demo damai umat Islam yang berlangsung damai.

Berikut isi lengkap pidato Jokowi:

Bismillahirahmanirahim,
Assalamu Alaikum Warahmatullahi  Wabarakatuh

Sebagai negara demokrasi, kita menghargai proses penyampaian aspirasi melaui unjuk rasa yang dilakukan pada hari ini. Dengan cara-cara yang tertib dan damai.

Terima kasih, kami sampaikan kepada para ulama, para kiyai, para habaib, para uztad yang telah memimpin umatnya yang menyejukkan sehingga sampai Magrib tadi berjalan dengan tertib dan damai.

Tapi kita menyesalkan kejadian ba’da isya, yang seharusnya sudah bubar, tetapi menjadi rusuh. Dan ini kita lihat telah ditunggangi oleh aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi.

Sebelumnya, saya telah memerintahkan Wakil Presiden untuk menerima perwakilan unjuk rasa yang didampingi Menkopolhukam, Sesneg, Menteri Agama, Kapolri, Panglima TNI, Kepala Staf Kepresidenan, dalam pertemuan itu telah disampaikan bawah proses hukum terhadap saudara Basuki Cahaya Purnama akan dilakukan secara tegas, cepat dan transparan.

Oleh sebab itu, saya minta, para pengunjuk rasa untuk kembali pulang ke rumah masing-masing, ke daerah masing-masing dengan tertib, biarkan aparat keamanan bekerja menyelesaikan proses penegakan hukum seadil-adilnya.

Terakhir,  saya mengapresiasi kerja keras aparat keamanan yang melakukan pendekatan persuasif, dalam menjaga situasi sehingga tetap kondusif.

Saya harap masyarakat tetap tenang dan menjaga lingkungan masing-masing sehingga situasi tetap aman dan damai.

Terima kasih..
Asssalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. [rol]

Ini Isi Pidato Presiden Jokowi Soal Demo Bela Islam


Blog Tausiah - Presiden Joko Widodo akhirnya memberikan keterangan kepada media setelah seharian meninggalkan Istana Merdeka pada Sabtu (4/11), dinihari. Jokowi mengaku mengapresiasi demo damai umat Islam yang berlangsung damai.

Berikut isi lengkap pidato Jokowi:

Bismillahirahmanirahim,
Assalamu Alaikum Warahmatullahi  Wabarakatuh

Sebagai negara demokrasi, kita menghargai proses penyampaian aspirasi melaui unjuk rasa yang dilakukan pada hari ini. Dengan cara-cara yang tertib dan damai.

Terima kasih, kami sampaikan kepada para ulama, para kiyai, para habaib, para uztad yang telah memimpin umatnya yang menyejukkan sehingga sampai Magrib tadi berjalan dengan tertib dan damai.

Tapi kita menyesalkan kejadian ba’da isya, yang seharusnya sudah bubar, tetapi menjadi rusuh. Dan ini kita lihat telah ditunggangi oleh aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi.

Sebelumnya, saya telah memerintahkan Wakil Presiden untuk menerima perwakilan unjuk rasa yang didampingi Menkopolhukam, Sesneg, Menteri Agama, Kapolri, Panglima TNI, Kepala Staf Kepresidenan, dalam pertemuan itu telah disampaikan bawah proses hukum terhadap saudara Basuki Cahaya Purnama akan dilakukan secara tegas, cepat dan transparan.

Oleh sebab itu, saya minta, para pengunjuk rasa untuk kembali pulang ke rumah masing-masing, ke daerah masing-masing dengan tertib, biarkan aparat keamanan bekerja menyelesaikan proses penegakan hukum seadil-adilnya.

Terakhir,  saya mengapresiasi kerja keras aparat keamanan yang melakukan pendekatan persuasif, dalam menjaga situasi sehingga tetap kondusif.

Saya harap masyarakat tetap tenang dan menjaga lingkungan masing-masing sehingga situasi tetap aman dan damai.

Terima kasih..
Asssalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. [rol]

Jokowi Sesalkan Rusuh Bakda Isya


Media Indo - Presiden Joko Widodo akhirnya memberikan pernyataan berkaitan dengan demo akbar untuk menuntut penegakan hukum atas kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang terjadi pada Jumat (4/11). Presiden menyebut, ada aktor politik di balik kericuhan yang terjadi dalam aksi tersebut. 

"Kita menyesalkan kejadian yang terjadi bakda isya, yang seharusnya sudah bubar tetapi menjadi rusuh. Ini kita lihat telah ditunggangi oleh aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi," ujarnya, di Ruang Kredensial Istana Merdeka, Sabtu (5/11) pukul 00.08 WIB. 

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden usai menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah menterinya di Istana Merdeka. Ia didampingi Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Sekretaris Negara Pratikno dan Kepala BIN Budi Gunawan.

Jokowi melanjutkan, sebelumnya ia telah memerintahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima perwakilan demonstran. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah telah menjamin penegakan hukum dalam kasus Ahok akan dilakukan dengan tegas dan transparan. Oleh karenanya, ia meminta publik memberikan waktu pada aparat penegak hukum untuk menjalankan tugasnya. 

"Saya minta para pengunjuk rasa untuk kembali pulang ke rumah masing-masing ke daerah masing-masing dengan tertib. Biarkan aparat keamanan bekerja menyelesaikan proses penegakan hukum dengan seadil-adilnya," ucap Jokowi. [rol]

Jokowi Sesalkan Rusuh Bakda Isya


Blog Tausiah - Presiden Joko Widodo akhirnya memberikan pernyataan berkaitan dengan demo akbar untuk menuntut penegakan hukum atas kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang terjadi pada Jumat (4/11). Presiden menyebut, ada aktor politik di balik kericuhan yang terjadi dalam aksi tersebut. 

"Kita menyesalkan kejadian yang terjadi bakda isya, yang seharusnya sudah bubar tetapi menjadi rusuh. Ini kita lihat telah ditunggangi oleh aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi," ujarnya, di Ruang Kredensial Istana Merdeka, Sabtu (5/11) pukul 00.08 WIB. 

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden usai menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah menterinya di Istana Merdeka. Ia didampingi Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Sekretaris Negara Pratikno dan Kepala BIN Budi Gunawan.

Jokowi melanjutkan, sebelumnya ia telah memerintahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima perwakilan demonstran. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah telah menjamin penegakan hukum dalam kasus Ahok akan dilakukan dengan tegas dan transparan. Oleh karenanya, ia meminta publik memberikan waktu pada aparat penegak hukum untuk menjalankan tugasnya. 

"Saya minta para pengunjuk rasa untuk kembali pulang ke rumah masing-masing ke daerah masing-masing dengan tertib. Biarkan aparat keamanan bekerja menyelesaikan proses penegakan hukum dengan seadil-adilnya," ucap Jokowi. [rol]

Jokowi Tuding Kerusuhan Pascademo Didalangi Aktor Politik


Media Indo - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuding kerusuhan setelah jam akhir demo dalam Aksi Bela Islam II didalangi oleh aktor politik. Dia sangat menyayangkan kejadian tersebut.

"Kita menyesalkan kejadian ba'da Isya yang harusnya sudah bubar tapi menjadi rusuh. Dan ini sudah ditunggangi aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi," kata Jokowi dalam jumpa pers usai rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (5/11/2016) pukul 00.10 WIB.

Pada bagian lain, presiden menghargai unjuk rasa dari siang hingga petang berlangsung damai. Bahkan, dalam pandangan Jokowi, aksi unjuk rasa sudah dilakukan dengan cara-cara yang tertib dan damai.

"Terima kasih kami sampaikan kepada ulama, kyai, habaib, ustadz yang telah memimpin umatnya yang menyejukan," ujar Jokowi. 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas untuk membahas situasi pasca-demonstrasi di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (4/11/2016) malam.

Tak seperti biasanya, hingga hampir tengah malam Presiden Joko Widodo masih beraktivitas.

Jumat malam, 4 November 2016, sekitar pukul 23.20 WIB, Presiden menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah anggota Kabinet Kerja guna membahas situasi pasca unjuk rasa sejumlah elemen masyarakat di Istana Merdeka, Jakarta.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. [ts]