Loading...

PAN Sesalkan Sikap Jokowi yang Tak Temui Massa Aksi Bela Islam di Istana


Media Indo - Ketua Fraksi PAN di DPR Mulfachri Harahap menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo yang tidak menerima peserta aksi bela Islam II, yang menuntut kasus dugaan penistaan Al-Quran dilakukan Basuki Tjahaja Purnama.

“Sangat disayangkan tidak ada satupun kalimat yang keluar dari Presiden Joko Widodo. Itu yang kita sayangkan,” kata Mulfachri di Gedung MPR/DPR/DPD, Jumat (5/11) malam.

Menurut dia apabila Presiden Jokowi menemui peserta aksi atau paling tidak memberikan ketenangan para peserta aksi maka massa lebih tenang. Wakil Ketua Komisi III DPR ini mengatakan siapa tahu kalau Presiden yang menyampaikan sesuatu, massa lebih dingin hatinya dan prosesi aksi hari ini bisa berjalan dengan lancar.

“Artinya pada jam aksi damai waktu yang diberikan bisa diakhir dengan baik,” ujarnya.

Di sisi lain, Mulfachri memberikan apresiasi terhadap Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menemui perwakilan peserta aksi. Hal itu menurut dia memberikan kepastian bahwa kasus penistanaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta akan ditindaklanjuti dalam waktu sesegera mungkin.

“Saya mengapresiasi kesediaan Wapres menemui perwakilan dari pendemo. Tapi ekspektasi demonstran, sekalipun ingin menjumpai (presiden) agar ada sebuah himbauan yang keluar dari presiden,” ujarnya. [akt]

PAN Sesalkan Sikap Jokowi yang Tak Temui Massa Aksi Bela Islam di Istana


Blog Tausiah - Ketua Fraksi PAN di DPR Mulfachri Harahap menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo yang tidak menerima peserta aksi bela Islam II, yang menuntut kasus dugaan penistaan Al-Quran dilakukan Basuki Tjahaja Purnama.

“Sangat disayangkan tidak ada satupun kalimat yang keluar dari Presiden Joko Widodo. Itu yang kita sayangkan,” kata Mulfachri di Gedung MPR/DPR/DPD, Jumat (5/11) malam.

Menurut dia apabila Presiden Jokowi menemui peserta aksi atau paling tidak memberikan ketenangan para peserta aksi maka massa lebih tenang. Wakil Ketua Komisi III DPR ini mengatakan siapa tahu kalau Presiden yang menyampaikan sesuatu, massa lebih dingin hatinya dan prosesi aksi hari ini bisa berjalan dengan lancar.

“Artinya pada jam aksi damai waktu yang diberikan bisa diakhir dengan baik,” ujarnya.

Di sisi lain, Mulfachri memberikan apresiasi terhadap Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menemui perwakilan peserta aksi. Hal itu menurut dia memberikan kepastian bahwa kasus penistanaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta akan ditindaklanjuti dalam waktu sesegera mungkin.

“Saya mengapresiasi kesediaan Wapres menemui perwakilan dari pendemo. Tapi ekspektasi demonstran, sekalipun ingin menjumpai (presiden) agar ada sebuah himbauan yang keluar dari presiden,” ujarnya. [akt]

[VIDEO] Habib Rizieq di Depan Gedung DPR/MPR: Kita akan Lengserkan Presiden Zolim!


Media Indo - Sabtu (5/11/2016) dini hari, massa pengunjuk rasa berkumpul di depan Kompleks Parlemen. Mereka adalah bagian dari massa yang sejak Jumat (5/11) pagi hingga sore berunjuk rasa menuntut Calon Gubernur Basuki Tjahaja Purnama diproses hukum atas dugaan penistaan agama.

Mereka meminta agar diizinkan menginap di Kompleks Parlemen.

Namun, mereka dilarang masuk karena pengamanan sudah diambil alih TNI dan Polri, bukan lagi oleh pengamanan dalam DPR.

Pengambil Alihan ini sudah disetujui sebelumnya oleh Ketua DPR Ade Komarudin.

Sementara itu Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab yang memimpin para pengunjuk rasa meminta untuk bisa masuk ke Gedung DPR. Rizieq mengatakan bahwa Gedung DPR adalah rumah rakyat, sehingga mereka memiliki hak untuk masuk.

“Buka pintu gerbang agar rakyat masuk ke rumahnya. Kalau dibukakan dengan damai, kami juga akan damai. Untuk berdamai di lingkungan rumah rakyat dan bangsa,” tegas Rizieq di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (4/11).

Video:



Habib Rizieq tiba di depan gedung DPR RI sekitar pukul 23.00 WIB. Habib tiba menggunakan lima mobil komando lengkap dengan pengeras suara. Massa yang awalnya duduk semua berdiri menyambut dengan takbir dan selawat.

Sesampainya di depan gedung DPR RI, Rizieq melaksanakan solat bersama di Depan Pintu Masuk Utama Gedung MPR/DPR/DPD sebelum melakukan aksi demonstrasi di Gedung Parlemen.

“Kita salat dulu, semua kita salat dulu. Buat barisannya yang rapi. Kiblat arah Slipi,” kata Habib Rizieq di depan gedung DPR RI, Jakarta, Jumat 4 November 2016.

Habib meminta para jemaah melakukan tayamum karena tidak ada air. “Imam, Kiai Sobri, kita salat jamak takhir dan qasar,” ucapnya.

Saat azan dikumandangkan, seribuan massa menjadi hening. Mereka melakukan salat berjamaah.

Adapun Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan turun langsung ke lokasi demo. Kapolda menegaskan mereka tidak diperkenankan untuk menginap di dalam kawasan Gedung DPR.

“Tidak boleh!,” tegas Iriawan kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (5/11/2016) dini hari.

“Itu ada batas orasi, sudah ada sampai depan pagar,” lanjutnya.

Dirinya mengatakan penambahan personel yang disiagakan di sekitar kompleks parlemen tersebut bersifat situasional. 15 Satuan Setingkat Kompi (SSK) TNI-Polri saat ini dirasa cukup untuk untuk mengamankan Gedung Senayan. 1 SSK berjumlah sekitar 100 personel.

“Pengamanan kalau perlu nanti ditambah,” katanya. [jpc]

[VIDEO] Habib Rizieq di Depan Gedung DPR/MPR: Kita akan Lengserkan Presiden Zolim!


Blog Tausiah - Sabtu (5/11/2016) dini hari, massa pengunjuk rasa berkumpul di depan Kompleks Parlemen. Mereka adalah bagian dari massa yang sejak Jumat (5/11) pagi hingga sore berunjuk rasa menuntut Calon Gubernur Basuki Tjahaja Purnama diproses hukum atas dugaan penistaan agama.

Mereka meminta agar diizinkan menginap di Kompleks Parlemen.

Namun, mereka dilarang masuk karena pengamanan sudah diambil alih TNI dan Polri, bukan lagi oleh pengamanan dalam DPR.

Pengambil Alihan ini sudah disetujui sebelumnya oleh Ketua DPR Ade Komarudin.

Sementara itu Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab yang memimpin para pengunjuk rasa meminta untuk bisa masuk ke Gedung DPR. Rizieq mengatakan bahwa Gedung DPR adalah rumah rakyat, sehingga mereka memiliki hak untuk masuk.

“Buka pintu gerbang agar rakyat masuk ke rumahnya. Kalau dibukakan dengan damai, kami juga akan damai. Untuk berdamai di lingkungan rumah rakyat dan bangsa,” tegas Rizieq di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (4/11).

Video:



Habib Rizieq tiba di depan gedung DPR RI sekitar pukul 23.00 WIB. Habib tiba menggunakan lima mobil komando lengkap dengan pengeras suara. Massa yang awalnya duduk semua berdiri menyambut dengan takbir dan selawat.

Sesampainya di depan gedung DPR RI, Rizieq melaksanakan solat bersama di Depan Pintu Masuk Utama Gedung MPR/DPR/DPD sebelum melakukan aksi demonstrasi di Gedung Parlemen.

“Kita salat dulu, semua kita salat dulu. Buat barisannya yang rapi. Kiblat arah Slipi,” kata Habib Rizieq di depan gedung DPR RI, Jakarta, Jumat 4 November 2016.

Habib meminta para jemaah melakukan tayamum karena tidak ada air. “Imam, Kiai Sobri, kita salat jamak takhir dan qasar,” ucapnya.

Saat azan dikumandangkan, seribuan massa menjadi hening. Mereka melakukan salat berjamaah.

Adapun Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan turun langsung ke lokasi demo. Kapolda menegaskan mereka tidak diperkenankan untuk menginap di dalam kawasan Gedung DPR.

“Tidak boleh!,” tegas Iriawan kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (5/11/2016) dini hari.

“Itu ada batas orasi, sudah ada sampai depan pagar,” lanjutnya.

Dirinya mengatakan penambahan personel yang disiagakan di sekitar kompleks parlemen tersebut bersifat situasional. 15 Satuan Setingkat Kompi (SSK) TNI-Polri saat ini dirasa cukup untuk untuk mengamankan Gedung Senayan. 1 SSK berjumlah sekitar 100 personel.

“Pengamanan kalau perlu nanti ditambah,” katanya. [jpc]

Kapolda Larang Massa Menginap di DPR, "Silahkan Kita Kuat-kuatan!"


Media Indo - Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Iriawan melarang massa aksi Bela Islam II yang ada di Gedung DPR tidak boleh masuk ke dalam Gedung Parlemen.

“Kan batas orasi sudah ada, di depan pager itu batas mereka melakukan orasi dan tidak boleh di dalam (Gedung Parlemen),” katanya saat meninjau keamanan di Gedung MPR/DPR/DPD, Sabtu (5/11) dini hari.

Tujuan massa aksi bela Islam yang baru saja menyampaikan aspirasinya di Istana Presiden, ingin beristirahat. Namun Iriawan tetap melarang.

“Kami biarkan saja, silahkan kita kuat-kuatan.”

Dia mengatakan, kalau situasi dinilai perlu ada penambahan maka akan dilakukan penambahan personel pengamanan Gedung Parlemen. Namun dia menjelaskan, belum ada arahan untuk peningkatan status Jakarta dari Siaga 1.

“Status Siaga 1 memang sudah dari beberapa hari lalu, tidak ada peningkatan status,” katanya. [akt]

Kapolda Larang Massa Menginap di DPR, "Silahkan Kita Kuat-kuatan!"


Blog Tausiah - Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Iriawan melarang massa aksi Bela Islam II yang ada di Gedung DPR tidak boleh masuk ke dalam Gedung Parlemen.

“Kan batas orasi sudah ada, di depan pager itu batas mereka melakukan orasi dan tidak boleh di dalam (Gedung Parlemen),” katanya saat meninjau keamanan di Gedung MPR/DPR/DPD, Sabtu (5/11) dini hari.

Tujuan massa aksi bela Islam yang baru saja menyampaikan aspirasinya di Istana Presiden, ingin beristirahat. Namun Iriawan tetap melarang.

“Kami biarkan saja, silahkan kita kuat-kuatan.”

Dia mengatakan, kalau situasi dinilai perlu ada penambahan maka akan dilakukan penambahan personel pengamanan Gedung Parlemen. Namun dia menjelaskan, belum ada arahan untuk peningkatan status Jakarta dari Siaga 1.

“Status Siaga 1 memang sudah dari beberapa hari lalu, tidak ada peningkatan status,” katanya. [akt]

Tak Hanya Berjanji, JK Bersumpah demi Allah akan Selesaikan Kasus Ahok secara Tegas & Keras


Media Indo - Terlepas dari bentrokan antara aparat keamanan dengan sebagian kecil demonstran yang masih bertahan di depan Istana Negara, Jumat malam (4/11) sekitar pukul 19.30 WIB, secara umum aksi yang berakhir pukul 18.00 WIB terbilang sukses dan berlangsung dengan aman.

"Ada sejuta hikmah yang Allah berikan," ujar Ustadz Arifin Ilham dalam pesan-suara yang disebarkannya untuk menyampaikan informasi bahwa dirinya tidak menjadi korban dalam bentrokan itu.

Arifin Ilham juga mengatakan, Wapres Jusuf Kalla tidak hanya berjanji, tapi juga bersumpah untuk menyelesaikan kasus Ahok.

"Pak Jusuf Kalla janji sampai dia bersumpah di depan Arifin, demi Allah akan menyelesaikan kasus Ahok secara tegas dan keras. Dan minta waktu dua minggu. Dan Pak Kapolri minta waktu utnuk menyelesaikannya," jelas Arifin Ilham.

Dia mengajak semua masyarakat menunggu dan berdoa.

"Sabar itu akan membawa kemenangan," demikian Arifin Ilham. [rmol]