Loading...

Didepan Jasmev, Ahok Sebut Tak Rela Ditangkap dan Dibui Gara-gara Video.

Didepan Jasmev, Ahok Sebut Tak Rela Ditangkap dan Dibui Gara-gara Video.

Media-Indo INFO - Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku tidak rela ditangkap dan dipenjara seperti tuntutan demonstran pada Jumat, 4 November 2016. Pasalnya, konten video yang memicu tuduhan penistaan agama tersebut tidak lengkap. Ia merasa difitnah.

"Kalau negara hancur karena seorang Ahok, saya rela ditangkap dan dipenjara. Tapi bukan karena difitnah dengan menghilangkan kata 'pakai'," kata Ahok, sapaan akrab Basuki, usai menghadiri workshop Jakarta Ahok Social Media Volunteers di Jakarta Selatan, Sabtu, 5 November 2016.

Ahok mengatakan tuntutan agar ia ditindak hukum muncul setelah video yang diunggah Buni Yani viral. Dalam video tersebut, Ahok terekam mengutip surat Al-Maidah ayat 51. Ucapan Ahok dituduh menistakan agama.

Ahok mengatakan pengunggah video tersebut telah mengaku menghilangkan satu kata. Kata tersebut yaitu 'pakai' sehingga menimbulkan banyak reaksi hingga berujung kepada demonstrasi.

Ahok mengatakan Buni Yani teledor dengan menghilangkan satu kata tersebut. "Kalau menurut saya, dia sengaja fitnah, sengaja membuat gaduh negara ini," katanya.

Meski begitu, Ahok mengatakan ia telah meminta maaf. Ia juga tetap akan menjalani proses hukum. Jika terbukti bersalah, ia mengaku lebih rela ditangkap dan dipenjara. Ahok juga menyatakan tidak akan mundur dari jabatannya.

Sebelumnya aksi ratusan ribu massa pada 4 November 2016 menuntut penegak hukum mempercepat proses hukum terhadap Ahok terkait kasus dugaan penistaan agama. Presiden Joko Widodo menyatakan kasus ini akan diselesaikan secara tegas, cepat dan transparan.[tempo]

Didepan Jasmev, Ahok Sebut Tak Rela Ditangkap dan Dibui Gara-gara Video.

Didepan Jasmev, Ahok Sebut Tak Rela Ditangkap dan Dibui Gara-gara Video.

POSMETRO INFO - Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku tidak rela ditangkap dan dipenjara seperti tuntutan demonstran pada Jumat, 4 November 2016. Pasalnya, konten video yang memicu tuduhan penistaan agama tersebut tidak lengkap. Ia merasa difitnah.

"Kalau negara hancur karena seorang Ahok, saya rela ditangkap dan dipenjara. Tapi bukan karena difitnah dengan menghilangkan kata 'pakai'," kata Ahok, sapaan akrab Basuki, usai menghadiri workshop Jakarta Ahok Social Media Volunteers di Jakarta Selatan, Sabtu, 5 November 2016.

Ahok mengatakan tuntutan agar ia ditindak hukum muncul setelah video yang diunggah Buni Yani viral. Dalam video tersebut, Ahok terekam mengutip surat Al-Maidah ayat 51. Ucapan Ahok dituduh menistakan agama.

Ahok mengatakan pengunggah video tersebut telah mengaku menghilangkan satu kata. Kata tersebut yaitu 'pakai' sehingga menimbulkan banyak reaksi hingga berujung kepada demonstrasi.

Ahok mengatakan Buni Yani teledor dengan menghilangkan satu kata tersebut. "Kalau menurut saya, dia sengaja fitnah, sengaja membuat gaduh negara ini," katanya.

Meski begitu, Ahok mengatakan ia telah meminta maaf. Ia juga tetap akan menjalani proses hukum. Jika terbukti bersalah, ia mengaku lebih rela ditangkap dan dipenjara. Ahok juga menyatakan tidak akan mundur dari jabatannya.

Sebelumnya aksi ratusan ribu massa pada 4 November 2016 menuntut penegak hukum mempercepat proses hukum terhadap Ahok terkait kasus dugaan penistaan agama. Presiden Joko Widodo menyatakan kasus ini akan diselesaikan secara tegas, cepat dan transparan.[tempo]

Sentil Jokowi, Habib Rizieq : "Kalau gentleman, coba sebut parpol dan aktor politik yang mana?"

Sentil Jokowi, Habib Rizieq : "Kalau gentleman, coba sebut parpol dan aktor politik yang mana?"

Media-Indo INFO - Gerakan Nasional Pembela Fatwa-Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) menegaskan biaya aksi unjuk rasa 4 November berasal dari sumbangan umat Islam.

Pembina Gerakan Nasional Pembela Fatwa-Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Habib Rizieq Syihab membantah dana tersebut berasal dari partai politik.

"Bahkan ada yang transfer Rp10 ribu dari ATM. Ini dahsyat, bukan dana dari parpol. Kalau gentleman sebut saja parpol dan aktor politik yang mana? ini sumbangan umat," kata Rizieq dalam jumpa pers di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Sabtu (5/11/2016).

Bendahara GNPF MUI Lutfhi Hakim mengatakan dana yang diperoleh dalam lima hari sebanyak Rp 3,5miliar. Pada hari terakhir yakni 3 November 2016 memperoleh Rp 1 miliar.

"Jumlahnya bervariasi Rp 50 ribu, ada yang Rp 10 juta, Rp 100 juta. Ada dari London, Diaspora Qatar dan Kuwait," kata Lutfi.

Sementara, Koordinator Medis GNPF MUI, Salim Asegaf mengatakan pihaknya menerjunkan 100 tenaga medis serta 30 mobil ambulance. Mereka mengevakuasi korban ke RS Budi Kemuliaan. Salim mengaku menangani 165 peserta aksi yang menjadi korban dalam demonstrasi 4 November 2016.

Ia lalu mengingatkan bahaya terkena gas air mata. Sebab, reaksinya menimbulkan sumbatan.

"Gas itu sensitif bisa menyumbat saluran pernafasan," katanya.[tribun]

Sentil Jokowi, Habib Rizieq : "Kalau gentleman, coba sebut parpol dan aktor politik yang mana?"

Sentil Jokowi, Habib Rizieq : "Kalau gentleman, coba sebut parpol dan aktor politik yang mana?"

POSMETRO INFO - Gerakan Nasional Pembela Fatwa-Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) menegaskan biaya aksi unjuk rasa 4 November berasal dari sumbangan umat Islam.

Pembina Gerakan Nasional Pembela Fatwa-Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Habib Rizieq Syihab membantah dana tersebut berasal dari partai politik.

"Bahkan ada yang transfer Rp10 ribu dari ATM. Ini dahsyat, bukan dana dari parpol. Kalau gentleman sebut saja parpol dan aktor politik yang mana? ini sumbangan umat," kata Rizieq dalam jumpa pers di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Sabtu (5/11/2016).

Bendahara GNPF MUI Lutfhi Hakim mengatakan dana yang diperoleh dalam lima hari sebanyak Rp 3,5miliar. Pada hari terakhir yakni 3 November 2016 memperoleh Rp 1 miliar.

"Jumlahnya bervariasi Rp 50 ribu, ada yang Rp 10 juta, Rp 100 juta. Ada dari London, Diaspora Qatar dan Kuwait," kata Lutfi.

Sementara, Koordinator Medis GNPF MUI, Salim Asegaf mengatakan pihaknya menerjunkan 100 tenaga medis serta 30 mobil ambulance. Mereka mengevakuasi korban ke RS Budi Kemuliaan. Salim mengaku menangani 165 peserta aksi yang menjadi korban dalam demonstrasi 4 November 2016.

Ia lalu mengingatkan bahaya terkena gas air mata. Sebab, reaksinya menimbulkan sumbatan.

"Gas itu sensitif bisa menyumbat saluran pernafasan," katanya.[tribun]

Dulu Soekarno Ada Demonstran Diajak Dialog, Jokowi Ada Demo Malah Pergi.

Dulu Soekarno Ada Demonstran Diajak Dialog, Jokowi Ada Demo Malah Pergi.

Media-Indo INFO - Sikap Presiden Joko Widodo yang enggan menemui para ulama perwakilan massa Aksi Bela Islam II di depan Istana Negara, Jumat (4/11) menjadi sorotan banyak kalangan.

Pengamat politik dari Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago bahkan menyebut  presiden yang beken disapa dengan panggilan Jokowi itu terkesan tidak berani bertemu dengan rakyatnya sendiri.

Pangi mengatakan, mestinya dalam demokrasi malah antara rakyat dan pemerintah yang berkuasa tidak berjarak. Sebab, demokrasi dari dua kata yakni kratos yang berarti kekuasaan (presiden) dan demos yang berarti rakyat.

"Rakyat dengan pemimpin itu ibarat air dengan ikan, nggak boleh ada jarak," ujar Pangi, Sabtu (5/11).

Menurutnya,‎ ada beberapa kesalahan Presiden Jokowi dalam menyikapi Aksi Bela Islam II yang patut disayangkan. Pertama, katanya, Jokowi gagal berdiri di atas semua kepentingan kelompok dan golongan.

Padahal, Proklamator RI Soekarno pernah menerima segelintir pendemo untuk diajak berdialog. Sedangkan Jokowi yang didemo ratusan ribu rakyatnya justru malah pergi.

"Kita masih ingat dengan istilah vox populi, vox dei (suara rakyat adalah suara Tuhan). Sepuluh orang saja yang menghadap menyampaikan aspirasi dan kehendaknya, Soekarno tetap menemui rakyatnya. Apalagi ini ratusan ribu rakyatnya yang ingin bertemu presiden," terangnya.

Menurut Pangi, yang penting adalah kehadiran presiden di tengah masyarakat dengan menemui aksi demontrasi itu. “Ini soal bagaimana fatsun politik tuan raja menemui dan memperlakukan warganya," ucapnya.‎

Kedua, Jokowi tidak memahami skala prioritas. Di saat rakyat mengunjungi Istana dan ingin bertemu Jokowi, mantan gubernur DKI itu malah memilih mengunjungi proyek pembangunan kereta api Bandara Soekarno Hatta.

Dalam pandangan Pangi, ternyata proyek kereta Soekarno Hatta jauh lebih penting bagi Jokowi ketimbang bertemu rakyatnya. Jikowi justru mengutus Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri untuk menemui pendemo.

Ketiga, presiden diduga melanggar sumpah jabatan dan janji konstitusi yang pernah diucapkan dulu. Sebab, presiden gagal berdiri secara adil di atas semua kelompok dan golongan.

Pangi menambahkan, ketika presiden sudah merasa paling kuat dan berkuasa, maka itulah titik kelemahannya. Belajar dari sejarah, katanya, Soeharto dengan latar belakang dari jenderal, punya loyalis siap mati, intelijen dan militernya kuat, ternyata tumbang setelah 32 tahun berkuasa katena mengabaikan suara dan kehendak rakyat.

"Presiden Jokowi gagal dalam mengurai silang sengkarut persoalan mendasar yang dihadapi rakyat. Kepemimpinan yang mengabaikan keresahan umat mayoritas.  Saya ingin memberi makna dan konteks soal kepemimpinan, pemimpin itu mutlak dicintai rakyatnya dan rakyat pun mencintainya," pungkas Pangi.[jpnn]

Dulu Soekarno Ada Demonstran Diajak Dialog, Jokowi Ada Demo Malah Pergi.

Dulu Soekarno Ada Demonstran Diajak Dialog, Jokowi Ada Demo Malah Pergi.

POSMETRO INFO - Sikap Presiden Joko Widodo yang enggan menemui para ulama perwakilan massa Aksi Bela Islam II di depan Istana Negara, Jumat (4/11) menjadi sorotan banyak kalangan.

Pengamat politik dari Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago bahkan menyebut  presiden yang beken disapa dengan panggilan Jokowi itu terkesan tidak berani bertemu dengan rakyatnya sendiri.

Pangi mengatakan, mestinya dalam demokrasi malah antara rakyat dan pemerintah yang berkuasa tidak berjarak. Sebab, demokrasi dari dua kata yakni kratos yang berarti kekuasaan (presiden) dan demos yang berarti rakyat.

"Rakyat dengan pemimpin itu ibarat air dengan ikan, nggak boleh ada jarak," ujar Pangi, Sabtu (5/11).

Menurutnya,‎ ada beberapa kesalahan Presiden Jokowi dalam menyikapi Aksi Bela Islam II yang patut disayangkan. Pertama, katanya, Jokowi gagal berdiri di atas semua kepentingan kelompok dan golongan.

Padahal, Proklamator RI Soekarno pernah menerima segelintir pendemo untuk diajak berdialog. Sedangkan Jokowi yang didemo ratusan ribu rakyatnya justru malah pergi.

"Kita masih ingat dengan istilah vox populi, vox dei (suara rakyat adalah suara Tuhan). Sepuluh orang saja yang menghadap menyampaikan aspirasi dan kehendaknya, Soekarno tetap menemui rakyatnya. Apalagi ini ratusan ribu rakyatnya yang ingin bertemu presiden," terangnya.

Menurut Pangi, yang penting adalah kehadiran presiden di tengah masyarakat dengan menemui aksi demontrasi itu. “Ini soal bagaimana fatsun politik tuan raja menemui dan memperlakukan warganya," ucapnya.‎

Kedua, Jokowi tidak memahami skala prioritas. Di saat rakyat mengunjungi Istana dan ingin bertemu Jokowi, mantan gubernur DKI itu malah memilih mengunjungi proyek pembangunan kereta api Bandara Soekarno Hatta.

Dalam pandangan Pangi, ternyata proyek kereta Soekarno Hatta jauh lebih penting bagi Jokowi ketimbang bertemu rakyatnya. Jikowi justru mengutus Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri untuk menemui pendemo.

Ketiga, presiden diduga melanggar sumpah jabatan dan janji konstitusi yang pernah diucapkan dulu. Sebab, presiden gagal berdiri secara adil di atas semua kelompok dan golongan.

Pangi menambahkan, ketika presiden sudah merasa paling kuat dan berkuasa, maka itulah titik kelemahannya. Belajar dari sejarah, katanya, Soeharto dengan latar belakang dari jenderal, punya loyalis siap mati, intelijen dan militernya kuat, ternyata tumbang setelah 32 tahun berkuasa katena mengabaikan suara dan kehendak rakyat.

"Presiden Jokowi gagal dalam mengurai silang sengkarut persoalan mendasar yang dihadapi rakyat. Kepemimpinan yang mengabaikan keresahan umat mayoritas.  Saya ingin memberi makna dan konteks soal kepemimpinan, pemimpin itu mutlak dicintai rakyatnya dan rakyat pun mencintainya," pungkas Pangi.[jpnn]

Apakah Perlukah Berhutang untuk Menikah?

Pesan Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassallam bahwa pernikahan
adalah urusan mudah, jangan menyusahkan siapapun juga, sehingga akan dapat mengundang keberkahan

Perlukah Berhutang untuk Menikah?


Perlukah Berhutang untuk Menikah?SEBUAH iklan beredar di media social menawarkan produk kredit pesta pernikahan. Perlukah sampai demikian berhutang demi meriahnya sebuah pesta yang konon dipercayai meningkatkan martabat orang tua, kedua mempelai dan sanak keluarga?

Menikah adalah satu cara untuk mengikut sunnah Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassallam namun bukan hanya tata cara menikah saja yang patut kita ikuti, sebaiknya hal – halseputar pernikahanpun kita ikuti secara keseluruhan (kaafah).

Persiapan pernikahan

Sebagian masyarakat Muslim di Indonesia menyiapkan pernikahan mulai dari mahar, jenis kartu undangan, acara tunangan (khitbah), hantaran lamaran, pesta pernikahan termasuk sewa gedung dan baju pengantin serta paket foto, tanda mata untuk tamu, baju seragam keluarga, bulan madu, rumah yang akan ditinggali dan banyak hal lainnya.

Biasanya yang stress adalah antara orangtua dan keluarga besar, calon mertua dan keluarga besar, serta kedua mempelai sendiri. Adapun keinginan untuk memeriahkan acara biasanya dating dari orangtu atau anak, atau keduanya.

Pengantin baru Manis dan Bagus berbagi cerita: “Sebelum nikah, kami sih maunya pesta sederhana aja, tapi ya gitu deh, ortu maunya yang meriah. Biayanya ditanggung separo – separo antara dua keluarga. ”Mereke mengatakan bahwa biaya pernikahannya ketika mengundang 1,000 tamu termasuk keluarga dekat menghabiskan biaya hamper Rp. 500 juta rupiah dengan rincian kartu undangan dan ongkos kirim Rp. 20 juta, mas kawin (mahar) Rp. 75 juta, paket pesta pernikahan Rp.  300 juta, tanda mata tamu Rp. 20 juta, baju seragam keluarga Rp. 25 juta, dan paket bulan madu Rp. 60 juta.

Manis melanjutkan bahwa ada juga dana yang masuk dari amplop yang dibawa tamu, sekitar Rp. 200 juta, kado – kado serta bunga ucapan. Sebagian kado tidak terlalu digunakan, bunga ucapan apalagi, biasanya diambil lagi oleh pengirim bunga setelah pesta usai. Sedihnya, pesta berakhir dengan hutang 100juta!

Ketika Rasulullah  menikahkah putrinya

Fatimah Az-Zahra ra adalah putrid keempat dari istri Rasulullah, Khadijah binti Khuwaliid. “Marhaban wasahlan” itulah ucapan Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassallam kepada Ali bin Abu Thalibra ketika ia dating meminang Fatimah yang bermakna bahwa Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassallam menerima pinangannya. Maka menikahlah keduanya.

Pernikahannya sangat sederhana bertempat di rumah yang sederhana, tidak ada music dan hamburan


kekayaan.Perabot rumahnya pun hanya ada kain beludru, bantal kulit berisi rumput kering, penggilingan gandum, alat minum, dan dua buah wadah.Mahar yang diminta tidak lebih dari 12 uqiyah (HR Darimi No. 2103; Ibnu Majah No. 1877), atau sekitar 500 dirham, Rp. 35 juta nilai sekarang.

Itulah pernikahan Fatimah Az-Zahra ra, yang disebut sebagai Ummu Abiha (ibu dari ayahnya) karena selalu menghibur Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassallam di tengah penderitaannya dalam mensyiarkan Islam.

Itulah pernikahan Fatimah Az-Zahra ra, anak satu-satunya Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassallam yang disebut sebagai salah satu dari empat wanita terbaik di dunia yang namanya dihafal setelah Asiyah, Maryam, dan Khadijah.

Itulah pernikahan Fatimah Az-Zahra ra, yang selalu dipuji, dicium tangan dan wajahnya kala berjumpa dengan ayahnya, Rasululllah Shallahu ‘Alaihi Wassallam.

Jadi perlukah berhutang?

Bagi yang ingin menikah, hendaknya mengkaji lagi pesan – pesan Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassallam bahwa pernikahan adalah urusan mudah, jangan menyusahkan siapapun juga, sehingga akan dapat mengundang keberkahan.

“Sebaik-baik pernikahan ialah yang paling mudah” (HR. Abu Daud No. 1808) dan“Pernikahan yang paling besar keberkahannya ialah yang paling mudah maharnya.”(HR. Ahmad  No. 24595).

Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassallam pernah menikahkan seorang wanita dengan seorang lelaki dengan maharhafalan Qur’an, karena sang lelakihanya punya sehelai sarung, tidak mampu mencari walau sebuah cincin besi (lihat HR BukhariNo. 5422; HR Nasa’i No. 3287; HR Darimi No. 2104).

Menyiarkan kabar pernikahan dan berbagi kegembiraan dengan sanak keluarga dan tetangga serta para teman dan sahabat adalah suatu yang dianjurkan, namun jangan sampai memaksakan diri hingga berhutang. Anggaran sederhana dapat diupayakan, misalnya dengan mengirim undangan digital yang didesain cantik, menggunakan rumah sebaga ia jang menyambuttamu, dan masak menggunakan catering sederhana.

Karena biaya makanan adalah porsi terbesar, ada baiknya adat kampung dilestarikan dimana biaya pesta makan ditanggung bersama.Seperti yang diceritakan oleh sahabat kecil penulis, Fery Dubara bahwa tradisi membawa ayam dan beras masih ada di Baturaja, Sumatera Selatan, yang jangan sampai diganti dengan tradisi moderen yang serba praktis dan materialitis katanya.

Kesimpulannya, menikah dengan cara memaksakan diri seperti berhutang adalah tidak mengikuti sunnah Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassallam. Banyak hal yang mudharat dibandingkan manfaatnya, belum lagi masalah riba karena pinjamannya.

Mungkin sementara pengantin dan keluarganya disanjung khalayak ramai, sementara naik martabat di hadapan tamu, namun hina di mata Allah karena ternyata orang yang bermartabat dan mulia adalah bukan dengan kekayaannya tapi yang mulia adalah karena ketaqwaannya. (QS. Al-Hujurat (49): 13). Selaintentang hutang, banyak kisah makanan pesta yang tidak habis kemudian terbuang begitu saja (mubazir), serta menganjurkan gaya tamu makan sambil berdiri. Itukah taqwa dan mengikuti sunnah Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassallam? Wallahua’lam bis-shawaab. Salam Sakinah!*