Loading...

Aksi Massa Teriakkan "Gantung Ahok Sekarang Juga!"


Media Indo - Ribuan umat Islam ‎yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pendukung Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) berjalan kaki menuju Istana Negara, Jumat (4/11). Sambil mengumandangkan tarbir dan sholawat, massa bergerak perlahan menuju Istana Negara.

Di sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan, tepatnya di depan Stasiun Gambir dan Makostrad, massa terlihat memasang spanduk ukuran besar‎ dari jembatan penyeberangan. Spanduk bertuliskan ‘Ahok Gantung Disini’ itu menambah semangat warga yang berjalan perlahan.

“Gantung, gantung, Ahok disini, gantung si Ahok sekarang juga,” teriaknya.

Di jalan ini, massa memang tidak bisa bergerak lebih cepat. Pasalnya, di kanan dan kiri bahu jalan dipenuhi motor, mobil dan bus massa Aksi Bela Islam II. Massa ‘hanya’ kebagian sedikit pada bagian tengah jalan karena dihimpit kendaraan yang memenuhi badan jalan. [akt]

Aksi Massa Teriakkan "Gantung Ahok Sekarang Juga!"


Blog Tausiah - Ribuan umat Islam ‎yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pendukung Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) berjalan kaki menuju Istana Negara, Jumat (4/11). Sambil mengumandangkan tarbir dan sholawat, massa bergerak perlahan menuju Istana Negara.

Di sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan, tepatnya di depan Stasiun Gambir dan Makostrad, massa terlihat memasang spanduk ukuran besar‎ dari jembatan penyeberangan. Spanduk bertuliskan ‘Ahok Gantung Disini’ itu menambah semangat warga yang berjalan perlahan.

“Gantung, gantung, Ahok disini, gantung si Ahok sekarang juga,” teriaknya.

Di jalan ini, massa memang tidak bisa bergerak lebih cepat. Pasalnya, di kanan dan kiri bahu jalan dipenuhi motor, mobil dan bus massa Aksi Bela Islam II. Massa ‘hanya’ kebagian sedikit pada bagian tengah jalan karena dihimpit kendaraan yang memenuhi badan jalan. [akt]

Habib Rizieq: "Pak Jokowi, Jika Perwakilan Kami tak Ditemui, Kita Siap Revolusi, Takbir...!!!"


Media Indo - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq didepan jutaan umat muslim peserta aksi “Bela Islam” mengancam akan melakukan revolusi jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak tegas terhadap kasus penistaan agama yang diduga dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Pak Jokowi jika perwakilan kami tidak ditemuai, kita siap untuk menggulirkan revolusi,” ujarnya saat berorasi di depan Istana Negara, Jumat (4/11).

Ia juga mengancam akan menginap di depan istana jika polisi tidak segera menersangkakan Ahok.”Siap bertahan, siap menginap, siap revolusi, takbir..,” teriaknya disambut oleh peserta demonstrasi.

Saat ini peserta aksi masih bertahan di depan istana hingga sampai stasiun Gambir. Sejauh ini situasi masih kondusif. Massa terlihat mematuhi ketertiban umum dengan tidak merusak fasilitas publik yang ada di sekitar Jalan Medan Merdeka.

Sementara itu Presiden Joko Widodo sendiri kedapatan tengah mengurusi proyek kereta bandara. Jokowi yang didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri BUMN Rini Soemarno, mendatangi lahan yang belum terbebaskan untuk proyek kereta Bandara di Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Batu Ceper, Tangerang, Jumat.  [akt]

Habib Rizieq: "Pak Jokowi, Jika Perwakilan Kami tak Ditemui, Kita Siap Revolusi, Takbir...!!!"


Blog Tausiah - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq didepan jutaan umat muslim peserta aksi “Bela Islam” mengancam akan melakukan revolusi jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak tegas terhadap kasus penistaan agama yang diduga dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Pak Jokowi jika perwakilan kami tidak ditemuai, kita siap untuk menggulirkan revolusi,” ujarnya saat berorasi di depan Istana Negara, Jumat (4/11).

Ia juga mengancam akan menginap di depan istana jika polisi tidak segera menersangkakan Ahok.”Siap bertahan, siap menginap, siap revolusi, takbir..,” teriaknya disambut oleh peserta demonstrasi.

Saat ini peserta aksi masih bertahan di depan istana hingga sampai stasiun Gambir. Sejauh ini situasi masih kondusif. Massa terlihat mematuhi ketertiban umum dengan tidak merusak fasilitas publik yang ada di sekitar Jalan Medan Merdeka.

Sementara itu Presiden Joko Widodo sendiri kedapatan tengah mengurusi proyek kereta bandara. Jokowi yang didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri BUMN Rini Soemarno, mendatangi lahan yang belum terbebaskan untuk proyek kereta Bandara di Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Batu Ceper, Tangerang, Jumat.  [akt]

[VIDEO] Detik-detik Mobil Metro TV Diusir oleh Massa Pendemo Ahok, Kru Panik


Media Indo - Kejadian tidak menyenangkan dialami salah satu stasiun televisi swasta, Metro TV, saat meliput demonstrasi terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).  Saat meliput Ahok, Metro TV diusir oleh masa aksi.

“Usir itu! Kami tidak ingin diliput Metro TV lagi, usir itu,” kata orator aksi di tengah kerumunan massa, Jumat (4/11/2016).

Orator bernama Eka sebelumnya meminta polisi untuk mengawal Metro TV mengeluarkan mobil Satellite News Gathering (SNG) miliknya yang berada di tengah demonstran.

“Kami ingatkan kepada Metro TV agar tidak main-main dalam memberitakan aksi ini. Jangan kalian beritakan soal taman rusak. Kalian catat itu ya,” teriak Eka yang mengenakan jas krem, Jumat (4/11/2016).

“Metro TV, sebaiknya kalian pergi saja. Kalian pro Ahok. Cepat kalian pergi dari sini,” teriak Eka yang kemudian menyulut amarah massa pendemo.

Kabarnya,  ratusan massa merangsek mendekati mobil SNG Metro TV. Sejumlah kru Metro TV yang mengambil gambar dengan handycam tampak begitu panik.

Aksi tak simpatik ini sempat direkam kamera amatir dan disiarkan melalui media sosial. Yang memprihatinkan, rekaman itu juga memuat perkataan kasar hingga ungkapan kebencian pada pihak-pihak tertentu yang tidak terkait dengan kasus penistaan agama yang diduga dilakukan Ahok.

Video:

[VIDEO] Detik-detik Mobil Metro TV Diusir oleh Massa Pendemo Ahok, Kru Panik


Blog Tausiah - Kejadian tidak menyenangkan dialami salah satu stasiun televisi swasta, Metro TV, saat meliput demonstrasi terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).  Saat meliput Ahok, Metro TV diusir oleh masa aksi.

“Usir itu! Kami tidak ingin diliput Metro TV lagi, usir itu,” kata orator aksi di tengah kerumunan massa, Jumat (4/11/2016).

Orator bernama Eka sebelumnya meminta polisi untuk mengawal Metro TV mengeluarkan mobil Satellite News Gathering (SNG) miliknya yang berada di tengah demonstran.

“Kami ingatkan kepada Metro TV agar tidak main-main dalam memberitakan aksi ini. Jangan kalian beritakan soal taman rusak. Kalian catat itu ya,” teriak Eka yang mengenakan jas krem, Jumat (4/11/2016).

“Metro TV, sebaiknya kalian pergi saja. Kalian pro Ahok. Cepat kalian pergi dari sini,” teriak Eka yang kemudian menyulut amarah massa pendemo.

Kabarnya,  ratusan massa merangsek mendekati mobil SNG Metro TV. Sejumlah kru Metro TV yang mengambil gambar dengan handycam tampak begitu panik.

Aksi tak simpatik ini sempat direkam kamera amatir dan disiarkan melalui media sosial. Yang memprihatinkan, rekaman itu juga memuat perkataan kasar hingga ungkapan kebencian pada pihak-pihak tertentu yang tidak terkait dengan kasus penistaan agama yang diduga dilakukan Ahok.

Video:

Terungkap!! Misteri Mengapa Makam Gembong Narkoba FREDDY BUDIMAN Berair ..

Gembong narkoba Freddy Budiman sudah dieksekusi mati oleh regu tembak di Nusa Kambangan, Jumat, 29 Juli 2016 dini hari. Sebelum meninggal, Freddy menyatakan ingin dimakamkan di Surabaya, tanah kelahirannya.

 
Dilansir dari merdeka, Freddy tiba di rumah duka di Jalan Krembangan Baru 7 No 6A, Kecamatan Krembangan, Surabaya, sekitar pukul 14.15 WIB, di tanggal yang sama dengan kematiannya. Saat Jenazah yang dibawa mobil ambulans tiba, pengawalan ketat dari polisi, linmas, Satpol PP dan warga sekitar.Kedatangan jenazah disambut para pelayat, baik itu dari keluarga, kerabat dekat maupun warga sekitar yang kenal Freddy Budiman semasa muda.Setelah selesai disalatkan, jenazah
 
 Freddy Budiman ditandu dan dimasukan kembali ke dalam mobil untuk dibawa ke tempat pemakaman umum (TPU) Mbah Ratu, Jalan Demak. TPU itu sendiri merupakan permintaan Freddy.

Terdapat kejadian unik dan penuh misteri saat jenazah Freddy tiba di area permakaman Mbah Ratu, Jalan Demak, Kecamatan Krembangan, Surabaya. Sejak siang, liang kubur Freddy terus mengeluarkan air.Petugas makam harus bekerja ekstra untuk menguras dan mengeluarkan air dari liang kubur, sebelum jenazah Freddy tiba. Liang kubur yang berukuran sekitar panjang 2,5 meter, lebar 1, 5 meter, tinggi 2 meter, mengeluarkan air hingga ketinggian 20 sampai 30 sentimeter.Untuk mengurasnya, petugas gali makam menggunakan timba. Salah seorang petugas makam, Sadimun mengatakan jika tanah di sekitar makam sedang lembab. Selain itu beberapa hari terakhir di daerah sekitar TPU diguyur hujan deras."Iya kalau hujan tanah di sini (makam) jadi lembab dan waktu digali mesti keluar air. Makanya, kita tadi mengurasnya saat jenazah dekat makam," terang Sadimun.