Loading...

Komitmen Habib Rizieq Demo Damai, Justru Mereka yang Berseberangan yang Ingin Provokasi


Media Indo - Komitmen Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab untuk melakukan aksi Demo Damai II dengan tuntutan agar Ahok segera dihukum, dilakukan dengan segala kekuatan dan kewaspadaan oleh Anggota FPI di lokasi demo.

Sejak mulai bergulir usai Shalat Jumat di Mesjid Istiqlal para peserta demo mulai melakukan longmarch dengan rute Jalan Pejambon, Depan Balaikota dan menuju ke Istana Negara, rupanya cukup memakan waktu yang cukup lama.

Informasi yang didapat pembawaberita.com, dari salah satu panitia jika saat ini jumlah peserta yang telah mendaftar dan mengikuti aksi demo damai mencapai 1,5 juta. Walaupun diawalnya panitia menerima data jumlahnya mencapai 2 juta lebih.

Banyaknya peserta ternyata dimanfaatkan oleh beberapa orang yang terlihat beraksi sedikit berlebihan, dan terkesan malah memptovokasi peserta demo lainnya.

Anggota “pasukan” FPI yang memang sudah disebar dan selalu berkoordinasi dengan anggota FPI lainnya, dan diperkirakan jumlahnya mencapai ribuan anggota FPI, dengan mudahnya menangkap mereka.

Sekitar pukul 14.00 wib, seorang tersangka yang melakukan tindakan mencurigakan berhasil diborgol oleh anggota FPI dengan kondisi kepala mengeluarkan darah, akibat kena pukul massa yang mengetahui kegiatannya yang mencurigakan.

Tersangka langsung di serahkan kepada “Keamanan” aksi dari FPI, namun tidak diketahui keterangan secara detail pria yang bertubuh kurus ini. Karena terlanjur dibawa oleh FPI untuk diserahkan kepada pihak kepolisian.

Dan tidak berselang lama, sekitar pukul  kembali anggota FPI berhasil menangkap seorang pria, yang dari identitas dirinya diketahui bukan beragama Islam, namun nama pria yang ditangkap menggunakan penutup mulut dan topi ini, juga tidak diberitahu.

“Dengan jumlah sedemikian banyaknya, bukan tidak mungkin para provikator, bahkan pencopet berusaha untuk memanfaatkan kesempatan, saya salut dengan anggota FPI dan peserta lainnya yang cukup tanggap dan tidak terpancing. Mereka sangat menghormati FPI selaku panitia dengan cara menyerahkan kepada mereka,” ujar Abdullah Kelrey Presidium Nusa Ina Institute.

Kegeraman para netizen terhadap dua penyusup yang berhasil ditangkap, meminta agar FPI membuka kedok mereka, agar mereka bisa tahu siapa yang ingin mengacaukan aksi damai mereka.

“Saya pikir demikian, agar para netizen tidak menuduh secara serampangan, namun pastinya mereka yang berseberangan,”ujar Abdullah Kelrey, Presidium Nusa Ina Institute. [pbc]

Komitmen Habib Rizieq Demo Damai, Justru Mereka yang Berseberangan yang Ingin Provokasi


Blog Tausiah - Komitmen Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab untuk melakukan aksi Demo Damai II dengan tuntutan agar Ahok segera dihukum, dilakukan dengan segala kekuatan dan kewaspadaan oleh Anggota FPI di lokasi demo.

Sejak mulai bergulir usai Shalat Jumat di Mesjid Istiqlal para peserta demo mulai melakukan longmarch dengan rute Jalan Pejambon, Depan Balaikota dan menuju ke Istana Negara, rupanya cukup memakan waktu yang cukup lama.

Informasi yang didapat pembawaberita.com, dari salah satu panitia jika saat ini jumlah peserta yang telah mendaftar dan mengikuti aksi demo damai mencapai 1,5 juta. Walaupun diawalnya panitia menerima data jumlahnya mencapai 2 juta lebih.

Banyaknya peserta ternyata dimanfaatkan oleh beberapa orang yang terlihat beraksi sedikit berlebihan, dan terkesan malah memptovokasi peserta demo lainnya.

Anggota “pasukan” FPI yang memang sudah disebar dan selalu berkoordinasi dengan anggota FPI lainnya, dan diperkirakan jumlahnya mencapai ribuan anggota FPI, dengan mudahnya menangkap mereka.

Sekitar pukul 14.00 wib, seorang tersangka yang melakukan tindakan mencurigakan berhasil diborgol oleh anggota FPI dengan kondisi kepala mengeluarkan darah, akibat kena pukul massa yang mengetahui kegiatannya yang mencurigakan.

Tersangka langsung di serahkan kepada “Keamanan” aksi dari FPI, namun tidak diketahui keterangan secara detail pria yang bertubuh kurus ini. Karena terlanjur dibawa oleh FPI untuk diserahkan kepada pihak kepolisian.

Dan tidak berselang lama, sekitar pukul  kembali anggota FPI berhasil menangkap seorang pria, yang dari identitas dirinya diketahui bukan beragama Islam, namun nama pria yang ditangkap menggunakan penutup mulut dan topi ini, juga tidak diberitahu.

“Dengan jumlah sedemikian banyaknya, bukan tidak mungkin para provikator, bahkan pencopet berusaha untuk memanfaatkan kesempatan, saya salut dengan anggota FPI dan peserta lainnya yang cukup tanggap dan tidak terpancing. Mereka sangat menghormati FPI selaku panitia dengan cara menyerahkan kepada mereka,” ujar Abdullah Kelrey Presidium Nusa Ina Institute.

Kegeraman para netizen terhadap dua penyusup yang berhasil ditangkap, meminta agar FPI membuka kedok mereka, agar mereka bisa tahu siapa yang ingin mengacaukan aksi damai mereka.

“Saya pikir demikian, agar para netizen tidak menuduh secara serampangan, namun pastinya mereka yang berseberangan,”ujar Abdullah Kelrey, Presidium Nusa Ina Institute. [pbc]

[VIDEO] Pendukung Ahok Dihajar Lantaran Provokasi Massa Demo 4 November


Media Indo - Seorang pria diduga pendukung calon Gunernur DKI Jakarta nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok digebuki massa lantaran memprovokasi peserta demo 4 November di dalam kompleks Masjid Istiqlal Jakarta, Jumat (4/11/2016).

Insiden itu bermula ketika pendukung Ahok mengendarai sepeda motor menerobos kerumunan massa demo 4 November yang sedang jalan kaki. Pria bertubuh gempal tersebut lantas bertanya kepada peserta demo dengan nada tinggi

“Demonya di bayar berapa,” ucap pria yang mengenakan seragam klub sepak bola Intermilan itu.

Sejumlah massa yang mendengar ucapan itu langsung menoleh ke arah pendukung Ahok. Mereka bertanya balik kepada pria berkacamata itu.

“Apa maksudmu ngomong gitu? Kamu bilang kami dibayar? Hati-hati kalau ngomong. Kamu pasti pendukung Ahok kan?,” tanya seorang demonstran dengan nada tinggi.

Beberapa pendemo lantas melayangkan pukulan ke arah helm yang dikenakan pria tersebut. Ada juga yang memukulnya dengan gulungan koran.

Pendukung Ahok tak berkutik. Ia tak melawan dan pasrah menjadi bulan-bulanan massa. Seorang pendemo lantas mengambil kunci kontak motor pria itu dan mengancam untuk mebawanya ke polisi.

“Ini provokator. Ayo kita bawa ke polisi,” ucap seorang pendemo lantas membawa pelaku meninggalkan lokasi dengan menggunakan motor.

Saksi mata bernama Ismail (24) yang ditemui pojoksatu di lokasi kejadian mengatakan, pelaku merupakan pendukung Ahok.

“Dia itu pendukung Ahok, orang Kristen. Kayaknya dia sengaja memprovokasi kita supaya emosi. Untung teman-teman yang lain tidak tersulut emosinya,” ucap Ismail.

Berikut video yang sempat diperoleh Pojoksatu.id:

[VIDEO] Pendukung Ahok Dihajar Lantaran Provokasi Massa Demo 4 November


Blog Tausiah - Seorang pria diduga pendukung calon Gunernur DKI Jakarta nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok digebuki massa lantaran memprovokasi peserta demo 4 November di dalam kompleks Masjid Istiqlal Jakarta, Jumat (4/11/2016).

Insiden itu bermula ketika pendukung Ahok mengendarai sepeda motor menerobos kerumunan massa demo 4 November yang sedang jalan kaki. Pria bertubuh gempal tersebut lantas bertanya kepada peserta demo dengan nada tinggi

“Demonya di bayar berapa,” ucap pria yang mengenakan seragam klub sepak bola Intermilan itu.

Sejumlah massa yang mendengar ucapan itu langsung menoleh ke arah pendukung Ahok. Mereka bertanya balik kepada pria berkacamata itu.

“Apa maksudmu ngomong gitu? Kamu bilang kami dibayar? Hati-hati kalau ngomong. Kamu pasti pendukung Ahok kan?,” tanya seorang demonstran dengan nada tinggi.

Beberapa pendemo lantas melayangkan pukulan ke arah helm yang dikenakan pria tersebut. Ada juga yang memukulnya dengan gulungan koran.

Pendukung Ahok tak berkutik. Ia tak melawan dan pasrah menjadi bulan-bulanan massa. Seorang pendemo lantas mengambil kunci kontak motor pria itu dan mengancam untuk mebawanya ke polisi.

“Ini provokator. Ayo kita bawa ke polisi,” ucap seorang pendemo lantas membawa pelaku meninggalkan lokasi dengan menggunakan motor.

Saksi mata bernama Ismail (24) yang ditemui pojoksatu di lokasi kejadian mengatakan, pelaku merupakan pendukung Ahok.

“Dia itu pendukung Ahok, orang Kristen. Kayaknya dia sengaja memprovokasi kita supaya emosi. Untung teman-teman yang lain tidak tersulut emosinya,” ucap Ismail.

Berikut video yang sempat diperoleh Pojoksatu.id:

Jokowi Pentingkan Urusan Proyek, Massa Demo Ahok Bentrok dengan Aparat


Media Indo - Demonstrasi ormas Islam di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat akhirnya ricuh, dan bentrok dengan polisi. Seorang polisi terlihat dilarikan ke ambulans dan seorang yang diduga provokator ditangkap oleh aparat.

Kericuhan yang terjadi usai waktu maghrib itu, dipicu oleh massa HMI yang merangsek ingin masuk ke Istana. Usaha mereka dihadang oleh polisi dengan pukulan rotan yang dibalas oleh massa HMI dengan lemparan botol air mineral. Mereka kemudian terlibat saling lempar batu dan kayu.

Seorang pria diciduk oleh polisi dari kerumunan massa tapi belum diketahui identitas pria tersebut. 

Tanda-tanda aksi massa HMI akan ricuh sudah terlihat beberapa jam sebelumnya ketika mereka memaksa ingin masuk ke Istana. Usaha mereka bisa dicegah oleh Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) yang meminta agar Satgas FPI turun tangan. "Satgas mana Satgas, turun," tegasnya.

Ketegangan sempat mereda ketika itu. Namun, bentrokan kembali pecah sekitar pukul 18.45 WIB. Hingga berita ini diturunkan, kericuhan masih terjadi.

Jokowi Pentingkan Proyek

Sementara itu, Presiden Joko Widodo dianggap tidak sensitif dan tidak mengerti politik, karena memilih meninjau proyek Kereta Bandara ketimbang menemui perwakilan demonstran Ormas Islam. 

Presiden seperti memancing, apa enggak ada laporan dari intelijen bahwa ada orang datang dari semua daerah. Presiden amatir, enggak sensitif, enggak ngerti politik," kata Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah di Gedung DPR RI, Jakarta.

Fahri menyesalkan sikap Jokowi yang menghindari demonstran menuntut ketegasan pemerintah terhadap Ahok yang diduga menista agama Islam.

"Dia (Jokowi) cuma bilang kerja kerja kerja, emang kerja itu cuma meninjau rel dan kapal, kalau mengaspal jalan suruh mandor saja. Tapi kok Presiden ke situ, manajemen politik diabaikan," sesal Fahri.

Jokowi harusnya membuat situasi menjadi sejuk, aman dan bisa memberikan solusi kepada masyarakat.

Selain itu, Fahri menyesalkan para pembantu presiden. "Kayaknya penasehat keamanan presiden enggak pintar baca situasi. Enggak punya pertimbangan security. Gimana, ada massa sejuta, presiden enggak ada di dalam. Ngawur itu," pungksnya. [msc]

Jokowi Pentingkan Urusan Proyek, Massa Demo Ahok Bentrok dengan Aparat


Blog Tausiah - Demonstrasi ormas Islam di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat akhirnya ricuh, dan bentrok dengan polisi. Seorang polisi terlihat dilarikan ke ambulans dan seorang yang diduga provokator ditangkap oleh aparat.

Kericuhan yang terjadi usai waktu maghrib itu, dipicu oleh massa HMI yang merangsek ingin masuk ke Istana. Usaha mereka dihadang oleh polisi dengan pukulan rotan yang dibalas oleh massa HMI dengan lemparan botol air mineral. Mereka kemudian terlibat saling lempar batu dan kayu.

Seorang pria diciduk oleh polisi dari kerumunan massa tapi belum diketahui identitas pria tersebut. 

Tanda-tanda aksi massa HMI akan ricuh sudah terlihat beberapa jam sebelumnya ketika mereka memaksa ingin masuk ke Istana. Usaha mereka bisa dicegah oleh Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) yang meminta agar Satgas FPI turun tangan. "Satgas mana Satgas, turun," tegasnya.

Ketegangan sempat mereda ketika itu. Namun, bentrokan kembali pecah sekitar pukul 18.45 WIB. Hingga berita ini diturunkan, kericuhan masih terjadi.

Jokowi Pentingkan Proyek

Sementara itu, Presiden Joko Widodo dianggap tidak sensitif dan tidak mengerti politik, karena memilih meninjau proyek Kereta Bandara ketimbang menemui perwakilan demonstran Ormas Islam. 

Presiden seperti memancing, apa enggak ada laporan dari intelijen bahwa ada orang datang dari semua daerah. Presiden amatir, enggak sensitif, enggak ngerti politik," kata Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah di Gedung DPR RI, Jakarta.

Fahri menyesalkan sikap Jokowi yang menghindari demonstran menuntut ketegasan pemerintah terhadap Ahok yang diduga menista agama Islam.

"Dia (Jokowi) cuma bilang kerja kerja kerja, emang kerja itu cuma meninjau rel dan kapal, kalau mengaspal jalan suruh mandor saja. Tapi kok Presiden ke situ, manajemen politik diabaikan," sesal Fahri.

Jokowi harusnya membuat situasi menjadi sejuk, aman dan bisa memberikan solusi kepada masyarakat.

Selain itu, Fahri menyesalkan para pembantu presiden. "Kayaknya penasehat keamanan presiden enggak pintar baca situasi. Enggak punya pertimbangan security. Gimana, ada massa sejuta, presiden enggak ada di dalam. Ngawur itu," pungksnya. [msc]

Ini Kabar Kondisi Ahok Terakhir


Media Indo - Kapolsek Penjaringan, Jakarta Utara, Kompol Bismo Teguh Prakoso, mengataka calon Gubenur pejawat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) aman bersama keluarga di rumah, tepatnya di Kompleks Perumahan Pantai Mutiara, Jakarta Utara.

"Masih (aman) di dalam bersama keluarga dan anak," ujar Bismo yang sedang bersiaga di depan gerbang Kompleks Perumahan Pantai Mutiara, Jakarta, Jumat.

Bismo mengatakan Ahok tidak mengeluhkan banyaknya aparat yang bersiaga di depan kompleks perumahan.
Ia menambahkan aparat TNI dan Polri yang bersiaga, antara lain dari Brimob Kedung Halang dan Marinir TNI AL. Tim keamanan pun akan bersiaga hingga waktu yang tidak ditentukan.

Meskipun sempat ada demonstran yang menyambangi kompleks perumahan Ahok, Bismo mengaku tidak akan menambah personel. "Tidak ada penambahan personel," ujar Bismo.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di Kompleks Pantai Mutiara terkendali dengan ditutupnya pintu gerbang Samudera I yang tidak memperbolehkan kendaraan penghuni tetap masuk. Kendaraan dialihkan ke gerbang Samudera II.

Sebelumnya, sekumpulan demonstran dari ormas Islam Laskar Kampung Luar Batang menyambangi depan kompleks perumahan Ahok, tepatnya di Jalan Pluit Utara Raya pada pukul 18.11 WIB.

Demonstran yang berdatangan dengan sepeda motor dan bus tersebut menyampaikan aspirasi dan meminta Ahok untuk keluar. Meski sempat terjadi perseteruan dengan warga sekitar, demonstran kembali ke wilayah Penjaringan dengan situasi keamanan dan terkendali. [rol]