Loading...

Pendemo yang Meninggal Disebut Bukan karena Asma, ini Tanggapan Polri


Media Indo - Ada perbedaan keterangan antara polisi dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI soal pendemo yang meninggal. Polisi awalnya menyebut pendemo meninggal karena sakit asma. GNPF MUI menepis informasi itu.

Koordinator GNPF MUI Bachtiar Nasir membantah pernyataan Polri yang menyebutkan bahwa pendemo yang meninggal dunia saat aksi unjuk rasa 4 November kemarin karena asma. Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar menanggapi bantahan itu.

"Silakan saja (memberi pernyataan berbeda), yang jelas nanti akan divisum," kata Boy Rafli Amar saat dimintai tanggapan soal pernyataan GNPF MUI lewat saluran telepon, Sabtu (5/11/2016).

"Iya pasti kan kalau sudah masuk rumah sakit akan ada hasil visum oleh tim dokter, jadi biar akurat dan sebab-sebabnya jadi pasti," tambah Boy.

Menurutnya, pernyataan mengenai penyebab kematian satu orang pendemo bernama Syahri yang sebelumnya dia ungkapkan itu adalah informasi awal. Dia beranggapan bahwa langkah terbaik untuk memastikan penyebab kematian adalah dengan menerima penjelasan dari dokter.

"Jadi penjelasan penyebab kematian itu akan semakin akurat apabila dengan dari penjelasan dokter, sebab-sebab kematian itu yang disampaikan pada kita adalah informasi awal tapi semuanya menunggu hasil visum lebih paham. Orang bisa meninggal karena alasan apa saja, penjelasan akan semakin akurat setelah dapat penjelasan ahli yang dalam hal ini adalah tim dokter forensik," terangnya.

Meski begitu, pihaknya tidak menyalahkan pihak manapun dan berharap untuk menyerahkan sepenuhnya pada penjelasan tim dokter. 

"Saya tidak menyalahkan apapun perkataan pak ustaz, saya juga tidak membenarkan apa yang saya katakan, jadi bahwa tim dokter yang akan lebih akurat yang memberi penjelasan," tuturnya.

Lebih lanjut, Boy Rafli memastikan bahwa penyebab kematian pendemo tersebut bukanlah berasal dari tembakan peluru aparat. Aparat dinilainya melakukan tindakan paling tegas hanya dengan gas air mata, dan bukan tembakan peluru.

"Kita bersyukur bahwa tidak konteks oleh karenanya adanya tembakan karena peluru, kondisi di lapangan yang maksimal oleh petugas dengan gas air mata bukan dengan peluru tajam," pungkasnya.(dtk)

Pendemo yang Meninggal Disebut Bukan karena Asma, ini Tanggapan Polri


Blog Tausiah - Ada perbedaan keterangan antara polisi dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI soal pendemo yang meninggal. Polisi awalnya menyebut pendemo meninggal karena sakit asma. GNPF MUI menepis informasi itu.

Koordinator GNPF MUI Bachtiar Nasir membantah pernyataan Polri yang menyebutkan bahwa pendemo yang meninggal dunia saat aksi unjuk rasa 4 November kemarin karena asma. Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar menanggapi bantahan itu.

"Silakan saja (memberi pernyataan berbeda), yang jelas nanti akan divisum," kata Boy Rafli Amar saat dimintai tanggapan soal pernyataan GNPF MUI lewat saluran telepon, Sabtu (5/11/2016).

"Iya pasti kan kalau sudah masuk rumah sakit akan ada hasil visum oleh tim dokter, jadi biar akurat dan sebab-sebabnya jadi pasti," tambah Boy.

Menurutnya, pernyataan mengenai penyebab kematian satu orang pendemo bernama Syahri yang sebelumnya dia ungkapkan itu adalah informasi awal. Dia beranggapan bahwa langkah terbaik untuk memastikan penyebab kematian adalah dengan menerima penjelasan dari dokter.

"Jadi penjelasan penyebab kematian itu akan semakin akurat apabila dengan dari penjelasan dokter, sebab-sebab kematian itu yang disampaikan pada kita adalah informasi awal tapi semuanya menunggu hasil visum lebih paham. Orang bisa meninggal karena alasan apa saja, penjelasan akan semakin akurat setelah dapat penjelasan ahli yang dalam hal ini adalah tim dokter forensik," terangnya.

Meski begitu, pihaknya tidak menyalahkan pihak manapun dan berharap untuk menyerahkan sepenuhnya pada penjelasan tim dokter. 

"Saya tidak menyalahkan apapun perkataan pak ustaz, saya juga tidak membenarkan apa yang saya katakan, jadi bahwa tim dokter yang akan lebih akurat yang memberi penjelasan," tuturnya.

Lebih lanjut, Boy Rafli memastikan bahwa penyebab kematian pendemo tersebut bukanlah berasal dari tembakan peluru aparat. Aparat dinilainya melakukan tindakan paling tegas hanya dengan gas air mata, dan bukan tembakan peluru.

"Kita bersyukur bahwa tidak konteks oleh karenanya adanya tembakan karena peluru, kondisi di lapangan yang maksimal oleh petugas dengan gas air mata bukan dengan peluru tajam," pungkasnya.(dtk)

Margarito : Maaf, Walau jadi Tersangka, Ahok Tak Gugur di Pilkada.

Margarito : Maaf, Walau jadi Tersangka, Ahok Tak Gugur di Pilkada.

Media-Indo INFO - Ahli hukum tata negara, Margarito Kamis menilai Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak gugur dalam proses pemilihan calon Gubernur DKI jika terbukti bersalah dalam hal dugaan penistaan agama.

"Dari segi hukum tidak, kecuali terkena hukum Pilkada dia baru gugur, jadi perlu dilihat hukumnya apa, kalau pidana umum tentu tidak gugur," kata Margarito Kamis di dalam diskusi kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (5/11/2016).

Menurut Margarito, jikapun nanti kepolisian melakukan penyidikan dan menemukan bukti-bukti kuat sehingga akhirnya Ahok menjadi tersangka serta dipenjarakan, maka Ahok dapat saja mengendalikan pemerintahan Jakarta secara sementara jika memang dia terpilih menjadi gubernur lagi.

"Seperti halnya Ratu Atut, dia tetap bisa memerintah dan akhirnya wakilnya Rano Karno yang menjalankan pemerintahannya," ujar Margarito.

‎Lebih lanjut dia mengatakan, jika Ahok terpilih kembali maka yang diuntungkan yaitu kubu PDIP karena Djarot akan naik menjadi Gubernur DKI.

‎"PDIP yang untung kalau hukum betul-betul berjalan, Djarot nanti seperti Rano Karno menjadi gubernur, tapi saya tidak tahu kalkulasinya nanti kayak apa?," ujarnya.[tribun]

Margarito : Maaf, Walau jadi Tersangka, Ahok Tak Gugur di Pilkada.

Margarito : Maaf, Walau jadi Tersangka, Ahok Tak Gugur di Pilkada.

POSMETRO INFO - Ahli hukum tata negara, Margarito Kamis menilai Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak gugur dalam proses pemilihan calon Gubernur DKI jika terbukti bersalah dalam hal dugaan penistaan agama.

"Dari segi hukum tidak, kecuali terkena hukum Pilkada dia baru gugur, jadi perlu dilihat hukumnya apa, kalau pidana umum tentu tidak gugur," kata Margarito Kamis di dalam diskusi kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (5/11/2016).

Menurut Margarito, jikapun nanti kepolisian melakukan penyidikan dan menemukan bukti-bukti kuat sehingga akhirnya Ahok menjadi tersangka serta dipenjarakan, maka Ahok dapat saja mengendalikan pemerintahan Jakarta secara sementara jika memang dia terpilih menjadi gubernur lagi.

"Seperti halnya Ratu Atut, dia tetap bisa memerintah dan akhirnya wakilnya Rano Karno yang menjalankan pemerintahannya," ujar Margarito.

‎Lebih lanjut dia mengatakan, jika Ahok terpilih kembali maka yang diuntungkan yaitu kubu PDIP karena Djarot akan naik menjadi Gubernur DKI.

‎"PDIP yang untung kalau hukum betul-betul berjalan, Djarot nanti seperti Rano Karno menjadi gubernur, tapi saya tidak tahu kalkulasinya nanti kayak apa?," ujarnya.[tribun]

Kronologi Demo 4 November Hingga Berujung Rusuh Versi GNPF MUI


Media Indo - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF) MUI menggelar jumpa pers untuk menjelaskan kronologi peristiwa kerusuhan di penghujung demo 4 November kemarin. GNPF menyatakan kericuhan tersebut awalnya disebabkan oleh tindakan penembakan secara tiba-tiba yang dilakukan polisi.

Koordinator GNPF Bachtiar Nasir menggambarkan bagaimana proses kericuhan terjadi jelang pukul 19.00 WIB, padahal sejak siang hari aksi berjalan damai dan tertib. Ia menjelaskan dalam jumpa pers siang ini di Restoran Pulau Dua, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (5/11/2016). 

Ia menjelaskan, awalnya kericuhan terjadi ketika petugas keamanan secara tiba-tiba menembakkan gas air mata sesaat setelah azan isya berkumandang.

"Tak lama setelah azan isya berkumandang petugas keamanan secara tiba-tiba melakukan tindakan fisik merangsek dan mendorong untuk membubarkan barisan aksi secara paksa dengan menembakkan gas air mata dan menembakkan peluru karet. KH Arifin Ilham yang masih berada di Istana bersaksi bahwa, Wapres RI, Menko Polhukam, dan Kapolri memberikan reaksi marah atas kecerobohan petugas keamanan tersebut," papar Bachtiar.

Ia menyesalkan provokasi dari petugas keamanan tersebut padahal Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Muhammad Iriawan dan Pangdam Jaya Teddy Laksmana sudah memerintahkan agar tidak ada tembakan gas air mata ke massa aksi. Berikut kronologi lengkap dari awal demonstrasi dengan tujuan mendorong kepolisian mengusut kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) hingga akhirnya berujung rusuh karena provokasi:

1. Pukul 10.00 WIB pagi GNPF memberikan pengarahan terbatas kepada pengendali barisan aksi dan para orator dengan pesan yang kuat bahwa ini adalah AKSI DAMAI dan harus menunjukkan akhlaqul karimah. 

2. Pukul 11 pagi pimpinan GNPF bersama ulama menetapkan kesepakatan target aksi damai yang akan diperjuangkan kepada Presiden Jokowi. 

3. Usai shalat Jumat di Mesjid Istiqlal semua peserta barisan aksi melakukan longmarch menuju istana sesuai rute yang telah ditetapkan. Orasi di depan istana baru dimulai ba'da ashar. 

4. Pelaksanaan orasi berjalan lancar dengan orator bergantian dari berbagai elemen dipimpin langsung oleh Habib Rizieq Syihab (sebagai Pembina GNPF MUI). 

5. Perundingan pertama mengutus 2 orang Juru Runding GNPF MUI yaitu; KH. Bachtiar Nasir, dan KH. M. Zaitun Razmin untuk mendatangi istana. Hasilnya Juru Runding menolak melakukan perundingan karena hanya akan ditemui oleh Menko Polhukam dan beberapa menteri sebagai utusan resmi Presiden RI. 

6. Juru Runding mendatangi istana untuk kedua kalinya namun kemudian mereka tetap menolak untuk berunding karena istana tetap menawarkan Menko Polhukkam dan petinggi lainnya, sehingga kemudian Juru Runding kembali kepada barisan aksi. 

7. Selanjutnya Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya berinisiatif mendatangi mobil barisan aksi kemudian naik ke atas dan memberi salam hormat kepada peserta aksi. Kedatangan mereka untuk menemui Habib Rizieq Syihab dan menawarkan agar Juru Runding bisa diterima oleh Wapres RI. Habib Rizieq Syihab bersedia memenuhi penawaran tersebut dengan jaminan agar Wapres RI bersedia memerintahkan Kapolri untuk menangkap BTP hari itu juga. 

8. Kemudian Juru Runding mendatangi istana untuk ketigakalinya. Kali ini Juru Runding diikuti juga oleh KH Misbahul Anam. Juru Runding ditemui Wapres RI dan petinggi lainnya. Perundingan berjalan alot. Hasilnya Wapres RI memberikan jaminan akan memproses hukum BTP secara cepat, tegas dan transparan serta minta waktu selama 2 (dua) minggu untuk merealisasikannya. 

9. Juru Runding kembali ke barisan aksi untuk menyampaikan hasil perundingan. Perundingan terakhir ini baru selesai pukul 18.00 wib. Setelah disampaikan, reaksi para peserta aksi tidak bisa menerima hasil tersebut dan bersepakat untuk bermalam di depan Istana Negara. 

10. KH Arifin Ilham dengan inisiatif sendiri berusaha bernegosiasi langsung menemui Wapres RI. 

11. Kericuhan kecil sebenarnya sudah mulai terjadi sebelum rombongan mobil komando tiba, antara massa yang 'terprovokasi' dengan barikade polisi. Agar tidak terjadi bentrok maka Laskar FPI menjadi pagar pembatas antara massa tersebut dengan barikade polisi, tak lama setelah adzan isya berkumandang petugas keamanan secara tiba-tiba melakukan tindakan fisik merangsek dan mendorong untuk membubarkan barisan aksi secara paksa dengan menembakkan gas air mata dan menembakkan peluru karet. KH Arifin Ilham yang masih berada di istana bersaksi bahwa, Wapres RI, Menko Polhukkam, dan Kapolri memberikan reaksi marah atas kecerobohan petugas keamanan tersebut. 

12. Berkali-kali Kapolri dan Panglima TNI memerintahkan aparat untuk berhenti menembak massa lewat pengeras suara namun tak digubris oleh pasukan polisi, bahkan pasukan motor polisi berputar-putar di kerumunan massa sehingga ada yang tertabrak dan tergilas. 

13. Kejadian tersebut telah memakan 1 korban meninggal dunia atas nama Bapak Syahrie Oemar, 65 thn, warga Curug, Tangerang, Banten. Puluhan korban luka akibat tembakan peluru karet, tertabrak motor polisi dan gas air mata. 

14. Barisan Aksi Bela Islam II akhirnya bergerak menginap di pagar luar Gedung MPR/DPR, pada Pk 03.00 dinihari delegasi GNPF diterima oleh Ketua MPR RI, Ketua dan Anggota Komisi 3 DPR, dan Ketua MKD DPR RI, setelah beberapa kali berunding. Keamanan gedung MPR/DPR diambil alih oleh Panglima TNI dan Kapolri yang akan menggusur massa yang menginap di luar pagar Gedung MPR/DPR. 

15. Komisi 3 DPR kemudian memberikan jaminan akan menekan pemerintah pusat untuk memenuhi janjinya di depan massa Aksi Damai. 

16. Pada pukul 04.05 tanggal 5 Nov 2016 secara resmi GNPF MUI membubarkan Aksi Bela Islam II yang ditutup oleh Ketua GNPF MUI damai yang akan diperjuangkan kepada Presiden Jokowi.  (dtk)

Kronologi Demo 4 November Hingga Berujung Rusuh Versi GNPF MUI


Blog Tausiah - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF) MUI menggelar jumpa pers untuk menjelaskan kronologi peristiwa kerusuhan di penghujung demo 4 November kemarin. GNPF menyatakan kericuhan tersebut awalnya disebabkan oleh tindakan penembakan secara tiba-tiba yang dilakukan polisi.

Koordinator GNPF Bachtiar Nasir menggambarkan bagaimana proses kericuhan terjadi jelang pukul 19.00 WIB, padahal sejak siang hari aksi berjalan damai dan tertib. Ia menjelaskan dalam jumpa pers siang ini di Restoran Pulau Dua, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (5/11/2016). 

Ia menjelaskan, awalnya kericuhan terjadi ketika petugas keamanan secara tiba-tiba menembakkan gas air mata sesaat setelah azan isya berkumandang.

"Tak lama setelah azan isya berkumandang petugas keamanan secara tiba-tiba melakukan tindakan fisik merangsek dan mendorong untuk membubarkan barisan aksi secara paksa dengan menembakkan gas air mata dan menembakkan peluru karet. KH Arifin Ilham yang masih berada di Istana bersaksi bahwa, Wapres RI, Menko Polhukam, dan Kapolri memberikan reaksi marah atas kecerobohan petugas keamanan tersebut," papar Bachtiar.

Ia menyesalkan provokasi dari petugas keamanan tersebut padahal Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Muhammad Iriawan dan Pangdam Jaya Teddy Laksmana sudah memerintahkan agar tidak ada tembakan gas air mata ke massa aksi. Berikut kronologi lengkap dari awal demonstrasi dengan tujuan mendorong kepolisian mengusut kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) hingga akhirnya berujung rusuh karena provokasi:

1. Pukul 10.00 WIB pagi GNPF memberikan pengarahan terbatas kepada pengendali barisan aksi dan para orator dengan pesan yang kuat bahwa ini adalah AKSI DAMAI dan harus menunjukkan akhlaqul karimah. 

2. Pukul 11 pagi pimpinan GNPF bersama ulama menetapkan kesepakatan target aksi damai yang akan diperjuangkan kepada Presiden Jokowi. 

3. Usai shalat Jumat di Mesjid Istiqlal semua peserta barisan aksi melakukan longmarch menuju istana sesuai rute yang telah ditetapkan. Orasi di depan istana baru dimulai ba'da ashar. 

4. Pelaksanaan orasi berjalan lancar dengan orator bergantian dari berbagai elemen dipimpin langsung oleh Habib Rizieq Syihab (sebagai Pembina GNPF MUI). 

5. Perundingan pertama mengutus 2 orang Juru Runding GNPF MUI yaitu; KH. Bachtiar Nasir, dan KH. M. Zaitun Razmin untuk mendatangi istana. Hasilnya Juru Runding menolak melakukan perundingan karena hanya akan ditemui oleh Menko Polhukam dan beberapa menteri sebagai utusan resmi Presiden RI. 

6. Juru Runding mendatangi istana untuk kedua kalinya namun kemudian mereka tetap menolak untuk berunding karena istana tetap menawarkan Menko Polhukkam dan petinggi lainnya, sehingga kemudian Juru Runding kembali kepada barisan aksi. 

7. Selanjutnya Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya berinisiatif mendatangi mobil barisan aksi kemudian naik ke atas dan memberi salam hormat kepada peserta aksi. Kedatangan mereka untuk menemui Habib Rizieq Syihab dan menawarkan agar Juru Runding bisa diterima oleh Wapres RI. Habib Rizieq Syihab bersedia memenuhi penawaran tersebut dengan jaminan agar Wapres RI bersedia memerintahkan Kapolri untuk menangkap BTP hari itu juga. 

8. Kemudian Juru Runding mendatangi istana untuk ketigakalinya. Kali ini Juru Runding diikuti juga oleh KH Misbahul Anam. Juru Runding ditemui Wapres RI dan petinggi lainnya. Perundingan berjalan alot. Hasilnya Wapres RI memberikan jaminan akan memproses hukum BTP secara cepat, tegas dan transparan serta minta waktu selama 2 (dua) minggu untuk merealisasikannya. 

9. Juru Runding kembali ke barisan aksi untuk menyampaikan hasil perundingan. Perundingan terakhir ini baru selesai pukul 18.00 wib. Setelah disampaikan, reaksi para peserta aksi tidak bisa menerima hasil tersebut dan bersepakat untuk bermalam di depan Istana Negara. 

10. KH Arifin Ilham dengan inisiatif sendiri berusaha bernegosiasi langsung menemui Wapres RI. 

11. Kericuhan kecil sebenarnya sudah mulai terjadi sebelum rombongan mobil komando tiba, antara massa yang 'terprovokasi' dengan barikade polisi. Agar tidak terjadi bentrok maka Laskar FPI menjadi pagar pembatas antara massa tersebut dengan barikade polisi, tak lama setelah adzan isya berkumandang petugas keamanan secara tiba-tiba melakukan tindakan fisik merangsek dan mendorong untuk membubarkan barisan aksi secara paksa dengan menembakkan gas air mata dan menembakkan peluru karet. KH Arifin Ilham yang masih berada di istana bersaksi bahwa, Wapres RI, Menko Polhukkam, dan Kapolri memberikan reaksi marah atas kecerobohan petugas keamanan tersebut. 

12. Berkali-kali Kapolri dan Panglima TNI memerintahkan aparat untuk berhenti menembak massa lewat pengeras suara namun tak digubris oleh pasukan polisi, bahkan pasukan motor polisi berputar-putar di kerumunan massa sehingga ada yang tertabrak dan tergilas. 

13. Kejadian tersebut telah memakan 1 korban meninggal dunia atas nama Bapak Syahrie Oemar, 65 thn, warga Curug, Tangerang, Banten. Puluhan korban luka akibat tembakan peluru karet, tertabrak motor polisi dan gas air mata. 

14. Barisan Aksi Bela Islam II akhirnya bergerak menginap di pagar luar Gedung MPR/DPR, pada Pk 03.00 dinihari delegasi GNPF diterima oleh Ketua MPR RI, Ketua dan Anggota Komisi 3 DPR, dan Ketua MKD DPR RI, setelah beberapa kali berunding. Keamanan gedung MPR/DPR diambil alih oleh Panglima TNI dan Kapolri yang akan menggusur massa yang menginap di luar pagar Gedung MPR/DPR. 

15. Komisi 3 DPR kemudian memberikan jaminan akan menekan pemerintah pusat untuk memenuhi janjinya di depan massa Aksi Damai. 

16. Pada pukul 04.05 tanggal 5 Nov 2016 secara resmi GNPF MUI membubarkan Aksi Bela Islam II yang ditutup oleh Ketua GNPF MUI damai yang akan diperjuangkan kepada Presiden Jokowi.  (dtk)

Ternyata Wanita Punya Rahasia yang Tidak boleh diketahui loh! Apakah kamu termasuk yang Menyimpan Rahasia ini?

PortalTausiah - Memang tidak ada yang mengetahui apa isi hati setiap wanita. Apalagi isi hati kaum perempuan terkadang sulit untuk diterka. Terkadang ingin A tapi besoknya bisa berubah jadi B. Bagaimana dengan rahasia-rahasia wanita yang ada dalam hati, berikut rahasianya :




1. Bila seorang wanita mengatakan dia sedang bersedih,tetapi dia tidak meneteskan airmata,itu berarti dia sedang menangis di dalam hatinya.

2. Bila dia tidak menghiraukan kamu setelah kamu menyakiti hatinya,lebih baik kamu beri dia waktu untuk menenangkan hatinya sebelum kamu menegur dengan ucapan maaf.

3. Wanita sulit untuk mencari sesuatu yang dia benci tentang orang yang paling dia sayang (karena itu banyak wanita yang patah hati bila hubungannya putus di tengah jalan).

4. Jika sorang wanita jatuh cinta dengan seorang lelaki,lelaki itu akan sentiasa ada di pikirannya walaupun ketika dia sedang dengan lelaki lain.

5. Bila lelaki yang dia cintai merenung tajam ke dalam matanya,dia akan cair seperti coklat!!

6. Wanita memang menyukai pujian tetapi selalu tidak tahu cara menerima pujian.

7. Jika kamu tidak suka dengan gadis yang menyukai kamu setengah mati,tolak cintanya dengan lembut,jangan kasar karena ada satu semangat dalam diri wanita yang kamu tak akan tahu bila dia telah membuat keputusan,dia akan melakukan apa saja.

8. Jika seorang gadis sedang menjauhkan diri darimu setelah kamu tolak cintanya,biarkan dia untuk seketika.Jika kamu masih ingin menganggap dia seorang kawan,cobalah tegur dia perlahan-lahan.

9. Wanita suka meluahkan apa yang mereka rasa.Musik,puisi,lukisan dan tulisan adalah cara termudah mereka meluahkan isi hati mereka.

10.Jangan sesekali beritahu kepada perempuan tentang apa yang membuat mereka langsung merasa tak berguna.

11.Bersikap terlalu serius bisa mematikan mood wanita.

12.Bila pertama
kali lelaki yang dicintainya sedang diam memberikan respon positif,misalnya menghubunginya melalui telepon,si gadis akan bersikap acuh tak acuh seolah-olah tidak berminat,tetapi sebenarnya dia akan berteriak senang dan tak


sampai sepuluh minit,semua teman-temannya
akan tahu berita tersebut.

13.Sebuah senyuman memberi seribu arti bagi wanita.Jadi jangan senyum sembarangan kepada wanita.

14.Jika kamu menyukai sorang wanita, mulailah dengan persahabatan.Kemudian biarkan dia mengenalmu lebih dalam.

15.Jika sorang wanita memberi seribu satu alasan setiap kali kamu ajak keluar,tinggalkan dia karena dia memang tak berminat denganmu.

16.Tetapi jika dalam waktu yang sama dia menghubungimu atau menunggu panggilan darimu,teruskan usahamu untuk memikatnya.

17.Jangan sesekali menebak apa yang dirasakannya.Tanya dia sendiri!!

18.Setelah sorang gadis jatuh cinta,dia akan sering bertanya-tanya mengapa aku tak bertemu lelaki ini lebih awal.

19.Kalau kamu masih mencari-cari cara yang paling romantis untuk memikat hati sorang gadis,bacalah buku-buku cinta.

20.Bila setiap kali melihat foto bersama,yang pertama dicari oleh wanita ialah siapa yang berdiri di sebelah buah hatinya,kemudian barulah dirinya sendiri.

21.Mantan pacarnya akan selalu ada di pikirannya tetapi lelaki yang dicintainya sekarang akan berada di tempat teristimewa di hatinya!!

22.Satu ucapan ‘Hi’ saja sudah cukup menceriakan harinya.

23.Teman baiknya saja yang tahu apa yang sedang dia rasa dan lalui.

24.Wanita paling benci lelaki yang berbaik-baik dengan mereka semata-mata untuk menggaet kawan mereka yang paling cantik.

25.Cinta berarti kesetiaan, jujur dan kebahagiaan tanpa syarat.

26.Semua wanita menginginkan seorang lelaki yang dicintainya dengan sepenuh hati..

27.Senjata wanita adalah airmata!!

28.Wanita suka jika sesekali orang yang disayanginya memberi surprise buatnya (hadiah, bunga atau sekadar kata-kata romantis).Mereka akan terharu dan merasakan bahwa dirinya dicintai setulus hati.Dengan ini dia tak akan ragu-ragu terhadapmu.

29.Wanita mudah jatuh hati pada lelaki yang perhatian padanya dan baik terhadapnya.So,kalau mau memikat wanita pandai-pandailah..

30. Sebenarnya mudah mengambil hati wanita kerena apa yang dia mau hanyalah perasaan dicintai dan disayangi sepenuh jiwa.