Loading...

Timses Ahok Minta Publik Legowo Saja Jika Ahok Tidak Terbukti Bersalah


Media Indo - Bareskrim Mabes Polri akan melanjutkan proses hukum kasus dugaan pencemaran agama oleh Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki T Purnama ( Ahok). Rencananya Ahok akan kembali diperiksa Bareskrim pada Senin (7/11) besok.

Anggota tim Pemenangan Ahok- Djarot Bestari Barus mendukung dan mempercayakan proses hukum Ahok kepada polisi. Hanya saja, Bestari meminta kepada semua pihak untuk legowo andai Polri menyatakan Ahok tidak bersalah.

"Biasa saja, kita serahkan semuanya ke kepolisian, kita apresiasi. Cuma kalau nanti Ahok tidak bersalah, jangan sampai menjadi 'wah ini udah gak bener'," kata Bestari saat dihubungi, Minggu (6/11).

Bestari menyarankan agar dalam memproses kasus Ahok, polisi tidak boleh diintervensi atau terpengaruh segala tuntutan yang ada. Polri, katanya, harus netral dalam mengusut kasus Ahok.

"Jangan sampai ada prasangka buruk. Saya juga menyarankan agar polisi tidak boleh ditekan dan merasa tertekan. Harus netral dalam mengambil sikap di kasus ini," imbuhnya.

Pengunggah pertama video dugaan penistaan agama Ahok, Buni Yani mengakui ada kesalahan saat mentranskrip kata-kata Ahok. Kesalahan yang dimaksud adalah tidak adanya kata 'pakai'. Buni Yani saat ini sedang ditangani oleh Polda Metro Jaya.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD DKI ini mengingatkan jika Bu Yani terbukti bersalah maka ia juga harus ditindak.

"Sama saja, polisi harus netral. Kalau ada kesalahan harus ditindak. Nanti di rapat akan dibahas juga soal bareskrim," tegas politisi NasDem ini. (ma)

Timses Ahok Minta Publik Legowo Saja Jika Ahok Tidak Terbukti Bersalah


Blog Tausiah - Bareskrim Mabes Polri akan melanjutkan proses hukum kasus dugaan pencemaran agama oleh Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki T Purnama ( Ahok). Rencananya Ahok akan kembali diperiksa Bareskrim pada Senin (7/11) besok.

Anggota tim Pemenangan Ahok- Djarot Bestari Barus mendukung dan mempercayakan proses hukum Ahok kepada polisi. Hanya saja, Bestari meminta kepada semua pihak untuk legowo andai Polri menyatakan Ahok tidak bersalah.

"Biasa saja, kita serahkan semuanya ke kepolisian, kita apresiasi. Cuma kalau nanti Ahok tidak bersalah, jangan sampai menjadi 'wah ini udah gak bener'," kata Bestari saat dihubungi, Minggu (6/11).

Bestari menyarankan agar dalam memproses kasus Ahok, polisi tidak boleh diintervensi atau terpengaruh segala tuntutan yang ada. Polri, katanya, harus netral dalam mengusut kasus Ahok.

"Jangan sampai ada prasangka buruk. Saya juga menyarankan agar polisi tidak boleh ditekan dan merasa tertekan. Harus netral dalam mengambil sikap di kasus ini," imbuhnya.

Pengunggah pertama video dugaan penistaan agama Ahok, Buni Yani mengakui ada kesalahan saat mentranskrip kata-kata Ahok. Kesalahan yang dimaksud adalah tidak adanya kata 'pakai'. Buni Yani saat ini sedang ditangani oleh Polda Metro Jaya.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD DKI ini mengingatkan jika Bu Yani terbukti bersalah maka ia juga harus ditindak.

"Sama saja, polisi harus netral. Kalau ada kesalahan harus ditindak. Nanti di rapat akan dibahas juga soal bareskrim," tegas politisi NasDem ini. (ma)

Antasari Azhar Bebas 10 November Jam 10.10 WIB


Media Indo - Mantan Ketua KPK Antasari Azhar dipastikan bebas pada 10 November nanti. Sejumlah acara akan dilakukan dalam rangka menyambut kembalinya Antasari ke masyarakat.

"Bebas pada 10 November 2016 pukul 10.10 WIB," kata pengacara Antasari, Boyamin Saiman saat dihubungi detikcom, Minggu (6/11/2016).

Atas bebasnya Antasari, sejumlah acara akan dilakukan di dalam LP Tangerang. Yaitu malam syukuran dengan menyembelih kambing pada Senin (7/11) malam, pengajian di dalam LP pada Selasa (8/11) dilanjutkan dengan pentas seni dari para narapidana.

"Pada 9 November kami ke Kakanwilkum HAM Banten di Serang untuk melaporkan dan membereskan administrasi keluar Lapas," ucap Boyamin.

Keesokan harinya atau tepat 10 November 2016 pukul 10.10 WIB, Antasari secara resmi keluar penjara dengan status orang bebas. 

"Keluar LP langsung disambut rebana dan anak yatim," ujar Boyamin.

Antasari dihukum 18 tahun penjara terkait kematian Nasrudin Zulkarnaen. Kematian ini menimbulkan tanda tanya, benarkan Antasari sebagai otak pelaku pembunuhan itu. Hakim agung Prof Dr Surya Jaya menjadi satu-satunya hakim yang tak yakin Antasari menjadi otak pelaku perbuatan itu.

"Keterangan Sigit yaitu 'Terdakwa bilang harus ada tindakan konkrit untuk menyelesaikan teror, ancaman', tidak dapat dikatakan suatu bentuk penganjuran. Makna kalimat itu agar supaya dilakukan tindakan nyata untuk memberi rasa aman bagi Antasari terlepas dari teror atau ancaman. Hal ini penting menyangkut niat dan pertanggungjawaban pidana," ujar hakim agung Prof Dr Surya Jaya dalam putusan kasasi. (dtk)

Antasari Azhar Bebas 10 November Jam 10.10 WIB


Blog Tausiah - Mantan Ketua KPK Antasari Azhar dipastikan bebas pada 10 November nanti. Sejumlah acara akan dilakukan dalam rangka menyambut kembalinya Antasari ke masyarakat.

"Bebas pada 10 November 2016 pukul 10.10 WIB," kata pengacara Antasari, Boyamin Saiman saat dihubungi detikcom, Minggu (6/11/2016).

Atas bebasnya Antasari, sejumlah acara akan dilakukan di dalam LP Tangerang. Yaitu malam syukuran dengan menyembelih kambing pada Senin (7/11) malam, pengajian di dalam LP pada Selasa (8/11) dilanjutkan dengan pentas seni dari para narapidana.

"Pada 9 November kami ke Kakanwilkum HAM Banten di Serang untuk melaporkan dan membereskan administrasi keluar Lapas," ucap Boyamin.

Keesokan harinya atau tepat 10 November 2016 pukul 10.10 WIB, Antasari secara resmi keluar penjara dengan status orang bebas. 

"Keluar LP langsung disambut rebana dan anak yatim," ujar Boyamin.

Antasari dihukum 18 tahun penjara terkait kematian Nasrudin Zulkarnaen. Kematian ini menimbulkan tanda tanya, benarkan Antasari sebagai otak pelaku pembunuhan itu. Hakim agung Prof Dr Surya Jaya menjadi satu-satunya hakim yang tak yakin Antasari menjadi otak pelaku perbuatan itu.

"Keterangan Sigit yaitu 'Terdakwa bilang harus ada tindakan konkrit untuk menyelesaikan teror, ancaman', tidak dapat dikatakan suatu bentuk penganjuran. Makna kalimat itu agar supaya dilakukan tindakan nyata untuk memberi rasa aman bagi Antasari terlepas dari teror atau ancaman. Hal ini penting menyangkut niat dan pertanggungjawaban pidana," ujar hakim agung Prof Dr Surya Jaya dalam putusan kasasi. (dtk)

Jokowi ke WNI di Sydney: Situasi Tanah Air Aman, Tak Usah Khawatir


Media Indo - Presiden Jokowi melakukan video conference dengan WNI di Sydney sebagai ganti kunjungannya yang ditunda. Jokowi menyampaikan bahwa kondisi tanah air aman.

"Selamat siang. Salam sejahtera Pak Dubes dan bapak ibu saudara sekalian yang saat ini berkumpul di Sydney," ujar Jokowi mengawali video conference.

Video conference digelar di Istana Bogor. Jokowi berbicara kepada sejumlah WNI yang berkumpul atas inisiasi Dubes Nadjib Riphat.

Jokowi lantas menyampaikan sejumlah perkembangan hal di tanah air. Dari sisi ekonomi sampai proses pelaksanaan pembangunan. Tak lupa, Jokowi juga menyampaikan mengenai bidang keamanan.

"Yang berkaitan dengan situasi kondisi di Tanah Air, saya sampaikan aman. Stabilitas politik tidak ada masalah, sehingga tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan," ujar Jokowi.

Meski kondisi aman, kata Jokowi, masih tetap diperlukan konsolidasi politik dan kenegaraan.

"Oleh sebab itu kita dari pagi sampai tengah malam terus mengundang tokoh politik, agama untuk memberikan masukan dalam memberikan rasa sejuk," ujar Jokowi. (dtk)

Jokowi ke WNI di Sydney: Situasi Tanah Air Aman, Tak Usah Khawatir


Blog Tausiah - Presiden Jokowi melakukan video conference dengan WNI di Sydney sebagai ganti kunjungannya yang ditunda. Jokowi menyampaikan bahwa kondisi tanah air aman.

"Selamat siang. Salam sejahtera Pak Dubes dan bapak ibu saudara sekalian yang saat ini berkumpul di Sydney," ujar Jokowi mengawali video conference.

Video conference digelar di Istana Bogor. Jokowi berbicara kepada sejumlah WNI yang berkumpul atas inisiasi Dubes Nadjib Riphat.

Jokowi lantas menyampaikan sejumlah perkembangan hal di tanah air. Dari sisi ekonomi sampai proses pelaksanaan pembangunan. Tak lupa, Jokowi juga menyampaikan mengenai bidang keamanan.

"Yang berkaitan dengan situasi kondisi di Tanah Air, saya sampaikan aman. Stabilitas politik tidak ada masalah, sehingga tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan," ujar Jokowi.

Meski kondisi aman, kata Jokowi, masih tetap diperlukan konsolidasi politik dan kenegaraan.

"Oleh sebab itu kita dari pagi sampai tengah malam terus mengundang tokoh politik, agama untuk memberikan masukan dalam memberikan rasa sejuk," ujar Jokowi. (dtk)

Simak ! Kesaksian Khatib Istana Negara Terkait Aksi Bela Islam yang Diplintir Media Mainstream


Media Indo - Khatib Istana Kepresidenan, H. Ahmad Buchory Muslim sampaikan kesaksian kondisi 4 November di Masjid Istiqlal, Jakarta, bada sholat Shubuh, Sabtu (5/11/2016) yang banyak dipilintir oleh media mainstream.

Menurut Ahmad Buchory, sekitar 25 Ulama bertemu Wakil Presiden, Menkopolhukam, dan Mensesneg di Istana Negara semalaman. Dan beliau menginformasikan kondisi Ulama yang diisukan di medsos semua sehat wal afiat termasuk Habib Mahdi, Ustad Arifin Ilham dan Habib Syeik Ali.

Sampai massa kembali berorrasi di depan DPR RI, para ulama ditemui anggota DPR, dan memanggil Kapolri. Ahmad Buchory menyampaikan bahwa Kapolri merasa malu atas perintah yang tidak diindahkan bawahannya.

“Kita kemudian orasi sampai jam 2 malam di DPR, alhamdulillah anggota DPR datang menemui Ulama kita, Kapolri dipanggil, Kapolri kita lihat malu, kan disaat Kapolri bilang stop, mereka makin kenceng nembaknya. Itu didepan mata kita, jadi gak ada yang bohong” katanya.

Sementara pemberitaan di televisi (media mainstream) berbeda dengan kenyataan di lapangan yang gencar memberitakan bahwa massa sengaja mendobrak masuk Istana. Padahal menurut Ahmad Buchory, jangankan masuk Istana, pagarnya saja tidak pernah mereka sentuh.

Provokator dari semua ini adalah seorang mahasiswa yang menyusup ke barisan HMI yang setelah tertangkap ternyatanya dalam KTPnya beragama Kristen.

“Dan kita tahu itu Metro tipu, kita pasti tahu dalam perjuangan itu ada syetannya. Sekali lagi saya menyaksikan langsung. Demi Allah kemarin kalau bapak-bapak lihat ada pertemuan dibawah, demi Allah saya saksi hidup, Habib Rizieq menangis mendapat amanah besar itu” tandasnya.

Ia pun tak takut jika pernyataannya ini menyebabkan ia dipecat dan tak boleh lagi menjadi khatib di Instana Negara.

“Saya tidak takut sama sekali, di Jakarta masih banyak Masjid yang mau menerima saya menjadi khatib. (ps)