Loading...

Jokowi: Kita Harapkan Tidak Ada Demo Lagi

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada peresmian pameran bertajuk 'Goresan Juang Kemerdekaan : Koleksi Seni Rupa Istana Kepresidenan Republik Indonesia' di Galeri Nasional, Jakarta, Senin (1/8/2016). Pameran menampilkan 28 karya dari 20 maestro lukis Indonesia seperti Raden Saleh, Affandi, Basoeki Abdullah hingga Presiden Soekarno, berlangsung untuk umum dari 2-30 Agustus.



 Media Nasional - Presiden Joko Widodo berharap agar tidak ada demonstrasi lanjutan untuk menuntut proses hukum terhadap calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dituduh melakukan penistaan agama.

Hal itu disampaikan Jokowi terkait rencana demonstrasi lanjutan yang akan dilakukan pada 25 November 2016.
"Kita mengharapkan agar sudah tidak ada demo-demo lagi," kata Jokowi kepada wartawan usai memberikan pengarahan kepada 3000 personil Brimob, di Markas Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jumat (11/11/2016).
Jokowi menegaskan bahwa tuntutan pendemo agar kepolisian menjalankam proses hukum terhadap Ahok sudah dilakukan.
Saat ini, Badan Reserse Kriminal Polri tengah memanggil para saksi maupun ahli untuk diperiksa dan diminta pendapatnya terkait kasus Ahok.
Ahok juga sudah diperiksa sebagai terlapor sebanyak dua kali.
"Karena proses hukum sudah, proses hukum sudah dilakukan," ucap Jokowi.
Presiden Jokowi sebelumnya berkali-kali menegaskan tidak akan lindungi Ahok.
Demonstrasi untuk menuntut proses hukum terhadap Ahok sebelumnya sudah dilakukan pada Jumat (4/11/2016). Saat itu, perwakilan pendemo diterima oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Kapolri Jenderal (pol) Tito Karnavian saat itu menjanjikan penyelesaian kasus Ahok dalam dua pekan.
Setelah pemeriksaan saksi dan ahli selesai, Polri rencananya akan melakukan gelar perkara secara terbuka untuk memutuskan ada atau tidak tindak pidana yang dilakukan Ahok.
Kompas TVAhok: Kalo Disuruh Mundur, Lebih Baik Saya Dipenjara

Lulung Sebut Pemasangan Spanduk "Tangkap Ahok" atas Persetujuannya

Ketua DPD PPP DKI Jakarta Abraham "Lulung" Lunggana saat menghadiri acara penetapan nomor urut pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (25/10/2016) malam.



 Media News -  Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham "Lulung" Lunggana mengatakan, spanduk provokatif kepada Basuki Tjahaja Purnama dipasang oleh Kerukunan Anak Tanah Abang (Kuat). Sebelum dipasang, warga meminta persetujuan dahulu dari Lulung.

"Spanduk tangkap Ahok itu ekspresi anak-anak Tanah Abang, dipasang di dekat tempat saya. Terus saya bolehin, saya bilang sampai ada tanggal 25 November ya," ujar Lulung ketika dihubungi, Senin (14/11/2016).
Hanya saja, kata Lulung, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkesan resah dengan adanya spanduk itu. Dia pun heran dengan hal tersebut. Sebab, kata dia, selama ini Basuki atau Ahok lebih sering berkata provokatif seperti spanduk itu.
"Kelihatannya ada yang resah, pemda resah dengan adanya spanduk itu. Jadi Ahok boleh ngomong sembarangan, rakyat enggak boleh ngomong sembarangan gitu," ujar Lulung.
Sebenarnya, kata Lulung, warga Tanah Abang hanya ingin polisi serius menyelidiki kasus penistaan agama yang dituduhkan kepada Ahok. Itu alasan mereka membuat spanduk tersebut.
Terkait tulisan spanduk yang provokatif, Lulung mengatakan, hal itu seharusnya tidak menjadi persoalan.
"Ini sama enggak kayak bahasa waktu demo ratusan ribu orang kemarin? Sama kan. Masa satu spanduk saja dimasalahi. Ratusan ribu orang pasang itu enggak apa-apa, masa anak Tanah Abang enggak boleh," ujar Lulung.
Spanduk yang dimaksud terpampang di pinggir Jalan Fachrudin, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (11/11/2016). Spanduk itu berisi tulisan bernada provokatif, yakni ajakan untuk menangkap Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Gubernur petahana DKI yang kini menjadi salah satu calon gubernur pada Pilkada DKI 2017.
Spanduk tersebut dibentangkan di papan dan diletakkan di pinggir jalan di sebelah bangunan Apartemen Boulevard. Letaknya persis di depan sebuah akses masuk sebuah ruko.

Kompas TV
Lulung: Saya Berdiri di Belakang Orang yang Lawan Ahok

Timnas Indonesia Ikuti "Mannequin Challenge"

Timnas Indonesia Ikuti "Mannequin Challenge"
Aksi gelandang Persib, Zulham Zamrun, dalam sesi seleksi timnas tahap kedua di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (16/8/2016).

Media Bola - Demam tantantan manekin atau "mannequin challenge" tidak hanya terjadi di klub-klub besar seperti Borussia Dortmund, Bayern Muenchen, dan Juventus.

Tim nasional Indonesia pun punya gaya tersendiri saat beraksi ala patung. Hal tersebut diketahui dari sebuah video dari akun Instagram winger tim nasional Indonesia, Zulham Zamrun.
Mannequin challenge ala timnas ini diikuti sejumlah pemain seperti  Zulham, Boaz Solossa, Hansamu Yama, Kurnia Meiga, Irfan Bachdim, Stefano Lilipaly, Rizky Pora, Manahati Lestusen, Beny Wahyudi, dan Abduh Lestaluhu.
Aksi ini direkam saat mereka berada di hotel tempat menginap saat pemusatan latihan di Karawaci, Tangerang.

Video dimulai dengan aksi Boaz yang sedang "membeku" dengan memegang telepon genggamnya. Irfan Bachdim terlihat totalitas berperan membersihkan lantai dengan memegang penyedot debu.

Sang aktor utama Zulham berdiri di depan pintu kamar hotel sambil bersalaman dengan Manahati Lestusen.

Hingga Senin (14/11/2016) sore, video ini sudah ditonton sekitar 67 ribu kali dengan 298 komentar. 


Mannequin challenge ini awalnya ramai di Amerika Serikat. Bintang klub basket Golden State Warriors, Stephen Curry, juga demam #mannequinchallenge.

Pebasket berusia 28 tahun tersebut mengunggah video yang menunjukkan ekspresinya saat dia berubah menjadi patung bersama orang-orang yang berada di restoran. Video Curry ini sudah ditonton sekitar 1,1 juta orang.

Selain itu, salah satu tim NFL The Dallas Cowboys berpose ala manekin saat mereka berada di pesawat.

Fenomena tantangan berpose ala manekin ini mengingatkan kita terhadap tantangan mandi es atau ice bucket challange yang sempat heboh beberapa waktu lalu.

Sejumlah tokoh ternama, termasuk atlet, artis, hingga pengusaha, belakangan ini ramai-ramai ikut serta dalam tantangan mandi es.

Dalam tantangan tersebut, orang yang ikut serta akan menerima siraman air es di kepalanya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan dana dan kesadaran publik pada penyakit amytrophic lateral sclerosis (ALS).

ALS yang dikenal juga dengan penyakit Lou Gehrig merupakan penyakit neurodegeneratif progresif yang menyerang sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang, khususnya saraf motorik.
Sebelumnya lagi, ada demam Harlem Shake. Mereka yang ikut tertantang bertingkah "liar" pada sebagian akhir lagu. 
 Lini Belakang Timnas Masih Kurang Solid


"Hacker" Asal China Bobol Google Pixel dalam Semenit




Media Teknologi - Google Pixel ternyata tak mampu bertahan lama menghadapi tangan-tangan terampil para hacker China. Ponsel terbaru besutan Google itu takluk dalam waktu kurang dari semenit.

Untunglah, para pembobolnya tidak berniat jahat. Mereka adalah kelompok “white-hat” aias “hacker baik” yang hendak mendemonstrasikan celah sekuriti berbahaya di Google Pixel, dalam acara kompetisi hacking 2016 Pwnfest di Seoul, Korea Selatan, Jumat kemarin.

Sebagaimana KompasTekno rangkum dari The Next Web, Minggu (13/11/2016) tim hacker bernama Qihoo 360 itu membobol Pixel dengan cara memanfaatkan kelemahan yang belum diketahui oleh Google (zero-day vulnerability) untuk menyuntik kode exploit berbahaya di Pixel secara remote.

Qihoo 360 berhasil membobol Google Pixel dalam 60 detik

Setelah memasang kode dalam waktu kurang dari 60 detik, Qihoo 360 berhasil mengambil alih ponsel yang bersangkutan.

Kode tersebut lantas menjalankan aplikasi Google Play Store dan Chrome sebelum menampilkan pesan berbunyi “Pwned by 360 Alpha Team” di layar sebagai tanda bahwa Pixel sudah berhasil diretas.

Informasi selengkapnya mengenai cara hacking smartphone Pixel itu lantas disampaikan ke Google agar celah kemanan yang bersangkutan bisa ditambal.

Atas jasanya menemukan celah keamanan berbahaya tersebut, Qihoo diganjar hadiah uang sebesar 120.000 dollar AS atau sekitar Rp 1,6 miliar.

Tidak hanya celah keamanan di Google Pixel, Qihoo 360 juga berhasil menemukan berbagai kelemahan lain di peramban Edge pada Windows 10 dan Adobe Flash.

Secara keseluruhan, Qihoo 360 berhasil mengumpulkan uang sebesar 520.000 dollar AS atau sekitar Rp 6,9 miliar dari ajang PwnFest 2016.

Facebook Sebut Mark Zuckerberg Telah Meninggal




Media Teknologi - Laman Facebook Mark Zuckerberg tampil mengejutkan pada Jumat kemarin. Sang pendiri jejaring sosial itu terkesan sudah meninggal dengan munculnya sebuah banner “Memorial” berjudul “Mengingat Mark Zuckerberg”.

“Kami harap mereka yang mencintai Mark akan merasa lebih nyaman dengan hal-hal yang dibagikan orang untuk mengingat dan merayakan hidupnya,” tuilis pesan dalam banner tersebut, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The Guardian, Minggu (13/11/2016).

Ternyata bukan hanya Zuckerberg saja yang dikabarkan sudah meninggal. Sebagian pengguna Facebook turut terkaget-kaget mendapati banner Memorial serupa menggantung di laman masing-masing. Padahal mereka masih hidup.

“Sepertinya Facebook berpikir bahwa saya sudah meninggal,” keluh seorang pengguna Facebook melalui Twitter.





Belakangan, pihak jejaring sosial terbesar di dunia itu mengakui bahwa telah terjadi kesalahan sistem yang menyebabkan Facebook salah mengira sebagian pengguna sudah meninggal, lalu memasang banner Memorial di laman para pengguna tersebut.

Tidak disebutkan apa persisnya yang menyebabkan bug tersebut, ataupun berapa banyak pengguna yang terdampak.

“Ini adalah kesalahan besar yang kini sudah diperbaiki. Kami meminta maaf yang sebesar-besarnya dan bekerja secepat mungkin untuk memperbaiki masalah,” sebut Facebook dalam sebuah pernyataan.

Bagaimana dengan Zuckerberg? Dia diketahui masih segar bugar. Sehari sebelumnya, Zuckerberg sempat menyuarakan bantahan terhadap tudingan bahwa berita palsu di Facebook telah membantu memenangkan Presiden AS terpilih, Donald Trump.

Siapa sangka dia sendiri bakal menjadi korban informasi ngawur di jejaring sosialnya itu?