Loading...

"Bad" Hingga "Panjat Sosial", Tren Video Sindiran di YouTube

Saling sindir via video lagu bergenre hiphop jadi tren di YouTube.
Media Teknologi - Layar YouTube Tanah Air belakangan ramai dengan video lagu bergenre hiphop. Bermula dari Ganteng-ganteng Swag, kemudian muncul Bad, dan kini Panjat Sosial.

Ketiganya punya beberapa kesamaan, antara lain dibawakan selebritas media sosial, liriknya sarat sindiran, dan mendulang ratusan ribu hingga jutaan views.

Sindiran yang digaungkan tak jauh-jauh dari permasalahan remaja masa kini di era media sosial. Ganteng-ganteng Swag berbicara soal fenomena YouTube yang dinilai lebih bermakna ketimbang televisi.

Bad pun punya sasaran sindiran, yakni para pembenci alias haters di media sosial. Sementara itu, Panjat Sosial mencibir orang-orang yang rajin pamer gaya hidup di internet, lewat Path, Instagram, maupun Snapchat.

Lebih lengkapnya, berikut ulasan KompasTekno, Rabu (16/11/2016) soal tren saling sindir para selebritas media sosial lewat video lagu bergenre hiphop di YouTube.


1. Panjat Sosial

Video Panjat Sosial baru diunggah pada 11 November lalu. Kini, angka views-nya sedang merangkak naik menuju viral. Lirik lagunya menyinggung fenomena "seluruh dunia harus tahu" di media sosial.

Misalnya saat makan di restoran A, beli barang baru, atau ketemu kelompok pertemanan tertentu, beberapa orang seolah-olah wajib mengunggah foto di Instagram atau status di Path. Menurut lagu tersebut, hal itu menggambarkan sifat sebagian anak muda sekarang yang ingin dianggap gaul dan eksis. Tak jarang cara-cara yang ditempuh mengarah pada sikap oportunis.

"Hati-hati zaman sekarang, banyak orang berteman punya maksud tujuan, dapetin keuntungan, habis manis lo dibuang," begitu penggalan lirik Panjat Sosial.

Pantauan KompasTekno, video tersebut sudah ditonton lebih dari 600 ribu kali dengan 4.000-an komentar yang masuk. Sebanyak 17.000-an netizenmengacungi jempol video itu, dan 5.400-an memberi jempol bawah yang menandai tak suka.


Beberapa netizen membanding-bandingkan Panjat Sosial dengan Bad yang lebih dulu ada. Ada juga yang menganggap Panjat Sosial adalah sindiran atas Bad.
"Menurut aku sih enakan lagu Bad didenger deh daripada ini, padahal suara Lula udah enak banget, tapi jadi agak aneh lagunya gara-gara Gaga suaranya sumpah nggak enak didengar," kata salah satu netizen yang mengomentari.
"Pengen nyindir sebelah tapi malah kena diri sendiri juga duh," kata netizenlainnya.

Diketahui, penyanyi Panjat Sosial dan Bad punya sejarah drama di ranah maya. Bad dibawakan oleh Youtuber kontroversial Karin Novilda alias Awkarin.

Sementara itu, Panjat Sosial adalah proyek kolaboratif Roy Ricardo, Lula Lahfah, dan Gaga Muhammad. Diketahui, Lula adalah sahabat Awkarin, sedangkan Gaga merupakan mantan pacar yang membuat nama Awkarin melambung berkat sebuah video curhat yang kini sudah dihapus.

Di luar komentar saling sindir itu, Panjat Sosial disebut-sebut mencontek lagu Panda yang dibawakan Desiigner dan lagu "Don't Mind dari Kent Jones.

[next]

2. Bad

Video ini sempat jadi kontroversi pada awal perilisannya di YouTube, bulan lalu. Hingga kini sudah lebih dari 13 juta netizen yang melihat video tersebut.

Dua selebritas media sosial yang membawakan lagu pada video itu, Awkarin dan Samuel Alexander Pieter alias Young Lex, sepertinya ingin mencurahkan isi hati dan opini mereka atas haters di internet.

"Mereka mengejek, mereka mencela, ini anak nakal, masa depan nggak ada. Memang sekarang aku tak bekerja, bisnisku lebih dari mereka,"begitu sepenggal lirik yang dinyanyikan Young Lex.

Lirik itu seakan melawan para haters yang kerap mencibir pembawaan "slengean" Young Lex di media sosial. Pria bertato tersebut sering melontarkan kata-kata kasar di internet sehingga memunculkan persepsi negatif.

Seiya sekata dengan Young Lex, Awkarin pun mengekspresikan perasaannya lewat "Bad". Ia juga sempat menyindir sang mantan, Gaga Muhammad.

"Gue matre, yang bayarin dia. Padahal bukan itu faktanya. Dasar loe banci potong aja itunya," kata Awkarin lewat lagu Bad.

Curahan hati itu nyatanya lebih banyak ditanggapi negatif oleh netizen. Dari jumlah jempol yang diberikan, lebih banyak yang tak menyukai (293.000-an) ketimbang yang menyukai (108.000-an) video berdurasi hampir empat menit tersebut.

Ada juga netizen yang merespons Bad dengan cara kreatif, yakni membuat video parodinya.

3. Ganteng-ganteng Swag

Nah, ini dia video yang membuka tren lagu hiphop sindiran di YouTube. Setidaknya, video ini yang pertama kali mewabah hingga mencuri perhatian netizen, utamanya kalangan muda.

Lagu Ganteng-ganteng Swag dibawakan beberapa nama selebritas media sosial pria kawakan. Sebut saja Young Lex sebagai penggagas, lalu ada SkinnyIndonesian24 (kakak-beradik Andovi da Lopez dan Jovial da Lopez), Reza Oktovian, Kemal Palevi, dan Dycal.

Lirik yang dibawakan masing-masing personil menyindir hal berbeda, mungkin tergantung preferensi mereka yang beragam pula.

Reza lebih banyak berbicara soal prinsipnya yang tak mau pencitraan di internet. Ia mengatakan ingin apa adanya dan tak peduli kata-kata orang yang acap kali menganggap dia kasar dan memberi contoh buruk.

"Sok suci! Hahaha gue bukan ustad, nggak punya sayap tapi mirip malaikat. Dulu sahabat sekarang jadi b*****," itu lirik Reza yang diduga kuat menyindir salah satu mantan sahabatnya yang juga seorang YouTuber.

Sementara itu, bersaudara SkinnyIndonesian24 lebih banyak mengungkapkan pendapat soal platform. Menurut mereka, YouTube kini bisa menggantikan bahkan melebihi peran televisi.

"Acara TV isinya cuma pembodohan. Rating mereka dulukan, uang mereka Tuhankan. Kami berenam yang menyelamatkan," mereka menuturkan lewat "Ganteng-ganteng Swag".

Begitulah sedikit penggambaran tren di YouTube Tanah Air saat ini. Platform berbagi konten video tersebut memang membebaskan kreatornya untuk berekspresi, berkarya, berkolaborasi, hingga bisa menghasilkan duit.

Maka dari itu, konten di dalamnya pun ada yang bermuatan positif dan tak sedikit yang negatif. Jika sudah begini, tinggal penontonnya saja yang menentukan ingin mengonsumsi yang mana.

Baca : 10 Fitur Tersembunyi WhatsApp yang Wajib Diketahui

Ini Performa Lorenzo dan Vinales Naik Motor Baru

Jorge Lorenzo di atas Ducati Desmosidici GP16.
Media Sport - Kesan impresif ditanamkan Maverick Vinales saat pertama kali geber Yamaha YZR-M1 dalam tes resmi MotoGP, Selasa (15/11/2016), di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol. Dia menjadi yang tercepat dari semua pebalap, padahal ini adalah pengalaman pertamanya bersama Yamaha.
Vinales mencatat waktu tercepat 1 menit 30,930 detik. Tercepat kedua adalah seniornya, Valentino Rossi, yang hanya terpaut 0,02 detik. Dalam tes ini, Yamaha menggunakan dua versi tunggangan, versi 2016 untuk Vinales dan 2017 digeber Rossi.
Debut lain yang juga ditunggu adalah performa Lorenzo bersama Ducati. Juara MotoGP 3 kali tersebut cukup menjanjikan dengan motor asal Italia yang dikenal bertenaga badak di trek lurus itu. Dia mampu mencatatkan waktu tercepat ke3-, atau bedanya cuma 0,122 detik saja.
Dua pebalap ini disebut-sebut bakal menjadi penantang baru yang mematikan musim depan. Ducati menganggap Lorenzo adalah pebalap yang profesional dan pintar, serta mampu cepat beradaptasi. Sementara Vinales juga makin terlihat kencang bersama Yamaha.
Hasil debut lain, Iannone tak begitu cepat dengan Suzuki. Sampai Sore hari, dia masih bertengger di posisi ke-7 tercepat. Tes ini juga bisa dilihat bagaimana Bradley Smith dan Pol Espargaro bersama KTM, Aleix Espargaro di Aprilia, serta Alvaro Bautista-Karel Abraham bersama Aspar.
Atensi juga tertuju pada empat roookie musim depan yang berasal dari Moto2. Mereka adalah Johann Zarco dan Jonas Folger untuk Tech 3 Yamaha, Alex Rins bersama Suzuki, dan Sam Lowes di Aprilia.
Mereka belum menunjukkan kemampuan terbaik, karena masih menyesuaikan dengan sepeda motor baru. Berikut catatan waktu lengkapnya:
1. Viñales, Maverick SPA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 1m 30.930s
2. Rossi, Valentino ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 1m 30.950s +0.020s 
3. Lorenzo, Jorge SPA Ducati Team (Desmosedici GP16) 1m 31.052s +0.122s 
4. Marquez, Marc SPA Repsol Honda Team (RC213V) 1m 31.102s +0.172s
5. Dovizioso, Andrea ITA Ducati Team (Desmosedici GP16/17) 1m 31.131s +0.201s 
6. Crutchlow, Cal GBR LCR Honda (RC213V) 1m 31.156s +0.226s 
7. Iannone, Andrea ITA Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1m 31.165s +0.235s
8. Redding, Scott GBR Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15/16) 1m 31.242s +0.312s 
9. Barbera, Hector SPA Avintia Racing (Desmosedici GP14.2/16) 1m 31.286s +0.356s 
10. Pedrosa, Dani SPA Repsol Honda Team (RC213V) 1m 31.306s +0.376s
11. Miller, Jack AUS Estrella Galica 0,0 Marc VDS (RC213V) 1m 31.477s +0.547s 
12. Bautista, Alvaro SPA Aspar Ducati (Desmosedici GP16) 1m 31.674s +0.744s 
13. Pirro, Michele ITA Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP16/17) 1m 32.068s +1.138s 
14. Espargaro, Aleix SPA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1m 32.177s +1.247s 
15. Baz, Loris FRA Avintia Racing (Desmosedici GP15) 1m 32.315s +1.385s 
16. Folger, Jonas GER Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 32.450s +1.520s 
17. Zarco, Johann FRA Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 32.462s +1.532s 
18. Rabat, Tito GBR Estrella Galica 0,0 Marc VDS (RC213V) 1m 32.578s +1.648s 
19. Espargaro, Pol SPA KTM MotoGP Factory Racing (RC16) 1m 32.613s +1.683s 
20. Smith, Bradley GBR KTM MotoGP Factory Racing (RC16) 1m 32.806s +1.876s 
21. Rins, Alex SPA Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1m 32.811s +1.881s 
22. Laverty, Eugene IRL Aprilia Test Rider (RS-GP) 1m 32.935s +2.005s 
23. Abraham, Karel CZE Aspar Ducati (Desmosedici GP14.2/15) 1m 33.231s +2.301s 
24. Lowes, Sam GBR Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1m 33.359s +2.429s 
25. Tsuda, Takuya JPN Suzuki Test Rider (GSX-RR) 1m 34.110s +3.180s 
26. Bagnaia, Francesco ITA Aspar Ducati (Desmosedici GP14.2) 1m 36.940s +6.010s
Penulis: Donny Apriliananda
Editor: Rizal M
SumberCrash,

Berkicau Soal Penistaan Agama, Anggun C Sasmi Panen Kritikan Pedas

Anggun C Sasmi Panen Kritikan Pedas



Penyanyi Anggun C Sasmi menuai krtikan setelah mengeluarkan komentar tentang penistaan agama di akun media sosial

Ducati “Girang” Lihat Performa Lorenzo

Pebalap Ducati Team asal Spanyol, Jorge Lorenzo, menunggu di garasi saat tes pasca-musim di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Selasa (15/11/2016).
Media Sport - Pada sesi post-race test, Selasa (15/11/2016) uji coba pebalap dengan tunggangan barunya musim depan, Ducati jadi salah satu tim yang bisa tersenyum lebar. Ducati puas dengan penampilan rider anyar Jorge Lorenzo, di atas Desmosedici GP16.
Capaian waktu tercepat Lorenzo untuk pertama kalinya menunggangi Ducati ini, lebih cepat dari catatan saat pebalap asal Spanyol ini menang di Valencia, Minggu (13/11/2016) 1 menit 31,052 detik. Lorenzo berada posisi ketiga pada sesi post-race test, di belakang Maverick Vinales (Yamaha) dan Valentino Rossi (Yamaha).
“Kami sangat senang karena kami memiliki pebalap yang fantastis dan bekerja dengan cara yang profesional,” ujar Davide Tardozzi, Factory Team Coordinator Ducati, mengutip Crash, Rabu (15/11/2016).
Tardozzi menambahkan, Lorenzo hanya mengeluhkan mengenai posisi duduknya yang kurang sempurna, saat sesi tes perdana bersama Ducati. Lorenzo ingin tim bisa memberikan kebutuhannya saat sesi tes selanjutnya.
“Tapi bagaimanapun dengan pencapaiannya kemarin, Lorenzo benar-benar baru duduk pertama kali di sana. Kami cukup puas dengan performanya,” ujar Tardozzi.
Namun, lanjut Tardozzi, dirinya mengakui kalau satu kali balapan ini, tidak cukup untuk menentukan mana yang bagus dan mana pebalap yang tidak berhasil di musim depan. 
Penulis: Ghulam Muhammad Nayazri
Editor: Rizal Mustofa

Zero Motorcycles, Pelan Tapi Pasti

Motor listrik Zero diperbarui pada sektor baterai untuk jarak tempuh lebih jauh dan tenaga serta torsi yang makin besar.
Media Otomotif - Lama tak terdengar suaranya, Zero Motorcycles menjadi salah satu peserta pameran di EICMA, Milan, yang baru saja berakhir akhir pekan lalu (13/11/2016). Di Indonesia, merek sepeda motor listrik dari Amerika Serikat (AS) itu diboyong oleh Grup Garansindo, lantas bagaimana kondisinya sekarang?
Muhammad Al Abdullah, Chief Executive Officer Grup Garansindo, menjelaskan, kalau semangat Zero masih terjaga positif di Indonesia. Meski kondisi pasar sepeda motor lagi lesu, tak lantas melemahkan keinginan perusahaan untuk menyebarkan informasi terkait teknologi motor listrik di Indonesia.
“Garansindo mau mengeduskasi teknologi motor listrik kepada masyarakat Indonesia lewat Zero. Jangan sampai ada anggapan kalau motor konvensional lebih baik dari listrik atau sebaliknya. Semua ada kelebihan dan kekurangan,” kata Al kepada KompasOtomotif, Rabu (15/11/2016).

Anggapan masyarakat Indonesia yang masih awam terhadap teknologi motor listrik, cenderung negatif. Padahal, teknologi ini sudah berhasil dipasarkan. Bisa punya kemampuan kompetitif bahkan seperti moge-moge yang dijual di pasar. Selain itu, lanjut Al, adalah kekhawatiran soal jarak tempuh yang terbatas.
“Semua kekhawatiran ini akan sirna dengan sendirinya setelah melihat Zero. Semua kekhawatiran tadi hilang, masyarakat harus sadar kalau teknologi itu masa depan, jangan melulu terjebak di masa lampau,” kata Al.
Ketika ditanyakan soal kinerja penjualan Zero di Indonesia, Al belum mau menjelaskan lebih jauh. Satu hal yang pasti, jelas Al, adalah penjualan bukan satu-satunya tujuan utama Zero di Indonesia. “Kami mau memberikan pengaruh positif terhadap teknologi motor listrik, terutama dengan hadirnya Gesits, produk lokal Indonesia yang siap bersaing di pasar dunia,” kata Al.
Editor: Rizal Mustofa

Tagar dan Kata di Twitter Bakal Bisa Disaring

Gambar Ilustrasi
Media Teknoligi - Twitter telah lama menyediakan fitur Mute agar pengguna tak perlu melihat kicauan dari akun-akun tertentu, sekalipun akun yang di-follow. Ini merupakan salah satu upaya pencegahan cyber-bully di layanan mikroblog tersebut. 

Nah, fungsi fitur Mute itu bakal dikembangkan lebih jauh. Tak cuma kicauan orang tertentu, pengguna juga bisa menyaring kata, frasa, tanda pagar (tagar), hingga percakapan tertentu, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Rabu (16/11/2016) dari blog resmi Twitter.

Misalnya Anda tak suka tagar tertentu karena kontennnya mayoritas negatif. Cukup setel Mute, lalu kicauan yang mematrikan tagar itu bakal disaring dan tidak muncul di linimasa Anda. Intinya, elemen yang didiamkan tak harus merujuk pada akun. 

"Penambahan fungsi Mute akan mereduksi pengalaman pengguna yang menerima penindasan di Twitter. Ini juga membantu memperkuat budaya saling mendukung di Twitter," begitu tercantum pada blog. 

Twitter masih enggan mengungkap waktu pasti merilis upgrade dari fitur Mute tersebut. Layanan berlogo burung cuma mengatakan versi upgrade itu bakal muncul dalam beberapa hari ke depan. 

Selain fitur Mute, Twitter juga punya dua fitur lain yang bertujuan memangkas diskriminasi dan cyber-bully. Masing-masing adalah Notification Settings dan Quality Filter. 

Notifications Setting memungkinkan pengguna untuk membatasi notifikasi yang masuk. Pengguna tak harus melihat semua mentionyang ditujukan, melainkan hanya dari orang-orang yang di-follow

Sementara itu, Quality Filter bakal menyaring notifikasi yang diterima berdasarkan parameter  beragam, misalnya kredibilitas akun dan karakter kicauan akun itu. 

Kicauan yang bersifat duplikat atau konten otomatis, akan terhindar dari tab notifikasi pengguna. Jika kicauan yang ditujukan bersifat orisinil dan tak berkaitan dengan cemoohan, pengguna masih tetap bisa melihatnya meski tak mengikuti akun yang bersangkutan.
Penulis: Fatimah Kartini Bohang
Editor: Rizal Mustofa
SumberBlog Twitter,

6 Fakta soal Cairan Pembersih Kuman SHARE

Gambar Ilustrasi
Media Health - Takut berlebihan pada kuman alias germophobia adalah fenomena yang sering terlihat belakangan ini. Kita sering menjumpai banyak tempat umum yang disediakan hand sanitizer dispenser.
Kita menggunakan berbagai produk antikuman untuk menghindari bakteri, virus, jamur. Apakah cairan pembersih kuman ini baik untuk kita? Berikut ini sejumlah fakta penting untuk diketahui :
1. Tak ada yang lebih baik daripada cuci tangan
Sebelum diproduksi cairan pembersih kuman, cuci tangan merupakan perlindungan terbaik melawan kuman. Dokter bedah punya scrub roomdi mana mereka membersihkan tangan secara seksama sebelum melakukan operasi karena cairan pembersih kuman tak cukup. Jika ada pilihan cuci tangan, pilihlah cuci tangan.
2. Periksa kandungan alkoholnya
Label di cairan pembersih kuman mungkin mengatakan membunuh kuman. Kecuali kandungan alkoholnya 60 persen ke atas, cairan pembersih kuman itu tak ada gunanya. Anda bakal terkejut menemukan banyak produk pembersih kuman dengan pewangi harum ternyata tak memenuhi syarat kandungan alkohol.
3. Tak ada yang terlalu bersih
Dispenser pembersih tangan itu pasti sering digunakan banyak orang. Sebuah studi dari Northwestern University menemukan imunitas terhadap anak-anak dapat dipengaruhi oleh pembersih kuman ini. Sama halnya dengan sabun antibakteri yang mungkin mengganggu hormon-hormon kita.
Peneliti menemukan anak-anak mungkin terkena penyakit yang dapat dicegah setelah penggunaan jangka panjang. Lingkungan yang terlalu bersih dapat menurunkan kekebalan tubuh sehingga memperlemah mekanisme pertahanan tubuh. Moral dari cerita ini: Sedikit kotor ternyata baik untuk kesehatan kita.
4. Jangan digunakan pada luka
Ketika punya luka, hindari menggunakan cairan pembersih kuman. Hindari juga krim antibiotik yang dijual bebas karena beberapa menyebabkan reaksi alergi di kulit. Kulit yang bermasalah merespon paling baik terhadap pembersih dan petroleum jelly (seperti Vaseline) untuk mempercepat penyembuhan luka.
5. Penggunaan berlebihan dapat merusak pertahanan kulit
Pembersih kuman berbasis alkohol membuat produk ini efektif melawan kuman tetapi juga mengiritasi kulit. Alkohol menghilangkan penghalang protein esensial dan lemak yang menyebabkan iritasi dan kekeringan di kulit. Cobalah melembabkan kulit untuk menghindari hal ini.
6. Jangan membersihkan sisa makanan
Mungkin Anda berpikir pembersih kuman yang dibawa ke mana pun dapat membersihkan kotoran yang terlihat dan tak terlihat. Sisa makanan yang mengandung lemak dan gula tak bakal hilang hanya dibersihkan dengan pembersih kuman. Kita butuh air dan sabun untuk membersihkan sisa makanan.