![]() |
| Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Gerindra Prabowo saat bertemu di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (17/11/2016). |
Kisah Kakek 89 Tahun yang Gali Lubang Kuburnya Sendiri
Internasional News![]() |
| Jimmy Kickham bercerita tentang liang lahadnya. |
"Suatu hari, saya menggali kubur dan saya berpikir, saya akan menggali lubang saya sendiri ketika saya berusia 90 tahun. Nah, sebentar lagi saya 90 tahun, dan lubang itu sudah rampung," cetus dia.
Proyek Pembangkit Listrik di Sorong Selatan Mangkrak Sejak 2014
News![]() |
| Kepala Seksi Penyidikan Khusus Kejati Papua Nixon N Mahuse |
Menteri Rusia Ditangkap dan Didakwa Terima Suap Rp 26,7 Miliar
Internasional News![]() |
| Alexei Ulyukayev. |
Lulung Sebut Pemasangan Spanduk "Tangkap Ahok" atas Persetujuannya
NewsKompas TV
Ribuan Warga AS Demo Menolak Trump
International Nasional News Politik![]() |
| Ribuan Warga AS Demo Menolak Trump |
Ada Teror Bom di Depan Gereja Samarinda, Kapolri Imbau Masyarakat Tenang
NewsMedia News - Minggu (13/11) pagi warga Samarinda dikagetkan teror pelemparan bom molotov di depan Gereja Oikumene. Saat ini pelaku sudah diamankan dan para korban yang berjumlah lima orang sudah dirawat, polisi mengimbau masyarakat tetap tenang.
"Tolong masyarakat tenang. Percayakan kepada penegak hukum untuk menangkap jaringannya," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian, kepada wartawan, Minggu (13/11/2016).
Pelaku pelempar bom molotov yang melancarkan teror pukul 10.30 Wita saat ini sudah diamankan. "Sementara diamankan di Polresta Samarinda, diduga tersangka pelemparan atas nama J, mantan napi teror bom puspitek Tangerang," kata Kapolri.
Kapolri menuturkan pelaku bernama inisial J juga tergabung dalam jaingan teroris. Saat ini kepolisian masih terus melakukan pengembangan,
"Dia gabung dengan kelompok JAT, kita akan kembangkan," katanya.
Ini Lho Alasan Kenapa Anak Sebaiknya Tidak Boleh Makan Sambil Nonton Televisi
Health News![]() |
| Foto: thinkstock |
Media Health - Makan sambil nonton televisi mungkin diterapkan beberapa orang tua agar anak lebih mudah menyuap makanan. Tapi kegiatan ini tidak disarankan. Yuk simak alasannya.
Menurut dr Tjhin Wiguna, SpKJ(K), anak dari kecil harus diajarkan hanya melakukan satu aktivitas dalam satu waktu. Karena menurutnya jika anak dibiasakan melakukan lebih dari satu aktivitas dalam sekali waktu, anak akan tidak dapat membedakan aktivitas yang satu dengan yang lain.
"Kalau makan sambil nonton, nanti dia nggak tau ini lagi makan atau lagi nonton TV. Nah, nanti sudah besarnya anak bisa belajar sambil makan, itu kan bikin nggak fokus, jadi distract. Beda ya sama anak yang multitasking," tutur dr Tjhin.
Hal itu disampaikan dia dalam acara Promina 'Meet The Expert' di Candi Pawon Meeting Room Hotel Grand Sahid Jaya, Sabtu (12/11/2016).
dr Tjhin juga mengatakan ketika anak dibiarkan makan sambil menonton TV, maka anak akan kehilangan proses stimulasi dan komunikasi dengan orang yang memberikan makanan.
Dalam kesempatan yang sama dr Luh Karunia Wahyuni, SpKFR(K) dari RS Cipto Mangunkusumo menjelaskan, makan bukan hanya sekadar membuka mulut dan memasukkan makanan saja. Namun anak seharusnya melihat, mencium bau, mengetahui rasa, merasakan suhu, serta volume makanan yang diberikan.
"Semua hal itu merupakan bentuk stimulasi, kan kalau anak makan sambil nonton jadi nggak pernah bisa belajar proses. Padahal di situ kalau dilihat ada banyak komponen yang bisa dipelajar anak," terang dr Luh.
Ibrahimovic Mengidolakan Ronaldo
Bola News![]() |
| Foto: Koichi Kamoshida/Getty Images |
![]() |
| Foto: Reuters / Darren Staples |
Effect 'Donal Trump' Di Pasar Asia
Bisnis News
Media Bisnis - Uncertainty atau ketidakpastian akan masa depan, adalah hal yang paling tidak disukai oleh para investor dan analis.
Beberapa saat lalu, data-data ekonomi China mulai menunjukkan adanya tanda-tanda recovery, dan membuat para investor semakin optimistis akan kebangkitan China (yang juga berarti kebangkitan ekonomi global).
Namun hal tersebut menjadi kurang berarti sejak terpilihnya Trump menjadi Presiden Amerika Serikat.
Saat berkampanye, untuk mendapatkan dukungan dari para pekerja pabrik atau "blue collar", Trump berjanji untuk membatalkan "trade agreement" dan mengenakan tarif pada barang impor. Donald Trump sering sekali membuat heboh media mengenai janjinya untuk mengenakan 45% tarif untuk barang impor dari China.
Tentu saja jika hal ini benar terjadi, akan menjadi pukulan telak untuk ekspor China. Selain itu hal ini juga bisa menimbulkan "trade war" antara 2 negara superpower ini.
Apabila trade war terjadi, maka ekspor China ke AS pada tahun 2015 senilai US$ 483 miliar atau setara dengan sekitar Rp 6,279 triliun akan hilang. Dan ketika China membalas, nilai ekspor AS ke China pada tahun 2015 senilai U$ 115 miliar juga bisa hilang.
Efek dari trade war ini tidak akan berhenti pada 2 negara superpower ini, tentunya akan menimbulkan dampak pada negara-negara lain.
China termasuk dalam manufacturing country, di mana China mengimpor komponen-komponen/bahan dasar dari negara-negara lain seperti, Jepang, Korea, dan Taiwan. Efeknya bisa seperti domino, akan menyebar kemana-mana.
Trump Effect ke Negara Asia Lainnya
Korea Selatan juga akan terkena imbasnya. Hal ini dikarenakan Trump pernah mengkritik 2012 "free trade agreement" antara Korea Selatan dan Amerika. Trump juga mengatakan, perjanjian kerja sama tersebut telah menghilangkan 100.000 pekerjaan di Amerika.
Filipina menghadapi risiko dikarenakan pernyataan Trump yang mengatakan akan membawa kembali pekerjaan ke Amerika. Dan akan mengancam sektor Filipina yang sedang berkembang yaitu, business process outsourcing, di mana kebanyakan client-nya adalah perusahaan Amerika.
Walaupun semua itu belum ditetapkan, dan kita belum melihat seberapa banyak Trump akan menepati semua janjinya saat kampanye, hal ini sudah sangat mencemaskan para pelaku pasar.
Dampak ke Indonesia
Sangat terasa terutama hari ini (11/11/16). IHSG turun besar-besaran, beberapa saat setelah perdagangan dibuka, IHSG turun sampai -3% dan ditutup melemah 4%. Sebelum kita bahas faktor penyebabnya, mari kita sedikit berhitung.
Tadi siang saya ada ulas di Telegram Channel alasan kenapa IHSG turun, tapi jangan panik. Sore ini, saya akan hitung secara garis besar dengan data terakhir.
Top 15 saham dengan kapitalisasi terbesar di bursa: HMSP, TLKM, BBCA, UNVR, ASII, BBRI, BMRI, GGRM, ICBP, BBNI, UNTR, KLBF, INDF, TPIA, PGAS
Top 15 Saham dengan Biggest Market Cap sudah mencakup sekitar 53% dari total market cap di IHSG. Dari Top 15 Saham itu, jika dirata-rata penurunannya mencapai 5% per saham.
Dan Jika dihitung lagi dampak dari penurunan Top 15 Saham ini ke IHSG mencapai -2,8% sendiri. Apa artinya? Hanya dengan penurunan 15 saham ini saja sudah bisa membuat IHSG -2,8%. Apalagi jika ditambah dengan penurunan lebih dari 500 saham lainnya.
Saham-saham di premium access kebanyakan adalah saham second liner. Jadi jangan panik hanya karena IHSG -4%.
Apa sih penyebabnya?
Faktor utama penyebab IHSG turun adalah para investor asing yang berombong-rombong keluar dari IHSG. Melihat efek dari terpilihnya Trump menjadi presiden sangat besar, maka mereka lebih memilih untuk keluar dari pasar saham.
Sampai siang hari ini saja, asing sudah keluar (outflow) dari IHSG sebanyak Rp 2,46 triliun. Dan jika dilihat sejak 1 September 2016, Asing sudah jual bersih senilai Rp 9,3 triliun.
Menurut saya, penurunan ini hanya semata-mata sebagai spekulasi pasar terhadap apa yang akan terjadi ke depannya. Hal ini hanya bersifat sementara.
Jangan terlalu fokus pada hal yang belum terjadi (spekulasi), Anda dapat kehilangan kesempatan yang ada di depan Anda. (drk/drk)
Dalam 49 Tahun 640 Ribu Warga Yahudi Rampok Tanah Palestina
NewsEramuslim – tak cukup merampok tanah Palestina sejak berdirinya negara Zionis Israel di buln Mei tahun 1948, Rabu 16 November 2016 Knesset Yahudi kembali sepakat terhadap RUU yang akan membagikan wewenang kepada pemerintah untuk merampas tanah Palestina untuk Ekspansi pemukiman.
Kesepakatan ini diambil Knesset Zionis Israel setelah adanya Hegemoni langsung dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang Empati menghadiri rapat pembahasan RUU tersebut, dan menyatakan siap menerima kritik luas dari Global internasional.
Sejak dimulai pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza di tahun 1967 lalu, penjajah Zionis Israel sedikitnya telah membangun lebih dari 146 permukiman legal yang menjadi rumah untuk 640 ribu warga Yahudi, 220 ribu diantaranya tinggal di wilayah Al Quds Timur.
Jumlah tersebut belum ditambah 116 pemukiman lainnya yang hingga kini belum diakui oleh pemerintah Zionis Israel.
Direktur departemen pemetaan di institute Study Arab di kota Al Quds, Khalil Tufkaji, mengatakan, “Pemukiman Yahudi pertama yang dibangun penjajah Zionis Israel merupakan Kfar Etzion di wilayah selatan Tepi Barat di tahun 1967.”
Khalil Tufkaji melanjutkan, “Hingga kini ada 146 permukiman Yahudi di wilayah Tepi Barat, termasuk 10 pemukiman di Yerusalem Timur, dan 116 pemukiman tak resmi yang tersebar di perbukitan di Tepi Barat.”
wajib diketahui bahwa Zionis Israel sengaja merencanakan membangun pemukiman Yahudi di sekeliling kota Al Quds untuk menghilangkan identitas Arab dan Islam di masa mendatang. (Anatolia/Ram)
[ad_2]
Grand Mufti Arab Saudi Kutuk Keras Operasi Militer Rusia Di Suriah
NewsHome » Berita » Grand Mufti Arab Saudi Kutuk Keras Operasi Militer Rusia Di Suriah
Media News - – Grand Mufti Arab Saudi, Sheikh Abdul Aziz bin Abdullah al-Sheikh, mengutuk keras Agresi udara Rusia yang menargetkan rumah sakit, sekolah, pemukiman dan warga sipil di kota Aleppo, ditengah sikap diam Global menyaksikan pembantaian keji tersebut.
“Inilah Rusia, menjalankan Agresi udara siang dan malam dengan memakai senjata mematikan serta menargetkan bangunan, rumah sakit, sekolah, dan warga sipil. tak ada masyarakat internasional yang berani mencegah dan menghentikannya, terlebih menjatuhkan sanksi,” ujar Sheikh Abdul Aziz dalam acara pekanan di Radio Panggilan Islam di kota Makkah Al Mukaromah di hari Rabu (16/11) kemarin.
Sheikh Abdul Aziz melanjutkan, “Hal ini dpaat terjadi di karenakan tak adanya keadilan global,” seraya menyerukan kembali wajib militer untuk pemuda Arab Saudi untuk mempersiapkan mereka menghadapi musuh di masa mendatang.
Menurutnya wajib militer merupakan langkah penting dalam mempersiapkan generasi muda melindungi negara mereka dari musuh di masa mendatang, terlebih Islam juga mengajarkan hal tersebut. (Anatolia/Ram)
[ad_2]









