Loading...
Tampilkan postingan dengan label taushiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label taushiyah. Tampilkan semua postingan

Bahaya Makan Berlebihan

Berlebihan dalam hal makan sangat tidak dianjurkan dalam ajaran agama Islam, terlebih lagi makanan yang diharamkan, makanan yang halal akan dihisab sedangkan makanan yang haram akan mendatangkan adzab. Bahaya berlebihan makanan membahayakan kesehatan terlebih sangat membahayakan kondisi spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah swt.

Dalam ceramah singkat ini akan diperdalam pembicaraannya dalam kasus bahaya makan berlebihan terhadap kinerja spirtualitas dalam mendekatkan diri kepada Allah swt. Ditemukan di dalam kitab minhajul abidin karya Imam Ghazali, paling tidak ada 10 bahaya berlebihan makan

Pertama,
إن فى كثرة الأكل قسوة القلب
Sesungguhnya dalam berlebihan makan ada hati yang keras, Bahaya makan berlebihan menyebabkan hati menjadi keras dan hilangnya sinar hati dari petunjuk Allah. Kehilangan sinar hati dari petunjuk Allah adalah kerugian besar bagi seorang mukmin, karena dengan hilangnya petunjuk yang menciptakan hidup ‘nyasar’ dari rel agama yang benar.

Perut yang diisi makanan berlebihan bagaikan memanaskan bejana di atas tungku, sedang di atas bejana yang dipanaskan tadi ada sebuah benda, bila tungku dinyalakan terus menerus maka benda yang berada di atas bejana akan gelap karena asapnya dan bahkan bisa menggosongkan benda tersebut. Kayu sebagai bahan bakar tungku itu adalah makanan sedangkan bejana diserupakan perut dan hati berada di atas perut tersebut. Pada akhirnya hati menjadi gelap dan keruh begitula itulah analogi filosofis hati yang keras karena makan berlebihan

Kedua,
إن فى كثرة فتنة الأعضاء وهيجها وأنبعاثها للفضول والفساد
sesungguhnya banyak makan menyebabkan penyakit bagi anggota tubuh, gerak yang dihasilkannya dan berlebihan serta kerusakan yang ditimbulkannya. Abu Ja’far berpendapat, bila perut dalam keadaan kenyang maka anggota tubuh menjadi lapar, sebaliknya perut lapar (puasa). Maksud dari ungkapan tersebut, bila perut lapar maka anggota tubuh lainnya mudah terjaga dari aktifitas yang tidak perlu atau dengan kata lain sudah kenyang, sebaliknya perut yang berlebihan makan akan menjadikan anggota tubuh lain lapar dan mencari aktifitas yang tidak berkualitas

Terlebih lagi bila sumber makanan itu diperoleh dari usaha yang haram. Makanan dan perut laksana benih dan media tanam, makanan yang haram akan menumbuhkan perbuatan yang haram, begitu pula sebaliknya.

Ketiga
إن فى كثرة الأكل قلة الفهم والعلم
Banyak makan menyebabkan sedikit pemahaman dan pengetahuan, ada unkapan innal bathnah yudzhibna fathonah (perut menghilangkan kecerdasan). Yang dimaksud di sini adalah perut yang berlebihan makanan. Imam Ad Darani ra, seringkali mencegah makan bila ia punya tujuan ukhrawiy hingga tercapai tujuannya. Keempat, Sesungguhnya banyak makan mengurangi ibadah, makan berlebihan membuat badan menjadi bera diajak beribadah, mengantuk dan lain sebagainya. Hal ini tentu sangat logis

Kelima
إن فى كثرة الأكل فقد حلاوة العبادة
Berlebihan makan menghilangkan rasa manisnya beribadah, Dalam hal ini Abu Bakar as-Shiddiq mengaku tidak pernah makan sampai kenyang selma beliau masuk Islam karena khawatir rasa manisnya dalam beribadah berkurang. Oleh karena itu Rasulullah memuji Abu Bakar ra bukan dari segi banyaknya sholat dan puasa, tetapi ia mempunyai sesuatu yang sedikit saja untuk dirinya. Senada dengan pengakuan Ad-Darani ra, bahwa ia lebih manis dalam beribadah bila dalam keadaan perut dan punggungnya menempel (bc. lapar)

Keenam, Banyak makan dikhawatirkan akan terjatuh dalam perkara makan yang syubhat, karena kebiasan makan yang banyak menjadi terbiasa untuk rakus, dalam kondisi demikian sistem filterisasi menjadi berkurang.

Ketujuh
إن فيه شغل القلب والبدن بتخصيله
Banyak makan membuat sibuknya hati dan badan dalam menghasilkannya. Bila kita merenung maka akan kita dapati orang yang butuh makan banyak akan menjadikan dirinya sengsara, sengsara memikirkan banyaknya kebutuhan untuk makan tentu berpengaruh juga dalam usaha memperolehnya, bila sudah memperoleh makan, maka selanjutnya adalah sibuk, memasak kemudian membersihkan wadahnya, tidak sebanding dengan waktu yang dipakai untuk memakan makanan yang telah diusahakan tersebut.

Malik bin Dinar, seorang tokoh sufi terkenal merasa malu bila bolak-balik ke kamar kecil karena buang kotoran atau buang air kecil akibat makanan yang dimakan, hingga beliau berandai-andai, seandainya Allah menciptakan makanannya dari kerikil dimana sekali hisab nutrisinya bisa cukup hingga akhir ajal tiba tentu waktu yang dipakai ibadah bisa lebih lama.

Kedelapan
ما يناله من أمور الأخرة وشدة سكرات الموت
Tidak memperoleh kebaikan dalam urusan akhirat dan memperberat sakaratul maut. Diriwayatkan bahwa beratnya sakaratul maut berbanding terbalik dengan banyaknya mengenyam kenikmatan duniawi, semakin banyak merasakan kenikmatan duniawi, maka semakin berat sakaratyul mautnya.

Kesembilan
نقصان الثواب فى العقبى
Berkurangnya pahala di akhirat, karena telah mendapatkan kenikmatan duniawi sedemikian sehingga berkuranglah kenikmatan di akhirat. Kesepuluh orang yang banyak makan kelak diakhirat dihisabnya lebih lama, karena lebih banyak yang ia pertanggung jawabkan di hadapan Allah swt, makan yang halal ada hisabnya sedangkan makanan yang haram ada adzabnya.

Demikian besar madharat yang didapat bagi orang makan berlebihan, padahal kesepuluh bahaya diatas tersebut adalah prihal makanan yang halal, tentu tidak bisa dibayangkan bagaimana dengan orang yang banyak makan harta yang haram. Makan dalam konteks ini tidak bisa hanya dinilai dari segi sesuatu yang masuk perut,tetapi semua kebutuhan, seperti pakaian, kendaraan, tempat tinggal dan lain lain.

Kelahiran Nabi Isa dan Kuasa Tuhan

CERAMAH SINGKAT, Pada dasarnya ayat yang satu dengan ayat yang lain adalah saling berhubungan kelahiran Nabi Isa dan Kuasa Tuhan sebagai salah satu bentuk ayat yang berhubungan dengan ayat ayat sebelumnya.
dan saling mengikat, begitupula antara surat yang satu dengan surat yang lain mempunyayi keterkaitan pula yang erat dan mengikat, di bawah ini akan ada paparan tentang

Kisah natalitas Nabi Isa as diabadikan di dalam QS. Maryam juga di dalam surat Ali Imran. Dalam susunan mushaf Utsmani Surat Maryam termasuk surat ke-19, dalam surat tersebut di permulaan surat memuat kisah lahirnya Nabi Yahya as putra Nabi Ishaq as, dimana Nabi Yahya dilahirkan dari seorang ibu yang sudah memasuki usia senja dan mandul, peristiwa tersebut menurut pertimbangan akal manusia tak mungkin terjadi. Namun hal itu tidak mengherankan lagi karena setelah usai memuat kisah lahirnya Nabi Yahya kemudian berlanjut dengan kisah lahirnya Nabi Isa tanpa seorang bapak, di sinilah kelahiran Nabi Isa dan Kuasa Tuhan bertindak

Seolah-olah ayat tersebut ingin menunjukkan kepada pembacanya pada waktu itu dan masa mendatang bahwa Allah maha kuasa atas segala yang dikehendakinya. Lahir dari seorang ibu yang memasuki usia senja lagi mandul merupakan peristiwa fenomenal, namun hal itu belumlah seberapa fenomenalnya dengan seorang bayi yang dilahirkan Maryam bernama Isa as tanpa seorang Ayah.
Allah berfirman QS. Maryam 19-20

Ia (Jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci". Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!"

Kuasa tuhan tidak terbendung oleh kehendak serta tak terbatas oleh akal pikiran manusia, Tuhan Allah swt mempunyai kuasa yang benar benar diluar batas jangkauan manusia, untuk menjelaskannya agar ada kesinambungan maka bacalah ayat per ayat agar menemukan titik terang yang disampaikan oleh Al Quran, tanpa mengkaji secara detail, mustahil menumakan pesan inti ajaran Qur’an

Fenomena dalam masyarakat kita ini dengan banyaknya artikel di media (bc. Mbah google) membuat banyak orang yang hanya tahu lapisan kulit luarnya pengetahuan saja namun minim pengetahuan intinya. Untuk memahami kesinambungan ayat demi ayat tersebut, para ulama’ ahli ilmu tafsir memuat bahasan tersendiri dalam bahasan tanasubul ayat (hubungan ayat). Begitupula yang terjadi hubungan surat per-surat di dalam Al Qur’an yang diracik oleh ahli ilmu tafsir dengan nama tanassubus suwar (hubungan surat) di dalam al Qur’an.



Solusi Mengatasi Dengki

Iri hati dan dengki adalah penyakit buruk yang harus cepat dikenali serta dicarikan solusi mengatasi dengki yang bersemayam di dalam hati, karena sifat dengki akan menggerogoti amal baik seseorang, laksana kobaran api yang membakar kayu kering dalam waktu sekejap api dengki membesar dan melenyapkan semua perbuatan baik yang susah payah telah kita dikerjakan. Sebagaimana sabda Nabi saw;
إياكم والحسد، فإن الحسد يأكل الحسنات كما تأكل النار الحطب أخرجه أبو داود

Takutlah terhadap iri hati, sesungguhnya iri hati itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar (HR. Abu DAud)

iri hati masuk kedalam hati seorang hamba dengan sangat halus dan nyaris tidak terasa, karena itu hendaknya seorang hamba Allah yang beriman selalu waspada dan mendeteksi sejak dini sebelum sifat dengki mengakar di dalam hati, adapau cirinyan adalah; Pertama, Bila ada orang lain mendapatkan nikmat maka di dalam hatinya ada rasa benci, meskipun nikmat tersebut tidak melalui tangannya. Orang iri yang demikian dicela karena seolah olah ia tidak terima dengan takdir yang telah digariskan oleh Allah swt. salah satu firman Allah yang mencela orang
Yahudi dalam kaitannya dengan sifat hasadnya adalah ;
أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا ءَاتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ فَقَدْ ءَاتَيْنَا ءَالَ إِبْرَاهِيمَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَءَاتَيْنَاهُمْ مُلْكًا عَظِيمًا. فَمِنْهُمْ مَنْ ءَامَنَ بِهِ وَمِنْهُمْ مَنْ صَدَّ عَنْهُ وَكَفَى بِجَهَنَّمَ سَعِيرًا.

"ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar. Maka di antara mereka (orang-orang yang dengki itu), ada orang-orang yang beriman kepadanya, dan di antara mereka ada orang-orang yang menghalangi (manusia) beriman kepadanya. Dan cukuplah (bagi mereka) Jahannam yang menyala-nyala apinya". (QS. An-Nisa’: 54-55)

Pendek kata dengki adalah sifat yang merusak diri pemilik sifat tersebut, lebih jelasnya Allah memberikan penjelasan tentang sifat dengki sebagaimana firmannya

إِنْ تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ وَإِنْ تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَفْرَحُوا بِهَا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ.

Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan. (QS. Ali Imran: 120)

Sifat kedua sebagai indikasi masa inkubasi penyakit iri hati adalah ia menginginkan nikmat yang diperoleh oleh orang lain meskipun dalam hatinya tidak menginginkan nikat yang ditangan orang lain tersebut lepas. Sifat kedua ini lebih banyak kita temui, antar sesama pegawai, sesama pejabat dan teman sejawat dalam satu profesi, masing masing bersaing keras dalah soal duniawi, mulai bersaing dari tempat tongkrongan, gaya hidup, rumah, kendaraan dan berbagai macam 'atribut' duniawi lainnya. Nyaris dengki hanya terjadi pada soal duniawi, karena itu soal ibadah dan ilmu justru manusia disarankan untuk iri hati kepada orang orang yang 'levelnya' lebih tinggi

5 Solusi mengatasi dengki
  1. Merasa dirinya paling mulia dibanding orang orang disekitarnya, ta’azzuz (merasa paling mulia), adalah penyebab utama, dengan kemulyaab karena itu sebagai solusinya biasakan memuji keberhasilan seseorang meskipun di dalam hati adalah salah satu, pahamilah bahwa semua yang didapat bukan karenan kehebatannya tetapi karena pemberian sang Kuasa. jangan merasa ketika diungguli akan menajadi rendah, sesungguhnya seseorang tidak akan bisa rendah derajatnya bila Allah akan mengangkatnya
  2. Sombong disinyalir sebagai rasa takabbur merasa dirinya lebih besar segala-galanya, pengaruhnya, pengetahuannya dan segala bentuk atribut duniawi lainnya. Jangan merasa yang lain. atau sombong. Ia memandang remeh orang lain dan karena itu ia ingin agar dipatuhi dan diikuti perintahnya. Ia takut apabila orang lain memperoleh nikmat, berbalik dan tidak mau tunduk kepadanya.
  3. permusuhan, Cikal bakal kedengkian yang tak berujung pangkal adalah permusuhan, permusuhan menjadi penyebab kedengkian nomer wahid. Untuk mengatasi hal ini maka sangat dianjurkan untuk memperdalam ilmu pengetahuan agama yang terkait dengan persaudaraan, pentingnya kebersamaan dalam suka dan duka selama perjalanan hidup di dunia ini. Karenanya agama manapun sangat menganjurkan adanya tolong menolong antar sesama.
  4. Ta’ajub dan heran atas keberhasilan yang bisa dicapai oleh potensi dan kemampuan dirinya. Apapun keberhasilan kita harus dikembalikan kepada Allah, karena semata mata atas pertolongan Allah, dan begitupun ketiak menuai derita atau kegagalan harus ditumbuhkan sifat sabar bahwa semua telah sesuai dengan takdir terbaik untuk hambanya
  5. Hubbur riyasah, di tahun 2014 ini, cinta terhadap kekuasaan sangat nampak sekali, dimana-mana banyak poster yang ditempel di pohon-pohon yang tumbuh di bahu jalan, semakin ramai jalan tersebut dilalui oleh pengguna jalan, maka semakin ramai pula gambar yang tempel. Pesan yang ingin disampaikan sebanernya sama meskipun gambar dan warnanya berbeda-beda, yaitu meminta simpati untuk di coblos agar bisa memimpin minimal 5 tahun kedepan. Untuk mengatasinya, ingatlah bahwa kepemimpinan adalah sebuah tanggung jawab dan amanah, jika tidak bisa mengembannya maka akan menyesal kelak di akhirat

Akhirnya mintalah selalu pertolongan kepada Allah sebagaimana Firmannya :
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ.
dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki".

Crop circle sebuah Misteri

Sabtu Kliwon malam Minggu Legi misteri crop circle terjadi pertama kali di bumi pertiwi ini, Crop circle atau yang lebih dikenal dengan sebutan lingkaran ladang gandum adalah sebuah pola yang muncul dalam semalam pada ladang gandum dengan ciri merunduknya batangan gandum tersebut. Pada awalnya, crop circle hanya berbentuk lingkaran-lingkaran sederhana, namun memasuki tahun 1980an, crop circle berkembang hingga memiliki pola yang rumit dan tidak hanya berbentuk lingkaran.

Istilah Crop circle pertamakali diperkenalkan oleh Colin Andrew, salah satu peneliti crop circle ternama di dunia. Mungkin banyak dari kita yang belum mengetahui, namun crop circle ternyata tidak hanya muncul di ladang gandum, melainkan juga di ladang jagung, keledai, kebun bunga, sawah seperti yang terjadi di Sleman Jogja. Di Indonesia kejadian aneh ini terjadi pertama kali pada Hari Jum’at malam Sabtu Jum’at Wage malam Sabtu kliwon.

Crop circle-pun go to international, pada tahun 1980-an ketika media melaporkan crop circle muncul di Wiltshire dan Hampshire (Inggris). Secara bersamaan muncul pula di Australia dan Amerika Serikat. Hingga saat ini paling tidak ada 12.000 Crop circle yang telah ditemukan di seluruh dunia, seperti Inggris, Rusia, Amerika Serikat, Kanada dan bahkan Jepang.

Menurut para saksi mata, Sebelum Crop circle muncul, selalu ada tanda-tanda aneh yang mendahului :
seperti. Adanya lingkaran-lingkaran cahaya aneh, terjadinya badai dan beberapa benda elektrik mati sengan sendirinya. Karena itu hingga saat ini, teori sains yang paling populer mengenai dugaan penyebab kemunculan crop circle adalah akibat medan elektromagnetik yang berasal dari petir. Namun para ilmuwan belum bisa memecahkan misteri mengapa petir dapat menciptakan pola-pola yang indah.

Pada tahun 1991, dua pria dari Southampton, Inggris bernama Dave Chorley dan Doug Bower mengaku telah membuat Crop circle sejak tahun 1976. Mereka membuat crop circle tersebut hanya dengan menggunakan sebuah papan, patok dan tali. Menurut mereka, hanya dengan menggunakan alat sederhana itu, mereka dapat membuat sebuah lingkaran dengan diameter 12 meter hanya dalam tempo 15 menit.

Karakteristik yang ditemukan pada crop circle yang asli adalah, batang pepohonan yang tidak patah, kemudian lubang pada batang pohon tersebut terbentuk lubang lubang yang renik dan kecil yang diduga karena suhu panas, polanya rumit, adanya perubahan komposisi kimiawi dan lain sebagainya

Yang pasti, ini adalah sebuah tantangan sains untuk membongkar misteri yang sangat ajaib ini. Begitulah Allah menunjukkan ayat ayat kauniyah-nya. Membuktikan bahwa manusia sehebat apapun pasti mempunyai kelemahan dan tidak bisa memecahkan masalah masalah rumit sebagai kekuasaan Allah.

Kapan Waktunya Bicara Harta

Dimanapun kita berada tetap saja yang namanya duit adalah bahasan nomor wahid, apapun profesi yang digelutinya, intinya uang itu penting untuk segala, mayoritas disekeliling kita mengukur keberhasilan kita itu dengan uang.

Tetapi perlu di ingat bahwa setiap datangnya uang akan membawa dua hal penting, pertama membawa penyakit dan sifat pelit. Kedua sifat tersebut secara filosofis selalu menempel pada harta benda termasuk uang. Oleh sebab itu langkah untuk menghalanginya adalah menafkahkan sebagian harta untuk mensucikan keberadaan harta itu sendiri. Dan langkah kedua memaksakan diri untuk terbiasa mengeluarkan sebagian harta ini kepada orang lain.

Langkah tersebut tidak lain adalah simetris dengan tuntutan zakat sesuai dengan fungsi dan tujuannya, fungsi zakat menurut agama adalah untuk mensucikan harta dari segala penyakit seperti iri hati, kikir, dengki dan lain sebagaianya dan juga secara lahiriah bertujuan untuk memberikan sumbangsih keberadaan kita yang notabene-nya orang ber-harta untuk menunjukkan kepeduliaannya terhadap masyarakat sekitar.

Meskipun penting kita harus membatasi diri untuk tidak membicarakannya di sembarang tempat. Lihat saja Allah menyimpan makanan itu dalam keadaan tertutup di dalam perut, bahkan kantong kulit yang membautinya pun harus di tutup. Orang yang tidak menutup perutnya baik secara lahiriyah maupun secara filosofis akan di anggap oleh orang yang terhina.

Salah dan benarnya tulisan ini mohon dikoreksi, tulisan ini sengaja untuk dikonsumsi sendiri, tetapi akan sangat berterimakasih jika ada pembaca yang mau berkomentar untuk sekedar memberikan masukan.
Dorongan Nafsu

Dorongan Nafsu

Pada prinsipnya manusia dilahirkan dalam keadaan bersih dan suci, berdasarkan hadits Nabi “setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fithra…” namun kefitrahan dalam perjalanan hidupnya mendapat hambatan dan serangan dari nafsu. Keinginan nafsu begitu kuat sehingga menghancurkan kefitrahan manusia tersebut, Nafsu menyerang tak kenla siapa yang diserang. Siapapun namanya dan apapun jabatannya semua harus bertarung dengan keinginan buruk. Kerja sama antara setan dan nafsu secara kooperatii menghasilkan akhlak yang buruk, munculnya akhlah buruk ditandai dengan ringan mengucapkan kotor, senang menggunjing, bangga dengan keadaan yang dia punya, sombong dan sederet perbuatan buruk lainnya.

Nafsu dan setan mereasap untuk mengotori fitharah manusia, sehingga sampai pada perkembangan terakhirnya ia berubah menjadi seorang yang benar benar hina dan nista. Setan juga mampu membuat jebakan jebakan yang mampu menjerumuskan manusia ke dalam jurang kehinaan di hadapan Allah Ta’ala.

Saking pinternya setan dan nafsu, tidak sedikit seseorang yang ceramah dengan sindir sana-sini, smash kanan dan kiri, tekuk atas bawah, menyudutkan orang lain dengan kecanggihan bahasa yang dia punya, setelah tujuannya telah tersampaikan, rasa puas dan senang-pun datang, jedah sebentar kemudian rasa senang dan gembira belum dinikmati sampai habis, dendam dan amarah pun muncul kembali, dan berkembang terus menerus. Subhanallah sungguh setan itu mempunyai kekuatan yang sangat besar untuk menghancurkan orang-orang yang kualitas imannya rendah.


Sejak saat itu, aku pun menggaris bawahi bahwa untuk menjadi orang yang bersih dari nafsu itu susah, terbukti banyak para ulama’ yang menyampaikan fatwahnya bukan malah membuat tenang di dalam hati akan tetapi justru malah menimbulkan fitnah-fitnah baru. Banyak orang orang yang berpakaian ulama’ tetapi justru keimanannya rendah seperti imannya seorang budak. Maka dari itu tata niat utama dengan ikhlas dan jangan sekali-kali lupa akan tujuan utamanya. Menolong orang dengan tujuan agar orang tersebut bebannya merasa ringan sembari menunggu janji Allah bahwa Allah akan menolong hambanya jika hamba tersebut mau menolong orang lain.

Berdagang juga dengan ikhlas, yakni ingin melayani kebutuhan orang lain bukan menipunya para ulama’ pun harus tahu apa tujuan yang ia katakan. Jika berdagang semata mata untuk memenangkan kompetisi maka orang tersebut sama saja mengorbankan keikhlasan dalam bekerja, jika ulama ber-fatwa fatwa dengan menghantam kanan-kirinya maka sama hal-nya ia memperturutkan hawa nafsunya, yang semestinya fatwa itu li ishlahil ummat tetapi justu lnbi’atsul fitnah. Naudzu min dzaalik

Kebohongan

Akhir akhir ini, kosa kata kebohongan banyak dipertanyakan dan banyak diperbincangkan, terkati dengan berbagai masalah dan problem yang mengemuka disekitar lingkungan kita tinggal. Kebohongan itu sendiri sederhanya adalah sebuah aktualisasi dari perkataan yang tidak sesuai dengan fakta, secara umum dalam kebohongan ada pihak yang dirugikan karena wacana yang ditelurkan melalui pemberitaan.
.
Karena kebohongan adalah merugikan pihak pihak lain, maka agama melarang keras berbuat demikian, jangankan bohong yang terkait dengan pihak lain, berbohong kepada diri sendiri saja dilarang. Kebalikan dari “bohong” adalah “jujur”, Agama manapun menuntut untuk berbuat jujur, berkata yang jujur, lidah sesuai dengan hati dan aktifitas sesuai dengan isi nurani hanya semata mata niat suci mengharap pahala dari Allah.

Agama mendorong pemeluknya untuk berbuat jujur, karena perbuatan jujur akan mendorong manusia untuk berbuat benar dan kebenaran akan menuntun manusia menuju jalan surga, sebaliknya kebohongan akan mendatangkan malapetaka dan dosa yang menjerumuskan manusia ke dalam neraka. Karena itu Ibnu Mas’ud meriwayatkan Hadits dari Rasulullah saw, berbuatlah jujur karena jujur menunjukkan kebaikan dan kebaikan akan menunjukkan kepada surga, jauhilah dusta karena dusta akan mendatangkan dosa, dan dosa menjerumuskan ke neraka.

Orang yang berbuat bohong kelak akan ditempatkan oleh Allah di neraka terhina, sebagaimana firman Allah: “Sesungguhnya orang-orang munafik berada pada tingkatan paling bawah dari neraka. Dan sekali-kali kamu tidak akan mendapatkan seorang penolong pun bagi mereka (QS. An nisa’:45). Ayat ini turn tekait atas kebohongan dan pengkhianatannta ‘Abdullah bin Ubay dan kawan-kawannya, kataran kejahatan berbuat bohong begitu besar sehingga Allah mengancam adzab berupa tempat beraka tingkatan paling bawah.

Yang menarik lagi, sejatinya orang yang berbuat kebohongan tidak akan mendapat pertolongan dari Allah, dan rupanya fakta di masyarakat, orang yang berbohong juga tidak akan mendapat perlindungan dari orang sekelilingnya.

Terkait manusia adalah makhluk yang bergerak di wilayah domistik dan publik, maka kebohongan yang munculpun sesuai dengan skala yang ada. Ada kebohongan domistik, yaitu kebohongan yang dibuat untuk mengelabuhi orang orang lingkup masyarakat domistik, dan ada kebohongan publik, yaitu suatu kebohongan yang ranah jelajah kebohongan tersebut sudah menyebar ke wilayah publik.

Karena bohong adalah salah satu tanda dari sifat munafik, sedangkah orang munafik adalah musuh dalam selimut maka siapapun orangnya, tak perduli apakah dia pejabat atau rakyat, sahabat atau kerabat, atasan maupun bawahan, terhadap orang yang mengidap penyakit bohong harus diwaspadai, sesungguhnya meraka adalah musuh yang senantiasa mengancam keberlangsungan kehidupan sosial.
Faktor Malas

Faktor Malas

Setiap manusia diperkaya dengan keinginan, kemauan dan rasa malas itulah yang disebut dengan sifat. Sifat-sifat tersebut sudah terberikan dari lahir (given), sifat-sifat tersebut dapat dijadikan sebagai modal dasar bagi manusia untuk memperbaiki aktifitas dan kreatifitasnya baik di hadapan allah amaupun dihadapan makhluknya.

Dengan sifat keinginan manusia dapat meraih sesuatu yang dicita-citakan, dengan sifat malas manusia bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, semua itu tergantung bagaiman me-manage apa yang disebut dengan sifat itu.

Dalam bahasa tasawuf, untuk lebih mudahnya ada dua hal yang perlu di pertarungkan yaitu keinginan untuk berbuat baik yang disebut dengan nurani, sedangkan keinginan untuk menentang perintah atau disebut dengan nafsu. Apabila dalam mempertarungkannya manusia lebih memenangkan atau condong kepada nuraninya maka segala tindakannya akan mengarah kepada perintah allah dan pahala tetapi sebaliknya apabilah aktifitasnya didominasi oleh kemenangan nafsu maka, tindakan orang tersebut akan lebih mengarah kepada perbuatan yang jahat dan cenderung menentang perintah.

Sifat malas semata-mata tidak disebabkan oleh betapa beratnya energi yang dikeluarkan untuk melakukan sebuah ibadah, tetapi lebih dikarenakan dominasi nafsu yang menghalanginya. Jika kita melihat seseorang yang jatuh dilakukan demi mendapatkannya akan terasa ringan semua, meski yang sebenarnya pekerjaan itu terbilang dalam kategori perbuatan yang berat. Begitu juga sebaliknya, perbuatan yang ringan seperti sholat, zakat, puasa dll adalah perbuatan yang ringan tetapi akan merasa berat dilakukan jika dalam diri ini di dominasi oleh kokohnya bangunan nafsu. Maka dari itu benar hadits Nabi, Bahwa pada saat ini kita telah berpindah dari jihad yang kecil menuju jihad yang besar yakni jihad melawan hawa nafsu dikatakn oleh Nabi saw,

رجعتم من جهاد الأصغار الى جهاد الأكبر
Engkau telah kembali dari jihad yang kecil ke jihad yang besar,

Sabda Nabi saw di atas memberikan warning kepada kita bahwa, yang paling seulit dalam hidup ini adalah memerangi hawa nafsu. Lih. Nashaihuddiniyah h.59, dan perjuangan ini membutuhkan waktu yang panjang, berbeda dengan peperangan yang melawan tentara musuh.

So, jadilah orang yang bisa mengendalikan hawa nafsu, karena hawa nafsu akan membuat kita sengsara sepanjang masa, di dunia dan di akhirat kelak

Meluruskan Persepsi Tentang Anak Yatim

Rasa dan titel yang mendalam adalah adalah ketika titel itu tersematkan sampai titik nafas terakhir yaitu, apasajalah titel tersebut, sperti haji, gelar sarjana dan yang termasuk titel yang membuat hati siapapun pilu dan sontak ikut merasakan kepedihannya adalah Yatim. Seorang anak yang belum akil baligh dan ditinggalkan ayahnya yang nota benenya sebagai tulang punggung keluarga, sedangkan jika ditinggal oleh ibunya kita sebut piatu.

Dapat disimpulkan jika seorang anak keci (belum akil baligh) ditinggal oleh orang yang menjadi tulang punggung keluarga disebut yatim, sedangkan bagi yang ditinggal pasangan tulang punggung keluarga disebut piatu. Karena itu seekor hewan menjadi yatim manakala ia ditinggal induk betinanya.

Mungkin selama ini ada persepsi yang agak berbeda dengan penulis. Begini, menurut saya anak yatim tidak hanya butuh uang akan tetapi butuh kasih sayang sebagai pengganti kasih sayang orang tuanya, karena kasih sayang tidak bisa di ukur dengan uang. Bagaimana seorang anak kecil yang kehilangan orang tua, sedangkan orang dewasa saja yang ditinggal oleh orang tuanya terbaring sakit saja larut dalam kesedihan. Mungkinkah hanya dengan uang kemudian semua menjadi selesai, saya kira tidak.

Karena itu Rasulullah s.a.w bersabda, yang artinya :"Sebaik-baik rumah kaum muslimin ialah rumah yang ada anak yatim yang diasuh dengan baik dan sejahat-jahat rumah kaum muslimin adalah rumah yang ada anak yatim yang selalu diganggu dan disakiti hatinya." Riwayat Ibnu Majah. Jika kita merenung dapat kita temukan bahwa orang tua pengganti bagi yatim dan yatimah adalah kita semua.

Mungkin, kita akan mengatakan masih mending kita sumbang, entahlah apa dasarnya tetapi itu tidak cukup, apalagi yang tidak menyumbang dan tidak memperhatikan. Nabi saw sangat menganjurkan untuk memelihara, dengan segala bentuk dan tekhnisnya, yang penting anak tersebut kelak menjadi anak yang mandiri. Nabi saw bersabda:”saya (Nabi saw) dan orang yang menanggung anak yatim adalah bagaikan ini, sembari memberikan isyarat kepada jari telunjuk dan jari tengah”. Sungguh mulia bagi orang yang masih ada kepedulian di dalam sisa kehidupannya kepada anak yatim.

Dan sungguh terlaknat sekali jika masih ada beberapa kalangan yang memakan harta anak yatim dengan dhalim, Rupanya kita juga butuh belajar dalam kaitannya pembagian zakat, zakat tidak sah dibagikan kepada anak yatim karena ke-yatiman-nya, ini menunjukkan bahwa anak yatim harus diperlakukan sebagaimana anak kita sendiri. Dan tidak sah membayar zakat kepada anak kita sendiri. Ya Tuhan… kami hanya bisa menulis dan belum bisa menjalankan perintahmu yang agung ini, berilah kesungguhan untuk menjalankan perintah ini.
Hal hal yang disunnatkan

Amalan di hari Asyura
Berkaitan dengan Asyura ini, ada beberapa prilaku yang sangat dianjurkan, lengkap sudah apa yang dianjurkan oleh agama, karena ada sisi sosial dan individual, diantaranya adalah, Melapangkan belanja untuk keluarga maka Allah akan melapangkan hidupnya, Memuliakan fakir miskin maka Allah akan melapangkannya dalam kubur nanti. Menahan marah, agar Allah ridho. Menunjukkan orang sesat, Allah akan memenuhkan cahaya iman dalam hatinya,

Menyapu / mengusap kepala anak yatim maka Allah akan memberikan karunia bagi tiap-tiap rambut yang di sapunya, pohon di surga, Bersedekah, Memelihara kehormatan diri, gar hidupnya diterangi cahaya oleh Allah, Mandi Sunat, agar dijauhkan dari penyakit, Bercelak, Membaca Qulhuwallah hingga akhir seribu kali, Sembahyang sunat empat rakaat, Membaca
'hasbiyallahhu wani'mal wakil wa ni'mal maula wa ni'mannasiiru', Menjamu orang berbuka puasa, Puasa,

Tentu bukan karena itu semua, akan tetapi kita melakukan hanya semata mata kecintaan kita kepada perintah Allah.

Kematian Dini

Kematian Dini

Tema ini terlihat agak miring, karena kematian itu terjadi hanya sekali, sehingga mengatakan kematian dini itu berarti kematian yang terjadi dipercepat dari kematian yang sebenarnya. Tetapi penulis mempunyai maksud tersendiri dalam mengurai kematian yang dimaksud. Lawan kata dari mati adalah hidup karena itu untuk mengetahui makna mati harus terlebih dahulu kita mengetahui apa yang dimaksud dengan hidup itu sendiri.

Hidup atau hayat adalah sebuah aktifitas baik positif maupun megatif, aktifitas yang baik disebut dengan hayatan tayyibah sedangkan aktifitas yang jelek disebut dengan hayatan sayyiatan. Oleh karena makna hidup adalah beraktifitas maka orang yang secara jasadi hidup namun tidak beraktifitas, atau aktifitas tidak memberikan imbas kepada kebaikan orang lain maka, kematian seperti ini disebut dengan kematian dini.


Terlebih lagi jika secara jasadi hidup akan tetapi dalam aktifitasnya meresahkan dan membuat kesengsaraan terhadap orang lain maka aktifitas seperti ini tidak disebut mati lagi, jauh dari penyebutan tersebut yang cocok adalah bangkai busuk. Bangkai mempunyai sifat meresahkan bagi orang yang nelihatnya, atau meski tidak melihat tapi mencium bau busuk yang dikeluarkan oleh bangkai tersebut.

Karena itu perkataan : Be the person who is dead a life don’t make your life are like the dead, because the decay of the living that death is more troublesome than the dead animal reptile.

Substantsi Waktu

Hari berganti, bulan berlalu, tahun pun pergi tanpa di suruh. Semua boleh berubah namun semangat keimanan dan kesalihan harus terus bergelora dalam dada. Kemudian diwujudkan secara nyata dalam konteks realitas yang sebenarnya, karena kebaikan yang hanya bersifat bathiniyah tanpa direalisasikan tak ada bedanya dengan mitos belaka.

Dengan semangat menatap masa depan, manusia harus bergerak secara linear meski dalam agenda hidup yang bersifat spiral yaitu makan, tidur kerja dan terus begitu berulang hingga kelak kita masuk ke liang kubur. Langkah tegap tanpa ragu menuju apa yang dikehendaki tuhan yang satu menjadi alasan tunggal yang tak akan terbantahkan oleh dalih apapun. Hari terus berganti dan setiap hari adalah baru.

Hari ini berbeda dengan esok, hari esok berbeda dengan hari yang akan datang, karena itu ‘hari’ yang kita lalui ini selalu berpesan kepada manusia:”wahai manusia, aku adalah makhluk yang baru” mungkin momentum sekarang dengan momentum masa silam bertepatan harinya, tapi tentu ada perbedaan tanggal dan bulannya, kalau hari, tanggal dan bulannya sama pasti tahunnya berbeda, memberikan kesimpulan kepada kita bahwa secara substansi hari itu selalu baru, dan kita dilahirkan di hari hari yang selalu baru. Ulang tahun setiap hari, every day is birthday.

Hari yang baru itu merekam semua tindak tanduk manusia yang ada dalam pelukannya. Tidak perduli, tua atau muda, bandit atau ustadz, petani atau kyai, semua rekaman akan diputar sebagai saksi kelak dihari kiamat kelak. Patut bagi semua orang untuk menyesal, yah... menyesal atas perbuatan dosa dan menyesal kurangnya berbuat amal kebaikan.

قال ابن مسعود رضي الله عنه : مَا نَدِمْتُ عَلَى شَئٍ نَدَمِيْ عَلَى يَوْمٍ غَرَبَتْ شَمْسُهُ نَقَصَ فِيْهِ أَجَلِيْ وَلَمْ يَزْدَدْ فِيْهِ عَمَلِيْ
Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “Tidak ada yang lebih aku sesali melebihi penyesalanku ketika matahari terbenam di mana umurku berkurang sedangkan amalanku tidak bertambah.” (Mawaridu adh-Dham’an : 3/30).

Secara sunnatullah alam semesta ini selalu regenerasi dan terus menerus meregenerasi, akankah kita berdiam diri untuk pintar sendiri, kaya sendiri, canggih sendiri, berkuasa sendiri terus mati sendiri, sehingga berbuat seenak udele dewe. tanyakan kepada isi kepala masing masing, karena setiap kepala akan punya jawabannya sendiri-sendiri ???

Untuk memproduksi amal kebaikan maka Imam Syafi’i mengatakan Barangsiapa yang mempelajari alqur’an maka akan tinggi nilainya, Dan barangsiapa yang berbicara dalam fiqh maka akan tinggi kedudukannya, Dan barangsiapa menulis hadits maka akan kuat hujjahnya, Barangsiapa mempelajari bahasa maka akan lembut perangainya, Barangsiapa mempelajari ilmu hitung maka akan encer otaknya, Dan barangsiapa yang tidak menjaga dirinya maka tidak akan bermanfaat ilmunya.


Revitalisasi Niat

Semua manusia yang didedikasikan hidup di alam fana ini sebagai khalifah meyakini seteguh hati bahwa ada hari lain yang jauh lebih nyaman dan asyik dibanding hari hari yang kita jalani di dunia ini. Hari yang indah dan mengasyikkan itu adalah hari-hari yang akan dijalani oleh orang orang yang baik di dunianya.

Untuk memperolehnya tentu butuh usaha keras dengan platform akhirat oriented. Pondasi niat menjadi pilar utama menuju hal itu, karena niat berimplikasi terhadap semua aktifitas kekhalifahan di dunia, sedangkan dunia sendiri adalah ladang (mazra’ah) akhirat. Garisbawahilah dengan tebal terhadap salah satu pesan Rasulullah yang disampaikan kepada Abu Dzar al Ghiffari yakni,

جدِّدِالَّفِيْنَةَ فَإِالْبَحْرَ عَمِيْقٌ
perbaruhilah perahumu, karena sesungguhnya lautan itu dalam

Pesan rasulullah kepada Abu Dzar ini bersifat metaforis, mengumpamakan niat sebagai perahu dan kehidupan ini seperti lautan yang dalam dan luas, perahu untuk menampung semua unsur dan materi yang hendak di bawa ke suatu tempat (bc: akhirat), tempat yang damai dan asyik serta membahagiakan.

Lautan punya gelombang yang mampu menggeser manusia dari tujuan semula, yang benar berubah menjadi salah, dari yang lurus menjadi belok, dari pemberani menjadi pengecut, dari penyabar menjadi pemarah, licik dan gentar, serta ketersinggungan yang dominatif dan abadi bersemayam ke dalam hati orang orang yang dibelokkan oleh gelombang lautan duniawi

Makna lain yang mungkin tersembunyi adalah buih, Lautan juga banyak dihuni buih yang indah dalam panorama pandangan mata namun minus fungsinya. Buih sebagai simbol bayang bayang duniawi yang ‘menipu’, besar secara eksistensi akan tetapi kerdil secara substansi.

Dengan berbagai iming iming keindahan, dunia mampu menjebak orang-orang bodoh terkurung dalamlangkah kehidupan praktis dan berorientasi ekonomis (economic-oriented), ketimbang berbicara konsep ideologis, atau landasan epietemologis. Terkadang hal ini diperparah lagi dengan perasaan serba benar, ketersinggungan, menggerutu dan congkak terhadap nasehat kawan, apalgi jika dihinggapi sifat kebal kritik. Manusia yang tertipu oleh buih lautan seperti ini akan senang berjalan seribu langkah dalam bayang-bayang ilusi ketimbang satu langka namun pasti.

Hiruk pikuknya kegiatan tidak bernilai future oriented namun hanya berbicara dan menyelesaikan masalah yang bersifat sesaat, tidak ada konsistensi (istiqamah) dan lebih condong terhadap tathayyur sehingga semua tapak dan jejak langkahnya terkesan ngawur dan ngelantur.
Terkadang orang hanya mengandalkan kemewahan dan model performance, tapi melupakan kemampuan dan tanggung jawabnya didunia, di dunia adalah ibadah dan akhirat adalah nganggur, selama nafas kita tertulis di dunia maka proses belajar menjadi insan kaamilah tak boleh terhenti.
Niat memegang kendali untuk membawa gerbong besar semua aktifitas yang menyangkut tanggung jawab kepada Allah secara total, tidak hanya terbatas atas kewajiban ibadah mahdhoh yang lebih terkesan individulis tetapi manusia juga bertanggung jawab terkait ritual sosial.

Pendek kata. Manusia adalah simbol kekhalifahan Allah secara total di dunia, sebagai buku panduannya adalah al Qur'an dan petunjuk rasul utusan-Nya. Kepada manusia semua ditundukkan, dibumi dan dilangit tunduk terhadap perlakuan manusia (QS. Al Jatsiyah:13), dan Allah juga memberikan mandat kepada khalifah di dunia untuk menundukkan siang dan malam (QS. Ibrahim:33), bahtera juga tunduk agar bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia (QS. Ibrahim;32). Lalu apa yang menjadikan tidak “bisa”. Pertanyaan itu seolah mengalir tidak tertampung jawabannya.

Sejatinya yang menjadikan manusia tidak mampu adalah karena malas dan keengganannya dalam melaksanakan tugas kekhalifahan yang di emban. Tentu, masih ada kamus yang dirujuk oleh orang orang yang berstatus tidak becus dengan mengatakan “tidak bisa”, tetapi tidak ada kamus yang dapat menjawab sebuah problema mana kala yang dikatakan adalah “saya malas”.
Disitulah efektifitas perbaikan niat untuk menggapai kebahagiaan di akhirat.

Waduh jadi kelihatan serius banget ini. Mau yang lebih serius lagi tentang kesabaran silahkan klik sabar

Kekuatan Suprarasional di balik do’a

Entah secara sadar atau tidak, yang pasti, setiap individu menyadari bahwa ada kekuatan supra rasional, dibalik kekuatan manusia yang secara phisickly lemah. Manusia dengan akalnya mampu merekayasa kekuatan besar. Manusia yang hanya tingginya maksimal tiga meter dengan akalnya mampu menciptakan alat berat untuk membuat gedung gedung bertingkat yang tingginya berlipat lipat dari tinggi badannya, manusia yang tidak punya sayap mampu menciptakan alat yang membuatnya bisa terbang dengan leluasa ke angkasa raya, manusia yang tidak mempunyai sirip mampu berjalan di atas air dengan kapal pesiar ciptaannya. Akan tetapi, dibalik rekayasa kekuatan manusia yang luar biasa tersebut ada kekuatan lain yang lebih dahsyat yaitu kekuatan Tuhan yang serba supra.

Kekuatan supra tersebut berada di bawah otoritas tunggal Tuhan, dan mampu meluluh lanthakkan seluruh kekuatan rekayasa manusia, yang tidak mungkin menjadi mungkin dan sebaliknya. Kekuatan supra itu bisa kita minta melaui media yang namanya do’a, asalkan kita mampu negosiasi terhadap sang pemilik-Nya di sinilah pentingnya makna do’a. Dalam setiap jengkal langkah kaki membutuhkan do’a supaya lagkah kaki terarah kepada perbuatan sukses dan terpuji.

Dalam hadits Nabi saw bersabda “do’a adalah senjatanya orang yang beriman”, do’a adalah alat menuju kemenangan, tentunya dibarengi dengan usaha. Kemenangan dalam peperangan bukan ditentukan oleh kekuatan fisik semata, namun juga ditentukan alat yang dipergunakan, jika pedang adalah alat maka keampuhan pedang terletak pada bahan pedangnya dan orang yang mempergunakan pedang tersebut. Sekuat apapun dan sebaik apapun strategi yang ia pergunakan untuk berperang tetapi jika alatnya sederhana tentu tidak akan berdaya di hadapan kekuatan tentara lawan yang bersenjata canggih. Jika masalah yang kita hadapi demikian rumit maka tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan fikiran saja, tetapi juga kualitas pemecahannya melalui kekuatan do’a.

Karena itulah buku yang berada ditangan ini berguna sekali untuk negosiasi dan mengetuk kekuatan supra kepada Tuhan seperti yang dijelaskan di atas, berdasarkan “..... Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku…..” QS.Al Baqarah[2]:186. Syarat utama dikabulkannya do’a dalam ayat tersebut adalah memenuhi perintah-Nya dan yakin akan do’a yang dipanjatkan. Mungkin saat ini do’a kita tidak terkabul, temukan dalam beberapa faktor yang menghalangi dikabukannya do’a yaitu pilihan do’anya, tidak menjalankan perintahNya atau mungkin kurang yakin.

Senada dengan ayat di atas, “Dan Tuhanmu berfirman: Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu......” QS. Al mu’min [40]:60, ayat tersebut seolah memberi garansi kepada hamba hambanya yang mau mengetuk kuasa Tuhan dengan do’a, dalam ayat tersebut juga mencela orang orang yang menyombongkan diri (merasa mampu) dengan rekayasanya sendiri. Seolah ayat ini memberi tamparan keras kepada orang orang sombong yang mengabaikan do’a dalam meraih sukses aktifitas dan proyek yang sedang ia kerjakan.

Ya Tuhan… Kami datang bersimpuh di hadapanmu untuk mengetuk kuasamu. Berilah sukses selalu dihari ini, dan hari hari yang akan datang. dan jadikan kami orang yang sabar.

Ya Tuhan…Mudahkan segala urusan yang kami hadapi, temukan jalan terbaik dari setiap urusan yang baik dan gagalkan semua usaha kami yang tak terpuji serta gagalkan rekayasa orang orang yang berbuat dhalim kepada kami.
Sabar

Sabar

Segala puji bagi allah atas segala yang telah di anugerahkan kepada kita, baik material maupun nikmat yang immaterial. Shalawat serta salam tetap tercurahkan kepada Nabi besar Muhammad Saw, sebagai penuntun ummat menuju jalan yang selamat. Marilah kita tingkatkan kualitas dan kwantitas ketaqwaan kita kepada Allah swt, dengan sungguh-sungguh karena taqwa inilah yang akan mengantarkan kita kepada kenikmatan dunia dan akhirat alamin ya rabbal alamin

Hadirin yang di muliakan Allah
Kehidupan di dunia ini terasa sangat sigkat, jika dibandingkan dengan kehidupan sebelum atau sesudah hidup dimuka bumi ini. Tetapi dari kehidupan yang singkat ini, ada banyak sekali hal-hal yang kita temui, suka, duka, ceria dan nestapa terus selalu mengikuti dan akrab bersahabat dengan kehidupan kita.

Manusia selalu digelayuti oleh nasib yang berbeda dari hari ke hari tanpa kita ketahui secara pasti, apa sebenarnya kehendak Allah ta’ala. Karena itulah setiap manusia harus tunduk dibawah keputusan dan kehendak rabb-Nya. Allah tidak akan merubah sunnanya yang berlaku untuk hamba-hambanya. Namun tidak kemudian kita men-salah artikan dan berbuat semaunya berdalih bahwa ini kehendak Allah ta’ala, karena kita sendiri tidak tahu dengan kehendak Allah ta’ala. Dasar logis ini menjadi pertimbangan setiap manusia untuk memilih perbuatan baik agar mendapatkan nasib yang baik. Tetapi jika yang kita lakukan sudah maksimal maka dalam tahap inilah kita semua menyerahkan kepada Allah ta’ala.

Imam Ghazali berpendapat bahwa sabar adalah menguatkan dorongan agama untuk mengalahkan dorongan nafsu-nya. Jadi kesabaran pada dasarnya adalah konsep agresif untuk maju dengan cara melepaskan jeratan masalah dan kesediahan. Sesungguhnya Allah sudah memberikan semua dunia ini dengan segala sunnahnya. Jika kita berbuat yang salah maka secara sunnatullah kita akan mendapatkan kejelekan. Kausalitas seperti itu telah termaktub di dalam al Qur'an :
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ
Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).

Ada baiknya kalau kita menyimak apa yang ditulis oleh Imam Al Islambuly, bahwa ada seorang ahlii hadits yang suka mengumpulkan kepompong-kepompong untuk disaksikan bagaimana perubahan kepompong tersebut keluar dan menjadi kupu-kupu yang indah, tetapi pada suatu hari, ada kepompong yang menurutnya lambat dalam proses keluarnya, akhirnya kepompong tersebut di bantu dalam proses pengeluarannya, yang terjadi ternyata justru kepompong tersebut mati, ayah ahli hadits tersebut akhirnya meberikan fatwa:”wahai anakku, pada saat kepompong keluar menjadi kupu-kupu, sebenarnya mengeluarkan racun-racun yang ada dalam dirinya, jika tidak ia keluarkan maka ia akan mati, begitu juga dengan kehidupan di dunia, dunia akan memberikan sesuatu tetapi di sisi lain dunia juga akan meminta sesuatu juga, mustahil dunia akan memberikan begitu saja.

Filosofi kisah tersebut memberikan pelajaran kepada kita, bahwa dengan melintasi batas kebenaran yang digariskan, demi untuk mendapatkan sesuatu maka akan menjadikan ketahanan agamanya menjadi luntur.

Hadirin yang dimulyakan Allah
Tidak dibenarkan dalam kehidupan ini bersifat ambisius, mengejar dunia yang berlebihan, dalam al-Qur'an kita diperintahkan untuk selalu meminta kepada Allah untuk berbuat sabar dalam menjalankan perintahnya dan sabar menjalankan shalat dengan penuh ketekunan. (QS al Baqarah:45)
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ
Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu`, (QS al Baqarah:45)

Sabar tidak hanya ketika menerima keadaan yang tidak kita inginkan, tetapi sabar juga harus kita aplikasikan kepada semua aspek kehidupan termasuk bersabar pada saat mendapatkan nikmat yakni dengan cara membelanjakan dengan cara yang benar sesuai dengan tuntunan Allah ta’ala.

Setiap ibadah membutuhkan kesabaran di dalamnya, oleh karena itu sabar adalah bagian dari tubuh amal itu sendiri. Imam Ali ra berkata:

اَلَّصبْرُ بِمَنْزِلَةِ الرَّأْسِ مِنَ الْجَسَدِ وَلَا جَسَدَ لِمَنْ لَا رَأْسَ لَهٌ وَلَا إِيْمَانَ لِمَنْ لَا صَبَرَ لَهُ
Sifat sabar itu menempati kedudukan sebagai kepala dari bagian jasad, tidak jasad yang tanpa kelapa, dan tidak ada keimanan bagi orang yang tidak bersabar.

Hadirin yang berbahagia
Bersabarlah atas segala yang digariskan oleh Allah dan janganlah kita mencari jalan pintas, untuk kaya kita tidak perlu memelihara tuyul, atau korupsi, untuk menjadi populer jangan menjual harga diri, untuk hidup terhormat jangan menjelekkan orang al Qur'an :al-Insan:24

فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعْ مِنْهُمْ ءَاثِمًا أَوْ كَفُورًا
Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka.

Dari Ibnul Mubarak, pada suatu hari ada orang majusi yang melayat kepada jenazah putranya, dia berkata:”hari ini akan ada orang pandai yang dilakukan oleh orang yang bodoh lima hari yang akan datang”.

Orang bodoh yang tidak tahu betapa besarnya pahala sabar, akan melakukan sedih berkepanjangan, berbeda dengan orang yang cerdik dan bijak yang di dalamnya ada unsur kesabaran, ia akan ditimpa kesedihan pada saat musibah itu menimpa, dan tidak berlarut larut jatuh dalam duka. Sabda Nabi saw :
الصبر عند الصدمة الأولى
“ Sabar itu terdapat pada pukulan pertama

Hadirin yang dimuliakan Allah, mudah mudahan kita semua diberikan kesabaran, sabar dalam menjalankan perintah, sabar menghadapi musibah dan sabar menjauhi maksiat. Dan dalam kehidupan sosial kita selalu bisa bersabar dan memberikan kontribusi untuk berbuat sabar. Rasulullah saw bersabda :”sabar itu ada tiga, sabar menghadapi musibah, sabar menjalankan perintah dan sabar menjauhi maksiat, barang siapa yang sabar menghadapi musibah, sehingga ditolaknya dengan perbuatan yang baik maka baginya 300 derajat dan barang siapa sabar menjalankan perintah maka baginya 600 derajat baginya, dan barang siapa sabar dalam meninggalkan maksiat maka baginya 900 derajat. amin ya rabbal alamin. untuk lebih serunya lagi silahkan baca epistmologi aqiqah

جعلنا الله و إياكم من المؤمنين الأمنين. وأدخلناوإياكم فى زمرة الصابرين

Tidak Bersedih Saat Kehilangan

Tidak Bersedih Saat Kehilangan

Pada suatu hari saya melakukan perjalanan pulang ke kampong halaman kerana ada panggilan orang tua untuk sebuah acara temu kangen bersama. Pagi hari saya sudah bersiap siap, di sela sela persiapan itu saya menulis sebuah ayat 23 dari Surat Al hadid yang bunyinya;

لِكَيْ لَا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا ءَاتَاكُمْ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ.

(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri,

Dalam perjalananku, kali ini saya menempuh dua rute yaitu kereta Api Jurusan Tanah Abang dan dari Tanah Abang hendak ke stasiun Ps. Senen meneruskan perjalanan ke stasiun Pasar Turi Surabaya. Tetapi apa yang terjadi, malang menimpa saya. Dalan perjalanan saya menuju Tanah Abang sudah kecopetan, Dompet dan beberapa tanda pengenal serta surat penting lainnya hilang.

Sejak itu dalam hati kecil saya mengatakan bahwa betapa berharganya satu ayat yang saya tulis tersebut. Ternyata kita tidak boleh dirundung susah yang berkepanjangan jika kita tidak mendapatkan keuntungan (baca;hilang) dan sebaliknya jangan berbangga hati jika kita memperoleh kesuksesan dalam sebuah usaha. Ayat tersebut membekas dalam hati dan terasa amat lekat dalam ingatan dengan naas yang menimpa saat perjalanan menuju kampung halaman.

Banyak hikmah yang saya dapat dari sebuah perjalanan tersebut. Dan mengokohkan saya secara pribadi bahwa hidup ini adalah perjalanan yang mana grand desaign-nya telah di tentukan oleh Allah. Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi maka bagi seorang hamba harus berusaha, tetapi jika dalam usaha tersebut mengalami kegagalan maka usaha tersebut harus dikembalikan kepada Allah swt.

Memang tidak mudah untuk merasakan hal yang demikian ini, tetapi paling tidak kita telah mempunyai pedoman hidup untuk menapaki jalan hidup itu harusnya bagaimana. carilah beberapa artikel dari blog ceramah singkat
Hikmah Puasa

Hikmah Puasa

Tujuan puasa berdasarkan surat al Baqarah Ayat: Al Baqarah: 183

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”

Taqwa menjadi kebutuhan bagi semua ummat manusia, karena taqwa adalah sumber kebahagiaan dunia-akhirat.

Ibadah puasa adalah model ibadah ortodok yang tak kusam ditelan zaman, meski ada beberapa perbedaan cara pelaksanannya. Ibadah ini tergolong ibadah ya100ng sangat rahasia yang hanya di ketahui oleh individu pelaksana dengan tuhannya.. alangkah mudahnya jika seseorang berpura-pura lemah lunglai, disertai dengan bibir kering seolah-seolah menahan haus dan lapar, meski sebelumnya dia makan sampai kenyang. Karena sangat rahasianya ibadah tersebutlah dalam ayat tersebut seruannya adalah “hai orang-orang yang beriman”, tanpa keimanan yang kuat mustahil ibadah puasa bisa dilaksanakan dan berjalan sempurna.

Karena kerahasiaan ibadah puasa ini pula sehingga Allah memberikan pahala bagi yang melaksanakannya dengan pahala yang hanya diketahui oleh Allah saja. Disebutkan dalam sebuah hadis qudsi, Allah berfirman, “Semua amal putra-putri Adam untuk dirinya, kecuali puasa. Puasa adalah untuk-Ku dan Aku yang memberi ganjaran atasnya.”

Keikhlasan dan niat yang kuat akan menentukan berhasil dan tidaknya predikat taqwa diraih. Bisa saja ibadah puasa yang sama-sama dilakukan tetapi mempunyai intensitas kepekaan terhadap tuhannya berbeda, karena ibadah puasa yang tidak dihayati maka signifikansi makna ibadah puasa itusendiri akan menguap menghilang entah kemana, yang tersisa hanya haus dan dahaga. Subhanallah… Allah maha adil dalam memperlakukan dan menilai ibadah para hambanya

Hadirin yang dimuliakan oleh Allah
Ibadah puasa banyak sekali hikmahnya, sesuai dengan latar belakang keilmuan yang melatarbelakangi analisanya. Bagi orang yangmengkaji dari sisi nilai sabarnya maka puasa adalah latihan kesabaran secara total, sabar menahan diri dan sabar menahan makan. sabar dari yang asalnya diperbolehkan terlebih lagi sabar dari perbuatan yang terlarang di bulan ramadhan

Dalam kesempatan yang berbeda maka kami akan memberikan pencerahan mengenai hikmah puasa di bulan ramadhan dari sisi yang lain, untuk itu semoga kita dipertemukan dalam majlis yang lain amin ya rabbal alamin…

Akhirul kalam la rabba ghairahu wala khaira illa khiyarahu
Wassalamualaikum wr.wb

lebih jauh ingin tahu tentang isi blog ini