Loading...

Biasakan Anak Anda Makan Sambil Duduk

Gambar Ilustrasi



Media Health ⬌ Tak sedikit orangtua ataupun pengasuh anak yang membiarkan anak makan sambil menonton TV. Ada juga yang memberikan makan kepada anak sambil mengajaknya berjalan-jalan ke taman. Benarkah cara memberikan makan seperti itu?
Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, dr. Luh Karunia Wahyuni, Sp.KFR(K) menuturkan, anak seharusnya diajarkan makan sambil duduk di kursi makan.
Hal ini bisa dilakukan sejak anak mulai mengenal makanan pendamping ASI (MPASI). Sebab, pemberian makan seharusnya menjadi proses pembelajaran bagi anak.
"Kalau sambil jalan-jalan ke taman atau sambil nonton TV, anak hanya akan belajar makan itu membuka dan menutup mulut saja. Jadi makan itu enggak hanya plek masuk mulut. Banyak proses pembelajaran," kata Luh di sela-sela seminar Promina Meet the Expert beberapa waktu lalu.
Luh mengatakan, pemberian makan kepada anak merupakan bagian dari stimulasi tumbuh kembangnya. Stimulasi bisa diberikan mulai dari pemilihan tekstur makanan yang tepat dengan usia anak, variasi rasa, bergizi, hingga komunikasi dengan orangtua.
Hal senada dikatakan okter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik, Dr. dr. Damayanti R. Sjarif, Sp.A(K). Damayanti mencontohkan, stimulasi bisa diberikan ibu ketika menyuapi anak dengan mengenalkan jenis makanan yang diberikan.
"Memberi makan ke anak itu stimulasi. Ibunya harus komunikasi sama anak, misalnya ini loh yang namanya wortel," ujar Damayanti.
Saat usia 6 bulan, anak mulai belajar mempersepsikan sesuatu yang ia lihat. Stimulasi yang baik bisa mencegah anak susah makan, tidak suka makan sayur, atau terlalu pilih-pilih makanan.
Konsultan Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja, dr. Tjhin Wiguna, Sp. KJ(K) menambahkan, jika pemberian makan selalu sambil menonton TV atau bermain di taman, stimulasi yang diberikan tidak akan optimal.
"Kalau anak dibiasakan makan sambil nonton TV, nanti dia enggak mengerti ini proses makan," kata Tjhin.
Kebiasaan buruk itu juga bisa dibawa anak sampai memasuki usia sekolah. Masalahnya, banyak orangtua beralasan tidak memiliki waktu untuk memberikan stimulasi saat anak makan. Mengenai hal ini, Luh berpendapat, tidak ada alasan tidak punya waktu jika ingin tumbuh kembang anak optimal.
Anak memiliki periode emas, yaitu 1000 hari pertama kehidupan. Periode emas ini harusnya dimanfaatkan orangtua untuk memberikan stimulasi dan pola asuh yang baik untuk mendukung tumbuh kembang si kecil. Ingat, periode emas itu hanya satu kali dimiliki anak seumur hidupnya.

Wawancara Eksklusif, Lilipaly Bicara soal Timnas dan Evan Dimas

Gelandang tim nasional Indonesia, Stefano Lilipaly.



Media Bola ⬌ Stefano Lilipaly menjadi satu-satunya pemain naturalisasi di tim nasional Indonesia untuk Piala AFF 2016.
Pemain serbabisa berdarah Belanda itu ikut menjalani partai uji coba melawan Vietnam di Stadion My Dinh, Hanoi, Selasa (8/11/2016). Dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 2-3 itu, dia bersanding dengan Evan Dimas di lini tengah.
Performa pemain dari klub Belanda, Telstar, itu tidak buruk. Berkat tembakan dia, bola liar disambar Boaz Solossa untuk mencetak gol pembuka.
Dalam wawancara bersama Kompas.com di Hotel Aryaduta, Senin (14/11/2016), Lilipaly yang tidak fasih berbahasa Indonesia, mengaku puas dengan adaptasinya. Begitu pula dengan kombinasinya dengan Evan, yang notabene sama-sama bernaluri ofensif.
Berikut petikan wawancara dengan Lilipaly:
Kurang lebih satu pekan Anda bergabung dengan tim nasional. Bisa ceritakan pengalaman yang dirasakan?
Untuk saat ini, saya merasa baik. Kami menganalisis tim, lalu mencari hal positif dan negatif dari pertandingan-pertandingan sebelumnya. Hal positif harus diteruskan, sedangkan hal buruk harus ditinggalkan
Apa hal positif dan negatif yang Anda lihat?
Positifnya, kami mencetak dua gol pada pertandingan tandang. Kami membuka skor, lalu mereka menyamakan. Namun, kami bisa unggul lagi. Kami menunjukkan semangat juang.
Negatifnya, gol kemasukan terjadi dengan mudah. Kami melakukan kesalahan. Kami sudah melihatnya lewat video.
Apa perbedaan yang Anda lihat antara permainan tim Belanda dan tim nasional kita?
Saya merasakan ada perbedaan gaya dan mungkin cuaca. Tidak sepenuhnya berbeda, hanya beberapa hal.
Anda merasa sudah bisa menyatu dengan tim?
Saya merasa mudah beradaptasi. Saya merasa berlatih dengan baik. Semoga kami juga meraih hasil bagus di turnamen.
Bagaimana Anda berkomunikasi dengan rekan-rekan setim?
Saya bisa memahami apa yang mereka katakan. Sayang, saya tidak bisa berbicara kepada mereka. Namun, dalam hal sepak bola, semua rasanya bisa saling memahami.
Mungkin Anda butuh Irfan Bachdim?
Ya, terkadang saya membutuhkannya, tetapi tidak selalu.
Anda sekamar dengan dia?
Saya sekamar dengan dia. Jadi, kami membicarakan banyak hal.
Bagaimana dengan Evan Dimas?
Evan bisa memahami sedikit bahasa Inggris, jadi kami bisa berkomunikasi. Kebetulan, kamar dia bersebelahan dengan saya. Jadi, kami sering berbicara dan dia sering berkunjung ke kamar.
Bagaimana pembagian tugas antara Anda dan Evan di lapangan?
Itulah yang kami bicarakan. Apabila saya maju, Evan harus bertahan. Begitu sebaliknya.
Sebenarnya, apabila saya berduet dengan Evan, kami membutuhkan seorang gelandang bernaluri bertahan untuk membantu. Namun, kami bermain dengan 4-4-2. Saya dan Evan harus saling membantu.
Anda lebih suka peran bertahan atau menyerang? 
Tidak ada pilihan khusus. Saya bisa bermain di delapan posisi berbeda. Bagi saya, tidak masalah saya bermain di sayap, tengah, atau belakang.
Terakhir, Anda merupakan pemain asing dengan perbedaan gaya dan mungkin kualitas berbeda. Apa yang bisa diharapkan suporter Indonesia dari seorang Stefano Lilipaly?
Saya akan memberikan sesuatu ekstra dengan gaya yang berbeda. Kami juga memiliki beberapa pemain bagus di Indonesia. Semoga saya menjadi sosok penting dan mungkin bisa mencetak gol.

"Power Bank" Seharga Rp 300 Juta Milik PLN Disjaya Bisa Disewa Masyarakat Umum

Ilustrasi Listrik


Media Bisnis ⬌ General Manager PT PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) Syamsu Huda mengatakan, pihaknya terus berinovasi terkait dengan peningkatan pelayanan kelistrikan yang dibutuhkan seluruh lapisan masyarakat.
Untuk mendapatkan aliran listrik tanpa harus menggunakan genset berbahan bakar solar, kini masyarakat bisa memanfaatkan alat terbaru yang dinamai dengan "power bank". Power Bank ini memiliki kegunaan untuk menghasilkan energi listrik yang dibutuhkan pengguna.
"Power Bank ini terinspirasi dari power bank handphone kita, ini bisa digunakan untuk konstruksi bangunan, event-event outdoor yang sifatnya temporer, semua orang bisa mengoperasikan ini," ujar Syamsu di Jakarta, Senin (14/11/2016).
Adapun daya yang dihasilkan dari power bank ini kata Syamsu sampai 250 kVA (kilovolt ampere) dan kelipatannya. 
Dengan menyewa power bank, masyarakat bisa menghemat lebih murah jika dibandingkan dengan penggunaan genset mengingat biaya sewa power bank dihitung berdasarkan pemakaian listrik sekitar Rp 1.650/kWh. Lebih hemat jika dibandingka penyewaan genset yang dihitung dengan tarif per hari atau pemakaian listrik dengan harga Rp 2.500 sampai Rp 2.600/kWh.
Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN Disjaya, Leo M Basuki, menyebutkan, PLN Disjaya menggelontorkan dana sebesar Rp 300 juta untuk menciptakan satu power bank seukuran sepeda motor ini.
Namun demikian, ketika ditanya akan memproduksi berapa banyak dan di mana saja titik penyebarannya, pihaknya belum bisa menyebutkannya. "Jumlahnya melihat reaksi pasar seperti apa," tandas Leo.

Menteri Rusia Ditangkap dan Didakwa Terima Suap Rp 26,7 Miliar

Alexei Ulyukayev.


Media News ⬌ Otoritas Rusia, Selasa (15/11/2016), mendakwa Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia, Alexei Ulyukayev, telah menerima suap.

Dakwaan dikenakan  kepada Ulyukayev setelah dia ditangkap atas dugaan mendapat dua juta dollar AS  atau sekitar Rp 26,7 miliar untuk kelancaran privatisasi perusahaan minyak negara, Rosneft.
"Ini menyangkut pemerasan suap dari perwakilan Rosneft yang disertai dengan ancaman," kata juru bicara Komite Investigas, Svetlana Petrenko, seperti dilaporkan oleh kantor berita RIA Novosti.
Komite tersebut merupakan badan penyelidik federal Rusia. Dalam sebuah pernyataan, komite telah mendakwa menteri telah "menerima suap" dari Rosneft, seperti dilaporkan Agence France-Presse.
"Ulyukayev tertangkap tangan ketika menerima suap," tambahnya sebelumnya.
Institusi yang dipimpin Ulyukayev memberikan penilaian positif yang memungkinkan perusahaan raksasa minyak,  Rosneft, mengakuisisi 50 persen saham di perusahaan minyak lainnya, Bashneft.
Penyidik lalu menuduh Ulyukayev  telah "mengancam, menggunakan otoritasnya sebagai menteri, untuk membuat hambatan bagi aktivitas perusahaan di masa depan."
"Berkat laporan tepat waktu mengenai adanya kegiatan ilegal sang menteri oleh perwakilan Rosneft dalam rangka penegakan hukum, Alexei Ulyukayev telah tertangkap tangan saat ia menerima suap dua juta dollar," kata pernyataan penyidik.
Jika terbukti bersalah, Ulyukayev terancam hukuman penjara antara delapan hingga 15 tahun.
Para kolega dan pendukungnya menyatakan tersentak mendengar kabar soal penangkapan terhadap Alexei Ulyukayev.
Dengan tersandung kasus hukum, Ulyukayev menjadi pejabat paling tinggi pertama di Rusia yang ditahan sejak kudeta yang gagal pada 1991, ketika masih Uni Soviet.


Cerita Samuel Menangkap Pelempar Bom Molotov di Samarinda

Sejumlah kendaraan sepeda motor mengalami kerusakan akibat ledakan bom molotov di halaman Gereja Oikumene, Sengkotek, Loa Janan Ilir, Samarinda Seberang, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu 


Media Nasional -  Terduga pelaku peledakan di Gereja Oikumene, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, berhasil ditangkap warga setelah berusaha kabur dan menceburkan diri ke Sungai Mahakam.

"Saat itu saya sedang membawa mobil hendak berjualan di Sumalindo, tiba-tiba orang ramai dan ada kepulan asap dari Gereja Oikumene," ujar Samuel Tulung, warga Samarinda yang menangkap pelaku, Minggu (13/11/2016). 
"Saya kemudian bertanya ada apa, kemudian warga menjawab ada bom dan kebakaran, dan menunjuk seorang pria berambut panjang lari menuju arah Dermaga Sumalindo," tambah dia.
Tanpa berpikir panjang, Samuel mengaku langsung memacu mobilnya, mengejar pelaku.
Namun, saat sampai di tepi Sungai Mahakam, pelempar bom di Gereja Oikumene yang mengenakan kaus berwarna hitam dan celana model kargo berwarna coklat itu tiba-tiba menghilang.
"Saat saya tiba di dekat dermaga, orang itu tidak kelihatan dan ternyata dia nyebur ke Sungai Mahakam. Saya sempat lihat kepalanya timbul tenggelam lalu saya melihat ada sebuah perahu, kemudian saya minta pemiliknya agar mengejar pelaku," katanya.
Awalnya, pemilik perahu tidak mau. "Tetapi, saya katakan akan bertanggung jawab jika terjadi apa-apa," kata Samuel.
Pelaku akhirnya berhasil ditangkap saat berada di tengah Sungai Mahakam, kemudian dinaikkan ke atas perahu pengangkut pasir.
"Orang itu sempat menarik kaki saya, kemudian saya hajar telinganya sehingga ia melepaskan pegangannya. Saya langsung seret ke atas perahu dan ikat, kemudian saya serahkan ke polisi yang ada di Dermaga Sumalindo," kata Samuel.
Sementara itu, pendeta Gereja Oikumene, Samion (53) yang juga sempat mengejar pelaku, mengatakan, saat itu dia tengah berada di depan gereja dan mendengar ledakan keras disusul semburan api yang menyambar hingga atap gereja.
"Kebetulan rumah saya berada di depan gereja yang jaraknya sekitar 15 meter. Saat itu, saya mendengar ada ledakan disertai semburan api hingga ke atap gereja dan tak lama saya melihat orang berambut panjang lari ke arah sungai," katanya.
"Saya kemudian mengejar bersama warga, tetapi orang itu langsung terjun ke sungai," kata Samion.
Terduga pelaku peledakan Gereja Oikumene itu, kata dia, akhirnya berhasil ditangkap warga saat berupaya kabur dengan cara berenang di Sungai Mahakam, kemudian diserahkan ke polisi.
"Korban ledakan yang merupakan anak-anak itu tengah bermain di halaman gereja, menunggu orang tua mereka keluar. Terduga pelaku kabur meninggalkan motornya," kata Samion.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terduga pelaku berinisial J alias MAK berusia 32 tahun tersebut tinggal di Jalan Cipto, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Samarinda Seberang.
Terduga pelaku pernah dihukum 3 tahun 6 bulan terkait kasus terorisme dan dinyatakan bebas bersyarat pada 28 Juli 2014.
Rumah pelaku berjarak kurang dari satu kilometer dari lokasi ledakan. Rumah yang berada persis di pinggir Sungai Mahakam tersebut berjarak sekitar lima hingga tujuh meter dari Jalan Cipto Mangunkusumo.

Kisah Dalang Bom Samarinda, Mantan Napi & Tinggal di Masjid

Juhanda alias Jo (kanan). 


Media Nasional - Pelaku bom Gereja Oikumene, Kelurahan Sengkotek, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, hari ini, 13 November 2016, sekitar pukul 10.00 Wita, bukanlah orang baru dalam peledakan bom. Pelaku merupakan mantan narapidana teror bom Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Tangerang pada 2011.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian mengatakan pelaku bernama Joh alias Juhanda alias Jo bin Muhammad Aceng Kurnia, 32 tahun, pernah menjalani hukuman pidana 3,5 tahun pada 2012 dan bebas bersyarat setelah mendapatkan remisi Idul Fitri pada 28 Juli 2014.

"Pelaku sudah ditangkap. Percayakan kepada penegak hukum untuk menangkap jaringannya," kata Tito kepada Tempo, Ahad, 13 November 2016.

Baca: Kapolri: Pelaku Bom Samarinda Eks Narapidana Bom Puspitek

Juhanda merupakan anggota kelompok pelaku teror bom buku yang dipimpin Pepi Fernando. Kelompok ini melakukan aksi-aksi mereka pada Maret 2011. Pepi Fernando divonis hukuman penjara 18 tahun pada awal Maret 2012.

Tak diketahui apa aktivitas Juhana setelah dibebaskan dari penjara pada 28 Juli 2014. Belakangan Juhana tinggal di sebuah masjid di Kelurahan Sengkotek, di sekitar Gereja Oikumene.

Juhana juga bergabung dengan kelompok Jemaah Ansyarut Tauhid (JAT) yang didirikan Abubakar Baasyir, terpidana kasus terorisme yang sudah berbaiat kepada Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ketika dia mendekam di Nusakambangan. Pada 16 April 2016, pemilik Pesantren Ngruki, Sukoharjo, itu dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. "Kami akan kembangkan penyidikannya," ucap Tito.

Dalam tulisan Tempo berjudul Buku Rumus Kimia Bom di Rumah Komplotan Pepi pada 29 April 2011, disebutkan pada 27 April 2011, Densus meringkus tujuh orang yang diduga terkait dengan kelompok Pepi Fernando. Enam orang ditangkap di Desa Gle Gurah, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, sedangkan seorang lagi belum diketahui di mana ditangkap.

Baca: Densus 88 Periksa Juhanda, Pelaku Bom Gereja Samarinda

Penangkapan ini merupakan ujung dari temuan bahan peledak dan sisa rangkaian bom di halaman belakang rumah kontrakan kediaman tersangka Muhammad Fadil di Jalan Panglaten, Merduati, Banda Aceh, Selasa lalu, sekitar pukul 20.30 WIB.

Salah satu yang ditangkap adalah Juhanda, kelahiran Bogor, dengan alamat KTP di Perumahan Citra Kasih Blok E Nomor 030, Neohon, Kelurahan Masjid Raya, Kabupayen Aceh Besar, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Lima lainnya adalah Mzki, 35 tahun, warga Merduati; M. FSAL MAT (33), warga Aceh Tamiang; M. Nsr. SYR (30), warga Lhokseumawe; MAHdN (24), warga Lhokseumawe; dan T. Zul (35), kelahiran Pekanbaru. Menurut Iskandar, T. Zul masuk daftar pencarian orang Densus 88.

Baca: Menteri Tjahjo Bicara Soal Bom Gereja Samarinda

Menurut sumber Tempo yang ikut dalam penangkapan, sebagian besar mereka diringkus di Desa Gle Gurah. Juanda ditangkap di desa lain di kecamatan yang sama. Juanda diduga salah seorang tersangka yang melarikan diri ketika polisi menciduk Pepi, Fadil, dan Zokaw di rumah Fadil di Desa Merduati, 21 April 2011.

Setelah menangkap Juanda, polisi menemukan sebuah karung berisi amonium nitrat dan belerang di sebuah gubuk milik Fadil di Gle Gurah. Polisi juga menyita barang bukti berupa belerang dan aluminium dalam karung, garam dapur, pupuk urea (total 15 kilogram), sebuah buku dengan tulisan rumus-rumus bahan kimia, setrika, bohlam senter yang dipasangi kabel, dan lain-lain.

Ada pula jam dinding bertulisan Bendera Kerajaan Islam Aceh Darussalam, alat tumbuk tepung, gerinda, serta paku dan baut dalam daftar barang bukti yang dibawa polisi.

Baca: Bom di Gereja Oikumene, Teror Pertama di Samarinda

Dalam serangkaian aksi terorisme yang diduga dilakukan komplotan Pepi Fernando, polisi telah menetapkan 17 tersangka. Pepi Fernando alias M. Romi alias Ahyar dan Hendi Suhartono alias Zokaw diduga menjadi otak dan pelaku utama bom buku, bom Puspiptek, hingga bom dekat pipa gas Serpong.

Deni Carmelita, istri Pepi, dan juru kamera televisi swasta, Imam M. Firdaus, juga menjadi tersangka.

Jadwal MotoGP Valencia 2016

Sembilan pebalap MotoGP yang memenangi balapan musim ini berpose bersama di Sirkuit Ricardo Tormo jelang berlangsungnya GP Valencia, Kamis (10/11/2016).



Media SpoprtMotoGP 2016 mendekati akhir. GP Valencia di Circuit de la Comunitat Valenciana Ricardo Tormo, 11-13 November, merupakan seri terakhir musim ini.

Dari 17 seri yang sudah digelar, ada sembilan pebalap yang mencatat kemenangan. Sementara itu, gelar juara dunia sudah resmi jadi milik Marc Marquez (Repsol Honda).

Valentino Rossi (Movistar Yamaha) juga sudah mengunci posisi sebagai runner-up musim ini. Perebutan tempat ketiga masih terjadi antara Jorge Lorenzo (Movistar Yamaha) dan Maverick Vinales (Suzuki Ecstar).

Berikut ini jadwal lengkap GP Valencia 2016.

Jumat (11/11/2016)
FP1 Moto3      09.00-09.40 (15.00-15.40 WIB)
FP1 MotoGP    09.55-10.40 (15.55-16.40 WIB)
FP1 Moto2      10.55-11.40 (16.55-17.40 WIB)
FP2 Moto3      13.10-13.50 (19.10-19.50 WIB)
FP2 MotoGP    14.05-14.50 (20.05-20.50 WIB)
FP2 Moto2      15.05-15.50 (20.05-20.50 WIB)
Sabtu (12/11/2016)
FP3 Moto3      09.00-09.40 (15.00-15.40 WIB)
FP3 MotoGP    09.55-10.40 (15.55-16.40 WIB)
FP3 Moto2      10.55-11.40 (16.55-17.40 WIB)
Q Moto3         12.35-13.15 (18.35-19.15 WIB)
FP4 MotoGP    13.30-14.00 (19.30-20.00 WIB)
Q1 MotoGP     14.10-14.25 (20.10-20.25 WIB)
Q2 MotoGP     14.35-14.50 (20.35-20.50 WIB)
Q Moto2         15.05-15.50 (21.05-21.50 WIB)
Minggu (13/11/2016)
WUP Moto3     08.40-09.00 (14.40-15.00 WIB)
WUP Moto2     09.10-09.30 (15.10-15.30 WIB)
WUP MotoGP   09.40-10.00 (15.40-16.00 WIB)
RAC Moto3     11.00 (17.00 WIB)
RAC Moto2     12.20 (18.20 WIB)
RAC MotoGP   14.00 (20.00 WIB)
*FP: Free Practice
Q: Qualification
WUP: Warming-up
RAC: Race