Loading...
Tampilkan postingan dengan label ceramah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ceramah. Tampilkan semua postingan

Sombong dan Efek Dominonya

sebelum menulis ini, kami sarankan pula untuk melihat konten sejenis yang kami beri judul implikasi sombong, Selain dengki, panjang angan-angan (thulul amal), dan tergesa gesa dalam beramal (isti’jal) yang ber-impact tidak sempurnanya sebuah perbuatan, adalah sombong juga bisa menggagalkan seseorang dalam memperbaiki kejernihan hati untuk mendapat cahaya dari Tuhan (nur ilahiy). Sombong menjadi tameng masuknya kebenaran dalam hati, dari segi maknanya sombong dapat dilacak dari HR. Muslim, al kibru bathrul haq wa ghomthin naas (sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain). Perbuatan sombong sangat merugikan, bahkan Iblis yang asal muasalnya sebagai makhluk Tuhan terpatuh hingga menyamai malaikat, menjadi nista karena perbuatan sombongnya. Fakta tersebut terabadikan di dalam Al Qur'an;
.
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ (البقرة: 34)
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.

Memperpendek pembahasan dalam tulisan di ruang yang sangat terbatas ini, Sombong bisa menggerakkan sifat buruk lainnya atau dengan kata lain sesuai dengan judul tulisan ini, yaitu efek domino sifat sombong , Pertama, hirmaan al haq tertutupnya pintu kebaikan, karena merasa dirinya paling utama kebenarannya, berprasangka dirinya superior dalam prinsip sedangkan orang lain inferior, selain itu juga, sombong mempunyai imbas kebutaan hati (umyu al-Qalb). Hati yang terkunci akan memegang prinsipnya dengan berdalih apa saja demi kemenangan bukan kebenara, pelaku sombong sebagai budak nafsuny, bukan dipertuan hati dan akalnya. Kesombongan pada akhirnya akan menang ala dirinya sendiri, bukan kemenangan yang bersifat sejati. Dalam hal ini Allah berfirman;

الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي ءَايَاتِ اللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْ كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ وَعِنْدَ الَّذِينَ ءَامَنُوا كَذَلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَى كُلِّ قَلْبِ مُتَكَبِّرٍ جَبَّار(الغافر : 35)ٍ
(Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.

Kedua, Murka Allah, sifat sombong mendatangkan murka Allah, tak pantas dengan titel dan keahlian apapun untuk mengantarkan seseorang bersifat sombong, apalagi yang lemah, krisis skill dan keilmuan, secara ekonomi kekurangan dan bentuk fisik pas-pasan, karena semua usaha untuk mencapai titel dan skill atau bekerja untuk memperoleh harta dan merawat jasmaniyahnya, jika didapuk-kan akan berkhir pada mata rantai ‘berkat pertolongan Allah swt’, karenanya pantas dan layak mendapat murka Allah, bukankah semua itu hasil pemberian Allah, dan sombong adalah menyombongkan diri kepada Allah. Kesombongan baik ditampakkan maupun disembunyikan baik berupa ucapan, penampilan, perbuatan maupun di dalam hati, tetap saja tercela dan tidak disukai oleh Allah swt. Yang pantas dan layak untuk sombong adalah Allah, sombong bak selendang berenda bagi Tuhan dengan segala keahlian dan kekuasaannya. Jadi baik secara lahiriyah maupun terbersit di dalam hati, sifat sombong tetap saja dibenci. 

لَا جَرَمَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ(النحل:23)
Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.(QS. an-Nahl: 23)

Ketiga, kesombongan akan melahirkan perbuatan-perbuatan keji lain. Dari segi sudut obyek sasaran yang disombongi, sifat sombong dibenci oleh manusia karena meremehkan dan menganggap rendah orang lain, sehingga dalam kancah sosial memantik kebencian sekelilinya, sedang dilihat dari sudut teologis, perbuatan sombong dibenci oleh Allah karena menyamai Allah, bukan persoalan sama atau tidaknya dalam kepada paling nya Kesombongan termasuk 

Pendek kata, sombong akan menggagalkan upaya salik untu kmendekati Allah, juga sifat sombong dan efek dominonya akan memuncuklkan sifat buruk lainnya,bahkan surga diharamkan peruntukkannya bagi orang orang yang sombong sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh HR Muslim.
Dalam hadits yang lain

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّىعم: لا يَدْخُلُ النَّارَ أَحَدٌ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةِ خَرْدَلٍ مِنْ إِيمَانٍ، وَلَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ أَحَدٌ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةِ خَرْدَلٍ مِنْ كِبْرِيَاءَ ( أخرجه مسلم)

Dari Abdullah bin Mas’ud ra, berkata:” Rasulullah saw bersabda:”seseorang tidak masuk neraka yang didalam hatinya ada sebiji atom keimanan dan seseorang tidak masuk surga yang di dalam hatinya ada sebiji atom kesombongan”.
Tulisan ini tidak lain adalah sebagai penyambung tulisa sebelumnya yang ditulis dalam bab dengki, sebagai upaya menghindari durhaka kepada Allah swt. Semoga bermanfaat

Dahsyatnya Siksa Abu Lahab

Salah satu tokoh tercela dalam panggung sejarah kehidupan yang terabadikan dalam al Qur'an adalah Abu Lahab, dinobatkan sebagai penentang keras terhadap dakwah Nabi Muhammad saw, ia termasuk masih kerabat sendiri, secara nasab Abu Lahab adalah pamannya sendiri atau saudara dari ayah Nabi Muhammad saw yaitu Abdullah. Tidak seperti paman lainnya yang justru membantu dan melindungi seperti Hamzah ra. Abu Lahab berbeda dengan Abu Lahab plus isterinya.

Abu Lahab adalah nama julukan (alam laqab) nama aslinya adalah Abdul ‘Uzza bin Abdul Muthalib, masih sedarah dengan Ayahanda Nabi Muhammad saw itu sendiri yaitu Abdullah. Ia tergolong tokoh kaum kafir Quraisy yang sangat disegani dan ditakutim sebagai pelajaran bagi ummat ummat setelahnya karena saking istimewa buruknya ia hingga diceritakan dalam satu surat penuh.

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ. مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ
Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.

Dalam ayat tersebut Allah menyebutkan ‘kedua tangan’ Abu Lahab, isyarat bahwa totalitas yang dilakukan oleh Abu Lahab dalam menentang dakwah Nabi saw berakibat sedikitpun amal perbuatannya tidak bermanfaat bagi dirinya di dunia dan masa depan akhiratnya. Isterinya se-ide dengan Abu lahab, tugas isterinya sebagai pihak penyebar isu dan fitnah yang dilancarkan kepada dakwah islamiyah, hakekatnya bukan menolong melainkan justru memperbesar kobaran api neraka jahannam yang akan membakar Abu Lahab termasuk diri isterinya sendiri.

Lebih jauh bila kita lihat perdalam diksi aghna yang disebut dalam bentuk kata kerja lampau memberikan pengertian, Abu Lahab tidak butuh pertolongan yang bisa menyelamatkan karena akan sia sia, saking dengki dan durhaka -nya dalam menentang ajaran tauhid yang disebarkan oleh pasangan keluarga pamannya itu.

Siksa pedih yang diterima sangat mengerihkan, sebagaimana firman Allah dalam ayat selanjutnya: “Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) isterinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut. (QS. al-Lahab: 3-5), isteri yang semestinya menjadi belahan jiwa, kepadanya apapun rela dikorbankan, justru digambarkan sebagai seorang istri yang tersiksa bersama sama, sama sekali harta dan usahanya tidak berguna, bahkan sang isteri seolah memperbesar kobaran api neraka, laksana pembawa kayu bakar yang menuangkan ke dalam nyala api yang sedang sengit-sengitnya.

Tidak hanya itu, isteri Abu Lahab nama aslinya adalah Arwa justru malah dihinakan dengan memakai kalung dari sabut, sejenis tali kuat yang dipakai orang Yaman. Keadaan ini mengesankan adanya penistaan keadaan dari semestinya. Wajarnya leher menjadi tempat perhiasan sejenis emas atau berlian, sebagai bentuk penghinaan siksanya, justru leher isterinya dikalungi sejenis tali saja yang kuat mencekik leher.

Surat al-Lahab sedemikian istimewa dalam menggambarkan dahsatnya siksa Abu Lahab, kalau kita cermati, kedua tokoh pelaku dalam surat al-Lahab tidak disebutkan nama aslinya, menurut Mutawalli Sya’rawi, bila sebuah tokoh nama aslinya memberikan isyarat kemungkinan adanya pengulangan dalam sejarah-sejarah hidup berikutnya. Atas dasar pijakan pendapat tersebut, kita mesti mengambil pelajaran dan mengantisipasi sejak dini agar tidak terjebak dengan sifat identiknya Abu Lahab.

Latar belakang turunnya surat al-Lahab (asbabun nuzul), suatu hari di waktu pagi di dekat bukit Shafa, Rasulullah saw mengumpulkan orang banyak, kemudian berkata:”Seandainya aku menyampaikan kepadamu bahwa akan ada musuh yang menyerang di pagi atau sore hari, apakah kamu akan mempercayaiku?”, mereka menjawab:”Kami tidak pernah mengetahui kamu berbohong.” Nabi kemudian menjelaskan tentang ancaman hari akhir, spontan Abu Lahab berkata:”binasalah engkau sepanjang hari!, Apakah untuk itu engkau mengumpulkan kami. (Tafsir Al Mishbah: XV, 2007) Kemudian turunlah surat al-Lahab.

Dahsyatnya siksa Abu Lahab sebagai penentang ajaran tauhid terlihat nyata dipenghujung hayatnya, ia meniggal diserang penyakit lepra, hingga tiga hari mayatnya tidak ada satupun yang berani menguburkannya karena takut tertulari penyakitnya, kemudian mereka sepakat dengan kayu panjang mendorong mayat Abu Lahab ke liang kuburnya. Sungguh sebuah pelajaran berharga bagi kita yang membaca dan memahami al Qur'an secara mendalam.

Gerhana Matahari 2016 Perspektif Quran

Ceramah singkat adalah media berbagi contoh ceramah dalam bentuk naskah dan video
Setting tata surya sudah by design dari Allah tertata sedemikian canggih, bahwa menurut informasi kalam-Nya, Matahari dan Rembulan beredar sesuai garis edarnya masing masing, termasuk matahari. Akan tetapi peredaran matahari tidak seperti planet lain yang justru mengelilingi matahari. Gerhana Matahari 2016 perspektif Quran maupun kajian fisika tidak lain adalah karena peredaran tersebut yang mendorong terciptanya Gerhana Total maupun sebagian. Diyakininya secara teologis bahwa matahari juga beredar dengan memijakkan pedomannya pada ayat di bawah ini.

وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ. وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّى عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ. لَا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ.

dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. (QS. Yaasin: 38-40)

Panorama langit pagi yang biasanya terang benderang bertabur sinar mentari, akan tampak berbeda di tanggal 9 maret 2016 berubah panorama gelap kebiruan, pasalnya terjadi gerhana matahari total, yang dapat disaksikan di 11 propinsi di Indonesia. keunikannya adalah, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimatan Barat, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Sumatera Barat. Di kota Maba Halmahera suasana malam akan bertahan sampai 3 menit.

Gerhana matahari terjadi karena letak bumi-bulan-matahari berada pada garis yang sejajar, sehingga piringan matahari tertutup oleh bulan dan menyebabkan sinar matahari terhalang oleh bulan. Gerhana matahari total ini menjadi pandangan istimewa karena hanya terjadi setiap 350 tahun sekali, Penulis pernah merasakan gelapnya gerhana matahari di Gresik Jawa Timur ketika masih kecil, dan saat ini bisa menyaksikan di daerah dengan koordinat yang berbeda, walaupun tidak total seperti 12 propinsi di atas, masih bersyukur karena Sumatera Selatan merupakan lintasan gerhana matahari total adalah daerah terdekat dengan Ibukota Jakarta sehingga saya masih ‘kecipratan’ menjadi sakasi panorama matahari sabitnya.

Waktu Gerhana Matahari Total
Adapun perlintasan yang dilalu gerhana matahari total diperkirakan dari samudera Hindia sampai Hawai, kemudian diindonesia dimulai dari mentawai dan terus merambat di wilayah wilayah lain, Adapun waktu dilaluinya gerhana matahari total, dalam sebuah situs terpercaya disebutkan sebagai berikut:

  1. Mentawai, 06.20 WIB,
  2. Palembang, 07.20 WIB,
  3. Bangka Belitung, 07.21 WIB
  4. Tanjung Pandan, 07.22 WIB
  5. Sampit, 07.27 WIB
  6. Palangkaraya, 07.28 WIB
  7. Balikpapan, 08.33 WITA
  8. Palu, 08.33 WITA
  9. Poso, 08.38 WITA
  10. Luwuk, 08.41 WITA
  11. Ternate, 09.51 WIT
  12. Halmahera, 09.45 WIT

Pada dasarnya gerhana matahari tidak berbahaya, asalkan mengerti cara mengamatinya, memang..!, cahaya matahari yang berlebihan akan merusak mata dan menyebabkan kebutaan permanen. Namun sayang sekali bila gerhana matahari ini terlewatkan begitu saja. Kita akan kehilangan momentum kebesaran ayat kauniyah ini, oleh karena itu harus mengerti caranya.

Cara Aman menyaksikan Gerhana Matahari
Sinar matahari bisa merusak dan menyebabkan kebutaan permanent, tetapi sayang sekali bila fenomena alam ini dilewatkan begitu saja. Oleh karena itu kita harus mengerti cara aman untuk menyaksikannya. Gunakan alat peredam sinar matahari atau optik khusus seperti biokuler kacamata khusus, hal ini harus dipersiapkan jauh hari seperti alat. Jangan pernah melihat dengan mata langsung, karena justru cahaya yang tak nampak itulah yang merusak mata kita, karena sinar ultravioletnya ganas ketika tidak bersamaan dengan sinar mahatari karena itu gunakan alat yang benar benar aman dan amati sebagai bentuk pengamalan ayat tentang perintah mempelajari ayat kauniyah Allah swt.

Peredaran Bumi, Bulan, Matahari dan Bintang gumintang sebagai manzilah tidak lain adalah salah satu kebesaran ciptaan Allah swt, bumi dengan adanya matahari dan rembulan mejadi tahu tentang waktu. Mereka beredar di manzilah manzilah yang diakui ada 12 manzilah atau bintang yaitu;

  1. Aqrab (Scorpio),
  2. Asad (Leo),
  3. Caus (Sagitarius),
  4. Dalwu (Aquarius), dan
  5. Hamal (Aries),
  6. Hut (Pisces)
  7. Jadyu (Capricorn),
  8. Jauza’ tauaman (Gemini),
  9. Mizan (Libra),
  10. saratan (cancer),
  11. Saur (Taurus),
  12. Sumbulah (Virgo),

Ayat lain yang disinyalir sebagai ayat tentang gerhana adalah, ayat yang menyebutkan giliran siang dan malam yang tidak salaing mendahului, artinya tidak mungkin terjadi siang hingga malam tidak kebagian jatah, pun demikian tidak akan terjadi malam hingga siang tidak kebagian cahaya terangnya, adapun panorama gelap 9 maret yang akan datang adalah hanya disebabkan kesejajaran antara garis edar bumi dan rembulan yang sejajar dengan posisi matahari, sehingga cahaya siang dterhalang oleh rembulan.

Walau bagaimanapun tidak ada yang mistis dalam terjadinya gerhana baik matahari maupun rembulan, gerhana matahari total 2016 ini adalah sebagai tanda kekuasaan Allah, bukan sebab lain yang bersifat mistis dan mengada-ada, seperti yang santer beberapa bulan lalu soal gerhana bulan merah darah dan mitosnya, sebagaimana sabda Rasul saw. “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua ayat-ayat Allah tidak terjadi gerhana karena kematian atau kehidupan siapapun” (Al-Bukhari). Semoga kita bisa memetik pelajaran yang banyak dari ayat kauniyan ini…

Bahaya Makan Berlebihan

Berlebihan dalam hal makan sangat tidak dianjurkan dalam ajaran agama Islam, terlebih lagi makanan yang diharamkan, makanan yang halal akan dihisab sedangkan makanan yang haram akan mendatangkan adzab. Bahaya berlebihan makanan membahayakan kesehatan terlebih sangat membahayakan kondisi spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah swt.

Dalam ceramah singkat ini akan diperdalam pembicaraannya dalam kasus bahaya makan berlebihan terhadap kinerja spirtualitas dalam mendekatkan diri kepada Allah swt. Ditemukan di dalam kitab minhajul abidin karya Imam Ghazali, paling tidak ada 10 bahaya berlebihan makan

Pertama,
إن فى كثرة الأكل قسوة القلب
Sesungguhnya dalam berlebihan makan ada hati yang keras, Bahaya makan berlebihan menyebabkan hati menjadi keras dan hilangnya sinar hati dari petunjuk Allah. Kehilangan sinar hati dari petunjuk Allah adalah kerugian besar bagi seorang mukmin, karena dengan hilangnya petunjuk yang menciptakan hidup ‘nyasar’ dari rel agama yang benar.

Perut yang diisi makanan berlebihan bagaikan memanaskan bejana di atas tungku, sedang di atas bejana yang dipanaskan tadi ada sebuah benda, bila tungku dinyalakan terus menerus maka benda yang berada di atas bejana akan gelap karena asapnya dan bahkan bisa menggosongkan benda tersebut. Kayu sebagai bahan bakar tungku itu adalah makanan sedangkan bejana diserupakan perut dan hati berada di atas perut tersebut. Pada akhirnya hati menjadi gelap dan keruh begitula itulah analogi filosofis hati yang keras karena makan berlebihan

Kedua,
إن فى كثرة فتنة الأعضاء وهيجها وأنبعاثها للفضول والفساد
sesungguhnya banyak makan menyebabkan penyakit bagi anggota tubuh, gerak yang dihasilkannya dan berlebihan serta kerusakan yang ditimbulkannya. Abu Ja’far berpendapat, bila perut dalam keadaan kenyang maka anggota tubuh menjadi lapar, sebaliknya perut lapar (puasa). Maksud dari ungkapan tersebut, bila perut lapar maka anggota tubuh lainnya mudah terjaga dari aktifitas yang tidak perlu atau dengan kata lain sudah kenyang, sebaliknya perut yang berlebihan makan akan menjadikan anggota tubuh lain lapar dan mencari aktifitas yang tidak berkualitas

Terlebih lagi bila sumber makanan itu diperoleh dari usaha yang haram. Makanan dan perut laksana benih dan media tanam, makanan yang haram akan menumbuhkan perbuatan yang haram, begitu pula sebaliknya.

Ketiga
إن فى كثرة الأكل قلة الفهم والعلم
Banyak makan menyebabkan sedikit pemahaman dan pengetahuan, ada unkapan innal bathnah yudzhibna fathonah (perut menghilangkan kecerdasan). Yang dimaksud di sini adalah perut yang berlebihan makanan. Imam Ad Darani ra, seringkali mencegah makan bila ia punya tujuan ukhrawiy hingga tercapai tujuannya. Keempat, Sesungguhnya banyak makan mengurangi ibadah, makan berlebihan membuat badan menjadi bera diajak beribadah, mengantuk dan lain sebagainya. Hal ini tentu sangat logis

Kelima
إن فى كثرة الأكل فقد حلاوة العبادة
Berlebihan makan menghilangkan rasa manisnya beribadah, Dalam hal ini Abu Bakar as-Shiddiq mengaku tidak pernah makan sampai kenyang selma beliau masuk Islam karena khawatir rasa manisnya dalam beribadah berkurang. Oleh karena itu Rasulullah memuji Abu Bakar ra bukan dari segi banyaknya sholat dan puasa, tetapi ia mempunyai sesuatu yang sedikit saja untuk dirinya. Senada dengan pengakuan Ad-Darani ra, bahwa ia lebih manis dalam beribadah bila dalam keadaan perut dan punggungnya menempel (bc. lapar)

Keenam, Banyak makan dikhawatirkan akan terjatuh dalam perkara makan yang syubhat, karena kebiasan makan yang banyak menjadi terbiasa untuk rakus, dalam kondisi demikian sistem filterisasi menjadi berkurang.

Ketujuh
إن فيه شغل القلب والبدن بتخصيله
Banyak makan membuat sibuknya hati dan badan dalam menghasilkannya. Bila kita merenung maka akan kita dapati orang yang butuh makan banyak akan menjadikan dirinya sengsara, sengsara memikirkan banyaknya kebutuhan untuk makan tentu berpengaruh juga dalam usaha memperolehnya, bila sudah memperoleh makan, maka selanjutnya adalah sibuk, memasak kemudian membersihkan wadahnya, tidak sebanding dengan waktu yang dipakai untuk memakan makanan yang telah diusahakan tersebut.

Malik bin Dinar, seorang tokoh sufi terkenal merasa malu bila bolak-balik ke kamar kecil karena buang kotoran atau buang air kecil akibat makanan yang dimakan, hingga beliau berandai-andai, seandainya Allah menciptakan makanannya dari kerikil dimana sekali hisab nutrisinya bisa cukup hingga akhir ajal tiba tentu waktu yang dipakai ibadah bisa lebih lama.

Kedelapan
ما يناله من أمور الأخرة وشدة سكرات الموت
Tidak memperoleh kebaikan dalam urusan akhirat dan memperberat sakaratul maut. Diriwayatkan bahwa beratnya sakaratul maut berbanding terbalik dengan banyaknya mengenyam kenikmatan duniawi, semakin banyak merasakan kenikmatan duniawi, maka semakin berat sakaratyul mautnya.

Kesembilan
نقصان الثواب فى العقبى
Berkurangnya pahala di akhirat, karena telah mendapatkan kenikmatan duniawi sedemikian sehingga berkuranglah kenikmatan di akhirat. Kesepuluh orang yang banyak makan kelak diakhirat dihisabnya lebih lama, karena lebih banyak yang ia pertanggung jawabkan di hadapan Allah swt, makan yang halal ada hisabnya sedangkan makanan yang haram ada adzabnya.

Demikian besar madharat yang didapat bagi orang makan berlebihan, padahal kesepuluh bahaya diatas tersebut adalah prihal makanan yang halal, tentu tidak bisa dibayangkan bagaimana dengan orang yang banyak makan harta yang haram. Makan dalam konteks ini tidak bisa hanya dinilai dari segi sesuatu yang masuk perut,tetapi semua kebutuhan, seperti pakaian, kendaraan, tempat tinggal dan lain lain.

Gerhana Bulan Merah Darah dan Mitosnya

Kabar tersiar bahwa pada hari Sabtu, 4 April 2015 akan terjadi gerhana bulan merah darah (blood moon), ini termasuk salah satu fenomena unik yang jarang kita temui, mungkin karena keunikan tersebut sehingga membangkitkan adanya fenomena gerhana bulan merah darah dan mitosnya berkembang se antero dunia, sejatinya gerhana itu terjadi karena posisi bulan berada pada garis lurus dengan matahari sehingga sinar matahari yang mengenai bulan tertutup oleh bayangan bumi, fenomena ini bisa diamati dengan mata telanjang dan sama sekali tidak berbahaya, tentu langit harus dalam keadaan cerah, karena hal itu menjadi syarat mutlak untuk melihat rembulan.

Macam macam gerhana bulan diantaranya adalah gerhana bulan total dimana semua sisi rembulan dibayangi oleh bayangan inti bumi, fenomena ini bisa mencapai 1 jam 47 menit. Gerhana sebagian jika hanya sebagian bulan saja yang masuk ke daerah umbra Bumi, Gerhana bulan penumbral total Pada gerhana bulan jenis ini, bulan masuk ke dalam penumbra. Tetapi tidak ada bagian Bulan yang masuk ke umbra atau tidak tertutupi oleh penumbra. Pada kasus seperti ini, gerhana bulannya kita namakan gerhana bulan penumbral total. Gerhana Bulan Penumbral Sebagian Dan gerhana bulan jenis terakhir ini, jika hanya sebagian saja dari Bulan yang memasuki penumbra, maka gerhana bulan tersebut dinamakan gerhana bulan penumbral sebagian.

Gerhana sebagian

Gerhana Total
Gerhana bulan penumbral total


Karena gerhana ini terjadi sebagai fenomena alam, maka sudah barang tentu sejak dahulu kala juga pernah terjadi, artinya bukan disebabkan ada fenomena sosial menyimpang atau angkara murka yang menyebabkan rembulan tertutup oleh penumbral bumi. Tidak seperti pada saat saya kecil yang ‘dipaksa’ meyakini bahwa gerhana adalah peristiwa rembulan dimakan oleh buto kala dan untuk mengembalikan rembulan yang dimakan tersebut rame rame diperintah memukul lumpang agar buto kala mengeluarkannya kembali hohohoho..., 

Ada juga yang mempercayai bahwa saat itu Yesus turun ke Bumi, berbeda pula dengan kepercayaan suku India yang mempercayainya gerhana disebabkan oleh adanya naga, dibelahan Amerika ada kepercayaan bahwa gerhana adalah tanda dari Tuhan dan mitos mitos lain yang berkembang diseluruh jagad raya ini. Entahlah apakah sampai saat ini masih ada kepercayaan yang demikian.

Sebagai hamba Allah yang mengimani bahwa seluruh kejadian Alam adalah atas kuasa-Nya termasuk dijadikannya matahari dan rembulan bahwa semua itu adalah bukti (ayat) kekuasan dan kemaha perkasaan Allah.

وَمِنْ آَيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah.” (QS. Fushilat: 41)

Kepercayaan jahiliyah pada saat wafatnya Putra Rasulullah saw yang bernama Ibrahim bertepatan dengan terjadinya gerhana, mereka orang orang jahiliyyah mempercayai bahwa gerhana terjadi karena mengiring kematian putra Rasul saw, kepercayaan tersebut adalah tidak benar sebagaimana sabda Rasul saw;
 
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ
”Matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Kedua gerhana tersebut tidak terjadi karena kematian atau lahirnya seseorang.” (HR. Bukhari no. 1060 dan Muslim no. 904).

Dari sini dapat kita pahami secara jelas bahwa, gerhana rembulan merah darah dan mitosnya adalah tidak benar, sama halnya dengan membandingkan, setiap pagi ayam berkokok, tetapi kita tentu meyakini bahwa pagi bukanlah disebabkan ayam berkokok..


Memberikan peringatan kepada hati

ceramah singkat Bila hati baik maka semua anggota tubuh akan dibawa kepada kebaikan, sebaliknya bila hati ini tidak baik maka sekujur tubuh akan berbuat kerusakan, begitulah isi hadits Nabi saw, atas dasar itulah menata hati menjadi aktifitas yang sangat vital dalam kaitannya dengan ibadah kepada Allah swt. Adapun caranya adalah dengan sesering mungkin memberikan peringatan kepada hati, bentuk peringatannya adalah memerintahkan hati agar selalu berjalan di koridor agama yang benar, sesuai petunjuk Allah swt.

Pertanyaan selanjutnya kepada adalah, benarkah kita sudah sering memperingatkan kepada hati untuk berbuat yang sebaik baiknyay secara fithrah, jawabnya jelas ‘tidak’, terbukti masih banyaknya kemungkaran yang terjadi, dan kebaikan yang masih ingin diakui oleh orang lain, demikian ini terjadi disebabkan terhalang oleh tabir yang merupakan bawaan sejak lahir, yakni ujian dan hiasan yang dibuat sedemikian rupa oleh Allah untuk menguji kemampuan setiap individu sufi dalam menjaga kefithrahan dirinya.

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ.

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (Ali Imran: 14)

Dijadikan indah atau sebuat saja hiasan, hiasan adalah sesuatu yang menutupi barang aslinya, seumpama kecantikan, sesungguhnya kecantikan bukanlah dari perhiasan bedak, gincu dan lain sebagainya, karena bedak dan gincu tidak akan bertahan lama tapi hanya untuk sesaat saja, ketika perhiasan itu terkikis maka kecantikannya akan menjadi habis. Orang yang cerdas tentu orang yang tidak tertipu dengan hiasan, bisa membedakan antara hiasan dan hakekat aslinya, bukan sekedar bayangannya saja tetapi benda aslinya. Pendek kata hiasan tidak akan bisa bertahan lama.

Hiasan tersebut bersifat menipu karena menutupi hakikat yang sebenarnya, hakekat sesungguhnya manusia adalah diciptakan dengan tabiat yang fithrah, berdasarkan hadits Nabi saw, 

كل مولود يولد على الفطرة فأبواه يهودانه أو ينصرانه أو يمجسانه
Setiap anak dilahirkan dalam keadaan bersih (fithrah), maka kedua orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi

Pada dasarnya semua orang dengan fithrahnya ia menginginkan kehidupan yang selamat di dunia dan akhirat, jangankan berbuat baik hatta orang orang yang berbuat maksiat sekalipun pasti akan mengharapkan selamat. Seorang koruptor pun ingin selamat dari jeratan hukum, meskipun pada saat melakukan tindak korupsi ia sadar bahwa perbuatanya adalah salah, apalagi orang orang yang berbuat baik, tentu akan sangat berharap untuk mencapai keselamatan di dunia dan di akhirat.

Keinginan selamat itu tidak lain adalah atas dasar dorongan fithrah yang diciptkan sejak lahir. Jadi pencitaannya manusia ini sejak lahir memang sudah bercampur aduk, pada saat bertemunya ruh dengan jasad, bercampur antara ruh yang fithrah dan nafsu. Untuk mengembalikannya kepada fithrah yang sesungguhnya maka kita harus berupaya semaksimal mungkin memberikan peringatan kepada hati agar selalu ingat kepada Allah (dzikrullah) dalam setiap langkah. Terkait dengan campuran penciptaan tersebut, Allah berfirman di dalam QS. Al-Insan: 2;

إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.

Kalau kita merenungi awal penciptaan manusia berdasarkan ayat di atas, maka kita akan menemukan penyebab tabir menuju fithrah seperti permulaan penciptaan Allah kepada manusia adalah bercampur dengan ujian, nafsu, syahwat. Campuran inilah yang membuat tabir hati menghalangi nur diri kepada Allah.

Oleh karena itu, silahkan kita memiliki apapun termasuk jabatan tapi semua itu adalah ujian dari Allah, silahkan kita mempunyai, silahkan kita bernafsu untuk memperkaya diri dan lain sebagainya atau cinta terhadap lawan jenis, tetapi jangan sekali kali penampakan lahiriyah tersebut tembus hingga menutupi hati yang asalnya bersih (fithrah) karena semua itu adalah hanya hiasan duniawiyah saja. Semoga manfaat dan kita bisa menjauhkan diri dari setiap yang merusak kejernihan hati, sehingga kita kembali kepada Allah dalam keadaan suci, intinya utnuk menciptakan kejernihan hati adalah dengan cara maksimalisasi memberikan peringatan kepada hati

Kelahiran Nabi Isa dan Kuasa Tuhan

CERAMAH SINGKAT, Pada dasarnya ayat yang satu dengan ayat yang lain adalah saling berhubungan kelahiran Nabi Isa dan Kuasa Tuhan sebagai salah satu bentuk ayat yang berhubungan dengan ayat ayat sebelumnya.
dan saling mengikat, begitupula antara surat yang satu dengan surat yang lain mempunyayi keterkaitan pula yang erat dan mengikat, di bawah ini akan ada paparan tentang

Kisah natalitas Nabi Isa as diabadikan di dalam QS. Maryam juga di dalam surat Ali Imran. Dalam susunan mushaf Utsmani Surat Maryam termasuk surat ke-19, dalam surat tersebut di permulaan surat memuat kisah lahirnya Nabi Yahya as putra Nabi Ishaq as, dimana Nabi Yahya dilahirkan dari seorang ibu yang sudah memasuki usia senja dan mandul, peristiwa tersebut menurut pertimbangan akal manusia tak mungkin terjadi. Namun hal itu tidak mengherankan lagi karena setelah usai memuat kisah lahirnya Nabi Yahya kemudian berlanjut dengan kisah lahirnya Nabi Isa tanpa seorang bapak, di sinilah kelahiran Nabi Isa dan Kuasa Tuhan bertindak

Seolah-olah ayat tersebut ingin menunjukkan kepada pembacanya pada waktu itu dan masa mendatang bahwa Allah maha kuasa atas segala yang dikehendakinya. Lahir dari seorang ibu yang memasuki usia senja lagi mandul merupakan peristiwa fenomenal, namun hal itu belumlah seberapa fenomenalnya dengan seorang bayi yang dilahirkan Maryam bernama Isa as tanpa seorang Ayah.
Allah berfirman QS. Maryam 19-20

Ia (Jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci". Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!"

Kuasa tuhan tidak terbendung oleh kehendak serta tak terbatas oleh akal pikiran manusia, Tuhan Allah swt mempunyai kuasa yang benar benar diluar batas jangkauan manusia, untuk menjelaskannya agar ada kesinambungan maka bacalah ayat per ayat agar menemukan titik terang yang disampaikan oleh Al Quran, tanpa mengkaji secara detail, mustahil menumakan pesan inti ajaran Qur’an

Fenomena dalam masyarakat kita ini dengan banyaknya artikel di media (bc. Mbah google) membuat banyak orang yang hanya tahu lapisan kulit luarnya pengetahuan saja namun minim pengetahuan intinya. Untuk memahami kesinambungan ayat demi ayat tersebut, para ulama’ ahli ilmu tafsir memuat bahasan tersendiri dalam bahasan tanasubul ayat (hubungan ayat). Begitupula yang terjadi hubungan surat per-surat di dalam Al Qur’an yang diracik oleh ahli ilmu tafsir dengan nama tanassubus suwar (hubungan surat) di dalam al Qur’an.



Implikasi Sombong

Ada empat hal yang bisa menghambat bahkan mampu menggagalkan proyek perbaikan hati, menurut Imam Ghazali dalam minhajul abidin empat hal tersebut adalah sombong, panjang angan-angan, iri hati atau dengki dan tergesa-gesa. Pada kesempatan kali ini, admin ceramah singkat akan membahas tentang implikasi sombong. Sifat sombong tidak berdiri sendiri tetapi mempunyai efek domino yang melahirkan beberapa sifat lainnya.

Adapun definisi sombong dapat terwakili dengan cuplikan hadits Nabi saw alkibr bathrul haq wa ghamtun naas Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain, dalam hadits potongan hadits tersebut sombong bisa dilihat dari dua sudut pandang, Sombong kepada khaaliq dan sombong kepada makhluq, sombong kepada khaaliq berarti melakukan penolakan terhadap kebenaran yang hadir dihadapannya dan sombong kepada makhluq berarti memandang dirinya paling baik dibanding dengan orang lain.

Sombong adalah sifat yang merusak, salah satu kegagalan Iblis meraih derajat mulia di hadapan Allah meskipun awalnya termasuk dalam kategori makhluk yang hebat dalam ibadahnya juga disebabkan kesombongannyan pada saat penciptaan Adam as Iblis enggan menjalankan perintah Allah untuk bersujud menghormat kepada Nabi Adam as, akhirnya iblis menjadi makhluk durhaka kisah ini terabadikan dalam QS. Al Baqarah: 34

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ 
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.

Sombong akan membangkitkan sifat tercela lainnya sebagai efek domino dari sikap sombongnya itu; Pertama, Tertutupnya kebaikan (khirman al haq) sehingga hatinya buta tidak mampu melihat kebaikan dari orang lain, orang yang mengidap penyakit sombong akan melihat orang lain rendah, sehingga berita kebaikan yang dibawa orang lain dianggap sebagai berita yang salah, kurang berkualitas karena hatinya telah terkunci mati oleh kesombongan, Allah berfirman;

الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي ءَايَاتِ اللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْ كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ وَعِنْدَ الَّذِينَ ءَامَنُوا كَذَلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَى كُلِّ قَلْبِ مُتَكَبِّرٍ جَبَّار
(Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.(QS. Al Ghofir: 35)

Kedua, dibenci Allah (al baghdhu min Allah) karena sifat tercela, kebencian Allah terhadap hambanya yang berlaku sombong secara eksplisit muncul dalam beberapa ayat diantaranya adalah, Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.(QS. An Nahl:32). Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa, Nabi Musa as dalam munajatnya menanyakan kepada Tuhannya, siapakah orang yang paling dibenci oleh Allah, salah satunya adalah orang yang hatinya bercokol sifat sombong.

Ketiga, siksaan (an-nikaal) bagi penyandang sifat sombong dunia dan akhirat, di dunia ia dibenci sesamanya atas arogansi dan egosinya, karena memandang dirinya paling benar, sehingga orang lain merasa diremehkan dan tidak dihargai sepenuhnya sebagai manusia sempurna, kurang apresiatif, ego sentris serta predikat lain yang tersemat dalam dirinya.

Biasanya semua kebaikan yang dihadirkan ke hadapannya adalah kebenaran nomor dua (second trully). Perasaan paling benar dan membanggakan diri ini amat tercela, mengingat faktanya manusia adalah makhluk yang lemah, yang berhak sombong hanyalah Allah, nah hamba Allah yang bersifat sombong sudah berarti seolah melakukan persaingan dengan Tuhan dalam sebuah hadits yang sangat populer disebutkan bahwa kesombongan adalah pakaian Tuhan, siapa yang hendaknya merebutnya maka Allah akan memasukkan ke dalam neraka Jahannam.

Keempat, ditempatkan di Neraka, dalam sebuh hadits dinyatakan, bahwa seseorang terhambat masuk neraka bila di dalam hatinya masih ada keimanan, sebaliknya seseorang akan tertahan masuk surga apabila di dalam kesombongan, meskipun kesombongan tersebut sekecil apapun 

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّىعم: لا يَدْخُلُ النَّارَ أَحَدٌ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةِ خَرْدَلٍ مِنْ إِيمَانٍ، وَلَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ أَحَدٌ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةِ خَرْدَلٍ مِنْ كِبْرِيَاءَ ( أخرجه مسلم
Demikianlah empat implikasi sombong, semoga bermanfaat untuk kita semua, sebagai pribadi yang terkadang berbolak baliknya hati, terkadang siang tawadhu' di sore harinya justru sebaliknya. Hindarilah sebisa mungkin sifat sombong dan peliharalah kebersihan ruh ini dengan segala daya dan upaya

Sepertiga Kehidupan Manusia

Ceramah Singkat Ada riwayat yang mengatakan bahwa Luqman al-Hakim berwasiat kepada anak-sepertiga kehidupan manusia  didistribusikan ; sepertiga untuk Allah, sepertiga untuk dirinya dan sepertiga lagi untuk cacing tanah”. Nasehat di atas kelihatannya sangat simpel tetapi menacakup semua kehidupan dalam istilah manthiqy disebut jami’ mani’ isi kehidupan secara keseluruhan ini tercakup dalam nasehat tersebut, sepertiga untuk Allah adalah ruhnya, sepertiga untuk manusia adalah amalnya. Dan sepertiga untuk cacing tanah adalah jasadnya setelah mati.
anaknya: ”wahai anakku...! sesungguhnya dalam kehidupan ini,

Secara lengkap dan penjabarannya tentang sepertiga kehidupan manusia adalah sebagai berikut:

عن لقمان الحكيم أنه قال لإبنه
: يابني إن الناس ثلاثة أثلاث ثلث لله وثلث لنفسه وثلث للدوده, فأماما هو لله فروحه , وأماماهو لنفسه فعمله , وأماماهوللدود فجسمه

Sepertiga untuk Allah
Dalam pesan tersebut juga mengandung makna, bahwa Allah tidak menghendaki apapun kecuali kembalinya ruh (penghidupan) kepada Allah setelah menjalankan perannya sebagai khalifatullah dengan bersih, kebersihan ruh ini diminta untuk bersih seperti pada saat Allah meniupkannya kedalam diri manusia semenjak di kandungan usia 120 hari, Syukur-syukur jika bisa berpulang ke haribaannya dengan membawa banyak amal perbuatan.

ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ
Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh (ciptaan) -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. (QS. As-Sajdah: 9)

Allah tidak menuntut apa yang engkau pakai, perhiasan sekelas apapun bagi Allah adalah sama tidak ada bedanya. Allah hanya menuntut kembalinya ruh dalam keadaan bersia seperti sedia kala. Kalau kita renungkan tentu sangat wajar sekali jika Allah hanya menuntut kembalinya kesucian ruh bukan perhiasan atau pakaiannya, karena pada saat lahir Allah tidak menyertakan pakaian dan perhiasan. Walaupun seiring perjalanan hidupnya kemudian Dia-lah Yang Maha Memberi makan, minum dan pakaian, tugas utama manusia adalah menghamba kepada Allah dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan.

Sumber yang mendorong manusia untuk berbuat baik adalah kejernihan hatinya, karena itulah Nabi bersabda, bahwa Allah tidak melihat secara fisik tetapi melihat hati hamba-Nya.

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ صَخْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى أَجْسَامِكُمْ وَلاَ إِلَى صُوَ رِكُمْ ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah Abdirrahman bin Syahrin radhiyallahu ‘anhu, ‘Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuh kalian dan tidak pula kepada rupa kalian, tetapi Dia melihat kepada hati kalian.” (HR. Muslim)

Sepertiga untuk Diri
Isi nasehat yang kedua adalah sepertiga untuk dirimu, yaitu amalmu. Dalam panggung kehidupan ini milik pribadi yang hakiki yang dapat dinikmati dan menemani seorang hamba hingga menghadap kepada Allah adalah amal perbuatannya. Harus diyakini bahwa di alam ‘sana’ tidak kenal rekayasa sedikitpun, semua hamba Allah disetting sedemikian sehingga menjadi pribadi yang sanat jujur tidak mampu berbohong sedikitpun, karena yang berbicara tidak lagi lisan tetapi semua yang ada di sekeliling kita akan menjadi saksi

Alat komunikasi berupa lisan yang dipakai saat ini di akhirat akan dikunci dan anggota tubuh lainnya menjadi saksi, saat itulah amal perbuatan di dunia menjadi bagian dari diri kita, yang membela dan mengantarkan kepada kebahagiaan sejati nan abadi. Amal yang baik akan dibalas dengan kebaikan sebaliknya amal yang buruk akan dibalas dengan siksaan, hal ini bersifat pasti, Allah berfirman

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ.
Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. (QS. Yaasin: 65)

Sepertiga untuk Cacing Tanah
Adapun sepertiga dari kehidupan ini adalah untuk cacing tanah, yaitu jasad kita, kita bekerja setiap hari untuk merawat fisik agar tetap sehat dengan nutrisi yang seimbang, tetapi pada saatnya nanti setelah pulang keharibaannya dan seonggok badan ditidurkan di dalam tanah untuk selamanya ia akan menjadi santapan cacing tanah.

Harga fisik ketika hidup yang sedemikian mahalnya, seperti jantung, ginjal, usus dan organ fisiologi lainnya, ketika telah berpisah dari ruhnya seketika berubah menjadi murah dan hanya menjadi bahan rebutan bagi cacing tanah, dalam arti tampan dan kemolekan hanya menjadi hiasan duniawi saja, apalah artinya sekeping wajah ia hanya menjadi hiasan yang bersifat sementara dan tidak lama.

Coba lihatlah Bilal bin Rabbah dengan kulitnya yg hitam, lihat pula Amr bi Jamuh dengan kakinya  pincang, Abdullah bin Ummi Maktum dengan kebutaan penglihatan. Mereka mulia di sisi Rabbnya, Rasulullah mengakui keutamaan mereka. Bukan karena tampannya atau cantiknya rupa, bukan pula karena sempurna anggota badannya. Namun semuanya karena kesetiaan pada ikrar syahadat yang diucapkan, kepatuhan pada aturan syariat, melaksanakan kewajiban tanpa keengganan, dan ketaqwaan yang menghunjam sanubari tanpa lekang.

Oleh karena itu tak ada sediktipun yang patut dibanggakan dalam kehidupan ini bila orientasinya kepada fisik, karena hidup yang sesungguhnya adalah non-fisik, hidup yang abadi adalah hidup sesudah kematian dan kehidupan untuk alam sesudahnya, itulah sepertiga kehidupan manusia.

Ushul Fiqh Menjadi Pelentur Fiqh yang Menyeramkan


Ushul fiqh bukanlah fiqh, tapi antara ushul fiqh dan fiqh mempunyai kaitan erat yang tak mungkin dipisahkan. Sederhananya, ushul fiqh adalah metodologi istinbath yang mampu meramu Nash menjadi produk jadi yang bernama fiqh. Untuk memberi gambaran Antara ushul fiqh dan fiqh barangkali dapat diilustraikan seperti meracik sayur sop dari bahan sayur yang sudah ditentukan agar menjadi hidangan lezat yang tidak membahayakan. Nah, meraciknya adalah ushul fiqh sedangkan produk olahannya disebut fiqh, sedangkan bahannya adalah nash suci Al Qur’an dan Hadits.

Memahami Al Qur’an dan Hadits dibutuhkan penguasaan berbagai disiplin keilmuan secara matang, mengingat ‘hitam-putihya’ produk fiqh ada di tangan sang pengambil dalil yang disebut dengan mujtahid. Mujtahid seperti yang syaratkan seperti pendapat Imam Syafi’i bahwa hafal al-Quran dengan tafsirnya, sebab turunnya (asbabun nuzul), muhkam dan mutasyabihat harus ditambah lagi hafal hadits sahih minimal 1000 hadits beserta sanadnya, menguasai bahasa Arab dengan segala pranata pendukungnya; nahwu, shorof, ilmu badi’, ma’ani dan masih banyak lagi, di era saat ini mencari orang yang memenuhi syarat tersebut tentu sangatlah sulit –untuk tidak mengatakan mustahil—oleh karenanya dalam perkembangan ilmu ushul ada tawaran wacana ijtihad jama’iy, yakni mengumpulkan banyak orang yang benar benar menguasai ilmu dibidangnya dalam kerangka memenuhi syarat mujtahid fardi di atas untuk berembug dalam pengambil keputusan. Meskipun metode ini masih dalam tahap wacana yang entah sampai kapan tawaran solutif tersebut di implementasikan.

Namun harus diakui dalam pengambilan hukum, NU dengan metode Bahtsul Masa’ilnya adalah sebuah terobosan baru di dunia ‘ijtihad’ yang belum dimiliki organisasi lain. Keunikan dari Bahtsul Masa’il adalah sistem pengambilan hukum masih terpaku pada teks khazanah klasik karya para ulama’ terdahulu yang sudah mempunyai kapabilitas mendekati syarat seorang mujtahid. Mungkin hal ini adalah sebagai bentuk ihtiyath dan sebagai perpanjangan pendapat dari ulama’-ulama’ sebelumnya.

Walaupun kegiatan luhur menjaga (al-Muhafadhot) keilmuan masa lalu selalu mengundang tanya, sampai kapan teks hasil karya ulama’-ulama’ tersebut mampu bertahan? Bukankah problem hukum akan terus berubah-ubah berdasarkan tuntutan zamannya. Namun, untuk mewaspadai kelangkaan teks tersebut rupanya tawaran bahtsul masa’il manhaji munas NU di Lampung akan menjadi tawaran solutif dalam memacah kebuntuan di bidang fiqh jika suatu saat stadiumnya sudah ‘emergency’. Jika benar bahwa nantinya akan dipakai sebagai metode pengambilan hukum --ala NU- maka munas lampung adalah munas yang paling bersejaran dalam dunia per-fiqh-an, sekali lagi ala NU 

Jadi, kita dapat memberikan kesimpulan sementara bahwa wajah fiqh yang menyeramkan dengan halal dan haram masih bisa ‘lentur’, dengan kata lain Ushul Fiqh menjadi pelentur fiqh yang menyeramkan dengan konsep ushuliyyah sebagai metodologinya dan maqoshidussyar’iyyah sebagai prinsip dasarnya. Dengan ushul fiqh, Nashus bukan teks mati (jumud) tetapi menjadi teks hidup yang kekal sepanjang zaman.

Sabar dan Syukur

Sabar disaat susahJika pada posting sebelum-sebelumnya telah dijelaskan bahwa takdir adalah pilihan hidup, maka setelah pilihan tersebut masuk ke dalam suka adatau duka maka sabar dan syukur adalah sifat untuk menerima ketentuan yang diberlakukan oleh Allah kepada diri kita. Dalam perjalanan kehidupan manusia antara bahagian dan susah, suka dan duka keduanya datang silih berganti saling mendahului,

Terkadang ada suasana senang tapi di lain waktu dirundung susah semuanya silih berganti. Karena itu Allah memberikan dua sifat mulya sebagai solusinya untuk mendekatkan diri kepada Allah yaitu dengan sabar dan syukur . Ketika dalam keadaan suka diperintahkan untuk bersyukur apabila sedang dirundung susah diperintahkan untuk bersabar.

Kadua sifat; syukur dan sabar itu seolah berpasang-pasangan yang saling mengisi satu dengan yang lainnya. melalui dua sifat tersebut Allah hendak menjadikan para hambanya sebagai orang yang berpeluang sama untuk mendapat ridhonya. bagi hambanya yang diberi karunia nikmat maka syukur adalah media untuk mendekatkan diri kepada Allah, sebaliknya bagi hamba Allah yang dirundung kesusahan maka sabar adalah salah satu media untuk mendekatkan diri kepada Allah swt.

Sabar dan syukur juga diisyaratkan oleh Allah seperti orang berjalan, antara kiri dan kanan bergantian, tidak pernah kita jumpai orang yang berjalan selalu kaki kanan didepan atau sebaliknya kaki kiri selalu di depan. begitu juga lamabaian tangan, antara kanan dan kiri selalu bergantian, apabila kaki melangkah maka tangan kanan yang melambai ke depan dan begitulah seterusnya.

Semua itu adalah ayat Allah yang tidak berupa teks yang menantang untuk kita baca, agar kita semakin dalam rasa iman dan taqwa terutama terhadap takdir yang diberlakukan Allah kepada kita semua.

Orang yang bersyukur akan ditambahkan nikmat oleh Allah yang melimpah, al-Ghazali membuat analogi, semua nikmat bagaikan bianatang peliharaan, sedangkan syukur adalah jodohnya, apabila binatang tersebut satu jodoh maka tidak menutup kemungkinan akan kawin dan membuat anak-pianak dari nikmat-nikmat tersebut yang akan ditambahkan,

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Dan ingatlah ketika Rabb-mu memberitahukan, jika kalian bersyukur niscaya Aku akan tambah bagi kalian. Dan jika kalian kufur, sesungguhnya adzab-Ku itu amatlah berat.” (Qs. Ibrahim: 7)


Pahala sabar tidak terhitung, agaknya tak heran jika pahala puasa hanya Allah yang mengetahui besar kecil, berkualitas atau tidaknya puasa seseorang, karena di dalam puasa yang berlaku adalah kesabaran, kesabaran menahan dahaga sampai pada waktu berbuka.
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Sesungguhnya orang-orang yang bersabar, pahala mereka tidak terhitung

Contoh Ceramah; Seputar Keluarga Bahagia

Saat berlibur di Tajur
Umur blog ini memang terbilang seumur jagung, namun melihat minat baca para on-liners yang mampir di blog ceramah singkat ini, mendongkrak semangat kami untuk selalu menyajikan informasi berbasis agama islam yang jauh dari perbedaan khilafiyah, diharapkan penyajian informasi ini menjadi model dakwah dunia maya untuk penyebaran pengetahuan agama islam kepada semua pihak yang membutuhkan.

Dari sekian bahan ceramah singkat atau kultum yang berhasil kami rilis, akhir-akhir ini mengambil spesifikasi ceramah seputar keluarga bahagia, mengingat pentingnya peranan keluarga sakinah sebagai sekolah pertama bagi anak-anak yang secara biologis melekat dalam tanggung jawab semua orang. Sebagai antisipasi faktor yang merusak tatanan "sakinah" maka dibuatlah postingan yang berjudul ceramah singkat perusak sakinah. Blog ini akan terus bergeliat mencari makna tanpa lelah.

Kami sodorkan beberapa judul menarik dari berbagai bahan bacaan yang ada, diantara beberapa postingan ada yang kental dengan nuansa tafsiry dan hikmah seperti memilih rahim sebagai ladang menabur benih keturunan, ada juga yang bernuansa sebagai pengantar saja misalnya ceramah singkat tentang keluarga bahagia dan masih banyak bahan ajar untuk ceramah atau kultum yang lainnya.

Lebih melengkapi rangkaian ceramah singkat seputar keluarga berikut kami tampilka subyek pendukung dalam menata pondasi keluarga bahagia yang salah satunya adalah seorang wanita shaliha pilar keluarga sakinah, karena ribuan orang sukses ternyata dibelakangnya ada peran dominan dari seorang wanita, entah itu pasangannya atau anak dan ibunya.

Intinya kami berharap ada sumbangsih tulisan tentang keluarga khususnya untuk kami posting dalam blog ini yang mana makin hari pengunjungnya bertambah dan memberikan testimoni positif dengan materi tulisan yang ada. Terimakasih atas kunjungannya salam buat keluarga bahgia yang anda bina, kami berdoa: "semoga keluarga bahagia yang kita rajut adalah adalah keluarga bahagia karena Allah ta'ala"
KELUARGA BAHAGIA

KELUARGA BAHAGIA

Ceramah singkat kali ini mencoba memberikan tema menarik yang dialami oleh setiap orang yaitu tentang keluarga bahagia. Sebutan keluarga bahagia sungguh teramat mudah dimengerti maksudnya, tapi sulit untuk menentukan standarnya, luasnya arti keluarga bahagia seluas lautan tak bertepi, oleh karena itulah kita biasa menyebut bahtera rumah tangga. Sederet prasyarat harus dipenuhi demi untuk membentuk keluarga bahagia. paling tidak keluarga bahagia meliputi masalah ekonomi, hukum, keturunan, cinta kasih, saling menghormati.

mari kita urai satu persatu, secara ekonomi, minimal keluarga bahagia adalah keluarga itu mampu memenuhi kebutuhannya secara layak, dari hasil pekerjaannya tersisa tabungan untuk hari esok, dana pendidikan dan dana untuk kesehatan. meskipun dalam batas yang berbeda-beda prioritasnya. Dalam hal ini, dana pendidikan harus menjadi prioritas, mengingat skill dalam sebuah hidup bagaikan roda penggerak segala aktifitas, pendidikan mamapu menggeser nasib seseorang dalam tanda kutip. Saking pentingnya pendidikan itulah rasulullah berpesan: "didiklah anak-anakmu dengan sebaik-baik pendidikan" terutama sekali pendidikan agama, dengannya keluarga dibangun, kelak ia dewasa.

keluarga bahagia secara norma hukum, hukum menjadi penegak dan aturan penting dalam setiap organisasi sekecil apapun termasuk membangun keluarga. Hukum yang dimaksud adalah hukum yang sama-sama dimengerti dan diketahui oleh anggota keluarga, dalam al Quran Allah berfirman, pergaulilah keluarga dengan pergaulan yang ma'ruf. arti ma'ruf dapat dilihat di terminologi al quran tentang kebaikan. ma'ruf dalam arti peraturan yang tidak bertentangn dengan agama dan disepakati serta diketahui oleh anggota keluarga. Tegaknya hukum yang ma'ruf akan mampu menyelesaikan problema keluarga, bila suatu saat didalamnya terjadi kemelut atau prahara.

Disinyalir, keluarga hancur karena antara anggota tidak faham mengenai statusnya sehingga hak dan kewajiban yang ia emban tidak berjalan seimbang. Ketidak seimbangan inilah yang menciptakan karamnya sebuah bahtera rumah tangga. Tolak ukur Keluarga bahagia juga diindikasikan dengan keturunan, tujuan utama dalam berkeluarga dan tidur bersama pasangan tidak asemata-mata ingin memperoleh kepuasan nafsu seksual saja, tetapi bertujuan agar memperoleh keturunan sebagai perpanjangan kehidupan, dimana cita-cita yang belum sempat tercapai akan dititpkan dipundak keuturnan tersebut. Keturunan yang shalih akan menenangkan hati dan pikiran, Allah berfirman:

Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati , dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa." (al-Furqan:74)

sebuah catatan penting bagi setiap individu bahwa, keturunan bagaikan tumbuhan, untuk menghasilkan tumbuhan yang bagus maka bibit dan lahannya harus bagus, benih yang menjadi bibit ibaratnya suami, sedangkan lahannya adalah isteri, al quran secara implisit memnyiratkan dalam firmannya,

"Isteri-isterimu adalah tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman."(al Baqarah:223)

Keluarga bahagia dari segi psikis, adalah keluarga bahagia yang diukur dari cinta kasih yang bersemi dalam anggota keluarga. cinta adalah bangunan fisik keluarga, tak mungkinlah dikatakan bahagia jika antar keluarga bermusuhan saling menaruh benci satu dengan yang lainnya. tidak mungkin tidur berduaan tetapi dalam keadaan bermusuhan, setiap bercinta tentu saling mengenal dan atas dasar suka sama suka, tulus melayani tanpa keterpaksaan, bisa dibayangkan alangkah tidak nikmatnya bercinta tanpa didasari cinta dan kasih sayang

Menjaga hubungan baik dengan kerabat, termasuk kerabat pasangan (ipar), akad nikah dimaksudkan tidak hanya menyatukan orang yang diakadkan tetapi menyatukan dua keluarga yang sebelumnya tidak ada ikatan kerabat untuk dijadikan satu bingkai kerabat kekeluargaan. menciderai salah satu kerabat ipar termasuk menciderai akad pernikahan bukan tidak mungkin akan menciptakan aral penghalang terciptanya keluarga bahagia.

Keluarga bahagia yang dimaksud di atas mungkin lebih kita kenal dengan istilah keluarga keluarga sakinah, meskipun tidak sama persis, mungkin ada beberapa faktor penunjang keluarga sakinah yang tidak ter-cover di dalam tulisan di atas

Wanita shalihah pilar keluarga sakinah

Keluarga Sakinah
Entah cocoknya untuk kultum atau ceramah nasehat pernikahan tapi postingan kali masih tentang Keluarga sakinah bahwa keluarga sakinah menjadi cita-cita yang di dambakan semua orang berkeluarga di dunia, tidak satupun insan berkeluarga kecuali ia menginginkan hidup aman tanpa gangguan, damai tanpa permusuhan, mulus dalam menjalani kehidupan tanpa aral melintang di jembatan menuju kedamaian yang dicita-citakan, kira-kira seperti itulah gambaran bangunan mahligai keluarga sakinah. Kuncinya ada di wanita shalihah yang selalu taat kepada suaminya setelah taat kepada tuhannya, pemegangn kunci adalah suami yang mengerti akan seluruh kebutuhan hak dan kewajibannya, serta mampu memberi teladan paling duluan ketimbang anggota keluarganya.

Wanita shalihah akan menjadi hiasan membanggakan di dunia-akhirat, karena wanita shalihah dengan ketaatan dan kelembutannya mampu mengetuk pintu ridho suaminya terus menerus tak kenal waktu sampai kematian menjemputnya, pantaslah jika ada kaitan erat bahwa salah satu –bukan satu satunya-- penyebab masuknya wanita ke dalam surga karena ridho suaminya. Dari ummu salamah, Rasulullah bersabda, :”wanita mana saja yang meninggal dunia dalam keadaan diridhoi suaminya maka ia masuk surga”. #jleb sangat tepat sekali, kalau menganjurkan wanita untuk masuk surga melalui pintu keluarga sakinah dan wanita yang bisa berkarakter seperti ini hanya dimiliki oleh wanita shalihah, ia aktor menjadi penunjang keluarga sakinah.

Saya menggambarkan keluarga sakinah sesuai dengan namanya, “sakinah” yang mempunyai arti, tenang, terhormat, aman, penuh kasih sayang, mantap dan memperoleh pembelaan. Kelaurga sakinah adalah keluarga yang hubungan antar intern keluarga penuh kasih sayang, saling menghormati dan melindungi serta damai semua penghuninya. Untuk menjadi ideal seperti ini tentu bukan tanpa melalui proses. Proses membentuk keluarga sakinah sangatlah panjang, dimulai sejak memilih rahim untuk menabur benih keturunan ia harus berkualitas dan subur supaya menumbuhkan keturunan yang baik-baik, untuk memperoleh hasil tanaman (baca: keturunan) yang baik perlu benih unggul dari suami yang baik pula, begitulah seterusnya antara yang satu dengan lainya saling keterkaitan.

Membangun keluarga sakinah bagaikan mendirikan bangunan yang mempunyai dua tiang, tiang yang satu adalah pria sholih, tiang lainnya adalah wanita shalihah berpondasi agama dan betahta cinta keduanya diikat dalam sebuah bangunan yang disebut mahligai rumah tangga. Dengan pondasi agama kehidupan akan berpijak pada tatakan yang kuat & dengan pilar wanita shalihah ketenangan akan didapat, wanita shalihah dari ciri secara umum bisa dilihat, bahwa suaminya senang melihatnya terutama karakter psikisnya, wanita shalihah adalah harta karun berharga, sebagaimana sabda Nabi tatkala turun wahyu yang berbunyi : “dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak serta tidak menafkahkannya di jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat siksa yang pedih. (At-Taubah[9]:34)” Umar keluar rumah diikuti oleh Tsauban untuk menghadap Nabi seraya mengadu, ayat ini dirasa berat oleh para sahabat.

Rasulullah bersabda,
Maukah aku tunjukkan simpanan terbaik bagi seseorang, yaitu wanita shalihah. Jika dipandang menyenangkan jika diperintah taat, jika ditinggal menjaga (diri dan kehormatannya).

Memang penting memilih wanita shalihah akan tetapai adal yang lebih penting yaitu dipilih dan dinobatkan sebagai wanita shalihah, karena dengan menajdi wanita shalihah sudah barang tentu akan menjadi pilihan semua orang baik manusia, malaikat atau derajat tinggi di hadapan tuhannya. Untuk itu berjuang keraslah untuk memperoleh predikat wanita shalihah karena wanita shalihah pilar keluarga sakinah
Hidup adalah penyesalan

Hidup adalah penyesalan

Dari sumber yang saya baca kemudian merenungi jadilah sebuah tulisan untuk arsip ceramah singkat di suatu acara kultum, bolehlah untuk disebaruaskan semoga menjadi amal baik. Saya memberi judul hidup adalah penyesalan. Mari kita simak isi ceramah ini..

Terusan perjalanan waktu sekarang menuju akan datang dilustrasikan bagaikan mengambil barang berserakan dalam kegelapan, yang mengambil banyak, sedikit atau tidak mengambil sama sekali akan menyesal selamanya. Kegelapan yang dimaksud adalah di dunia, kelak pada waktunya akan terungkap terang benderang di akhirat, setelah terjadinya proses kematian.

Yang mengambil banyak akan menyesal karena semestinya bisa mengambil lebih banyak lagi, yang mengambil sedikit menyesal karena hanya sedikit sedangkan membutuhkan banyak, yang tidak mengambil sama sekali lebih menyesal karena ia tidak mendapat bekal apapun disaat membutuhkannya. Barang berserakan yang dimaksud diumpamakan perbuatan amal baik.

Sungguh, segala perbuatan selama hidup di dunia ini akan membawa penyesalan pada saat tabir akhirat terungkap karena semua tampak nyata di sana, kebaikan akan berbalas kebaikan sebaliknya hidup di dunia menjadi modal ampuh mencari amal untuk bekal hidup kekal di akhirat sana. Bisa jadi benar apa yang ditulis oleh Will Durant: “seandainya tidak ada kematian dan hidup di alam baka mungkin tidak ada agama ini”. Karena kata kunci agama adalah mengatur kehidupan di alam sana.

Berbeda-bedanya modal berupa umur manusia menuntut manusia untuk berbuat baik tanpa ditunda-tunda karena kemaatian yang merupakan finish modal tidak bisa ditunda meskipun sedetikpun. Selamat merenung…
Ceramah tentang perusak "sakinah"

Ceramah tentang perusak "sakinah"

Beberapa hari yang lalu posting blog ceramah ini tentang penunjang keluarga sakinah sekarang mari kita deteksi yang merusak sakinah dalam rumah tangga, kita ketahui bersama bahwa menciptakan keluarga sakinah membutuhkan segala daya dan upaya, bukan sesuatu yang terberikan begitu saja, paling tidak 7 hal yang merusak sakinah dalam rumah tangga yaitu;

1. Akidah yang keliru, keluarga yang dibimbing ke-sakinah-annya melalui pedukunan, pelet atau gendam model apapun hanya akan merusak citra sakinah yang sebelum telah dicita-citakan bersama, oleh sebab itu hindarilah cara ini, lakukan apa yang menjadi syariat dengan penuh keyakinan dan berharap kepada sang maha pemberi sakinah yaitu Allah swt.

2. Makanan yang halal dan thoyyib, makanan yang hala akan menunjang keluarga yang sakinah, termasuk perluasan dari makna makanan adalah pakaian, kendaraan rumah perabotan dan segala kebutuhan yang setiap hari kita butuhkan. Biasanya makanan yang haram akan mendorong seseuatu yang haram juga.

3. Kemewahan, yah… kemewahan akan menuju kepada kehancuran mahligai rumah tangga, keluarga yang memiliki pola hidup mewah biasanya akan mudah terjerumus pada keserakahan, pada akhirnya akan menghancurkan mahligai sakinah di dalamnya. Bahkan suatu bangsa akan menuju kehancuran manakala penduduknya sudah mengarah hidup bermwah-mewahan (muthrofiin), Firman Allah:

وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا.
Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menta`ati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. (QS:al-Isra':16)

4. Akhlak yang rendah, akhlak yang rendah akan menciptakan pergaulan keluarga yang rendahan pula, tidak saling menghargai, tidak saling melengkapi dan lain sebagaianya. Dalam keluarga sangat dibutuhkan menghargai sesama anggota keluarga. Isteri bukanlah pembantu tetapi isteri adalah pathner hidup harus diposisikan sebagai subyek interaktif, bukan obyek yang disuru-suruh.

5. Jauh dari agama, tak bisa dipungkiri, membina rumah tangga adalah tuntunan agama, agama telah mengatur berbagai macam adab dan sopan santun dalam keluarga, jika rambu rambu agama dijauhi maka sama halnya mendayung bahtera rumah tangga tanpa arah dan aturan yang jelas. Kondisi inilah yang akan merusak sakinah dalam keluarga.

6. pergaulan lain jenis secara vulgar. Pergaulan yang tidak membatasi diri dengan muhrm lainya disinyalir menjadi senjata ampun menyerang sakinah dalam berumah tangga. Pergaulan bebas tanpa membatasi diri degnan muhrim lain akan cenderung mengundang PIL atau WIL, jika hal ini terjadi maka rusaklah sakinah dalam rumah tangga
Penyakit Manusia di Trend Dunia Modern

Penyakit Manusia di Trend Dunia Modern

trend dunia global yang serba modern, disadari atau tidak, telah membawa beberapa dampak postitf dan negatif, dampak postifnya adalah memberikan pelayanan serba nyaman dan mudah, meski terkadang berakibat negatif yaitu kehidupan yang instan memicu kehidupan yang 'manja' bagi masyarakatnya, namun itu semua tergantung dari pribadi masing masing. Tak terkecuali dalam dunia islam itu sendiri. Menurut Abuddin Nata, sekurang-kurangnya ada delapan penyakit yang menghinggapi masyarakat modern. Saya sarankan anda untuk membaca posting yang lalu, antara takdir dan usaha

1. Desintegrasi ilmu pengetahuan (spesialisasi yang terlampau kaku) antara ilmu pengetahuan Agama dan Umujm yang berimbas terjadinya kapling kapling akal fikiran manusia dan cenderung membingungkan masyarakat.

2. Kepribadian yang terpecah (splite personality) sebagai akibat dari kehidupan yang dipolakan oleh ilmu pengetahuan yang terlampau terspesialisasi dan tidak berwatak nilai-nilai ketuhanan.

3. Rasa keimanan, ketaqwaan, serta kemanusiaan, sebagai akibat kehidupan yang terlampau rasionalistik dan bercorak individualistik.

4. Timbulnya pola hubungan yang materialistik sebagai akibat dari kehidupan yang mengejar duniawi yang berlebihan.


5. cenderung menghalalkan segala cara, sebagai akibat dari paham hedonisme yang melanda kehidupan.

6. Stres dan frustasi, sebagai akibat dari terlampau percaya dan bangga terhadap kemampuan dirinya, tanpa dibarengi sikap tawakal dan percaya pada ketentuan Tuhan.

7. Perasaan terasing di tengah-tengah keramaian (lonely), sebagai sifat individualistik, dan

8. Kehilangan harga diri dan masa depannya, sebagai akibat dari perbuatan yang menyimpang.

Ke- delapan pont yang dikemukakan oleh Abuddin Nata tersebut merupakan akibat dari kehidupan yang telah begitu jauh terhegemoni oleh budaya global yang didominasi oleh peradaban Barat. Sekularisasi ilmu pengetahuan adalah ciri khas dari peradaban Barat yang sekuler dan liberal. Demikian juga munculnya sifat hedonistik dan individualistik merupakan implikasi dari kapitalisme yang materialistik.

Dampak globalisai yang begitu kuat harus diantisipasi oleh dunia pendidikan khususnya Islam jika tidak ingin terlibas oleh arus hegemoniasi budaya global Barat. Dalam konteks ini, pendidikan harus mampu menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang tangguh yang tidak sekedar sebagai penerima arus informasi global, tetapi juga harus memberikan bekal kepada mereka agar dapat mengolah, menfilter, menyesuaikan dan mengembangkan segala hal yang diterima melalui arus informasi itu tanpa terhegemoni oleh kekuatan eksternal.

Berkenaan dengan hal di atas para pengelola pendidikan Islam harus menyadari terhadap ancaman ini. Orientasi pendidikan Islam yang sejak awal tidak semata-mata menekankan pada pengisian otak, tetapi juga pengisian jiwa, pembinaan akhlaq dan kepatuhan dalam menjalankan ibadah tidak boleh bergeser. Disamping itu juga harus dipikirkan upaya menciptakan manusia yang kreatif, inovatif produktif dan mandiri sehingga mempunyai ketegaran dalam menghadapi tantangan tanpa mudah terhegemoni. Visi pendidikan Islam harus mengintegrasikan berbagai pengetahuan yang terkotak-kotak ke dalam ikatan Tauhid. Di samping itu pendidikan Islam harus mampu memberikan filter dan arahan dalam penyerapan ilmu pengetahuan yang tidak sesuai dengan kaidah Islam.